~ Seorang Ahli kimia abad 21 bernama Aurora dengan kecerdasannya dapat meracik berbagai macam obat medis maupun tradisional, membuatnya merasakan kesuksesan diusia muda, namun orang-orang disekitarnya merasa iri dengan kesuksesannya itu, begitupun dengan ibu dan saudara tirinya yang selalu berusaha menghancurkan hidup Aurora bagaimanapun caranya, namun usahanya tidak pernah berhasil, hingga pada suatu ketika sebuah tragedi menimpanya, membuat rohnya melewati lorong waktu ke abad 14 ke zaman Dinasti Ming.
Aurora yang dinyatakan meninggal dunia kembali dihidupkan di zaman yang berbeda di masa lampau, rohnya memasuki tubuh seorang permaisuri buruk rupa yang diasingkan pangeran Dinasti Ming yang juga seorang pangeran kutukan.
Bagaimanakah kisahnya menjalani kehidupan keduanya? Adakah cara untuknya kembali ke zamannya? Atau mungkin ia akan menetap disana hingga akhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sungguh membingungkan
Pertarungan sengit kini terjadi antara monster hitam dengan naga api, beberapa monster hitam itu berhasil membuat dragon kewalahan
"Dragon ku mohon bertahanlah" Teriak Fangyin dari bawah sana
Seketika seakan mendapatkan energi, dragon langsung meluluh lantakan pertahanan klan iblis, membuat mereka melebur karna terbakar api hingga membuat mereka menyerah dan pergi
"Tunggulah pembalasanku, aku akan kembali..." suara gema di langit terdengar begitu jelas hingga membuat semua orang yang mendengarnya merasa takut, beberapa orang tampak berhamburan memasuki rumahnya masing-masing sebagian lagi mengangkat para korban yang berjatuhan
Fangyin tak menghiraukan suara itu, ia berusaha mengangkat Dong ming tak lama Lian cheng menghampirinya
"Bantu aku mengangkatnya" Lian cheng membantunya untuk mengangkat Dong ming menuju rumah Xian mei, dari kejauhan Xian mei dan Yi hua berlari ke arah mereka
"Nona apa kau baik-baik saja?" tanya Xian mei
"Bawa dia ke rumahku nak" ucap Yi hua
Mereka lalu membawa Dong ming yang tak sadarkan diri ke rumah Xian mei, Fangyin membaringkan Dong ming di kamarnya
"Pak Yi, apa tidak ada tabib?" Tanya Fangyin dengan raut wajah khawatir
Aku tidak tau racun apa yang diolesi di anak panah itu. Batinnya
"Ada, tunggu sebentar akan ku panggilkan" Yi hua beranjak pergi meninggalkan kediamannya menemui tabib di desanya
"Xian mei tolong ambilkan air dan kain, aku akan mencuci lukanya" sahut Fangyin pada Xian mei
"Baiklah tunggu sebentar nona" Xian mei pergi ke belakang untuk mengambilkan air
"Tenanglah Yin'er dia pasti baik-baik saja" ucap Lian cheng
"Bagaimana aku bisa tenang melihatnya seperti ini?!! Jika dia tidak menolongku mungkin dia tidak akan seperti ini!" Seru nya
Sebegitu khawatirnya kau padanya yin'er?…
"sepertinya panahnya memang diberi racun tapi dari sepengetahuanku racun ini tidak mematikan" ujar Lian cheng
"Nona ini airnya" Xian mei memberikan wadah berisi air pada Fangyin lalu Fangyin langsung menariknya, ia membuka perlahan baju yang dikenakan dong ming dan berusaha mencuci luka yang ada di sekujur tubuhnya
Kenapa kau bodoh sekali menolongku!! Aku sama sekali tidak menginginkan ini Dong ming!!!
Lian cheng yang melihat Fangyin begitu khawatirnya memutuskan untuk menunggu di luar namun tak lama seorang tabib berusia senja datang dengan membawa beberapa alat medisnya dan ramuannya membuat Lian cheng mengurungkan niatnya.
