NovelToon NovelToon
TERIKAT CINTA VAMPIRE TAMPAN

TERIKAT CINTA VAMPIRE TAMPAN

Status: tamat
Genre:Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:139.5k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Gelya akhir-akhir ini sering bermimpi bercinta dengan seorang lelaki misterius. Wajahnya tak jelas hanya tubuhnya yang terasa lebih dingin dari manusia biasa.
Sampai akhirnya, ia dipertemukan dengan lelaki tampan yang selalu hadir saat malam hari. Lelaki yang mampu mengguncang hati Gelya dan membuatnya jatuh cinta setengah mati. Lelaki yang ternyata selalu hadir dalam mimpi Gelya. Bagaimana percintaan antara manusia dan vampire ini terjalin? Ada misteri apa dibalik kedatangan vampire yang berusia hampir 2000 tahun itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Miliki Aku Seutuhnya

Hal yang paling menegangkan, penuh sensasi dan takkan terlupakan adalah ketika ia kehilangan keperawanan nya.

Apalagi jika momen itu dilakukan dengan orang yang paling dicintainya. Pasti semuanya akan terasa sangat indah.

Begitu juga dengan Gelya. Dengan semua cerita malam pertama yang pernah ia dengar dari teman-temannya, Gelya kini menyiapkan dirinya. Karena dia akan bercinta bukan dengan manusia biasa. Melainkan dengan seorang vampire. Apakah rasanya akan sama dengan semua yang dikatakan oleh teman-temannya ataukah berbeda, Gelya sudah siap untuk menjalaninya.

Namun Zoran tiba-tiba saja menghentikan semua sentuhannya.

Gelya perlahan membuka matanya, mengangkat sedikit punggungnya agar bisa melihat Zoran. "Ada apa?"

Zoran menunjukan taringnya yang sudah keluar. Begitulah para vampire. Ketika mereka bergairah maka mereka akan mengeluarkan taringnya.

"Tidak apa-apa. Aku tidak takut."

Zoran kini mengajarkan tubuhnya dengan Gelya dengan posisi ia masih berada di atas. "Aku ingin momen ini akan sangat berkesan buatmu."

"Maksudnya?" Gelya perlahan bangun dan mendudukkan tubuhnya sambil bersandar di sandaran sofa.

"Aku siapkan kamar yang khusus untuk kita berdua. Di sebuah tempat yang tak akan diganggu oleh siapapun."

"Zoran.....!" Gelya tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya.

Zoran mengecup bibir Gelya. "Aku vampire. Bercinta di mana saja tak menjadi soal bagiku. Namun tiba-tiba saja aku ingin malam pertama kita, akan terus menjadi momen yang tak terlupakan dalam kehidupan kita."

Gelya langsung memeluk Zoran. Ia meredam sendiri gairah yang masih bisa dirasakan di seluruh bagian tubuhnya. "Di mana?"

"Kamu ingin di mana?" tanya Zoran sambil mengambil pakaian Gelya yang berserakan di lantai lalu memberikannya pada gadis itu.

"Di mana saja asal bersamamu."

Zoran mengangguk. Ia pun menggunakan kembali pakaiannya. "Besok pagi, aku akan minta pak Tarno mengantarkan kamu ke bandara."

"Terus kamu?"

"Aku akan pergi mulai malam ini. Aku harus menghilangkan jejak agar tak ada yang mengikuti kita."

"Baiklah."

Zoran memeluk Gelya sekali lagi. "Kamu tidur di sini saja. Tak ada yang bisa mengganggumu di sini karena rumah ini sudah ku pasangkan jebakan yang hanya aku dan pak Tarno yang tahu. Sampai jumpa besok di sana ya?"

Gelya mengangguk. Ia memeluk Zoran sekali lagi sebelum akhirnya lelaki itu pergi.

*********

Pukul 7 pagi, pak Tarno sudah menjemput Gelya. Ia bahkan sudah membawa baju ganti untuk gadis itu.

Gelya mandi dan segera pergi dengan pak Tarno ke bandara. Namun sebelum ke bandara, ia mampir sebentar di rumahnya untuk memakai kalung pemberian mamanya. Kalung dengan liontin batu meteor hijau.

"Memangnya saya mau kemana, pak?" tanya Gelya.

Pak Tarno tersenyum. Ia hanya menunjukan e-tiket yang sudah dipesan oleh Zoran. Gadis itu terkejut saat membacanya. "Bali?"

"Selamat bersenang-senang ya, nona."

Betapa senangnya Gelya. Ia belum pernah ke Bali. Tentu saja ini akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan.

Saat tiba di bandara internasional Ngurah Rai Bali, seorang laki-laki sudah menjemputnya.

"Nyonya, Gelya? Saya adalah anak buahnya tuan Zoran. Saya diminta untuk menjemput nona."

