The power of santri sekilas menceritakan perjuangan seorang santri putra bernama Ade firdaus atau biasa di panggil adef. terlahir dari seorang ayah yang pekerjaan nya hanya seorang petani.sedangkan ibunya telah meninggal saat ia masih berusia tiga belas tahun.
rasa syukur adef karena ayahnya sangat mendukung ia untuk bisa belajar di pesantren besar Sehingga ia selalu menggunakan waktunya untuk sungguh sungguh dalam belajar.
Saat sedang semangat mencari ilmu Adef harus menerima kenyataan pahit yang memaksa ia keluar dari pondok.
😊Semoga kisahnya Ada Manfaatnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurheti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar bersama Ustadz baru.
"Alhamdulillah, kita sampai dengan selamat def." Lirih kiyai ketika mobil Yang kami tumpangi telah memasuki gerbang pondok modern Daruttakwa.
kiyai langsung memparkir mobil tepat di samping rumahnya.
"Def syukron yaa, sudah mau mengantar kiyai." Ucap sang kiyai saat kami sudah turun dari mobil.
"Na'am kiyai, Adef langsung pamit ke asrama saja." Ucapku sambil menyalami tangan kiyai dengan penuh takdzim.
"Tafadol Def, La tansa an tusoli asar." Ucap sang kiyai, mengingatkan bahwa aku belum shalat asar.
"Na'am kiyai, assalamu alaikum." Ucapku pada sang kiyai.
"Wa alaikum salam." Jawab sang kiyai.
Setelah selesai wudhu, aku pun segera berlari menaiki tangga menuju asrama.
"Deff." Teriak ke empat teman-temanku di depan pintu kamar.
mereka sudah terlihat rapi dan masing masing membawa kitab.
"ILa aynaa? Tanya ku pada mereka.
"Idofaah." Jawab mereka, Idofah adalah bahasa pondok kami, artinya belajar kepondokan.
"Belajar apa emang?" Tanyaku, karena seingatku jadwal belajar sore hari, dihari minggu itu kosong.
"Bahasa arab def." Jawab Wildan.
"Lha bukannya bahasa arab itu malam senin ya." Ucapku.
"Iyaa benar, tapi ini ada ustadz baru yang mau mengajar bahasa arab, lumayan kan kita belajar bahasa arab dua kali, cepet pinter ". Cerocos Zidan.
"Apa, Ada ustadz baru, kalau gitu ana ikut idofah dah habis shalat ashar,penasaran sama ustadz baru." Ucapku, mereka memasang wajah kaget.
"Hoalah Deff, ente kan abis jalan jalan dari tadi pagi, emang gak capek? Tanya Hanif.
" Iyaa def, Lebih baik istirahat aja, nanti ente sakit lagih." Ucap Wildan.
"Engga capek kok biasa aja, lagian jalan jalan nya kan naik mobil." Ucap seraya masuk ke dalam kamar, hendak melaksanakan shalat ashar.
Mereka yang masih berdiri di depan pintu kamar setengah berteriak.
"Deff kita duluan yaah." Ucapnya.
Aku segera melaksanakan shalat ashar dengan tetap khusyu namun memilih bacaan surat surat paling pendek di setiap rakaat shalat, tak lain agar cepet selesai.
"Allahummaj'alniy min Ahli ilmy wal khoiri Wa La taj'al min ahli syari wa dori, innaka ala kulli sayy'ing qodir."
"Ya Allah jadikanlah hamba dari ahli ilmu dan kebaikan dan jangan jadikan hamba dari ahli kejahatan dan keburukan, sesungguhnya engkaulah yang dapat melakukan segala sesuatu." Do'a pendekku sebelum mengusap wajahku dengan kedua telapak tangan.
Setelahnya aku segera melipat sajadah dan menaruhnya di atas gantungan, lalu
Secepat kilat menarik buku bahasa arab dan langsung berlari ke bawah.
"Assalamu alaikum." Suaraku memecah kesunyian dari balik pintu ruang belajar.
"Wa alaikum salam." Jawab lembut seseorang dari dalam, suaranya teramat asing bagiku.
"Udhul." Lirihnya.
Udhul berasal dari kalimat dakhola yadhulu yang mempunyai makna masuk.
Menyelam ke dasar lautan ilmu nahwu sharaf bab fil madi, mudore dan amr, maka udhul adalah kalimat fiil amr yang berarti kata perintah.
Udhul itu kata perintah, artinya masuklah.
Kubuka daun pintu dengan perlahan dan menutupnya kembali.
"Assalamu'alaikum ustadz." Sapaku kepada sosok guru baru yang sekilas ku lihat raut wajahnya begitu ramah dan selalu menghiasi muka tampannya dengan senyuman, aku langsung menyalami tangannya.
"Wa alaikum salam." Jawabnya.
"Man ismuka?" Tanyanya dengan suara lembut.
"Ismy Ade Firdaus yaa ustadz." Jawabku.
"Dia ro'is ustadz." Teriak Zidan yang posisi duduknya paling depan dan tak jauh dari sang ustadz.