"Tabib tolong selamatkan dia" Fangyin langsung mendekat padanya dan mengatupkan kedua tangannya
"Tenanglah nak, akan ku periksa" Tabib tersebut mencoba memeriksa di bekas luka panahnya, ia mengamatinya dan melihat tanda tanda di tubuhnya
"Sepertinya dia terkena racun dari tumbuhan, racunnya sudah menjalar aku harus secepatnya mengeluarkannya sebelum racun itu merenggut nyawanya" seketika mata Fangyin membulat mendengarnya
"Tolong lakukan yang terbaik untuknya" Fangyin mengatupkan kembali tangannya memohon pada tabib tersebut
"Baiklah, kau tenangkan dirimu aku akan melakukan yang terbaik" Tabib tersebut membuat sayatan di tangannya untuk mengeluarkan racun di tubuhnya, Lian cheng yang melihat Fangyin menghawatirkan Dong ming memutuskan untuk pergi keluar
"Apakah racunnya akan keluar semua tabib?" Tanya Fangyin yang masih tampak khawatir mondar mandir di ruangan itu
"Akan aku usahakan, lebih baik kalian menunggu di luar" jawabnya
Fangyin dan yang lainnya menunggu di luar tidak diperbolehkan untuk masuk terlebih dahulu oleh tabib yang memeriksanya
"Tenanglah nak, bukankah dia itu pangeran ke 2 kerajaan Ming ya? Apa kau mengenalnya nak?" Tanya Yi hua yang terlihat bingung melihat ke khawatiran Fangyin, seketika Fangyin menghentikan langkahnya
Bagaimana ya apa aku ceritakan saja padanya?
"Ayah sebenarnya nona adalah permaisuri Pangeran Dong ming" Xian mei memotong pembicaraan mereka, Yi hua melebarkan matanya karna tak menyangka orang yang selama ini di rumahnya adalah seorang permaisuri
"Benarkah itu, jadi kau permaisuri? Tolong maafkan aku permaisuri tidak mengenalimu karna aku memang jarang sekali ke pusat kota jadi… " Ucap Yi hua yang menunduk
"Yaampun! Itulah kenapa aku malas memberitahu identitasku, ya seperti ini jadinya! Sudahlah pak Yi dan Xian mei anggap saja aku orang biasa dan tidak boleh ada yang tau identitasku ini ya, kalo pangeran Dong ming terserah saja dia memang sudah terkenal di seluruh negeri ini kan" ucap Fangyin
"Baiklah Permaisuri" Ucap Yi hua
"Panggil aku seperti biasa saja pak, tolong jangan sungkan! Justru kalau aku dipanggil permaisuri sungguh tidak nyaman" Yi hua hanya tersenyum
"Baiklah nak"
"Sebelumnya aku juga ingin berterimakasih padamu yang sudah mengijinkan ku dan temanku untuk tinggal sementara disini" Ucap Fangyin pada Yi hua
"Tidak papa nak, justru aku sangat senang kau disini, kau pun sudah membantu kami jadi sudah seharusnya kamipun membantumu" jawabnya
"Benar nona" Sahut Xian mei, Fangyin tersenyum pada mereka
Tak lama Tabib keluar dari kamar membawa mangkuk yang berisi darah membuat Fangyin terkejut
"Itu… " Fangyin menunjuk mangkuk itu
"Racunnya sudah ku keluarkan, kesadarannya akan pulih dalam waktu beberapa hari kau bisa merawatnya sendiri, ini obat yang harus kau berikan padanya setiap hari" Tabib tersebut memberinya 3 botol berisi ramuan untuk pemulihan luka Dong ming
"Baiklah terimakasih" ucap Fangyin
"Nak lebih baik kau tinggal bersamanya disini dulu saja" ucap Yi hua
"Terimakasih pak Yi" Yi hua dan Xian mei meninggalkan Fangyin dan Dong ming
Fangyin mendekat ke arah Dong ming, mengambil wadah yang berisi air untuk mengelapnya, ia mengelap tubuhnya dengan perlahan
Kenapa kau melakukan ini Dong ming!! Aku tidak ingin berhutang padamu!! Apa kau benar sudah mencintai Xiao yu? Tapi aku bukan Xiao yu seandainya kau tau itu! Aku hanya terjebak di tubuhnya, aku tidak tau harus bersikap bagaimana padamu! tubuh ini memang milik istrimu namun aku yang berada di dalamnya bukan istrimu..
