NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Untuk Kamu 3 ( Titip Rindu )

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Semenjak Kamu pergi.. Tak tau bagaimana lagi harus menata hati ini. Hancur berkeping terasa hampa tanpa kamu disini. Begitu sakitnya hati, membelenggu jiwa yang entah sampai kapan akan berakhir. Aku sangat menyayangimu Yara, kini aku kehilanganmu, kamu tinggalkan ku bersama dua buah hati kita hingga aku menemukanmu Zalfa Arshila.

Seluruh yang ada pada dirimu tak ubahnya seperti Yara istriku yang telah tiada. Bayangan Yara melekat kuat dalam dirimu. Tapi kusadari.. Shila dan Yara adalah dua orang yang berbeda. Apa rasaku ini karena kedua anak ku atau kah kamu memang mengisi ruang hatiku.. Yang jelas saat ini yang kutahu.. ada sosok baru di hidupku, yaitu kamu Zalfa Arshila.

Lanjutan Kisah cinta Kapten Rivaldi Alfario. Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Segalanya untukmu.

"Push up tiga set" perintah seorang Mayor dalam sebuah ruangan. Shila menunggunya di ruang pesiar kantor setelah mengganti pakaiannya dengan kaos santai lengan panjang milik Rival yang selalu ada pakaian cadangan disana.

Shila duduk masih bisa terdengar jelas semua pembicaraan di dalam sana.

"Kapten Rivaldi Alfario.. tinggi 178cm.. Batalyon XXX" Mayor Daniel melempar tanda pengenal Rival ke atas meja.

"Mau jadi apa seorang tentara memukul warga sipil sampai babak belur????"

"Siap salah" jawab Rival tegas

"Apa kamu tidak bisa menahan emosi mu"

"Siap tidak bisa"

"Kamu tidak boleh main hakim sendiri" kata Mayor Daniel.

"Dia menyiram kuah bakso panas ke perut istri saya yang sedang hamil, Setelah itu dia menarak istri saya karena bertengkar dengan pasangan nya. Lalu dia bicara seolah merendahkan perempuan" jelas Rival.

"Tapi itu tidak di benarkan Kapten Rivaldi"

"Kau coba saja istrimu tersiram kuah panas lalu tertabrak. Apa kau masih bisa tertawa haha-hihi"

"Sudahlah bang, jangan berbelit. Kalau masalah ini mau di catat sebagai pelanggaran ya catat saja!!!" ucap Rival yang rata-rata mengenal para perwira lain.

"Rivaaaal..... Semua itu ada aturannya!!!!!" tegur Daniel.

"Apakah masuk logika Abang, istri dalam keadaan tidak baik tapi kita masih sok berlogika????"

"Sudah.. sudah..pulanglah kamu sekarang!! Kepala saya bisa pecah berhadapan sama kamu" usir Mayor Daniel.

"Siap.., saya pamit bang"

Mayor Daniel hanya mengacungkan jempol.

"Abang baik-baik saja??" tanya Shila.

"Aman sayang. Jangan pikir macam-macam!" senyum Rival sambil menggandeng tangan Shila keluar gedung.

"Mau makan apa? tadi belum jadi makan karena insiden, anak Abang pasti lapar" tanya Rival yang kasihan melihat istrinya.

"Shila mau pulang saja bang, Shila capek" pinta Shila.

"Kita cari saung yang tertutup saja ya, biar kamu bisa rebahan. Ini perut Abang tiba-tiba lagi pengen makan di sawah"

"Sawah bang??? Abang ngidam???" tanya Shila.

"Nggak tau sayang. Pengen makan begitu aja bawaannya.

"Ya sudah..ayo mas"

***

Demi bisa makan di tempat yang sesuai keinginan, Rival rela menyetir satu setengah jam perjalanan dan sampai lah sekarang mereka di saung yang diinginkan Rival.

Di saung privat dua setengah kali dua setengah meter itu membuat Rival sangat senang. Shila sudah merebahkan punggungnya sangat sakit.

