" Eh em wek . "Seorang pria tua sedang batuk di pembaringan Ranjang rumah sakit VVIP
Seorang pria tua yang sebatang kara tanpa ada penerus dan hanya para bodyguard yang senantiasa menemani dihari tuanya.
Pria kaya raya. Orang terkaya di nomer dua di dunia. Melewati masa tuanya yang hanya kesendirian. Pribadi pria itu. Tak pernah dipublikasikan kepada publik. Karena ada Sesuatu masa lalu yang menyakitkan. Dimana dia yang masih menjadi pria miskin yang penuh dengan kekerasan kepada istri kecilnya hingga sang istri meninggal dunia di tangan sendiri. Karena tak sengaja dia membunuh dua nyawa yang ternya sang istri sedang mengandung bayinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sabrina chaiden ririi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU DI BAR
" Saya masih dalam jam tayang kerja saya. Dan juga saya ada acara nanti malam. " Jawab kembali winda dengan santai.
Mendengar jawaban winda. Membuat William tersenyum puas , Berbeda dengan aster yang hanya melihat sekilas. Dan kembali ke mode dinginnya.
" Kalau gitu, Kembalilah bekerja. " Ucap William , Langsung kembali melakukan pekerjaannya. Sedangkan aster sudah di ujung ubun-ubun menahan hasratnya. Terpaksa dia akan ke bar malam ini. Dan mencari wanita yang biasa bekerja di bidang itu. Sejujurnya dia merasa akhir akhir ini tak selera dengan wanita yang suka memamerkan lekuk tubuhnya. Karena isinya tak bisa dibandingkan dengan perempuan yang berkali kali menolaknya itu.
Sedangkan winda sudah kembali ke ruang kerjanya. Aster masih duduk di sofa sambil menatap laptopnya. Karena dia akan meeting pagi ini.
Sore harinya.
Winda akan pulang dari kantor, William yang melihat kelakuan tidak biasa sekertaris nya menjadi bertanya tanya.
Dia merasa itu bocah lagi kerasukan apa coba. Tiba tiba berdandan bak model profesional dan membuat leon menyenggol lengan sang bos. Karena berdiri di lorong jalan itu. Saat merasa leon yang menyenggolnya sedikit. Dia menanyakan sesuatu kepadanya.
" Itu bocah, Habis darimana. " Tanya william kepada leon dan leon membisikan sesuatu.
Mendengar apa yang dibisikkan leon, Membuat william tersenyum dan menggeleng kan kepalanya. Sedangkan pria yang sedang ada di belakang mereka merasa malas dan pergi dari sana. Dia akan pulang ke apartemen dan happy happy di malam weekend ini.
Dengan perasaan yang merasa bahwa dia cemburu dengan pria yang akan berkencan dengan wanita super super jutek itu.
Membuat dia merasa terluka di lubuk hatinya.Mungkin karena dia sendiri tidak tahu itu. Yang dia tahu hatinya sakit.
Malam harinya.
Pukul 08:00
Aster habis dari apartemennya. Mandi dan berganti baju hanya menggunakan kemeja saja. Langsung pergi ke bar Dimana bar paling mahal itu berada.
Saat dia memasuki bar tersebut. Dia seperti melihat sosok wanita yang ada di pikirannya selama berada di sini.
Dengan santainya dia menuju bar tender, Dimana bartender itu mengajak winda Cek-in. Karena memang sepertinya dia sudah dari tadi ada disini karena sudah mabuk.
Dia mengelus punggung wanita itu. Dan membuatnya mendongak karena tadi dia sedang menunduk. Melihat respon wanita itu. Kepada pria yang baru saja masuk. Bartender pun kembali ke pekerjaannya.
"Kita pulang. " Kata aster dengan tegas dan dingin.
Tanpa mengatakan sesuatu, wanita itu berdiri dan membawa tasnya. Dan ikut dimana aster yang memapahnya.
Aster juga mendengar kicauan wanita itu. Yang sedang patah hati. Sepertinya dia habis di khianati oleh kekasih yang sore tadi akan dia ajak berkencan. Yang dia dengar dari leon dan william saat itu.
Dengan wajah yang merah merona karena mabuk. Membuat dia lebih cantik. Tapi menurut aster yang selalu terbiasa di dunia malam. Dia tahu bahwa minuman yang dipesan wanita tersebut tidak terlalu keras. Pasti ada sesuatu yang membuat wanita ini seperti sedang menahan sesuatu.
