NovelToon NovelToon
Let'S Build Village With System

Let'S Build Village With System

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Tanah Kosong / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:145.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Daily, 00:06 WIB / Libur: Setiap hari Jumat dan hari besar 🙏

Sinopsis:

Di era perang, Nolan seorang putra sulung dan calon pewaris dari keluarga bangsawan ternama harus menghadapi sebuah kenyataan pahit.

Sebuah Karunia Ketrampilan yang tidak berguna harus diterima oleh Nolan yakni Constructor System.

Malah, Karunia Ketrampilan yang diharapkan keluarga nya jatuh kepada Adik tirinya, Paul.

Sehingga membuat Nolan diasingkan ke Wilayah perbatasan yang dimana terkenal tandus dan tidak ada kehidupan manusia disana.

Setibanya disana,Karunia Ketrampilan milik Nolan bangkit dan dia pun membangun desa di wilayah tersebut.

Sebuah desa yang memiliki fasilitas lengkap, gedung yang tinggi dan pasukan yang kuat.

Ini lah kisah dari seorang Putra Bangsawan yang terasingkan, Nolan Lionheart.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 | Membuat Senjata dan Shanti

...Chapter 21 | Membuat Senjata dan Shanti...

Ketrampilan menu Custom merupakan salah satu ketrampilan yang disenangi oleh Nolan lantaran dengan menu ini, Nolan bisa berkarya untuk kemajuan desa nya.

Salah satu pedang dan kini, dia juga membuat tombak dengan mengunakan kayu hitam.

Ditengah Nolan membuat tombak, Elsa yang tidak sengaja melewati Nolan. Dia pun sontak tersenyum saat Nolan dengan membuat sesuatu yang tidak dia ketahui.

Maka, Elsa dengan wajah yang gembira. Dia menghampiri Nolan.

"Selamat pagi, Kades! Kamu sedang apa?"

Mendengar itu, Nolan menghentikan aktifitas nya dan menunjukkan yang dikerjakannya.

"Aku sedang membuat tombak."

Melihat itu, Elsa sontak terkejut.

"Ah?! Tombak? Kamu bisa membuat senjata."

Nolan tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.

"Ehh ... Luar biasa!"

Elsa pun langsung duduk disamping Nolan.

"Lalu, senjata apa saja yang sudah buat?"

"Baru pedang dan tombak ini."

Mendengar kata pedang, tatapan Elsa sontak antusias.

"Pedang?! Pedang seperti apa?"

Nolan pun mengeluarkan pedang kayu hitam dari Storage nya dan memberikan kepada Elsa.

"Ini Pedang dari kayu hitam."

Elsa menerima dan memeriksa nya.

"Jadi, pedang ini terbuat dari kayu hitam."

Nolan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Elsa yang melihat itu, dia pun terpikir sesuatu.

"Kades, bisakah kamu membuat pedang Rapier? Agar aku bisa mengunakan nya juga," pinta Elsa dengan senyuman kecil.

"Iya, aku akan buatkan."

"Benarkah? Hore! Aku jadi tidak sabar mendapatkan senjata hasil tangan dari No-, Bukan, Kades."

Nolan dan Elsa pun saling bertukar senyum. Setelah itu, Nolan membuat senjata pedang Rapier dengan mengunakan custom yang tentu saja ditemani oleh Elsa.

Elsa yang melihat proses nya, dia pun terkagum-kagum dengan Nolan dan tidak membutuhkan waktu lama, pedang tipis pun terbentuk.

"Ini sudah selesai," ucap Nolan seraya memberikan pedang Rapier kayu hitam.

"Wuahh ... Keren! Meski berbentuk hanya warna hitam tapi aku bisa merasakan kehangatan pembuatan nya," ucap senang Elsa seraya memeluk pedang Rapier kayu hitam nya tersebut.

Tak lama kemudian, Bernard dan Germ yang sedang patroli datang dan menyapa Nolan.

"Selamat siang, Tuan Kades!"

"Oh, Bernard. Germ. Selamat siang juga," jawab ramah Nolan.

Germ yang memiliki sifat pemalu, dia menundukkan kepalanya dan menjawab pelan.

"Selamat siang juga, Tuan Kades."

Germ seorang gadis berusia 17 tahun, memiliki postur tubuh yang tinggi dengan kulit sawo mateng serta memiliki rambut putih sedang dan Germ memiliki Karunia Skill - Spear Master.

Meski Germ pemalu saat berbicara dengan orang lain namun, saat latihan dan memegang tombak kepribadian nya langsung berubah.

Kehadiran Bernard dan Germ membuat Elsa terbesit sebuah ide.

"Kades, selagi anda Bernard dan Germ. Kenapa anda tidak mencoba senjata yang ada buat?"

Bernard yang mendengar itu sontak terkejut, "Ah, membuat senjata? Saya jadi penasaran."

"Tidak. Aku hanya iseng saja."

Meski begitu, Bernard masih menatap Nolan dengan penuh antusias untuk melihat senjata yang dibuat Nolan.

