NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

“Permisi Tuan, apa Tuan Liam di dalam?”

Suara Bi Mirah dari luar pintu ruang kerja Liam terdengar. Lyra yang semula mencoba memberontak akhirnya berhenti. Perempuan itu sekarang bahkan tanpa sadar menyembunyikan wajahnya di dada Liam. Tangan Liam yang membekap mulut Lyra akhirnya terlepas.

Dengan gerakan tangannya Liam menggeser tubuh Lyra yang menutupi pintu agar memberi akses bagi Liam untuk dapat membuka pintu tersebut.

“Ada apa Bi?” tanya Liam setelah membuka sedikit pintu ruang kerjanya. Lyra berdiri persis di sampingnya di balik pintu yang masih setengah tertutup.

“Tidak ada Tuan, tadi saat Bibi terbangun Bibi melihat sebagian lampu di mansion masih belum dimatikan, Bibi kira mungkin Tuan lupa, ternyata Tuan belum tidur,” jawab Bi Mirah.

“Saya masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan Bi,” ucap Liam mencoba setenang mungkin. Sebelah tangan Liam masih memeluk bahu Lyra yang berdiri di sampingnya. Perempuan itu membekap mulutnya sendiri, takut menimbulkan suara.

“Oh baiklah, kalau begitu Bibi kembali ke paviliun,” pamit Bi Mirah yang membuat Lyra akhirnya bisa bernafas lega.

Setelah memastikan Bi Mirah sudah pergi, Liam kembali menutup pintu. Tangannya yang masih bertengger di bahu Lyra perlahan dia tarik.

“Maaf Tuan, saya sudah salah sangka,” seru Lyra setelah menyadari bahwa sebelumnya dia sudah salah paham.

Liam melangkah kembali ke kursi kerjanya.

“Kamu tidak perlu meminta maaf, tidak ada salah sangka ataupun salah faham, saya mungkin saja ingin melakukan yang sebelumnya kamu sangka itu. Beruntung Bi Mirah datang,” ujar Liam. Wajahnya terlihat serius.

Lyra menelan ludahnya kasar. Apa yang sedang difikirkan oleh majikannya ini? Dia tidak berniat untuk melecehkan Lyra kan? Lyra menatap Liam dengan tatapan ngeri membuat seringai licik muncul di bibir laki-laki itu.

“Tenang saja saya tidak akan memaksa, fikiran itu hanya datang sesekali,” jeda Liam. Dia lalu menutup laptop di depannya, kembali bangkit dari kursinya dan melangkah pelan ke arah Lyra.

“Saya laki-laki normal, kalau kamu lupa,” lanjutnya kemudian tangannya bergerak membuka pintu untuk keluar dari ruangan tersebut.

“Saya tunggu di kamar,” bisiknya pada Lyra yang sudah kelihatan ketakutan.

Liam tersenyum. Laki-laki itu meninggalkan Lyra yang sekarang mungkin sedang berfikir keras bagaiman cara menghidarinya saat ini.

Setelah sampai di kamarnya Liam menghubungi seseorang, orang yang sedang menyelidiki tentang selingkuhan Nadia, tunangan Casper.

“Cari tahu apakah laki-laki itu sebelumnya pernah menikah atau tidak,” ucap Liam setelah sambungan telepon terhubung.

Liam ingin memastikan sesuatu.

Kehidupan membosankan Liam sepertinya sebentar lagi akan berakhir. Dia mulai merasa tertarik dengan beberapa hal akhir-akhir ini, tentu saja hal itu tidak ada kaitannya dengan bisnis. Selama ini yang menarik bagi Liam hanyalah pekerjaannya dan kesibukannya.

Liam adalah laki-laki yang tidak terlalu tertarik dengan kehidupan sosial, tidak terlalu suka bergaul. Semasa menempuh pendidikan dia dikenal sebagai seorang pendiam.

Casper adalah orang pertama dan satu-satunya yang menjadi sahabat dekat Liam. Mereka bertemu di tahun pertama sekolah menengah pertama. Dipertemukan menjadi teman sebangku yang kemudian berteman hingga mereka dewasa. Liam yang pendiam bisa jadi banyak bicara saat berada di dekat Casper, seorang yang suka mengobrol bahkan cenderung cerewet.

Selama ini Liam hanya memiliki Casper dan Bi Mirah, dua orang yang sangat dekat dengannya. Dua orang yang walau pun dia bersikap kasar, orang-orang tersebut akan faham bahwa Liam tidak berniat demikian.

