NovelToon NovelToon
Jejak Hitas

Jejak Hitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Keluarga & Kasih Sayang / Healing
Popularitas:723
Nilai: 5
Nama Author: Hita Nurhidayanti

PROLOG

Waktu itu aku masih kecil. Aku hanya tahu Ayah sering sakit dan aku selalu berdoa agar beliau sembuh. Aku tidak pernah tahu bahwa suatu hari, aku akan merindukan suara batuknya yang dulu begitu sering membuatku khawatir.

Seandainya aku tahu bahwa waktu bersama Ayah begitu singkat, mungkin aku akan memeluknya lebih lama.

Namaku Hitas. Ini adalah kisah tentang kehilangan yang datang terlalu dini, tentang seorang anak kecil yang belum mengerti mengapa orang yang paling disayanginya harus pergi, dan tentang perjalanan hidup yang dimulai setelah kehilangan itu.

Selamat membaca kisah perjalanan Hitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hita Nurhidayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa yang Belum Kupahami

Setelah kejadian tarian itu, aku dan Kenan semakin dekat. Hampir setiap hari kami selalu bersama, terkadang salah satu dari kami marah hanya karena hal-hal kecil, lalu kembali berbicara seperti biasa.

Kedekatan kami sudah seperti anak-anak yang sedang berpacaran, meskipun sampai saat itu aku sendiri tidak pernah benar-benar membalas ucapan cinta Kenan. Aku hanya menjalani hari-hari seperti biasanya, menikmati kehadirannya yang sudah begitu terbiasa berada di sampingku tanpa pernah memikirkan bahwa suatu saat kebiasaan sederhana itu akan membuatku merasakan sesuatu yang sulit untuk dijelaskan.

Siang itu, ketika jam istirahat tiba, aku berdiri di depan pintu kelasku sambil bersandar pada salah satu sisi pintu. Pandanganku bergerak ke berbagai arah, memperhatikan teman-teman yang sedang keluar masuk kelas dan suasana sekolah yang mulai ramai.

Namun, tiba-tiba pandanganku berhenti pada satu arah dan tanpa kusadari aku hanya diam memperhatikan apa yang ada di depan mataku.

Kenan.

Ia berada di depan kelas 7B bersama salah satu perempuan.

Aku tidak tahu mengapa melihat mereka berdua membuatku langsung kehilangan perhatian terhadap keadaan di sekelilingku. Beberapa teman perempuan dari perempuan itu terlihat mengganggu mereka sambil tertawa dan menggoda dengan ucapan yang terus diulang-ulang.

"Terima... terima..." diiringi dengan tepukkan tangan

Aku mengerutkan kening sambil memperhatikan mereka dari kejauhan. Terima apa? Pertanyaan itu muncul dalam pikiranku. Aku sebenarnya tidak terlalu memperhatikan percakapan teman-teman perempuan itu, tetapi semakin mereka mengulang kata tersebut, semakin besar pula rasa ingin tahuku. Aku hanya ingin mengetahui kenapa Kenan ada di sana bersama perempuan itu, tetapi anehnya, semakin lama aku melihat mereka, semakin sulit pula aku memahami apa yang sebenarnya sedang kurasakan.

Salah satu teman perempuan itu kemudian melihat ke arahku dengan tatapan yang menurutku cukup sinis. Aku sudah tahu bahwa banyak perempuan di sekolah yang menyukai Kenan, sehingga terkadang ada saja yang tidak menyukaiku karena melihat kedekatanku dengannya. Namun, saat itu aku tidak terlalu memikirkan tatapan mereka. Perhatianku tetap tertuju kepada Kenan dan perempuan yang berdiri di sampingnya.

Kenapa rasanya berbeda?