Aster tak mau memikirkan hal itu. Yang dia pikirkan sekarang. Kembali ke apartemennya. Dan dia akan minum di sana saja. Wanita ini harus sampai ke apartemennya . Sebelum dia sudah tidak tahan lagi. Niatnya dia hanya menolong sekarang. Karena dia sudah tidak tertarik dengan wanita yang sudah sering ke bar. Dia tak mungkin mengajaknya bersenang senang dalam keadaan mabuk. Bagaimanapun wanita yang sering ke bar lebih menarik saat dia sadar.
Sampai di apartemen. Dia merebahkan wanita itu di kamar tamu. Dimana kamar utama hanya untuk dirinya.
Lalu dia keluar dan masuk kedalam kamar utamanya dan tidak keluar hingga pagi hari.
Sedangkan di kamar tamu. Di pagi hari saat dia sadar. Dia merasakan pemandangan yang berbeda. Dia melihat pakaiannya terlebih dahulu. Dan pakaiannya aman.
Lalu setelahnya dia ke kamar mandi,Membersihkan dirinya dan mencari baju ganti di setiap lemari. Tapi tak ada sama sekali. Terpaksa dia menggunakan jubah mandi untuk menutupi tubuh polosnya. Dengan mencuci dalamannya di kamar mandi dan menjemurnya di dekat ventilasi udara dalam kamar mandi. Lalu dia keluar dari ruangan itu. Langsung menuju dapur. Wajahnya yang fresh dan segar langsung menjadi pemandangan yang indah untuk pagi hari nya.
Dengan mencari bahan masakan yang akan dia masak. Hanya mendapatkan dua roti dan telur, Lalu dia membuat sandwich dengan toping telur mata sapi, sosis, Juga keju. Lalu dengan dua cangkir susu hangat. Dia ingat yang membawa nya pulang adalah seorang pria. Tapi dia tidak terlalu jelas dengan wajahnya. Saat pintu apartemen di buka. Terlihat jelas pria yang ada di depannya. Membuat wanita itu melongo. Ternyata yang membawanya pulang adalah paman bosnya.
"Tutu.. tuan aster, Maafkan saya. Lancang menggunakan dapur anda. " Kata wanita itu dengan menunduk malu. Karena terakhir kali dia menendang pangkal paha pria itu. Tapi menjadi pertanyaannya kenapa dia tidak mengambil kesempatan tadi malam. Apa jangan jangan dia itu. Mood yang tidak bagus tadi malam. Karena dia membuat pria itu tak jadi bersenang senang.
Sedangkan pria itu masih sibuk memandang wanita yang hanya menggunakan kimono mandi. Apalagi bagian bawahnya sedang memamerkan paha mulusnya.
Pagi pagi habis pulang joging. Mendapatkan pemandangan seperti ini. Apa semua yang menikah juga seperti ini di pagi hari. Mood yang tadinya rusak. Menjadi baik saat melihat pemandangan itu.
Dengan memberanikan diri. Wanita tersebut mengajak aster sarapan terlebih dahulu.
" Tutu. tuan aster , saya sudah membuatkan sarapan dan coklat untuk anda. Bisa kita sarapan bersama. " Ajaknya dengan sangat menahan malu. Dan wajah merona merahnya itu terlihat jelas di mata pria tampan yang masih diam berdiri di sana.
" Tunggu, Saya akan mandi dulu. " Ucap aster dan berlalu pergi masuk ke kamar yang berbeda dari kamar tamu itu.
Wanita yang tadi. Duduk menunggu dengan tenang. Dan sedang memainkan ponselnya dan menghapus semua foto foto kekasihnya. Dan juga fotonya saat bersama dengan kekasihnya.
Dengan wajah yang cemberut dan marah. Dia mengomel tak tau arah hingga langsung meletakkannya di atas meja makan.
Tak berselang lama. Aster kembali ke ruang makan. Dan duduk di sana dengan hanya menggunakan celana pendeknya. Dan sedang bertelanjang dada.Memperlihatkan tubuhnya yang kekar karena sering olahraga dan ke gym. Lagian ini apartemennya, Terserah dia mau telanjang atau mau apa. Sedangkan wanita yang berada di depannya biasa saja menggunakan baju kimono. lucu bukan. Mereka seperti pasangan yang habis bangun tidur dan sedang sarapan. Tapi mereka tidak memiliki hubungan apa apa selain kenal dari bosnya.
Suara ponsel wanita itu selalu berdering. Dari tadi. Tapi tidak ada respon sama sekali.