Renata, seorang istri yang sudah berumah tangga lima tahun lamanya bersama sang kekasih yang di pacarinya sedari dulu.
Dani, sang suami yang sangat mencintai Renata sekaligus sebagai orang yang manjadi mandat dari ayah mertua untuk selalu menjaga Renata di akhir hayatnya.
Namun sayangnya, sang Suami memiliki kelemahan yang sering membuat sang istri menangis karena kenormalannya sebagai seorang wanita muda yang bergairah.
Bermacam cara pun di tempuh Renata bersama sang suami agar bisa menyelesaikan masalah tersebut, namun sayang, hasilnya sama saja. Para ahli dalam bidangnya tidak bisa mengobati kelemahan yang di miliki Dani.
Lalu bagaimana Renata dan Dani menangani masalah ini ??
__________
Ditunggu kritik dan sarannya..
Tolong gunakan bahasa yang baik saat memberi kritik dan sarannya ya..
Makasih..
Selamat membaca 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idhan Kusmana The'a, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
"Sayaaaaaaaaaaaang.. Sayaaaaang.. Saaayaaang" panggil Renata pada mereka yang sedang bersembunyi entah dimana. Seluruh ruangan di dalam rumah telah Renata datangi,namun dia tidak menemukan keberadaan mereka.
Karena merasa cape,Renata berniat duduk sebentar di sofa depan TVnya.
"Aku lelah" ucapnya lyrih sambil menjatuhkan tubuhnya yang lemas.
10 menit sudah mereka bersembunyi di balik pintu utama. Denis sudah mulai merasa jenuh karena Renata tidak menghampiri mereka. Dia memutuskan untuk menyudahi permainannya.
"Kau mau kemana? " tanya Dani sambil meraih baju Denis yang hendak masuk ke rumah.
"Kita sudahi saja. Udah lumayan lama kita nungguin,tapi Momy gak nemuin kita ya Sayang " jawab Denis sambil mengajak ngobrol bayi mungil berusia 2 tahun yang sedang berada dalam pangkuannya.
Bayi itu tersenyum dan menganggukan kepalanya mendengar ucapan Denis,dia mengerti apa yang Denis ucapkan.
.
.
.
.
Anak pertama mereka yang di beri nama Delwyn Earnest Elvis. Memiliki arti seorang laki-laki yang rajin, cerdas, sederhana dan juga bijaksana.
Elvis lahir di tanggal 6 di bulan kedua pada tahun 2017.
Walau terbilang balita, namun Elvis sudah memili hobinya sendiri. Yaitu menonton youtube, bahkan, mommy dan juga kedua pappynya harus memutar otak mereka saat mencoba meminta handphone yang sedang di pakai Elvis saat menonton acara kesukaannya di aplikasi tersebut.
.
.
.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk masuk ke rumah dan mengagetkan Renata.
Dani dan Denis berjalan dengan mindik-mindik,membuat Elvis tertawa geli melihatnya.
"Sssssstttttt" Dani dan Denis kompak menempelkan telunjuk mereka ke bibir Elvis.
Bukannya diam,Elvis malah semakin tertawa melihat wajah Ayah-ayahnya yang sedang riweuh ketakutan ketahuan oleh Renata.
"Sayang diam ya. Ssssttt" bisik Dani yang kini sedang mengerucutkan bibirnya dan di tempeli telunjuk tangannya.
"Momom.. Momom" ucap Elvis saat melihat kaki Renata teracung di sofa.
Ya. Elvis memanggil Renata dengan sebutan momom,yang berarti Momy. Sedangkan kepada Dani dan Denis,Elvis memanggil Pipih.
Elvis meronta,meminta turun dari pangkuan Denis. Tubuhnya mengulet,kaki dan tangannya terus menendang dan memukuli tubuh Denis.
"Momom pipih. Momom" teriaknya lebih keres.
"Ia Sayang,ia" jawab Dani sambil mengelus kepala Elvis.
"Kau turunkan saja" perintahnya pada Denis.
