NovelToon NovelToon
Welcome Back Cecil

Welcome Back Cecil

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Bullying di Tempat Kerja / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:348.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Cecil si wanita lemah ditemukan meninggal di sebuah gudang yang terbakar. Ternyata sebelum gudang dibakar, Cecil sudah diperkosa oleh seorang pemuda tak dikenal. Siapa sangka, Cecil malah terlahir kembali. Cecil memiliki semua ingatan di masa depan dan tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Cecil pun merencanakan membalas semua teman-teman yang membullynya sampai membuatnya harus meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menahan Diri

Cecil

"Aku tak apa-apa. Kadang aku suka iba melihat orang yang suka kesusahan. Contohnya nenek yang baru saja mengetuk jendela mobil. Nenek itu pasti amat merindukan suaminya. Beliau pasti sudah mencari suaminya kemana-mana namun suaminya tidak juga ketemu. Tubuhnya yang renta terus mencari kekasih hatinya yang entah berada dimana. Kasihan sekali, bukan? Kamu merasa kasihan tidak?" Aku menghapus air mataku dan menatap Lucy dengan lekat.

"Kok kamu nanya kayak begitu sih? Aku merasa kasihan. Memangnya kamu pikir aku tidak punya hati nurani?" jawab Lucy dengan agak ketus.

"Sorry, aku hanya mau tanya pendapat kamu saja. Kalau seandainya suami dari nenek itu ternyata sudah meninggal, bagaimana ya perasaan nenek itu? Pasti akan lebih sedih? Aku tak bisa membayangkan betapa hancur hati nenek itu saat tahu kalau orang yang dicintai sudah tiada." Kalau Lucy ada di posisiku saat ini, kira-kira apa yang akan dia lakukan? Apakah ia masih tetap menjadi sahabat Lisa ataukah ia akan sangat membenci Lisa seperti yang aku rasakan saat ini?

"Kamu jangan doain yang jelek-jelek dong! Siapa tahu kakek itu masih hidup. Kita harus berpikir positif. Sudahlah, tak usah membahas hal seperti itu. Aku paling tidak suka melihat hal menyedihkan seperti itu. Kamu mau turun di mana?"

****

Keesokan harinya Leon sudah masuk sekolah namun tidak dengan Lisa, tampaknya Lisa masih terpukul dengan apa yang terjadi kemarin. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan begitu saja. Aku harus mendekati Leon untuk tahu apa rencana yang akan ia lakukan selanjutnya.

Saat Leon sedang berjalan mendekati Anita, diam-diam aku menarik tangannya dan mengajak Leon pergi ke tempat yang berbeda. Leon amat terkejut melihat apa yang aku lakukan. Ia lalu mengomeliku yang dianggap terlalu nekat. "Kamu ngapain sih? Nanti ada yang lihat!"

Aku tersenyum mendengar ucapan Leon. Bukan senyum tulus tentunya, semua ini hanya akting. Aku bahkan ingin meludahi wajahnya karena aku sangat membenci laki-laki yang tidak bertanggung jawab macam Leon. Terpaksa hari ini aku berikan senyumanku untuknya, suatu hari nanti aku akan tersenyum saat melihatnya hancur dan membusuk di penjara akibat perbuatan jahatnya.

"Aku kangen sama kamu. Kamu kemana sih? Kok kemarin kamu dan Lisa kompak tidak masuk sekolah. Kalian janjian bolos? Pasti kalian kencan ya?" tanyaku dengan nada yang manja sambil memanyunkan bibirku, pura-pura cemburu.

"Aku tidak bolos. Aku hanya sedang malas sekolah saja. Kamu nekat banget sih, ngedeketin aku di sekolah. Banyak mata-mata Lisa loh di sini! Kamu lupa dengan Lucy? Dia itu sahabat karib Lisa, kalau dia sampai mengadu sama Lisa bagaimana?" Leon masih saja mengomel padaku namun aku membalasnya dengan tersenyum.

"Kita tidak melakukan apa-apa, Leon. Hanya mengobrol saja, kalau mereka tanya, biar aku yang akan menjawabnya. Tenanglah, kamu tak usah khawatir berlebihan." Aku mengeluarkan minuman yang aku beli dan memberikannya pada Leon. "Buat kamu. Kayaknya kamu sedang suntuk. Semoga bisa membuat kamu segar lagi ya!"

Aku berbalik badan dan hendak pergi meninggalkan Leon, dalam hatiku terus berhitung, apakah Leon akan memanggilku atau tidak. Tebakanku ia akan memanggilku, lihat saja. Satu ... dua ... tiga!

"Cecil!"

Betul 'kan tebakanku? Leon pasti akan memanggilku. Mau seberengsek apapun dia, tetap saja Leon seorang laki-laki yang lemah. Ia lemah dengan sikap manja dan perhatian dariku.

Aku berbalik badan dan kembali memasang senyum di wajah. "Terima kasih ya minumannya." Leon berjalan mendekatiku dan berbisik pelan. "Nanti sore, kita pulang bareng ya!"

