NovelToon NovelToon
Putri Tidak Berguna Yang Luar Biasa

Putri Tidak Berguna Yang Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Sistem / Dokter Genius / Ahli Bela Diri Kuno / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:371.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bella Bungloon

Di bunuh oleh ayah kandung nya sendiri di pesta ulang tahun nya yang ke 21 tahun. Ketika Queen Anabelle membuka mata, jiwanya menempati raga putri ke empat kekaisaran Lythonsen. Anabelle Lythonsen.

Tidak hanya berbagi wajah dan nama. Nasib keduanya juga sama mirisnya. Mati di tangan ayah kandung mereka sendiri.

...

Putri ke empat yang di rumorkan tidak bergun4 yang bahkan tidak bisa berkultivasi, selalu mendapat perlakuan buruk dari orang-orang. Bahkan seorang pelayan rendah berani menghina dan melayangkan tangan.

Namun, kali ini jiwa dalam raga itu adalah Queen Anabelle, genius dokter di abad 21.

"Jika di kehidupan sebelumnya aku selalu menyelamatkan nyawa seseorang, bagaimana jika sekarang waktunya mempermainkan nyawa seseorang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella Bungloon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"Ada yang ingin aku tanyakan padamu, Anabelle."

Anabelle yang sedang memotong kecil tubuh Jessy, menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah Li.

"Apa?"

"Apa kau yang menyelamatkan wanita yang di sekap di bukit Shuangyang?" Tanya Li memainkan daun dengan kekuatan nya.

"Kita memang bekerjasama Li, tapi tidak semua tentang ku harus aku laporkan padamu." Ucap Anabelle kembali memotong tubuh Jessy dan memberikannya ke anjing liar.

Li terdiam, kemudian mengeluarkan kotak bercorak mata berwarna merah.

"Kotak itu? Bukankah kotak yang kita ambil di kediaman Vinct?" Tanya Anabelle.

"Aura kotak itu masih terasa kuat. Sebenernya kotak apa itu?" Ucap Arion dari dalam ruang dimensi.

"Itu benar, Tuan. Kotak itu di penuhi aura jahat." Imbuh Bee.

"Itu adalah kotak energi. Seseorang di balik ini semua, menyerap energi dengan memakan pemilik energi. Termasuk yang terjadi pada keluarga Vinct dan para wanita itu." Ruby tiba-tiba muncul dengan sikap angkuhnya.

"Apakah itu benar?" Tanya Anabelle memastikan.

Li mengangguk. Itu benar. Dia sudah meneliti ini sejak lama.

"Aku ingat, kau mengatakan jika orang berharga mu juga–"

"Benar. Salah satu orang paling berharga di hidup ku, mati oleh sosok mahluk itu. Aku tidak akan melupakan kejadian itu."

"Sudahlah, itu tidak penting untukmu. Ayo kita pergi ke penginapan Kenhua." Ucap Li.

"Untuk apa kita ke sana?" Tanya Anabelle.

"Tentu ada barang yang harus kita ambil. Tapi, penginapan itu kedatangan tamu istimewa, pangeran Axelo Audrey dari kekaisaran Audrey. Yang berarti, keamanan nya pasti akan berlipat."

"Baiklah, ayo kita pergi."

Li dan Anabelle kemudian melayang di udara. Menembus langit yang mulai menggelap, melewati bukit tinggi yang di kelilingi jurang.

Namun, Anabelle dan Li tiba-tiba berhenti kala melihat sebuah pertarungan.

"Tuan, seperti nya ada sebuah pertarungan di sana." Ungkap Ruby yang melayang.

"Anabelle, bukankah itu lambang kekaisaran Lythonsen?" Ujar Bee menunjuk sebuah lambang di kereta kuda.

"Siapa yang di sana, Bee?" Tanya Anabelle.

"Sistem sudah mendapatkan informasi nya. Dia adalah putri mahkota Zhao Shi, istri pangeran Vincent."

"Tuan, anda harus membantunya. Misi tersembunyi anda telah muncul, menyelamatkan putri mahkota dan anak dalam kandungan nya!" Teriak Bee.

Anabelle mengangguk, kemudian melesat ke arah perkelahian tersebut.

"Arion, ayo kita bertarung!" Teriak Anabelle. Arion kamudian muncul dan tersenyum licik.

"Ayo, Anabelle!"

Li yang melihat itu tersenyum tipis, kemudian ikut membantu.

"Tuan, kita tidak perlu ikut campur." Ujar Ruby.

"Jangan berisik, Ruby."

Ruby mencemberutkan wajahnya. "Aku malas bertarung dengan serigala bod0h itu."

...***...

"Siapa kalian? Berani menghentikan kereta kuda tuan kami?" Yujin berteriak ke arah para pria yang tiba-tiba menghadang jalannya.

"Yujin, ada apa? Mengapa tiba-tiba berhenti?" Teriak Yuwei dari dalam kereta.