Denis pun berjongkok,menurunkan Elvis dengan hati-hati. Mengulurkan kedua tangannya di samping Elvis yang sedang berjalan,menjaganya agar tidak terjatuh saat berjalan.
Dengan pampers yang berada dalam celana Elvis membuat pantatnya terlihat lebih montok. Jalannya juga terlihat gual geol gutak gitek tidak seimbang. Membuat Dani dan Denis ketakutan. Takut terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku tanpa mu butiran debu. Eh maaf,malah jadi nulis lyric laku 😆😆
"Momom.. Momom" teriaknya.
Dani yang merasa kasihan pada Elvis karena dari tadi di cuekin oleh Momynya akhirnya berjalan lebih dulu menghampiri Renata.
"Say-yang" kalimatnya terjeda saat melihat Renata tengah tertidur pulas walau dengan posisinya yang kurang nyaman itu.
"Momom"
"Sayang,Momynya udah bobo. Kita juga bobo yuk" bujuknya pada Elvis yang terus memanggil Renata.
"Renata tidur? " tanya Denis.
"Ia.
Kamu gendong Elvis ajak ke kamar. Biar Renata yang aku gendong" perintahnya pada Denis.
Denis pun langsung menggendong Elvis dan membawany duluan ke kamar tanpa banyak tanya.
Sementara Dani, dia masih berada di luar kamar,mengangkat tubuh Renata dengan pelan agar tidak membangunkannya. Namun tiba-tiba,
"Mmmmmmmmhhhh" Renata menarik tubuh Dani ke atas tubuhnya. Memeluknya erat. Bahkan kaki kanannya mengunci tubuh Dani.
"Gulingnya keras" gumam Renata sambil menggosokkan pipinya ke sofa.
Denis yang masih di sibukkan dengan Elvis tidak sadar kalau istrinya masih berada di luar.
Kini Denis sedang memainkan kedua tangan Elvis dengan tangannya,mengajaknya bermain,membuat Elvis terus tertawa riang. "Nang ning ningnang eu.. Nang ning ningnang eu" begitulah Denis mengajak anaknya bermain.
Setelah lelah bermain dan tertawa,akhirnya Elvis pun tertidur juga.
Denis yang merasa seperti ada sesuatu yang lupa, tapi entah apa mencoba mengingatnya.
Dah "aaaaah" teriak Denis saat mengingat apa yang tadi ia lupakan.
Dia bergegas turun dari kasur Renata dan memindahkan Elvis ke kasurnya.
Kasur Elvis berada di pojok sebelah kanan,dengan ranjang berukuran 1,5mX1m.
Belum sempat Denis keluar, tiba-tiba sosok seorang pria mengagetkannya dan hampir membuat Denis menjatuhkan Elvis.
"Kau ini ya,membuat ku kaget" bentaknya dengan berbisik.
"Dimana Renata " tanya heran saat melihat Dani berjalan sendiri tanpa menggendong Renata.
"Dia tidur di kamarku. Malam ini biar aku kita saja yang tidur disini. Kasian Renata,wajahnya terlihat lelah" ucap Dani menghampiri Elvis yang kini juga sudah tertidur.
"Good night jagoanny papih,mmmuach" kecup Dani di kening Elvis.
Denis juga tak mau melewatkan kecupan hangatnya untuk si buah hati "Mimpi indah super heronya papih, mmmmuach"
________
"Moooomoooom.. Eueueueueueu.. Momom" tangis Elvis memecah keheningan di tengah malam,membuat Dani dan Denis kelabakan seperti sedang kepergok nyontek saat ujian.
"Cup cup cup" dengan sigap Dani langsung menggendong dan mengepok-ngepok pantan Elvis.
"Sudah Sayang,sudah.. Cuuuup" bujuk Dani,sambil menggoyangkan badannya agar Elvis segera berhenti menangis dan kembali tidur.
Sementara Denis yang melihat anaknya sudah di gendong oleh Dani langsung berjalan ke arah meja yang sebelumnya sudah di letakkan air panas dalam termos,satu teko air dingin,satu toples kecil susu bubuk beserta sendoknya dan 1 botol dot.