"Ooh ini ro'is, cakep yaa, mirip kaya vocalis syubanul muslimin, siapa tuh namanya? Tanya ustadz pada teman teman sekelasku, aku masih berdiri di samping ustadz.
"Guz Azmi...guz Azmi ". Jawab beberapa teman temanku yang langsung konek pada remaja laki laki yang namanya cukup terkenal karena suara merdu shalawatnya itu.
"Naah iyaa benar Guz Azmi, jangan jangan kembaran lagi yah." Lelucon ustadz membuat ku sedikit nyengir dan menggeleng- gelengkan kepala.
"Silahkan duduk." Ucap ustadz mempersilahkanku.
"Para santri Daruttakwa yang amat ustadz muliakan, kenalkan nama ustadz Syarif, Ustadz Alumni Daruttakwa juga, cuma ustadz mondok di sini hanya MTS saja, ketika MA ustadz keluar pondok dan sekolah umum biasa.
Kenapa ustadz tidak melanjutkan sekolah MA di Daruttakwa sambil mondok, jawabannya karena pada saat itu kedua orang tua ustadz merantau, mereka berdagang di Madinah, Sehingga Adik ustadz yang usianya masih kecil dan masih sekolah SD kira-kira kelas empat,dia harus menjadi tanggung jawab ustadz, dari mulai menyiapkan makanan, pakaian, antar jemput sekolah dan hampir semua keperluannya menjadi tanggung jawab ustadz.
Namun di sela sela kesibukan ustadz, mengasuh adik, ustadz masih menyempatkan untuk ikut ngaji kitab kuning, sorogan kitab dan kegiatan santri lainnya di pondok yang tidak jauh dari rumah.
Namun setelah ustadz lulus SMA, Alhamdulillah orang tua ustadz pulang dan menyuruh ustadz untuk masuk kuliah dengan jurusan sastra Arab.
Dan alhamdulilah ustadz punya sedikit ilmu, mungkin sebesar kuku jari kelingking yang selalu akan ustadz amalkan." Terang ustdz baru bernama Syarif.
"Para santri yang ustadz muliakan, di sini ustadz akan mengajar pelajaran bahasa arab, yang mana bahasa arab itu tentu sangat penting sekali, karena pada dasarnya Al qur'an dan Hadist itu menggunakan bahasa arab".
Dan ketahuilah ilmu bahasa arab itu sangat luas sekali, bahkan orang yang sudah mahir berbicara bahasa arab, belum tentu ia bisa memaknai bahasa arab dari kitab kuning, dan orang yang sangat pandai memaknai kitab kuning belum tentu ia dapat berbicara bahasa arab dengan pasih.
"Seperti dalam sebuah cerita.
Ada seorang laki laki yang amat mahir memaknai kitab kuning menggunakan bahasa arab.
suatu ketika ia punya kesempatan untuk pergi ke mekah untuk melaksanakan ibadah haji.
Disana ia punya keinginan untuk membeli wajan atau kenceng dalam bahasa jawa.
kemudian ia bertemu dengan salah satu pedagang wajan, tanpa ragu ia berbicara dengan pedagang itu menggunkan bahasa arab ala ngaji kitab kuning.
"Ana utawi ingsun."
" Astary iku tuku sopo ingsun."
"Sayi'an ing swiji wiji."
"Wa sautuhu Lan utawi suarane, Gonjleng...gonjleng...gonjleng." Ucap orang itu sambil memperagakan masak dengan membolak balikan tangan seperti sedang masak nasi goreng.
Pedagang arab memperhatiakannya dengan sangat heran.
Khawatir dia orang gila, maka pedagang arab langsung mengusirnya." Jelas sang ustadz membuat kami tertawa.
"Dari cerita ini, kita bisa ambil hikmah nya, bahwa ilmu itu sangat banyak dan sangat luas, maka jangan pernah kita merasa sudah hebat hanya karena sudah mahir di satu ilmu." Jelas sang ustadz.
" treeeeeet...treetttt....trrreeeeeett ". Sedang asyik mendengarkan nasihat ustadz, bel berbunyi sangat keras, menadakan waktu belajar telah selesai.
"Alhamdulillah waktu belajar telah habis, Mungkin minggu depan kita mulai belajar bahasa arabnya.
Rubama ila hadza mini, Afwan ala kuli khoto'i, syukron ala waktukum jami'an
Wasalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh." Ucap sang Ustdaz mengakhiri pertemuan kita sore hari ini.
"Wa alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh." Jawab kami semua, seraya menyalami tangannya dengan penuh takzdim.
Senja yang tak sia sia, meski badan agak terasa pegal pegal tapi sungguh, aku merasa senang bisa ikut belajar bersama ustadz baru itu.
"Alhmadulillahi Ala kulii hal." Bisik hatiku, seraya pergi meninggalkan tempat belajar menuju asrama.
BERSAMBUNG............
Translit....
🌷La tansa an tusoly asar : jangan lupa shalat ashar.
🌷Ila ayna : mau kemana.
🌷Udhul : masuklah
🌷Man ismuka : siapa namamu.
🌷Ismyy : namaku.
🌷Alhamdulillah ala kullu hal : Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu.
🌷Sekiannn semoga bermanfaat.......