Nolan pun menghela nafas panjang dan dia memberikan pedang kayu hitam kepada Bernard.

"Baiklah, ini untuk mu."

"Wuahh ... terimakasih, Tuan Kades," sambung Bernard seraya menerima pedang dari Nolan.

Setelah itu, Nolan juga memberikan tombak kayu hitam kepada Germ.

"Germ, ini untuk mu juga."

Germ pun terkejut dengan wajah yang memerah, dia menerima tombak kayu hitam. Tapi, dia masih belum ragu.

"Ini benar untuk saya?"

"Tentu saja. Ini untuk mu, Germ."

"Wuuaaa ... Terimakasih, Tuan Kades. Saya berjanji kepada anda kalau tombak ini akan saya simpan baik-baik dan tidak akan pernah saya gunakan untuk bertarung."

Mendengar itu, Nolan pun terheran.

"Eh? Kenapa begitu?"

"Karena ini senjata pertama yang tuan Kades berikan kepada saya dan ini sudah menjadi Harta Karun. Bukan, ini lebih dari itu. Ini adalah pusaka yang akan saya wariskan kepada anak-anak dan cucu-cucu saya," ucap Germ dengan penuh semangat.

Nolan menghela nafas panjang, "Tidak. Tolong gunakan saja tombak itu!"

Germ pun menundukkan kepalanya, "Baiklah. Saya mengerti tuan Kades."

Sikap Germ itu membuat Elsa dan Bernard tertawa kecil begitu juga Nolan.

"Karena semua nya sudah dapat senjata. Ayo kita latih tanding!" seru semangat Elsa.

"Oh, Baiklah, Nona Elsa. Saya tidak akan kalah!" sambung semangat Bernard.

"Saya juga," sambung Germ.

Setelah itu, mereka pertiga pergi ke lapangan tanding dan saling adu kemampuan disana.

Nolan yang melihat itu, dia pun tersenyum bangga terlebih lagi senjata yang dibuat nya memang lah kuat bahkan saat diadu dengan pedang besi, pedang kayu hitam masihlah lebih kuat.

Akan tetapi, ada kelemahannya. Senjata Kayu hitam tidak bisa di buat untuk membunuh karena ketajaman masih jauh dari ketajaman sebuah logam.

Mengetahui itu, beberapa swordman dan spearman desa meminta senjata yang sama. Nolan pun tidak bisa menolaknya hingga membuat pedang dan tombak kayu hitam cukup banyak sampai-sampai menghabiskan semua kayu hitam.

Selama proses itu, para bandit yang penjara malah salah fokus dengan pekerjaan Nolan.

"Hei, apakah disini sebenarnya tempat pembuatan senjata?"

"Tidak. Ini memang penjara tapi ..."

....

Semua bandit pun hanya bisa terheran-heran dan menyadari bahwa desa yang mereka serang sebelumnya bukanlah desa biasa.

Setelah membuat banyak senjata, semua prajurit langsung berlatih di lapangan tanding dan Nolan pun sedang menyaksikan nya.

Ditengah itu, Nolan mendengar suara wanita yang asing dari sihir telepati.

"Permisi. Tuan Kades, anda kah ini?"

Nolan yang mendengar itu, dia sontak melihat sekitar nya namun, tidak ada dan ditengah itu, Sekertaris membantu menjawab kebingungan Nolan.

...[Lapor. Ada sihir telepati yang memasuki pemikiran anda. Apakah anda ingin memblokir nya?]...

Mendengar penjelasan Sekertaris, Nolan langsung bisa menebak nya dan dia pun menjawab.

"Ini komunikasi telepati dan mungkin kah, kamu wanita yang selalu berkomunikasi dengan Beru?"

"Iya, benar sekali. Tuan Kades," jawab Shanti.

"Jadi, bukan kah lebih baik kamu memperkenalkan diri mu dulu," ucap Nolan didalam telepati nya.

"Saya Shanti Kinneas. Pemilik dari Karunia Skill Telepati."

"Kinneas? Seperti nya, aku mengenal nama keluarga mu. Mungkin kah, kamu seorang bangsawan?"

"Iya, benar. Dahulu saya seorang bangsawan Akan tetapi banyak peristiwa terjadi hingga berakhir tinggal dan hidup sebagai bandit. Meski begitu, saya tidak pernah menyesal meninggalkan status bangsawan saya."

"Ehh ... Sungguh menarik."

Setelah itu, Shanti menceritakan tentang kehidupan nya meski, lokasi Shanti yang ada di ruangan fasilitas rehabilitasi dan Nolan di lapangan tanding, komunikasi telepati mereka cukup lancar.

Mendengar kisah hidup nya Shanti, Nolan pun mengerti suka dan duka nya.

"Aku mengerti. Jadi, apa rencana mu kedepannya? Dan, jika begitu kehidupan mu. Aku tidak akan membiarkan mu kembali menjadi bandit. Aku bisa membantu mu untuk menjadi petualang atau pedagang di kota besar."

