Kalila gadis yang berasal dari negara indonesia , dia mengalami kecelakaan pesawat saat akan menuju ke Negara I untuk melanjutkan kuliah s2 nya , namun jiwanya bukan pergi ke alam baka , melainkan masuk ke raga seorang gadis cantik yang bernama NEVA QUEEN MARTINEZ .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Pagi ini Fiona yang baru keluar dari dalam kamarnya , mengerutkan dahinya ketika melihat keberadaan wanita yang sedang memasak di dapur , lalu Fiona berjalan mendekati wanita itu .
'' Kamu siapa '' .
Parnkkkk
Akhhhhhh...
Demian yang tengah memakai baju di dalam kamarnya , berlari keluar ketika mendengar suara teriakan di apartemennya .
'' Ada apa ini ?'' . Tanya Demian , ketika melihat dua wanita berada di dapur .
'' Kak Demi , dia siapa ?, aku tadi tidak sengaja membuatnya terkejut , sampai sup yang di pegangnya jatuh di atas kakinya '' . Tanya Fiona menghampiri Demian .
Sedangkan Demian hanya melirik sekilas ke arah Jassy , yang sedang mengipasi kakinya yang terlihat melepuh .
'' Dia pelayan di sini '' . Sahut Demian datar , membuat Jassy hanya bisa menundukkan kepalanya .
Tadi saat hari masih petang Demian tanpa perasaan membangunkan Jassy yang masih demam untuk menyuruhnya untuk memasak , dan mau tak mau Jassy berusaha bangun meskipun kepalanya terasa amat pusing .
'' Oh pelayan , aku kira siapa '' . Tukas Fiona , lalu mendekati Jassy yang masih mengipasi kakinya yang mulai melepuh .
'' Heh , pelayan cepat siapkan sarapan pagi kami , kami mau berangkat ke perusahaan '' . Perintah Fiona dengan angkuh .
'' Baik Nona '' . Timpa Jassy dan kembali berdiri , tapi sebelum itu Jassy membersihkan pecahan mangkuk yang berceceran di dekat kakinya .
'' Ayo kak , kita tunggu di meja makan '' . Ajak Fiona menarik lengan Demian , sedangkan Demian sedikit melirik ke arah Jessy yang berjalan dengan sedikit pincang untuk mengambil mangkuk bersih , tak bohong jika di hati kecil Demian ada rasa tidak tega melihat Jassy .
Saat jam makan siang , Demian dan Fiona pergi ke perusahaan Hugo untuk membahas kerjasama perusahaan mereka , awalnya Demian tidak mengajak Fiona , namun Fiona terus merengek agar dirinya di perbolehkan ikut ke perusahaan Hugo , dan mau tak mau Demian membawa Fiona , dan kini keduanya sudah tiba di loby perusahaan Hugo bersama dengan asisten Demian .
'' Selamat datang Tuan Demian '' . ucap Jack yang menyambut kedatangan Demian , namun Jack sedikit mengerutkan dahinya ketika melihat wanita yang berpakaian sedikit terbuka dan juga ketat berdiri di samping Demian .
'' Oh , kenalkan ini adik sepupuku Fiona '' . Ujar Demian yang paham akan tatapan penasaran Jack pada Fiona .
Dan jack hanya beroh ria saja , namun tak bohong jika dia sedikit tidak suka dengan Fiona , entah apa alasannya Jack sendiri tidak tahu .
'' Mari Tuan , saya antar ke ruangan Tuan Hugo '' .
Lalu Jack membawa mereka berempat pergi ke ruangan Hugo , dengan menaiki lift husus presedir agar lebih cepat .
Ting
Mereka berempat segera keluar dari dalam lift , dan bergegas menuju ke ruangan Hugo .
Tok
Tok
Tok
'' Masuk ,, !!'' . Seru orang yang berada di dalam ruangan itu .
Ceklek .
Jack membukakan pintu untuk tamu sekaligus sahabat Tuannya .
'' Silahkan '' .
Fiona yang masuk ke dalam ruangan itu seketika langsung mengembangkan senyumnya , tatkala melihat pria yang ia cintai selama ini .
'' Kak Hugo '' . Seru Fiona berlari kearah Hugo yang duduk di kursi kebesarannya , dan langsung memeluknya begitu saja , yang mana membuat semua orang terkejut , terlebih Hugo karna dia tidak sempat menghindar , namum Hugo langsung mendorong Fiona begitu saja hingga jatuh terduduk di atas lantai , ketika melihat tatapan tajam wanita yang duduk di sofa ruang kerjanya .
Brukk
Akhhhh
'' Kak Hugo , kenapa aku di dorong sih '' . Rengek Fiona , namun Hugo sama sekali tak perduli , dia malah pergi menghampiri istrinya dengan wajah gugupnya , yang mana membuat Demian membulatkan kedua matanya , karna dia baru menyadari keberadaan Neva , dan bodohnya dia tidak mencegah adiknya yang berlari memeluk Hugo .
'' Sayang , ini tidak seperti yang kamu lihat , dia tiba tiba memelukku ,aku tadi tidak sempat menghindar '' . Ucap Hugo dengan wajah panik dan takutnya .