Tak mau kalah sigap dari Dani, Ia langsung membuatkam susu untuknya,untuk Elvis maksudnya. Maaf salah.. Hehehe
"Sayang ini susu mu.. Ayo minum nak" bujuk Denis sambil menyodorkan dot ke mulut Elvis.
"Heuuummm momiii.. Heummm momi" isak Elvis yang tak mau henti memanggil Renata.
"Sayang,mominya lagi bobo,kasian mominya cape. Ayo E'el juga bobo ya" Dani terus membujuk Elvis agar berhenti menangis dan kembali tidur
"Momiiiiiii" panggilnya lagi.
"Sayang,ayo diminum susunya. Nanti kalo udah abis E'el kembali tidur,trus besok pagi E'el bisa ketemu momy deh" bujuk Denis sambil mengusap air mata Elvis.
Hampir 30 menit ketiga orang ini masih saja membuka matanya. Walau Dani dan Denis sebenarnya sudah mengantuk berap,namun mereka tak tenang jika Elvis belum kembali tidur. Semua cara sudah mereka lakukan,namun hasilnya malah membuat Elvis semakin rewel saja.
Saat kedua orang tua itu mulai menyerah,bingung harus menggunakan cara apalagi, tiba-tiba seorang di antaranya memberikan idea yang sungguh briliant.
"Ayo kita ajak Elvis tidur satu ranjang bareng kita aja" celetuk Denis sambil disusul acungan jempol tangan Dani.
Akhirnya setelah 2 jam lamanya Dani dan Denis bisa menidurkan Elvis juga.
Denis membaringkan tubuhnya dan menghembuskan nafasnya panjang
"Haaaaaaaaah.. Kasihan Renata yang harus setiap malam bangun demi menidurkan kembali Elvis" ucapnya.
"Maka dari itu aku selalu mengingatkan mu untuk merubah sikap kekanak-kanakanmu. Bersikap dewasalah juga di rumah,jangan hanya di jam kerja saja" Dani tak bosan terus mengingatkan Denis akan sikapnya yang membuat Renata semakin kewalahan karena harus mengurus rumah,anak,dan juga dirinya.
"Sudahlah. Ayo kita tidur" sambung Dani sambil melirik ke arah Denis,dan betapa kesalnya Dani saat melihat Denis yang sudah tertidur entah dari kapan. "Apa tadi kamu mendengarkan nasehatku? " gumamnya.
.
.
🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣
.
.
Renata membuka mata dan mengucek kedua bola matanya dengan tangan kanannya. Melihat sekeliling ruangan dimana ia tertidur tadi tadi malam.
"Mmmmhhh,kamar Dani" bisiknya.
Dia mengangkat pandangannya ke jam dinding yang tepat menempel di dinding di depan ranjang milik Dani.
Dani sengaja menempelkan jam dinding di sebrang sana. Tujuannya,agar saat Dani membuka matanya langsung bisa mengarah ke jam,tanpa harus menengok kanan kiri atau meraih hp yang selalu di simpannya di nakas.
Jam sudah menunjukkan pukul 04.15,sudah waktunya bangun. Namun tubuh Renata terasa lebih lemas dari kemarin malam,sehingga dia memutuskan untuk tidur sebentar lagi,dan akan bangkun kembali jam 05.00 saja.
Setiap hari Renata selalu bangun jam 4 pagi,agar dia bisa menyiapkan sarapan dan membereskan rumah. Karena Elvis yang terlalu aktif sehingga Renata tidak bisa melakukan pekerjaan rumahnya seperti dulu saat sebelum mempunyai Elvis.
.
.
🐣🐣🐣🐣🐣🐣
.
.
Dani terbangun dari tidurnya, meraih Hp yang tadi malam ia letakkan di nakas.
"Sudah jam 5.30 rupanya.
Nis,bangun Nis. Udah jam 05.30
Ayo siap-siap berangkay kerja" ajak Dani sambil menendang kaki Denis.