Tak lama Lian cheng menghampirinya
"Yin'er jika Pangeran bangun aku akan merubah wujudku lagi" ucapnya pada Fangyin yang masih mengelap tubuh Dong ming
"Oh iya dia tidak mengenalmu ya? Yasudah terserah kau saja Cheng cheng" jawabnya
***
Malam semakin larut namun Fangyin tak bisa tidur, ia memutuskan untuk keluar rumah
"Nona kau mau kemana ini sudah malam" Xian mei menghentikan langkah Fangyin
"Aku ingin mencari udara segar dulu, kau jangan khawatir aku tak akan lama" ucapnya
"Hati-hati nona" Fangyin hanya membalasnya dengan anggukan
Kini tempat yang ia datangi adalah atap rumah, ia menaiki pohon dan naik ke atap rumah untuk menenangkan fikirannya, Fangyin terduduk menatap langit
Semua ini sungguh membuatku bingung, aku bukan hanya terjebak di tubuh seseorang tapi juga terjebak di hubungan rumit tak masuk akal ini! Sebenarnya apa yang diinginkan takdir sampai mengirimku kesini? Benar benar membingungkan!
Tak lama seekor burung hitam datang menghampirinya lalu tiba-tiba berubah menjadi seorang yang pernah ia lihat saat di istana kala itu
"Kau!! " Fangyin menunjuknya dengan jari telunjuknya
"Sepertinya kau suka sekali memandang langit ya" Ucapnya sambil duduk disebelah Fangyin meluruskan kakinya dan menopang badannya dengan kedua tangannya di belakang dengan gaya santainya
"Hey kau! siapa namamu! Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa pulang! Aku tidak ingin terjebak di situasi seperti ini lagi!!!" Fangyin memegang bahu lelaki itu menggoyang-goyangkannya
"Kenapa kau terlihat gelisah? Apa kau mulai jatuh cinta padanya?" Tanya nya dengan senyum meledek
"Bicara omong kosong!! Siapa yang jatuh cinta hah! Aku hanya tidak ingin terjebak di situasi ini saja, kau tau orang-orang istana itu sungguh menyebalkan sama seperti di film dan novel yang pernah ku lihat!"
"Haha memang seperti itulah nona kehidupan istana" jawabnya
"ah sudahlah kenapa juga aku berbicara denganmu! Tidak ada gunanya saja!" Fangyin melipat tangannya di dadanya
"benarkah? Apa kau tidak mau ku beritahu bagaimana cara untukmu kembali?" tanya nya menggoda Fangyin yang sedang mengerucutkan bibirnya
"Maka cepat katakan!!" bentaknya
"Aku akan memberitahumu setelah kau berhasil menghabisi klan iblis itu, lanjutkan saja perjalananmu ke pegunungan batu"
"Tapi... " belum selesai Fangyin berbicara lelaki itu sudah memotongnya
"selamat malam nona galakk..... " Ucapnya dengan tersenyum lebar lalu mengubah wujudnya kembali menjadi burung dan langsung terbang.
"Dasar kau!! Anehh!!" Fangyin meninju ke udara mendengus kesal
Tidak memberi solusi!!
.
.
.
.
.
.
Terimakasih untuk yang sudah membaca 🙏😊 Enjoy your time!! 😊