Elliya Serrafin wanita dewasa mandiri hidup dijaman modern tiba- tiba memgalami perjalanan waktu ke masa lalu setelah mengalami sebuah kecelakaan. Terbangun pada tubuh gadis kecil bernama Kindaru yang hidup sebagai pengabdi, mampukah Elliya sebagai Kindaru menjalani hidup sebagai pengabdi karena memang seperti itu masanya, atau membuat alur baru tanpa merubah sejarah yang ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningidep, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. perjamuan 1
Sebagai putra tertua dari seorang Adipati yang memimpin Kadipaten yang membawahi sejumlah Kabupaten, Sudama sedari kecil telah digadang- gadangakan mewarisi tampuk kepemimpinan sang Adipati. Kemudian ketika putra- putra yang lain lahir Sudama remaja mengikrarkan diri untuk melepas anggung jawab itu, sang Ayahanda kecewa tentu saja, namun rasa sayang mengalahkan kekecewaannya, Sudama sedari muda terlihat begitu bijak dan pengertian maka kedekatan Adipati Penguasa Kelambang itu dengan putra sulungnya sudah tidak perlu diragukan lagi bahkan tidak ada satu rahasiapun yang disembunyikan Adipati Galacaka dari sang putra, termasuk masa lalunya. Sayangnya Kanjeng Adipati Klambang tidak tahu jika karena kisah masa lalu itu pula Sudama memutuskan tidak menjadi seorang pewaris, mencoba melunasi penyesalan sang Ayah dan menebus kesalahan bundanya.
Kanjeng Adipati memberikan kebebasan kepada Sudama untuk menjalini hidup sesuai keinginannya. Sudama remaja sudah meninggalkan istana untuk memulai kehidupannya tanpa embel- embel garis keturunan kerajaanya, memulai dengan berniaga kecil sampai sekarang sudah menjadi seorang saudagar bahkan memiliki sebuah organisasi yang dinamakan jaringan pedagang yang tidak hanya berjualan barang tapi juga informasi, tentu saja Sudama tidak menggunakan identitas aslinya maka dari itu pemilik jaringan pedagang terkesan misterius hanya segelintir orang yang tahu yang menjamin rahasianya.
Sudama benar- benar memperlakukan Kindaru sebagai pusat dunianya, membuktikan ucapannya bahwa dia hanya akan melihat kearah Kindaru, hanya akan mencintai gadis ini, bahkan jauh sebelum Nayi Tunjung memintanya untuk menjaga Kindaru.
Kenyamanan yang Sudama tawarkan diterima baik oleh Kindaru, meski dirinya tetap menjaga kontrol hati agar tidak terlalu menyerahkan sepenuh hatinya dengan berusaha tetap logis, tapi tidak ada yang tahu kapan orang akan jatuh begitupun cinta.
###
Hari perjamuan akhirnya tiba, Sudama tidak tinggal di Istana Kadipaten semenjak memutuskan untuk tidak menjadi pewaris.
Sudama telah menceritakan Siapa Putri Achara, seorang teman yang ditemuinya dalam sebuah perjalannan di negeri yang jauh. Seorang teman baik yang sudah meninggalkan keduniawian. Selam hidupnya Putri Achara tidak pernah menginjakan kaki di istana, bahkan tidak seorang pun anggota kerajaan yang pernah melihatnya setelah dibawa keluar dari istana ketika bayi. Sebuah Ramalan bahwa kelahirannya akan membawa petaka, ditambah kematian sang ibu saat melahirkannya membuat ramalan itu semakin dipercaya maka setelah Achara lahirdirinya disembunyikan disebuah kuil,hingga dewasa Putri Achara yang dibesarkan dengan religius sudah tidak tertarik dengan dunia kefaan berharap bisa memperdalam dharma, sayangnya Raja yang nota benenya adalah ayah kandungnya hanya mengizinkan Putri Achara meninggalkan Kuil bila kelak dia menikah.
Suatu hari dalam perjalan kembali dari Sukhothai ke kerajaan Sajirah, Sudama dan rombongan terhalang cuaca buruk sehingga harus berlindung disebuah kuil yang mempertemukannya dengan Putri Achara, disanalah ide pernikahan itu awalnya tercetus spontan, agar tujuan mimpi Putri Achara memperdalam Dharma ke barat dapat terwujud dan Sudama tidak merasa berutang budi atas bantuan Putri Achara yang telah menolong Sudama dan rombonganya, pernikahan pura- pura.
Siapa sangka berita itu sampai pada Raja Pravat bahkan Raja Sukhothai itu bisa mengetahui identitasnya, bahkan mengirum utusan dan surat persahabatan pada Raja Duranjaya.
Sepasang kain tenun tao berwarna merah dihiasi benaang emas sangat mewah telah diserahkan pada Kindaru.