Sebenarnya Dani sendiri masih merasa ngantuk yang teramat berat, namun dia tipe orang yang bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Dengan berat hati akhirnya dia bangun dari tempat tidur itu, dan langsung menuju kamarnya.
"Ayo bangun" ucapnya sedikit keras dari sebelumnya, membangunkan Denis dengan menimpuk mukanya dengan bantal.
"Ia ia" ucap Denis malas.
Mereka pun langsung keluar menuju kamar mereka masing-masing.
Setelah keduanya keluar,tiba-tiba langkah kaki mereka terhenti.
"Elvis" teriak mereka kompak.
"Elvis tidur sendiri,kalau di jatuh gimana? " tanya Denis panik.
"Aku akan memanggil Renata. Kau kembalilah ke kamar lagi"
Denis pun kembali ke kamar Renata. Matanya yang tadi masih ngantuk,kini sudah segar gara-gara kepanikannya barusan.
... ... ...
Dani mempercepat langkahnya.
Berjalan menuju tempat yang biasanya jam segini Renata sudah berada disana.
"Lho,kok Renata gak ada? " tanyanya heran saat dia sampai di dapur.
"Apa mungkin lagi jemur pakaaian? "
Dani pun langsung berlari ke luar.
Sesampainya di luar,Dani masih belum menemukan Renata.
"Apa mungkin masih tidur? " batinnya.
Dani langsung berlari ke kamarnya,dan ternyata benar kali ini dugaannya.
"Dia masih tidur. Apa dia sakit? " bisiknya sambil berjalan menghampiri Renata.
Disentuhnya kening yang saat ini tidak tertutupi oleh poninya.
"Syukurlah dia tidak demam. Mungkin dia kelelahan" gumamnya.
Dani segera mandi dan bersiap-siap,kemudian bergantian menjaga Elvis dengan Denis.
15 menit kemudian,
"Udah rapih" ucapnya sambil berkaca.
Dani pun langsung menuju kamar Renata untuk bergantian menjaga Elvis.
.
.
🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣
.
.
Denis terus melihat ke arah pintu,menunggu Renata datang,sudah 20 menitan lamanya dia menunggu. "Sudah hampir telat" gumamnya.
"Kenapa kau,bukan Renata? " tanya Denis heran saat melihat Dani yang masuk ke kamar.
"Kecilkan suaramu,Renata masih tertidur.
Sana cepat kau mandi,udah siang" jawab Dani sambil duduk di kasur samping Elvis.
"Apa dia sakit"
"Tidak. Mungkin dia kelelahan" jawab Dani singkat.
Denis pun langsung berlari ke kamarnya.
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap,dia langsung menuju kamar Dani untuk melihat apakah istrinya masih tertidur atau sudah bangun.
Denis membuka pintu di samping kamarnya,terlihat punggung Renata yang sedang tidur membelakangi.
"Sayang bangun" ucap Denis lembut.
"Sayaaaaang" sambungnya.
Renata membalikkan tubuhnya. "Sayang" ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya ke atas.
"Kok udah siap? " tanyanya heran melihat Denis sudah siap berangkat kerja.
Denis tersenyum mendengar pertanyaan Renata,dia mengukurkan tangan kirinya yang sudah memakai jam tangan bertali kulit warna hitam.
Renata melihat jarum panjang di arloji suaminya itu. Betapa terkejutnya dia saat melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi lewat lima menit.
Sontak tubuhnya loncat dari kasur,langsung berlari keluar tanpa menghiraukan Denis yang sedang menggelengkan kepala melihat tingkahnya.
.
.
.
.
Tolong mampir juga ya di cerita yang saya dan Kak Meliza baru buat.
.
.
Mohon dukungan dan krisannya juga ya..
Makasih
APAKAH INI PENGALAMAN DARI AUTHOR SENDIRI. .. KRYA SPERTI GK MUNGKIN HNY SKEDAR CERITA HALU DOANK... PSTI PNGALAMAN PRIBADI..
semangat
mksh