"Oke!" aku membalas singkat ucapan Leon lalu pergi meninggalkannya.

Aku sengaja pulang lebih awal agar bisa bersembunyi di kantin. Aku tak mau Lucy curiga padaku seperti waktu itu. Setelah memastikan kalau tak ada siapapun di sekolah, aku mendekati mobil Leon.

Leon tersenyum melihatku. Ia memintaku masuk ke dalam mobil dan kami pun langsung pergi. Kali ini Leon mengajakku bermain bowling. Ia pikir aku tak bisa bermain bowling. Jangan lupakan kekuatanku sekarang. Aku bahkan bisa membuat Leon kalah.

"Wah, kamu hebat, Cil. Strike terus. Kalah aku sama kamu!" puji Leon sambil tersenyum lebar.

"Ah, kamu terlalu banyak memujiku. Aku masih pemula, bisa terbang aku kalau kamu puji terus," kataku merendah.

"Asli ya, jalan sama kamu tuh selalu seru. Kamu bisa menyeimbangkan hobby-ku. Aku suka mainan dan kamu memberiku saran mainan yang keren. Aku suka bowling dan kamu menyeimbangkan permainanku. Tidak sia-sia aku mengajakmu dikala suntuk seperti sekarang," puji Leon.

Enak saja kamu berpikir seperti itu. Memangnya aku obat penghilang suntukmu saja? Cih, kalau bukan demi misiku merubah takdir, tak sudi aku dekat-dekat dengan pembunuh macam kamu!

Aku memasang senyum palsu di wajahku. "Cecil gitu loh! Mau kemana lagi kita? Aku akan temani kamu!"

"Hmm ... yakin mau temani aku?" tanya Leon sambil memainkan kedua alisnya.

"Iya. Kita mau main kemana lagi?" Aku pura-pura bersemangat.

"Ke ... hotel mau?" ajak Leon.

Sial! Leon pikir aku wanita murahan? Enak saja, ingin rasanya aku cuci otak mesummu itu dengan sabun Gaya yang sekali kucek! Menyesal aku sudah menganggapmu cowok baik. Kamu tuh cuma cowok brengsek dan mesum!

"Hotel? Mau apa? Makan di restorannya?" tanyaku pura-pura lugu.

"Bukan dong, Cil. Kita check-in. Kamu mau?" Leon terus menatapku sambil tersenyum. Ia membelai wajahku dengan jari telunjuknya.

Sumpah demi apapun, aku jijik sekali. Aku harus mencuci bekas sentuhan Leon dengan air tujuh kali! Iya, dia lebih najis dari najis, cuih!

Saat aku melihat senyum Leon, rasanya ingin aku banting dan remukkan semua tulangnya. Sabar, aku tak boleh emosi menghadapi manusia berhati iblis macam dia. Aku harus main cantik.

"Ih, Leon nakal! Nanti Papa aku marah. Jangan kayak gitu ya? Kita jalan-jalan di Mall atau main bowling kayak begini saja, lebih seru," tolakku dengan nada manja.

Leon tersenyum meski memendam kekecewaan. "Yaudah kalau kamu tidak mau. Kita makan aja yuk! Aku lapar!"

Aku bisa bernafas lega sekarang. Ternyata menghadapi Leon memang harus dengan strategi, tak boleh gegabah dan emosian. "Ayo. Kamu mau makan apa, Sayang?"

"Sayang? Kok enak banget sih dengarnya. Mulai sekarang panggil aku 'Sayang' ya kalau kita hanya berdua saja," pinta Leon.

"Tentu. Sayang ... Sayang ... Sayang!" kataku dengan manja.

Leon tersenyum lalu merangkul bahuku. "Imut sekali. I'm happy with you, Cil. Ayo kita makan!"

****

1
bakpao
/Good//Good/
🍒⃞⃟🦅𝐂𝐇𝐋𝐎𝐄
kerenn
Putri Dhamayanti
semprulll 🤣🤣🤣🤣🤣
Putri Dhamayanti
apa si Egi jg balik ke masa lalu keq Cecil??
DG s
ceritanya bagus👍👍
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
the end nih cerita nya 🤭
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
andai kan bisa kembali ke masa lalu
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ternyata black gak pergi tapi kehilangan kekuatan nyaa
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kasian sekali Cecil masih koma
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
tau dari mana ya kalau Leon mau membunuh egii
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
makasih black udh nyelamatin Cecil,,tapi egiii ......
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
bahaya bngtt km cil
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pngn sekali aku tabok si Leon jahatt bnr ikhhh
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pntsn aja si lucky gampang terpancing ternyata begituuu
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
akhirnya Cecil minta bantuan jugaa smaa papah
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
semoga aja rencana Leon gagal
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
udh gila tuh si leon
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
ko aku yg deg²n pdhl kan si Egi yg ketahuan
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
kan keceplosan knp harus ceroboh sih cil
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
pinter banget km cil,,mngkn gara² si black yaa 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!