"Putri mahkota, saya peringatkan anda untuk segera keluar. Jika tidak, saya akan menghabisi kalian semua." Teriak di antara para pria itu.

"A-apa?" Yuwei nampak terkejut. Begitu juga putri mahkota, wanita itu meraba perut buncitnya.

"Yang Mulia, saya akan melihat apa yang terjadi. Anda tetap berada di dalam." Ucap Yuwei sembari melompat keluar.

Yuwei mencekram kuat pedang di tangan nya. Kereta kuda tuan nya telah di kelilingi pria bertopeng.

"Siapa kalian?!" Teriak Yuwei.

"Itu bukan urusanmu. Cepat serahkan putri mahkota pada kami!" Teriak pria bertopeng yang merupakan ketua.

"Cih, hadapi dulu kami!" Yuwei, Yujin dan para prajurit lainnya menyerang para pria bertopeng.

Perkelahian tak terelakkan. Di tengah pertarungan itu, Do Huang, melesat dan menghunuskan pedangnya ke kereta kuda.

"Yang Mulia!!!" Yuwei berteriak khawatir.

Karena nya, pelayan muda itu terkena serangan musuh. Yuwei ingin berlari ke arah kereta kuda, tapi pria bertopeng menginjak kakinya dan menghunuskan pedang masing-masing pada kedua tangannya.

"Putri mahkota, menurut lah dan ikut dengan ku. Jika tidak, aku akan langsung membunuh mu." Ucap Do Huang.

"Kau pikir aku akan menurut? TIDAK!!!" Zhao Shi menyerang Do Huang dengan belati di masing-masing tangannya.

"Suzy, keluar!" Seekor harimau hitam muncul dan membantu Zhao Shi.

'Rawwwrrr'

Suzy menyerang sekelompok pria bertopeng dengan ganas. Membuat Do Huang berdecak.

"Kita tidak boleh gagal." Ujar Do Huang pada anak buahnya.

Keduanya kemudian menyerang Zhao Shi bersamaan.

"Hyaaahhh!!" Pedang milik Do Huang siap menusuk Zhao Shi.

Tapi wanita itu segera menghindar.

"Sial, perutku sakit sekali. Nak, tolong bertahan...." Gumam Zhao Shi.

"Hakkennn!!"

Namun, Do Huang menggunakan kekuatan tanah dan menjebak kakinya. Tanah itu melahap kakinya, membuatnya tidak seimbang dan jatuh.

"Ssshhh..." Zhao Shi berdesis merasakan sakit yang menyerang perutnya.

Do Huang mengarahkan pedang nya ke arah Zhao Shi. Harimau hitam yang sedang bertarung, seketika berhenti menyerang.

"Putri mahkota, apa ada kata-kata terakhir?" Tanya Do Huang tersenyum licik.

Do Huang melayangkan pedangnya bersiap menebas leher putri mahkota, tapi sebuah penghalang menghentikan aksinya.

"Sial, ini adalah pelindung tingkat 9." Decak Do Huang terkejut. Bukan hanya dia, tapi juga Zhao Shi.

"Mencoba membunuh anggota keluarga kekaisaran, seperti nya kalian bukan orang biasa."

Mereka semua menatap ke arah Anabelle yang mengenakan cadar. Di sampingnya, Li menggunakan kekuatan nya membuat pelindung untuk putri mahkota.

"Kami tidak memiliki urusan dengan kalian, segera pergi jika tidak ingin mati di tangan kami." Ancam Do Huang bersiap menyerang.

"Aku yang seharusnya mengatakan itu!" Anabelle melesat menyerang ke arah Do Huang.

"Aura di tubuh kalian penuh dengan merah kehitaman, aku tidak berdosa jika membvnvh manusia seperti kalian!" Teriak Anabelle menyerang Do Huang.

Li yang melihat itu tersenyum tipis. Beberapa anak buah Do Huang menyerang ke arahnya, tapi dengan mudah ia melumpuhkan mereka semua.

"Siapa wanita ini." Decak Do Huang kewalahan.

Namun, ekor matanya melirik putri mahkota yang berusaha lepas dari tanah cengkraman nya.

"Aku harus menyelesaikan misi yang di berikan Kaisar."

Do Huang menyatukan tangannya, bibirnya bergerak membaca sesuatu.

"Hakkennn!!" Teriaknya.

Tanah bergetar, beberapa retak. Tapi retakan itu semakin besar ke arah putri mahkota.

"Yang penting adalah membunuh putri mahkota." Ujar Do Huang sembari melarikan diri.

"Sial, dia kabur!" Decak Anabelle hendak mengejar Do Huang, tapi segera di hentikan Bee.

"Tuan, misi utama anda adalah menyelamatkan putri mahkota." Ucap sistem imut itu.

Anabelle menghela nafas pelan. Kemudian melesat menyelamatkan putri mahkota.