Aku sendiri tidak mengerti mengapa hatiku tiba-tiba terasa tidak tenang. Bukankah aku tidak pernah mengatakan kepada Kenan bahwa aku menerima cintanya? Bukankah selama ini kami hanya dekat dan sering bersama? Kalau begitu, kenapa melihatnya bersama perempuan lain membuat pikiranku terus bertanya-tanya?

Aku mencoba mengalihkan pandangan, tetapi beberapa saat kemudian mataku kembali mencarinya. Ada sesuatu yang ingin kuketahui, meskipun aku sendiri belum mampu menjelaskan apa sebenarnya yang ingin kudengar.

Sampai akhirnya bel pulang berbunyi.

Aku keluar dari kelas dan berjalan pulang seperti biasanya. Namun, hari itu perjalanan terasa berbeda karena Kenan tidak lagi berada di sampingku seperti hari-hari sebelumnya. Biasanya kehadirannya selalu membuat perjalanan pulang terasa ramai, entah karena dia menggangguku, mengajakku berbicara, atau hanya berjalan di sampingku sambil membuatku kesal. Hari itu tidak ada semua itu, dan justru ketika tidak ada yang menggangguku, aku merasa ada sesuatu yang hilang.

Aku masih memikirkan kejadian di depan kelas 7B ketika dalam perjalanan pulang aku mendengar percakapan beberapa perempuan yang berjalan tidak jauh dariku.

"Tissa terima, kan, cintanya Kenan?"

"Iya, pastinya terima lah. Soalnya kan mereka sudah pulang berdua. Lihat saja di depan."

Langkahku seketika melambat. Aku tidak langsung menoleh, tetapi kalimat itu terus terngiang di kepalaku.

Tissa menerima cinta Kenan?

Aku akhirnya melihat ke depan dan dari kejauhan kembali melihat Kenan bersama perempuan yang tadi berada di sampingnya. Entah kenapa pemandangan itu membuat dadaku terasa semakin tidak nyaman. Aku ingin mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku tidak perlu memikirkan hal tersebut karena aku memang tidak pernah membalas perasaan Kenan, tetapi perasaan yang muncul saat itu tidak semudah untuk kuabaikan.

Aku berjalan sambil terus memikirkan kejadian tadi. Teman-teman perempuan itu masih terdengar berbicara di belakangku, bahkan sesekali terdengar nada sinis ketika mereka melihat ke arahku, tetapi aku tidak lagi benar-benar memperhatikan percakapan mereka. Pikiranku hanya tertuju kepada Kenan dan perempuan yang berada di sampingnya.

Aku tidak tahu apakah semua yang kudengar itu benar atau hanya candaan mereka.

Aku juga tidak tahu kenapa Kenan berada di sana bersama perempuan itu.

Yang kutahu, laki-laki yang selama ini selalu ada di sampingku kini hanya bisa kulihat dari jauh, dan untuk pertama kalinya aku menyadari bahwa rasanya berbeda ketika seseorang yang sudah terbiasa hadir dalam keseharian kita tiba-tiba tidak lagi berada di tempat yang biasanya.

Aku terus berjalan, tetapi pikiranku masih dipenuhi pertanyaan yang sama. Ini sebenarnya bercanda atau kenyataan? Kalau memang Tissa menerima cinta Kenan, mengapa hatiku terasa seperti ini? Dan kalau aku memang tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Kenan, mengapa sejak melihatnya bersama perempuan lain, aku justru merasa seolah ada sesuatu yang sedang direbut dariku?

Aku belum menemukan jawabannya hari itu.

Aku bahkan belum tahu bahwa perasaan yang sedang tumbuh diam-diam di dalam diriku akan membuat hubunganku dengan Kenan tidak lagi sesederhana sebelumnya.

...***...

1
Sahir
semanggat ...👌
Sahir
semanggat hitas😭.....keren banget
Hita Nurhidayanti: "Terima kasih sudah membaca dan memberikan semangat. Semoga Jejak Hitas bisa terus menemani sampai akhir cerita. 🤍✨"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!