Rival mencium kening Shila dengan sayang.

"Maafin Abang ya, buat kamu jadi tambah capek dek"

"Nggak apa-apa bang. Yang penting Abang senang"

Rival membuang napasnya yang berat.

Kamu selalu pikirkan kesenangan Abang, tapi tidak memikirkan perasaanmu sendiri. Abang janji akan selalu berusaha jadi imam yang baik untuk kamu dek.

Tak lama makanan pesanan Rival sudah datang. Nafsu makan Rival meningkat, tapi beda dengan Shila yang sudah terlalu lelah, ia tidak nafsu makan sama sekali.

"Duduk sayang! Kamu harus makan meskipun sedikit!" Rival membantu Shila untuk duduk lalu menyuapi Shila dengan telaten.

"Ini ada tim kerapu, bagus buat kehamilan. Harus mau ya!" bujuk Rival agar Shila mau makan.

Shila mengangguk, Rival pun menyuapi Shila lagi.

Rival dan Shila masih menikmati pemandangan yang indah itu, sampai hari menjelang magrib.

"Abang sudah nggak sabar pengen ketemu peri kecil kita dek. Nggak nyangka Abang mau punya anak gadis" senyum Rival.

"Shila juga bang, nggak nyangka mau jadi ibu" Ucapnya senang. Namun sesaat kemudian rasa senang Shila berubah karena ia merasakan sakit dan kencang di perut nya.

"Aduh bang. Perut Shila sakit sekali"

"Kenapa dek? Kamu pasti terlalu capek. Kita menginap saja ya di penginapan sekitar sini!" ajak Rival.

"Pulang saja bang! Shila kangen anak-anak, lagi pula Shila bisa tiduran di mobil" tolak Shila.

"Nggak dek. Abang nggak mau ambil resiko apapun" tegas Rival

"Ya sudah, Shila nurut Abang"

***

Sesampainya di penginapan yang lebih pantas di sebut hotel itu, Rival segera check in dan mengajak Shila beristirahat. Rival memilih penginapan itu agar Shila bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman.

"Bang, apa nggak terlalu berlebihan kalau hanya satu malam saja?" tanya Shila melihat interior kamar tersebut.

"Nggak ada yang berlebihan sayang, Abang akan korbankan semua asalkan kamu dan anak Abang baik-baik saja"

"Tapi bang...."

"Kenapa? Uang Abang habis???"

Shila menunduk takut.

"Biar gaji Abang tidak banyak, Abang menjamin kamu tidak akan susah hidup dengan Abang"

Shila tau suaminya memang pintar mencari rejeki di luar penghasilannya. Dan memang selama menjadi istri Rival.. Shila tidak pernah merasa kekurangan lahir dan batin, hanya sedikit terganggu dengan perasaannya sendiri karena Rival terkadang masih mengingat Yara. Hal itu masih wajar, tapi wajar juga untuk perasaan terdalam seorang wanita.

eegghh.. uuuhhh..hhuuff..

Berkali-kali Shila menggeliat merasakan sakit di bagian bawah perutnya yang mengencang kuat. Shila tidak tau bagaimana cara mengurangi rasa sakit itu. Ia berpegangan pada meja yang ada sampingnya.

"Sini peluk Abang" Rival menaikan tangan Shila ke atas pundaknya. Shila menyandarkan kepalanya di dada Rival.

Suami Shila itu mengusap perut istrinya yang sudah hamil menuju enam bulan. Shila merasa sangat nyaman dalam dekapan suaminya. Rasanya tidak ingin pelukan itu terlepas darinya.

"Apa Shila terlalu egois bang? Shila tidak ingin sekedar halal bagi Abang, tapi Shila ingin menjadi satu-satunya di hati Abang. Maaf Shila jadi melanggar permintaan Abang" ucap Shila beriringan dengan tangis yang tiba-tiba saja keluar.

"Maafkan Abang yang dulu sempat berbicara seperti itu, itu kebodohan yang pernah Abang katakan" sesal Rival, ia langsung menciumi wajah Shila dan memeluknya erat.

