NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Sci-Fi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Arka memarkirkan mobilnya di halaman rumah tepat saat jam menunjukkan pukul dua belas malam. Suasana sudah sangat sepi, namun ia melihat sosok Jefri masih duduk di kursi teras sambil menikmati udara malam.

"Baru pulang, Ka?" tanya Jefri saat Arka melangkah mendekat.

"Iya, Yah. Baru selesai tadi," jawab Arka sambil menyalami tangan ayah mertuanya itu.

"Ya sudah, masuk saja. Pasti kamu capek," ucap Jefri sambil menepuk bahu Arka pelan.

Arka mengangguk dan masuk ke dalam rumah dengan langkah hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Ia berhenti di depan pintu kamar, menarik napas panjang, lalu dengan pelan membuka kamar Lilis.

Cahaya lampu tidur yang temaram menyambutnya. Arka melangkah masuk, namun langkahnya terhenti. Ada yang mengganjal saat melihatnya.

Lilis tampak sudah tertidur pulas di atas ranjang dengan posisi miring. Namun, Arka tertegun melihat istrinya itu masih menggunakan jilbab dan cadarnya lengkap.

Arka berdiri diam di tepi tempat tidur. Hatinya merasa iba sekaligus sesak. Ia tahu Lilis masih membentengi diri darinya, bahkan dalam tidurnya sekalipun. Tanpa berniat membangunkan atau menyentuh cadar itu, Arka hanya menyelimuti kaki Lilis dengan perlahan, lalu ia memilih untuk berbaring di sofa kecil di sudut kamar, mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang letih.

Suara azan Subuh berkumandang dari masjid terdekat. Lilis sudah bangun lebih dulu dan sudah selesai berwudu. Ia melihat Arka masih tertidur pulas di sofa dengan posisi yang tampak kurang nyaman.

Lilis melangkah mendekat, "Mas, bangun. Shalat Subuh," ucap Lilis pelan sambil mengetuk pinggiran sofa. "Udah ditunggu Ayah di depan."

Arka mengerjap, mencoba mengumpulkan kesadarannya. Ia meregangkan otot lehernya yang kaku karena tidur di sofa semalaman. Saat matanya terbuka, ia melihat Lilis sudah rapi dengan mukenanya.

"Oh, iya. Bentar," jawab Arka dengan suara khas orang bangun tidur.

Ia segera duduk dan mengusap wajahnya. Arka melirik jam di dinding, lalu bergegas berdiri untuk mengambil air wudu.

Lilis hanya diam memerhatikan suaminya yang berjalan menuju kamar mandi, lalu ia kembali merapikan sajadahnya sendiri di dalam kamar.

Lilis sedang membantu ibunya memotong sayuran, sementara Mbak Rita sibuk di depan kompor.

"Lis, buatin kopi dulu buat Ayah. Sekalian itu kue yang semalam sisa acara, tata di piring," suruh Mbak Rita tanpa menoleh.

Lilis menghentikan potongannya sejenak. "Emang masih bagus, Ma?" tanya Lilis ragu.

"Masih, kalau nggak mana mungkin Mama nyuruh kamu buatnya. Cuma sisa sedikit, kok," jawab Mbak Rita.

"Buatkan juga minum untuk suamimu."

"Mas Arka biasanya minum apa, Ma?"

Mbak Rita menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah Lilis dengan kening berkerut.

"Mana Mama tahu, sana tanya dulu. Kamu kan istrinya sekarang, masa tanya Mama,"

Lilis hanya bisa menghela napas. Dengan langkah pelan, ia keluar dari dapur menuju ruang tengah. Dilihatnya Arka sedang duduk di teras bersama Ayahnya. Masih mengenakan sarung dan baju koko. Lilis berdiri di balik pintu, ragu untuk memanggil.

"Mas..." panggil Lilis lirih.

Arka menoleh. "Iya, Lis?"

"Mas mau minum apa? Mau kopi juga seperti Ayah atau yang lain?" tanya Lilis tanpa berani menatap mata Arka terlalu lama.

"Air putih aja, Lis," jawab Arka singkat namun terdengar ramah.

Lilis sempat terdiam sejenak di ambang pintu. Ia mengira Arka akan meminta kopi atau teh hangat seperti pria pada umumnya di pagi hari.

"Air putih aja? Enggak mau teh atau yang hangat, Mas?" tanya Lilis memastikan.

Arka menggeleng pelan. "Enggak usah, tadi malam sudah banyak minum kopi di rumah sakit. Air putih saja cukup."

"Oh, iya Mas. Sebentar ya," ucap Lilis.

Ia pun kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanan mereka. Mbak Rita yang melihat Lilis hanya mengambil gelas besar berisi air putih langsung bertanya.

"Lho, Arka nggak mau kopi?"

"Enggak, Ma. Katanya air putih aja," jawab Lilis sambil menata gelas-gelas itu di atas nampan kayu.

Lilis kemudian membawa nampan itu ke teras, meletakkannya dengan hati-hati di meja depan Ayah dan Arka,

"Lis, nanti jangan lupa buatkan minum sama cuci mulutnya ya," pesan Ayah Jefri. "Ada orang yang mau datang buat buka tenda di depan."

Lilis mengangguk pelan. "Iya, Yah. Berapa orang yang datang?"