Bi Mirah adalah orang yang melukis masa kecilnya sedangkan Casper adalah orang yang mengisi masa remajanya hingga dia dewasa.

Liam tidak begitu mengingat tentang orang tuanya, yang ada dalam ingatnya hanyalah seorang perempuan yang menggantung di langit-langit kamar dan seorang laki-laki yang menembak kepalanya sendiri. Saat itu Liam terlalu kecil untuk dapat memahami apa yang terjadi dengan keluarganya. Namun, seiring bertambahnya usianya, dia mulai memahami bahwa kedua orang tuanya bunuh diri di hari yang sama tepat di depannya.

Dua hari setelah kedua orang tuanya dimakamkan, saudara-saudara mendiang orang tuanya mengambil alih sebagian besar harta kekayaan orang tuanya. Hanya beberapa yang tertinggal, seperti mansion dan pabrik-pabrik yang memang saat itu tidak terlalu menguntungkan. Liam kecil hidup dari penghasilan pabrik yang saat itu tidak terlalu besar. Beruntung Bi Mirah adalah seorang yang berhati baik, perempuan itu tidak meninggalkan Liam setelah tau segala kebusukan sanak saudara orang tua Liam.

Liam yang dewasa sangat jauh berbeda dengan Liam kecil yang hanya diam saja saat haknya dirampas. Setelah lulus sekolah menengah atas Liam mulai mengambil kembali hak-haknya, meski dengan taruhan nyawa akhirnya Liam berhasil merebut segala miliknya, hingga berakhir dia menjadi sebatang kara, hubungan dengan keluarga besar terputus lantara Liam yang bersikap keras dan tidak ingin dikendalikan.

Kehidupan Liam sudah gelap sedari dulu, kehadiran Bi Mirah dan Casper hanya sebagai lilin kecil yang kadang-kadang ditiup angin. Kepahitan yang terjadi di masa lalu membuat Liam selalu terjaga saat malam. Fikirannya tidak bisa tenang, banyak hal-hal buruk yang membayangi otaknya. Tidak ada tenang, Liam tidak mengenal seperti apa rasanya tidur dengan tenang dan damai hingga Lyra membuatnya merasakannya.

Sekarang Liam mengerti apa yang membuat hidupnya tidak tenang, apa yang membuat malamnya selalu berisik hingga dia tidak bisa tidur. Liam tidak pernah merasa aman. Saat kecil tidak ada yang bersamanya saat dia menangis ketakutan di dalam kamar. Sekarang Lyra ada, menepuk hangat bahunya seolah mengatakan bahwa dia ada di sana hingga Liam bisa tidur dan merasa aman. Kasih sayang seorang Ibu yang tidak pernah Liam rasakan, juga aroma tubuh Lyra yang entah mengapa menjadi aroma favorit Liam sejak pertama dia menciumnya, bukan lagi aroma anyir darah yang tercium di hidung Liam, tapi aroma manis dari Lyra.

Liam mengerti betapa dia bergantung pada perempuan itu sekarang hingga banyak hal sedang ia pertimbangkan. Bagaimana mungkin mereka akan seperti ini selamanya? Mengikat Lyra dengan kontrak saja tidak akan cukup untuk membuat Liam merasa aman. Dia butuh lebih dari itu.

Sejenak Liam menoleh pada meja kecil di samping ranjang. Tangannya kemudian terulur untuk membuka laci tersebut. Terdapat dua permen jeli berwarna merah muda, permen jeli pemberian Sofia.

Liam meraih permen tersebut. Senyum tulus terukir di wajahnya. Sebelum mengenal Sofia Liam tidak pernah tau bahwa mengobrol dengan anak kecil jauh lebih menyenangkan dari pada mengobrol dengan Casper.

Saat bersama Sofia, Liam merasa dirinya bisa menjadi orang yang ceria. Setiap celotehan yang keluar dari mulut Sofia entah mengapa terdengar lucu di telinga Liam. Cerita-cerita Sofia yang sebenarnya tidak begitu Liam mengerti entah mengapa menghilangkan segala fikiran-fikiran buruk di dalam kepalanya.

Hingga sebuah pertanyaan muncul di benak Liam.

Apa kepahitan ini bisa berubah manis jika dia memiliki mereka dalam hidupnya?

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!