Gelya hanya mengangguk. Mata nya melihat banyak bule yang ada di bandara ini membuatnya ingat dengan Zoran.

Dari bandara, mereka mampir sebentar di sebuah restoran yang ada di tepi pantai. Gelya menikmati makan siangnya, yang lagi-lagi sudah disiapkan oleh Zoran.

Kemudian mereka menuju ke kabupaten Badung. Ke salah satu pantai yang eksotik dan agak terpencil. Di tepi pantai itu ada beberapa villa yang disewakan dan Gelya diantar ke villa yang letaknya paling tinggi.

Saat mereka tiba di villa itu, waktu sudah menunjukan pukul 3 sore. Gelya tak tahu di mana Zoran berada. Ia segera membuka pintu kamar dan tersenyum saat melihat kamar yang cantik dan penuh cinta. Ada kelompok-kelompok mawar yang diatur bentuk buah hati di seprei putih itu. ada lilin-lilin kecil yang sudah diatur di lantai, di atas nakas dan di atas meja namun belum dinyalakan. Gelya tahu pasti itu untuk sebentar malam. Di atas meja rias, Gelya menemukan catatan : Mandilah dan beristirahatlah. Aku akan menemui mu setelah matahari terbenam.

Gadis itu tersipu malu. Ia meletakan kembali catatan itu dan bergegas ke kamar mandi.

Sebuah kamar mandi yang sangat mewah, ada bathtub memiliki air yang bisa memijat punggung yang juga sudah dipenuhi bunga mawar merah dan deretan lilin aromaterapi.

Ada juga shower dan peralatan mandi yang nampaknya disiapkan oleh pihak pemilik villa.

Tak lama kemudian, Gelya mendengar ada suara ketukan pintu. Ada 2 orang pelayanan yang datang.

"Nona, kami diperintahkan untuk memberikan pijatan refleks kepada anda sebelum mandi."

Gelya hanya bisa mengangguk. Dia diantar ke bagian ruangan lain yang ternyata memang ruangan khusus memijat.

Setelah membuka pakaiannya dan menggunakan kain yang mereka siapkan, Gelya pun segera di pijat.

Gadis itu merasakan tubuhnya menjadi segar. Ia bahkan sempat tertidur saat dipijat.

Gelya kemudian di suruh mandi di sebuah kolam kecil yang ada di ruangan pijat itu. Airnya hangat dan diberikan berbagai jenis bunga. Saat ia selesai mandi, kedua pelayan itu membantu mengeringkan rambutnya dan memberikan dia sebuah gaun putih yang panjangnya selutut dengan model tangan Sabrina.

Setelah Gelya siap, kedua pelayan perempuan itu pergi dan waktu sudah menunjukan hampir pukul setengah enam sore. Gadis itu berdiri di teras samping vila. Karena letaknya yang ada di atas gunung, Gelya dengan mudah mengambil gambar sunset.

Ia pun segera masuk kembali saat hari mulai gelap. Dan gadis itu langsung berlari dan langsung memeluk Zoran yang sudah menunggunya di ruang tamu. Zoran nampak sangat tampan dengan kemeja putih dan celana jeans yang dipakainya.

"Kamu suka?" hanya Zoran setelah mencium istrinya itu.

"Ya. Suka sekali." Kata Gelya sambil melingkarkan tangannya di lengan Zoran.

"Aku akan masak makan malam untukmu." kata Zoran lalu segera ke dapur.

"Biar aku saja."

"Tidak sayang. Kamu tahu kan kalau aku tak makan apapun. Jadi aku yang harus menyiapkannya." Zoran membuka lemari es dan mengeluarkan beberapa bahan yang memang sudah disiapkannya.

Gelya pun duduk di meja pantry sambil memperhatikan Zoran memasak. Gerakan Zoran yang 10x lebih cepat dari manusia biasa membuat ia bisa menyiapkan semuanya tak sampai 1 jam. Stik sapi dengan daging unggulan, kentang rebus yang kemudian dibakar menggunakan bumbu, beberapa sayuran dan sepiring nasi putih yang dicampur dengan telur.

"Ini enak sekali." kata Gelya saat ia akhirnya menghabiskan makannya.

Zoran bahagia karena Gelya menghabiskan semua Zoran siapkan. Selesai makan, Zoran sendiri yang mencuci alat makannya.

"Ayo kita ke pantai. Malam ini ada bukan purnama." ajak Zoran.

Keduanya pun menuju ke pantai. Gelya bahagia saat Zoran mengajaknya berdansa diiringi oleh suara piano klasik yang diputar dari ponsel Zoran.

Alam yang menjadi saksi, bagaimana manisnya kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu berciuman dengan sangat mesra di bawah sinar rembulan. Ciuman itu sangat manis, lembut namun pada akhirnya membakar gairah Gelya.

Zoran menggendong Gelya ala bridal style, berjalan sangat cepat sampai sehingga hanya 30 detik, mereka sudah berada di dalam kamar.