"Paling cuma tiga atau empat orang. Buatkan saja kopi atau teh, sama gorengan kalau ada," jawab Ayanya sebelum melangkah pergi.

Siang menjelang sore, Arka menghampiri Lilis yang sedang berada di ruang tengah. Ia tampak sudah bersiap-siap dan memegang kunci mobil.

"Lisa... bisa temani saya ke rumah? Ada tukang perabot mau antar barang," ajak Arka pelan.

"Hah, rumah mana, Mas?"

Arka tersenyum tipis. "Rumah kita. Enggak lama, kok. Nanti cuma cek-cek saja," jawabnya santai.

"Ah, bentar Mas," ucap Lilis. Ia segera masuk ke kamar untuk mengambil tas kecil dan memastikan cadarnya sudah terpasang dengan rapi.

Setelah berpamitan kepada ibunya, Lilis mengikuti langkah Arka menuju mobil. Di sepanjang jalan, suasana di dalam mobil terasa hening. Lilis lebih banyak menatap keluar jendela, sementara Arka fokus menyetir.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan sebuah rumah minimalis yang tampak baru selesai dibangun. Halamannya bersih dan catnya masih segar.

"Ini rumahnya, Mas?" tanya Lilis saat turun dari mobil.

"Iya, ayo masuk. Tukangnya mungkin sebentar lagi sampai," ajak Arka sambil membuka pintu utama.

Lilis melangkah masuk dengan ragu. Ia melihat ruang tamu yang masih kosong, namun desainnya terasa sangat nyaman. Di sudut ruangan, sudah ada beberapa kardus besar yang belum dibuka.

Arka membuka pintu geser yang menuju ke arah taman kecil di belakang, lalu menoleh ke arah Lilis.

"Enggak apa-apa kan rumahnya kecil dulu. Aku belum punya uang buat bangun yang lebih besar. Ini juga karena dibantu Ayah sebagian," ucap Arka dengan nada rendah, seolah merasa tidak enak.

Lilis mengamati sekeliling ruangan yang bersih itu. Meski tidak mewah, rumah ini terasa sangat tenang.

"Iya enggak apa-apa, Mas," jawab Lilis.

"Perabotannya juga udah aku pesan sebagian. Yang besar-besar. Nanti kamu mau kan bantu-bantu tatanya? Mungkin rumah ini bisa kita tempati seminggu lagi."

Lilis mengangguk pelan.

"Nanti juga kita belanja alat masak sampai makan ya," sambung Arka lagi sambil tersenyum ke arah Lilis.

Lilis hanya terdiam sebentar, membayangkan dirinya akan benar-benar mengurus rumah ini dan memasak untuk Arka di dapur kecil itu. "Iya Mas, nanti Lilis temani belanjanya," jawabnya pelan di balik cadarnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara klakson mobil boks dari arah depan. Tukang perabot yang mereka tunggu akhirnya sampai. Arka segera keluar untuk menyambut mereka, sementara Lilis mulai membayangkan bagaimana ia akan menata hidup barunya di rumah tersebut.

1
aroem
bagus
Aghitsna Agis
lis cerita ke mas arka biar nga salah faham
𝐈𝐬𝐭𝐲
arka kok jadi seorang yg pencemburu ya🤔 cemburu boleh tapi jgn terlalu malah jadinya gak baik...
Aidil Kenzie Zie
si Arka pencemburu
Aidil Kenzie Zie
ingat waktu TK dulu Liam dibuat nangis sama Tiara gara gara diajak menikah sama Liam e. taunya beneran mau dinikahi 🤭🤭🤭🤭🤭
𝐈𝐬𝐭𝐲
Luar biasa
𝐈𝐬𝐭𝐲
Lumayan
Aghitsna Agis
arka kan lilisnya juga nga nerima rama malah nolak keras sm rama hrsnya arka senang lilis nolak rama bkn malah meledak marah2 kalau nerima batu metasa harga firinya diinjak2
Nice1808
Gila rama ngaku bujang padahal bristri dan anak, wadoh tau agama kok gak terus terang🤭🤣
Aghitsna Agis
lilis harus hati kalau dirumah sendirian takutnya tiba2 rama datang lagi dan rama senak jidatnya aja faham agama dari mana kaya gitu
Ryan Dynaz
sepupu blh nikah tuh...oke aja kok
falea sezi
sah aja masih kaku
Aidil Kenzie Zie
udah sah juga dibiasakan aja💪💪💪
Sri Supriatin
mampir Thor, langsung gercep semangat 8 bab nich, lanjut Thor 🤭🤭🙏🙏🙏
Nice1808
lanjut thor semngat💪💪💪
・゚・ Mitchi ・゚・
bukannya sepupu ga bisa nikah ya thor, kan masih hubungan darah mba rita sama arya. 🤔
Nabila Nabil: Arya sama rita sekandung lhooo.....
total 2 replies
Evi Lusiana
arka sm lilis itu sepupu an y thor,arka anakny arya,adikny mb rita
ig: denaa_127: iya Arya almarhum ayah arka dan tiara
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Lilis 🤔🤔🤔
ig: denaa_127: namanya Lilis, tapi nama asli Elisa 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Arka beneran gercep
Aidil Kenzie Zie
mampir tor padahal cerita maknya belum kelar dibaca malah lari kesini 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!