"Tanpa kamu minta, kamu satu-satunya yang ada di hati Abang dan jangan pernah ragukan itu. Kalau Yara bisa Abang sayangi, apa tidak mungkin untuk Abang mencintai mu yang juga sudah jadi istri Abang. Apalagi sekarang di rahimmu ada benih cinta Abang" Rival tak tau bagaimana lagi menjelaskan pada istrinya, saat hatinya sudah mulai melunak mencintai Shila.

Setiap usapan tangan Rival membuatnya sangat rileks dan nyeri di perutnya perlahan hilang.

"Terus begini ya bang! Jangan lepaskan tangan Abang!" pinta Shila.

"Nggak akan sayang dan mudah-mudahan kamu selalu menginginkan Abang" Rival mengecup kening Shila.

"Ya Allah.. rapuhnya hati istriku yang terlihat kuat ini" gumam Rival membelai rambut Shila yang tidur dalam pelukannya.

Tengah malam Shila tidak tenang dalam tidurnya. Tidur sulit sekali untuk di atur. Shila sangat banyak tingkah. Rival sudah membenahi selimut untuk menutupi tubuh Shila di dalam satu selimut bersamanya tapi selimut itu selalu si tepis Shila, begitu seterusnya hingga beberapa kali. Terakhir.. Rival menyelimuti Shila, mendekapnya agar selimut itu tidak terlepas lagi dari badannya.

"Kamu ini memang paling pintar membuat hati Abang acak-acakan" kata Rival sambil mencium sekilas kening Shila.

.

.

1
Hanna Han
maaf Thor,mungkin perasaan saya aja,knp dari awal menikah saya kurang suka dg sikap shila,sebelum menikah dia tau gimana keadaan hati rival,sharusnya stelah menikah dia bantu rival ksih semangat ksih pengertian gimana caranya move on pelan2 dari Yara, bukannya mlah lngsung egois sendiri meminta untuk jd satu2nya,sma aja menabur sendiri garam di atas lukanya..hadeehh
NaraY_Kamanatha: maaf ya kak. Nara hanya menyampaikan isi hati manusia tidak ingin di duakan.
total 1 replies
Diah ayu yudisthira❤
Sama kayak aku dulu waktu masih umur 4 bulan udah di tinggal papa satgas ke lebanon huhuhu semangat terus buat anak kolong😭
Diah ayu yudisthira❤
Timika wahhh tempat calon suami aku satgas dong😭
Al Fatih
karyamu tidak pernah gagal bikin qta mewek,, qta tertawa...,, keren slalu...
Al Fatih
aq tak tenang setelah mama Yara meninggal,, langsung lanjut kesini....
Novi Jahan
sangat"bgus ceritanya
Ony Syahroni
aduh thor sedih banget akubacanya seolah2 nyata thor, trmksh mudah2 author sll dlm lindungan Allah, sehat sll utkmu dan kel, aku tunggu karya berikutmu thor dan semangat
Ony Syahroni
sedih banget thor, kasih kebahagian thor, lanjut
Ony Syahroni
banyak banget cobaannya thor yg penting hapy ending ya thor
Ony Syahroni
kasian Rivan da Silla, mudah2an Silla bisa melihat lg thor dan kasih kebahagian utk kelnya thor
Ony Syahroni
Biasa
Ony Syahroni
Lumayan
cocoms
bagus
an
bagus
Nitha Nya Oedin
👍
BeQty
Luar biasa
@yra
gesrek" numbuk padi
Aquamarin
dadaku sakit
Diah Darmawati
nyeseg mbk Naraaaaa😭😭😭
||shaza||{*💮*}
untuk author terkasih terimakasih atas segala kerja kerasnya telah membuat karya yang begitu membuka mata hati pembaca tentang apa arti dari pernikahan untuk saling menerima apapun keadaan pasangan masing-masing dan slalu menuntun dlm ketakwaannya 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!