Kindaru dimasa modern pernah meliaht seorang ratu Thai memamerkan design baju adat yang sangat cantik dan itu melekat diingatan Kindaru. Bukan KIndaru namanya bila tidak totalitas dalam penampilannya.
Kindaru memasang anting- anting dipusarnya, dirinya bahkan mengalami demam ketika piercing itu pertama kali terpasang. Kindaru berencana menggunakan bra kemben sehingga untuk mempercantik perutnya dirinya memasang anting- anting itu dipusarnya. Seorang Pelayan yang membantu membuat Bra kemben sampai terheran- heran karena kindaru memotong kemben yang baru dibelinya. Kindarupun merelakan tabungannya terkuras untuk memesan chain belly secara khusus dalam waktu cepat pada pengrajin pande emas.
Rambut panjang Kindaru yang berwarna burgundy telah diberi sedikit modifikasi dengan menambahkan warna kuning kecoklatan dibeberapa bagian, menjadikan rambut Kindaru lebih cantik, meski biarlah hanya Kindaru yang tahu bagaimana sakit kepalanya saat harus menunggu berjam- jam menahan bau dari campuran wotel minyak zaitun, jeruk nipis serta cuka apel.
###
Sudama kehilangan kata- katanya ketika melihat Kindaru, Sudama sangat penasaran dari mana Kindaru bisa mempelajari semua kebolehannya, tapi Sudama yakin dirinya akan mengetahui perlahan , berharap memiliki waktu seumur hidup untuk saling tahu lebih dalam. meski tidak ada seorang pun yang tahu hari esok seperti apa.
Memasuki istana Kadipaten Kindari menjadi pusat perhatian, semua meta terpana melihat tampilannya. Gaya berpakaian yang berbeda, warna rambut pun tidak biasa.
"Rayi terlalu indah sayang bila pemangdangan indah itu tidak dinikmati, jangan salahkan orang- orang yang terus menatap penuh pujaan pada bidadari Kakang ini." Puja Sudama diakhiri kekehan lembutnya, Kindaru tersenyum mendapat rayuan Sudama, pipinya merona malu.
"Kakang terlalu pandai merayu", tutur Kindaru lembut. Sudama tidak menjawab, menggiring Kindaru pada tempat yang telah disediakan untuknya dan Sudama.
Setelah memastikan Kindaru ditempatkan dimeja yang disediakan serta dilayani dengan baik Sudama berpamitan karena harus mengikuti acara sungkeman di 'Kaputren' (istana dalam), Kindaru dan Sudama memang datang lebih awal agar Sudama dapat mengikuti acara tradisi keluarganya itu.
"Rayi akan menunggu Kakang jangan lama, Rayi agak was- was". tutur Kindaru lirih perasaannya mulai tidak nyaman semejak menginjakan kaki di istana Kadipaten.
"Kakang akan segera kembali", Balas Sudama mengacak- ngacak rambut Kindaru yang dibalas senyum lembut.
Waktu berlalu, tamu- tamu telah berdatangan para Raden putra Raja telah menempati meja- meja yang disediakan, ke empat puta raja telah datang diperjamuan ini.
Raden Bayanaka putra raja yang ketiga, hadir disana ini adalah kali pertama Kindaru melihatnya. Pada dasarnya memang tampan seperti halnya sang Raja yang rupawan ditambah sudah menjadi rahasia umum tidak satupun wanita raja dikaputren adalah wanita 'biasa' dalam artian paras mereka tidak heran bila ketrunannya pun memiliki rupa yang elok.
Putra dan Putri Kanjeng Adipatipun telah menempati tempat mereka masing-masung hanya Sudama yang belum manampakan diri. tentu saja Kindaru gelisah khawatir, meski coba berfikir logis istana Kadipaten adalah rumahnya siapa yang akan mencelakannya apa lagi Sudama tidak tertarik dengan tahta.
Raja bersama Kanjeng Adipati datang beriringan. Semua orang melakukan penghormatan seperti biasa , hanya Kindaru yang tidak melakukannya.
"Putri berhenti menjadikan dirimu pusat perhatian, semakin mencolok keberadaanmu, semakin Kanjeng Raja menginnginkanmu. Rayiku Raden Adipati Sudama bisa saja kehilangan nyawanya". Perempuan yang nampak lebih tua beberapa tahun diatas Sudama ini menjelaskan dengan raut ketus.
"Kemana Raden Adipati Sudama?, kenapa belum kembali?". Bisik Kindaru pada perempuan yang duduk dimeja disamping kiri Kindaru dengan raut Khawatir yang tidak disembunyikannya. Kindaru yakin telah terjadi sesuatu pada Sudama.
.
kya penjajahan,
sungguh mengerikan
ceritamu keren