'' Neva '' .
Neva menoleh saat ada yang memanggil namanya , dan ternyata wanita yang memeluk suaminya , berjalan mendekatinya .
'' Siapa kamu ?'' . Tanya Neva dingin , yang mana membuat Hugo semakin gugup , dia yakin jika istrinya saat ini sedang mode marah , melihat dari nada bicaranya yang sangat dingin .
Sedangkan Fiona terkejut karna Neva tak mengenalinya , atau Neva pura pura tak mengenalnya pikirnya .
'' Aku Fiona , teman masa kecil Kak Hugo , apa kamu lupa , aku yang selalu bersama Kak Hugo sejak sekolah dasar '' . Ujar Fiona dengan bangga , namun Neva hanya menatapanya datar , dia mana tahu siapa wanita yang bernama Fiona ini , karna yang di ingatan pemilik tubuh asli hanya ada nama Jassy , tidak ada ingatan nama Fiona .
Neva lalu menatap Hugo . '' Apa benar kalian dulu tumbuh besar bersama ?'' . Tanya Neva pada Hugo , yang kini membuat Hugo juga merasa heran pada Neva , tidak mungkin Neva tidak tahu Fiona , karna dulu dimana ada Hugo di situ juga ada Fiona , bahkan dulu dia pernah melihat Neva berdebat dengan Fiona dan alasannya karna dirinya , begitu juga dengan Demian yang juga merasa heran dengan Neva .
'' Sayang , kamu sungguh tidak ingat Fiona ?''. Tanya Hugo , dan Neva menggelengkan kepalanya .
'' Tidak , aku tidak ingat , apa dia orang yang penting bagimu '' . Jawab Neva acuh tak acuh .
'' Tidak sayang , dia hanya teman , di dunia ini hanya kamu yang paling penting bagiku '' . Ujar Hugo cepat , sedangkan Fiona langsung sakit hati mendengar ucapan Hugo , dia tidak menyangka jika Hugo akan bicara seperti itu di depannya langsung .
'' Kak Hugo , apa aku benar benar tidak penting bagimu , bukankah dulu hanya aku yang selalu ada untukmu '' . Ucap Fiona dengan wajah kecewanya .
'' Sekarang Kak Hugo sudah beristri , jadi Nona jangan tidak tahu malu berharap untuk menjadi orang terpenting buat Kak Hugo '' . Sahut Neva yang mana membuat Fiona geram .
'' Diam kamu Neva , kamu yang tidak tahu malu , kamu yang bersikap seperti ja**ng , untuk menggoda Kak Hugo '' . Sentak Fiona .
Plakkkk
Fiona , Hugo , dan Demian terkejut saat melihat Neva menampar pipi Fionadengan sangat keras .
'' Kenapa kamu menamparku Neva ?! '' . Marah Fiona , dengan memegang pipinya yang terasa kebas .
'' Huh , untung aku hanya menamparmu , tidak sampai memukul mulutmu sampai bisu '' . Sahut Neva sembari mengelap telapak tangannya dengan tissu .
'' Kak Hugo , lihatlah Neva , dia wanita kejam, dia sudah berani menyakitiku '' . Rengek Fiona pada Hugo , sedangkan Hugo hanya diam saja , sama sekali tak memperdulikan Fiona yang merengek padanya .
'' Aku tidak menyakiti Nona , aku hanya ingin membenarkan otak Nona yang sedikit geser '' . Ujar Neva membuat Jack yang berdiri tak jauh dari mereka hampir menyemburkan tawanya , dia paham dengan maksud perkataan Nonanya , initinya agar Fiona sadar jika kini dirinyalah yang menjadi penggoda suami orang , melihat dari cara penampilan Fiona yang sedikit terbuka dan ketat .
'' Apa maksudmu ?'' . Sentak Fiona.
'' Heh,, Kak Demian , kenapa kamu membawa wanita ini ke sini , siapa dia ?'' . Tanya Neva yang sudah tahu jika Demian sahabat Hugo .
'' Maaf Neva , dia adik kakak '' .jawab Demian .
'' Oh , adik kaka , lalu kenapa membiarkan adik kakak berpakaian kurang bahan saat ke sini , apa dia mau menggoda suamiku '' . Ujar Neva ketus .
'' Jangan sembarangan bicara kamu Neva , aku bukan sepertimu , yang setiap hari selalu menggoda kak Hugo '' . Sentak Fiona tak terima dengan ucapan Neva .
'' Heh benarkah , lalu apa tujuanmu memakai baju kurang bahan seperti ini , jika tidak ada niatan untuk menggoda Kak Hugo '' . Cibir Neva .
'' Yang di katakan Istriku benar , Demian kenapa kamu membiarkan adikmu berpakaian minim seperti ini , aku sedikit risih melihatnya '' . Ujar Hugo membuat Fiona malu setengah mati , dia memang sengaja berpakaian sedikit terbuka , siapa tahu Hugo bisa tertarik padanya , namun tidak di sangka ternyata Hugo malah risih padanya.