Namun, justru Anabelle yang terluka oleh serangan Do Huang.

...

"Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?" Yuwei berlari menghampiri Tuannya. tidak peduli degan kedua tangan nya yang terluka parah.

Zhao Shi meraba perutnya. "Yuwei, apakah bayi dalam kandungan ku baik-baik saja?"

Anabelle meraih pergelangan tangan Zhao Shi dan memeriksa denyut nadi wanita itu.

"Tenang saja, bayi dalam kandungan mu baik-baik saja. Namun...." Anabelle tidak melanjutkan ucapannya.

"Terima kasih telah menyelamatkan kami, Tuan... Nona...." Ujar Zhao Shi kepada Anabelle dan Li.

"Sepertinya orang-orang putri mahkota telah di bunuh semua. Sebaiknya melanjutkan perjalanan besok pagi." Ucap Li.

Putri mahkota dan Yuwei menatap sekeliling mereka. Benar saja, para prajurit termasuk Yujin telah mati.

"Yang Mulia, di depan sana ada sebuah penginapan. Kami akan mengantar anda ke sana."

"Sekali lagi, terima kasih."

Li hanya tersenyum menanggapi. Setelah nya mereka pergi ke penginapan yang di maksud Li. Penginapan Qin Li.

...***...

Setelah mengantar putri mahkota ke penginapan, Anabelle dan Li menuju penginapan Kenhua.

"Barang yang harus kita curi adalah anggrek ilusi."

"Anggrek ilusi?"

"Serbuk dari bunga ilusi, bisa membuat seseorang yang menghirup nya berilusi. Meski ilusi, orang-orang yang terjebak oleh serbuk bunga itu tidak bisa kembali." Ujar Li menjelaskan.

"Berhati-hatilah. Jangan menghirup serbuk bunga itu. Atau bersentuhan langsung dengan bunga nya." Peringat Li.

"Aku mengerti. " Anabelle melompat ke atas atap.

"Siapa di sana?" Seorang penjaga mengarahkan pedang ke arah Li.

Li tersenyum tipis sembari mengeluarkan pedangnya. "Waktu bermain di mulai."

Setelah berhasil masuk melalui atap. Anabelle menyelinap masuk ke dalam sebuah kamar yang di beritahu Li. Kamar dengan corak anggrek di pintu nya.

"Jadi, ini anggrek ilusi?" Gumam Anabelle memperhatikan bunga anggrek berwarna putih.

Anabelle hendak meraih bunga anggrek tersebut. Namun, tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke arahnya.

"Berani sekali ingin mencuri bunga berharga ku!" Teriak seorang pria berparas tampan.

Pria itu menerjang ke arah Anabelle dengan pedang di tangan nya. Anabelle segera meraih bunga anggrek di hadapannya.

Namun, ketika Anabelle hendak kabur, Joshua, pria itu berhasil melukai kakinya dengan pedang.

"Mau kemana kau? Scarlett Shadow!" Joshua kembali menyerang Anabelle dengan pedangnya.

'brak'

Tubuh Anabelle terhempas dan menghantam tembok hingga retak.

"Sialll...."

1
Rini Alya
betulll loncat² ceritanya
Nonik Anda Swl
mou young yan
Nonik Anda Swl
dia berkultivasi, tp masih kalah? seriously? sungguh mengecewakan sih
Ulufi Dewi
kak tlong dong lanjutkan cerita ini jangan digantungin sayang banget pdhal bagus..... bnget ceritanya....... please kak author yang baik dan tidak sombong.........
Alan Banghadi
Thorr kapan Anabelle itu kuat,kasihan Putri mahkota kalo sampe Dy mati dan anaknya
Alan Banghadi
Di pria rambut perak benar2 menjijikkan🤮
Alan Banghadi
Anabella akhirnya bisa membuka meridian yg tersegel.
bahkan Dy master kultivasi hebat banget👍🏻🥰
Alan Banghadi
Rasain kamu lucky
Osie
setelah sekian purnama terlewati..juling mataku intip i icerita tapi blm ada juga lanjutannya..yuhuuu mana ya yg punya rumah /CoolGuy//CoolGuy/
D Purba
dia terlalu malas berkulavikasi
Shinta Dewiana
seruuuu.....
Shinta Dewiana
makanya axelo mulut tu di jaga...kan pusing sendiri...
Shinta Dewiana
ha...ha...ha.....kasihan kamu axelo..
Shinta Dewiana
waduh malah dia anak mentri laksana..
Shinta Dewiana
seru
Shinta Dewiana
si topeng li naik kuping....
Shinta Dewiana
dewa pengobatan..
Shinta Dewiana
hedeh putra mahkota...dasar bodoh
Shinta Dewiana
huh si topeng perak ini emang harus musnah...
Shinta Dewiana
tuhkan jangan lama2 pandangnya nanti jatuh cinta..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!