"Saya juga tidak tahu. Tapi, sebagai permintaan maaf kepada anda. Izinkan saya tinggal di desa ini! Saya sungguh menyesal dengan perilaku saya selama ini dan seperti nya saya memang terlalu meremehkan dunia."

Nolan pun menghela nafas panjang, "Baiklah. Sebelum itu, bukan kah kita lebih baik bertemu langsung. Aku akan pergi ke ruang rehabilitasi."

"Baik, Tuan Kades. Saya tunggu."

Percakapan telepati pun berakhir, Nolan beranjak dari kursi nya dan pergi ke pusat rehabilitasi.

Disana, Nolan duduk berhadapan dengan Shanti yang tentu saja ada Nenek Mio yang sedang berdiri tegak di dekat pintu masuk.

Sebelum memulai pembicaraan, Nolan mengunakan penilaian terhadap Shanti.

...Ding!...

...[Penilaian....

...Nama: Shanti Kinneas....

...Ras: Manusia....

...Usia: 22 tahun....

...Kesetiaan desa: Rendah....

...Pekerjaan yang cocok: Komunikator....

...Karunia Skill: Telepati .]...

Melihat itu, Nolan tersenyum sendiri.

"Masih rendah kah? Apakah bisa dipercaya?" batin Nolan.

Namun, ucapan batin Nolan didengar oleh Shanti yang mana Shanti telah menginjak kaki Nolan sehingga perkataan didalam batin Nolan bisa didengar.

Memang mendengar ucapan batin seseorang merupakan salah satu kemampuan karunia skill telepati namun, ada persyaratan. Pengguna skill harus menyentuh target agar suara batin target terdengar.

"Tentu saja. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk tinggal di desa ini meski begitu, saya belum percaya Tuan Kades dan warga desa ini sepenuhnya," jawab Shanti melalui telepati nya.

"Baiklah. Kali ini aku percaya kepada mu akan tetapi, jika kamu berakhir dengan pengkhianat maka aku tidak segan-segan untuk menjual mu sebagai budak."

"Baik. Tuan Kades," jawab Shanti.

"Dan ... Ada sesuatu yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan kepercayaan ku dan warga desa."

"Apa itu?" tanya Shanti.

"Bantu Nenek Mio untuk menyakinkan rekan-rekan bandit mu termasuk Edgar. Jika tidak, aku akan menjual akan menjadi kalian budak dan menjual kalian."

"Iya, saya mengerti."

Dalam percakapan itu, Nenek Mio tidak mendengar satu kata pun dan sedikit terheran dengan tatapan Nolan dan Shanti.

"Sebenarnya, apa yang mereka lakukan?" gumam Nenek Mio.

Setelah itu, Nolan menoleh kearah Nenek Mio

"Nenek Mio, mulai saat ini. Gadis ini akan membantu nenek untuk rehabilitasi para bandit. Selain itu, dia memiliki karunia skill Telepati."

"Oh, benarkah. Luar biasa! Selama nenek hidup, baru kali ini bertemu dengan banyak pemilik Karunia Skill yang luar biasa," ucap kagum nenek Mio.

Lalu, Shanti pun tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.

"Nenek Mio, mohon bimbingannya!"

Melihat itu, Nolan dan nenek Mio saling bertukar senyum.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Peter 💫⚡
Raja Inggris Richard The Lion heart
Yahya
lah iya baru sadar updatenya di tahun 2023
Yahya
kenapa namanya ga paul walker
LightDoor
bjirlaah wkwk
miyamura kun~
ayo dong up Thorr😕
miyamura kun~
up nya lagi kapan Thor?
Whisnu Grenaldo
saya barusan baca hari ini, tapi manganya masih hitam putih
Yahya: namanya manga ya kebanyakan hitam putih

btw judulnya apa
total 1 replies
helminst
keren
Armansyah HI Waleng
update nya Thor..
soal uda terlanjur suka nih dg karyanya
Armansyah HI Waleng
astro boy jg boleh tuh thor
Armansyah HI Waleng
sehat selalu author
Armansyah HI Waleng
mintol up nya Thor..
karyamu type gw bwuangettt...
Armansyah HI Waleng
wish keren keren..
semoga next up nya tdk mengecewakan 🥲
Armansyah HI Waleng
keren keren
Boikot MC NAIF dan TOLOL
ooo,, foto anime si petani sayur 😀😀😀
♡~Yuki.nur019
wehh 🗿 mohon jangan
♡~Yuki.nur019
es itu batu juga author 🗿... tukar aja seperti kayu tipis, atau buah-buahan, ataupun buat ianya seperti Salji ☃️ yang keras tapi tetap mudah di belah
♡~Yuki.nur019
hm....
♡~Yuki.nur019
semoga penampilannya nanti sesuai dengan nama Lionheart, huhuhu dan semoga ianya seperti foto Book nya
Kang Comen
paket paket paket
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!