Zoran menurunkan Gelya perlahan di atas lantai. Keduanya kini berhadapan. Zoran menyalakan semua lilin dengan sangat cepat dan mematikan lampu utama.

Suasana ruangan menjadi begitu eksotik dan menciptakan suasana romantis.

"Sayang, istriku, Gelya, mulai malam ini, kita tak akan pernah terpisahkan." kata Zoran lalu mulai mencium dahi Gelya, turun ke hidungnya, lalu melabuhkan ciuman itu ke bibirnya.

Gelya membalas ciuman Zoran dengan sama panasnya. Ia melingkarkan tangannya di leher lelaki itu, sedikit berjinjit karena perbedaan tinggi tubuh mereka.

Tangan Zoran membelai punggung Gelya, lalu perlahan menurunkan resleting gaun yang dipakai oleh istrinya.

Gelya tersenyum saat gaun itu terjatuh ke kakinya.

Zoran melepaskan ciumannya sebentar. Matanya menatap liontin di dada Gelya yang mengeluarkan cahaya. "Kamu memakainya?"

"Kamu tidak suka? Aku bisa melepaskannya jika itu mengganggumu."

Zoran menggeleng. "Liontin ini akan melindungi mu. Kamu tahu, saat seorang gadis melakukan hubungan intim untuk yang pertama kali, ia akan merasakan kesakitan yang dalam. Apalagi kamu akan melakukannya dengan aku. Ukuran paloku....." Zoran menggantungkan kalimatnya sebentar. "Agak lebih besar dibandingkan dengan lelaki pada umumnya."

Gelya tersipu. "Jadi, kamu ingin aku akan terus memakainya?"

Zoran mengangguk. Ia membuka kemejanya. Lalu mengeluarkan celananya. Zoran kini tanpa busana. Mata Gelya menengok ke bawah. Ia menelan salivanya saat melihat sesuatu yang panjang dan sudah berdiri tegak itu nampak menggodanya.

"Kamu siap sayang?" tanya Zoran.

"Aku siap."

Zoran kembali menciumnya sambil melepaskan kain penutup yang ada di gunung kembar Gelya. Ia kemudian mengangkat tubuh Gelya dan meletakan di atas tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya.

Tangan dan bibir Zoran sama-sama bekerja, menyentuh Gelya di bagian-bagian yang memang sudah menjadi haknya sebagai suami Gelya.

Perlahan ia mengarahkan si Palo ke arah inti tubuh Gelya. Perlahan, penuh kelembutan, Zoran mendorong masuk.

Tak ada kesakitan yang Gelya rasakan selain sensasi aneh yang membuat ia semakin terbakar gairah. Saat Zoran melepaskan penyatuan mereka, ada cairan merah yang mengalir di sana.

"Ambilah apa yang menjadi hak mu, sayang." Kata Gelya saat dilihatnya Zoran nampak ragu.

*************

Nah, gimana selanjutnya? Kekuatan apa yang akan Zoran dapatkan saat mendapatkan cairan merah itu langsung dari tempatnya?

Seperti biasa. Hanya di grup wa saja versi lengkap malam pengantin sang vampire dan si gadis berdarah suci bisa kalian dapatkan.

1
Faizah Indah lestari
coba rengkarnasi kembali gelya dan Zoran Thor
Faizah Indah lestari
langsung suka bacanya
Faizah Indah lestari
mampir
Elmi Varida
tks thor, ceritamu terlalu manis, aku sampe terharu. tks sdh menyelesaikan novelmu . Ditunggu cerita Zo ya. Sukses untukmu. Tetap sehat ya..
Elmi Varida
walaaaah...ketauan dech..😤
Elmi Varida
tambah seru thor, buat penasaran aja..
good thor👍👍
Elmi Varida
thor..bikin aku jd nahan napas....😄😄
Enny Olivia: terima kasih sudah membacanya ya
total 1 replies
Elmi Varida
menarik thor, ikut nyimak ya..🙏
panty sari
thor di tunggu kelanjutan cerita anak nya Zoran Gelya dan Zein
panty sari
cinta abadi
panty sari
ceritanya sedih 😭
panty sari
kalau gelya darah keperawanannya buat kekuatannya tapi Zo ga mungkin kan darah keperjakaannya buat annnet biar kuat
panty sari
bisa bisa zo ga perjaka lagi dong
panty sari
zo harus tau ayahnya seorang vampir
panty sari
apa bangsa srigala vampir datang
panty sari
apakah yg bermain piano Zoran sangat menyedihkan zein telah tiada /Sob/
panty sari
bisa bagus Bombay kalau zein juga mati /Sob/
panty sari
apa zoren msh hidup dan menyamar jadi jave untuk bertemu dg gelya
panty sari
bagus thor Dr. Elsa dg jave
panty sari
benih 2 suami yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!