Alana Novela gadis cantik berkacamata yang terlihat cupu di hadapan orang-orang yang selalu memandangnya dengan spele, Alana seorang anak yang selalu dibeda-bedakan oleh ibu tirinya.
Semula kehidupan Alana yang terlihat bahagia dan manis bersama kedua orang tuanya sirna saat Alana harus menghadapi kenyataan bahwa ia terlah kehilangan sang ibu untuk selamanya, dan itu pula yang menjadi awal mula perubahan hidup Alana karena sang ayah yang ingin menikah lagi dengan seorang wanita beranak satu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_nnadilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Dalam perjalanan menuju kediaman Regan suasana mobil begitu hening, Regan maupun Alana tidak ada yang bersuara sedikitpun.
Sesampainya di rumah Alana keluar dan berjalan masuk tanpa menunggu Regan, mbok sum yang melihat itu merasa heran dan khawatir dengan keadaan nona nya.
"Tuan nona," ucap mbok sum.
"Alana baik-baik saja mbok." Jawab Regan membuat mbok sum bernafas lega.
Regan berjalan menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamar nya, di kamar ia tidak melihat Alana mungkin istrinya itu sedang mandi.
Alana keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar, Regan tersenyum tipis sangat tipis sampai Alana tidak menyadari jika saat ini Regan sedang tersenyum.
"Kamu marah?" Tanya Regan, Alana melirik Regan sekilas lalu duduk di bibir tempat tidur tanpa mempedulikan kehadiran lelaki nya.
"Alana saya sedang bicara dengan kamu." Ucap Regan.
"Apa?" Sahut Alana.
"Kenapa keluar dari kamar, hmmm?" Tanya Regan.
"Kenapa kalau aku keluar dari kamar?" Ucap Alana kembali ke mode menyebalkan.
"Al," panggil Regan mencoba sabar.
Si*l kenapa Regan terlihat benar-benar sabar jika berhadapan dengan Alana? Padahal dengan oma dan opa nya Regan berani memakai emosi.
"Kalau aku gak keluar dari kamar aku gak akan tahu tentang mbak Alma," ucap Alana membuat Regan menatap nya.
"Apa yang ingin kamu tahu tentang Alma?" Tanya Regan, tatapan teduh Regan justru membuat Alana ciut.
"Banyak, siapa dia dan bagaimana dia bisa hamil, kenapa juga oma dan opa berpikir kalau itu anak kamu?" Ucap Alana kini hatinya takut, ya takut jika Regan berkata dirinya yang menghamili Alma.
"Alma kekasih saya, soal hamil anak yang di kandung oleh Alma bukan anak saya." Ucap Regan jujur.
"Benarkah?" Tanya Alana, saat berhadapan dengan Nadia dirinya bisa percaya itu bukan anak Regan.
Namun saat berhadapan dengan Regan kenapa ia merasa dirinya tidak puas dengan jawaban Regan, Alana ingin Regan benar-benar memberikan buktinya.
"Saya tidak pernah menyentuh Alma Alana." Balas Regan lagi.
"Ck, bagaimana mungkin." Cibir Alana, wanita itu berdiri dan kini keduanya berhadapan.
"Maksudnya?" Tanya Regan.
"Kamu sangat mencintai mbak Alma kan, kata tante Nadia kamu juga rela menyusul mbak Alma keluar negeri. Lalu apakah mungkin jika kalian tidak bersentuhan sementara kamu begitu mencintai dia." Ucap Alana, Regan tersenyum mendengar perkataan sang istri.
"Kamu cemburu?" Tanya Regan.
"Apa, enggak!" Ucap Alana, ia memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Regan.
"Saya memang mencintai Alma, tapi cinta bukan untuk merusak kan?" Ucap Regan, Alana merasa hatinya sakit saat Regan mengakui perasaannya.
"Regan," panggil Alana.
"Hmmm," balas Regan menatap Alana.
"Ayok kita berpisah," balas Alana lagi.
"Al," ucap Regan tak terima.
"Ayok kita berpisah Regan dan berhenti untuk saling menyakiti," ucap Alana lagi.
"Al kita tidak sedang saling menyakiti!" Ucap Regan.
"Itu menurut kamu kan," ucap Alana.
"Kenapa kamu ingin berpisah?" Tanya Regan, ini bukan kali pertama Alana minta berpisah.
"Aku, aku hanya ingin kamu mengejar cinta kamu." Balas Alana.
"Selain itu oma dan opa juga tante kamu gak suka kamu menikah dengan aku Regan, berhenti membuat keluarga kamu kacau." Ucap Alana.
Regan menatap Alana, ia tahu Alana terluka saat ia mengatakan jika dirinya mencintai Alma. Namun itu dulu dan saat ini dunia Regan sudah di isi oleh Alana seorang.
"Al, cinta saya saat ini itu kamu." Ucap Regan membuat Alana terbelalak.
"H-hah," bengong Alana.
"Soal oma dan opa itu tidak penting, yang terpenting untuk saya itu restu mama dan daddy." Ucap Regan lagi.
"Tapi mbak Alma sedang mengandung anak kamu Regan." Ucap Alana.
"Itu bukan anak saya Alana, jika kamu yang mengandung itu sudah pasti anak saya." Ucap Regan berhasil membuat pipi Alana merona.
"Jangan ngaco!" Sengit Alana.
"Apa?" Ucap Regan lagi.
"Jangan macam-macam Regan!" Ucap Alana berjalan mundur.
"Hanya satu macam Al." Balas Regan lagi, ia merengkuh tubuh Alana kedalam pelukannya.
"Gak usah macam-macam ya, aku gak mau kamu sentuh aku sebelum kamu kasih bukti kalau kamu bukan ayah dari anak mbak Alma." Ucap Alana, Regan menatap Alana dengan senyum smirk nya.
"Saya sudah dapat buktinya," ucap Regan.
"Mana?" Pinta Alana polos dan.
Cup, Regan mengec*p b*b*r Alana yang sudah menjadi candu untuk nya.
Alana terbelalak dengan tindakan Regan, ia mencoba untuk memberontak namun tenaga Regan lebih besar.
"Tua-n," mbok sum refleks menutup matanya melihat jika Regan dan Alana sedang bercu*bu.
"Mbok ada apa?" Tanya Renata yang ternyata berkunjung kerumah Regan.
"A-anu non," ucap mbok sum bingung.
Renata yang penasaran mendekati mbok sum dan terbelalak melihat kebrutalan Regan kepada Alana, pintu kamar Regan yang tidak tertutup membuat orang lain bisa tak sengaja melihat nya.
"Sejak kapan kakak ku menjadi bringas seperti itu." Ucap Renata bergidik ngeri, ia mengajak mbok sum untuk pergi dari sana.
"Semenjak ada nona Alana tuan menjadi," ucap mbok sum membuat Renata menoleh.
"Apakah dia sudah benar-benar mencintai kak Alana sekarang," ucap Renata merasa senang.
"Sepertinya tuan memang sudah jatuh cinta dengan nona muda." Ucap mbok sum.
"Mana Regan?" Tanya mama Amanda.
Setelah kejadian tadi di rumahnya nyonya Amanda merasa tidak tenang, wanita itu teringat dengan perasaan Alana tentang kata-kata Nadia.
"Mah sebaiknya kita kesini lagi nanti." Ucap Renata.
"Kenapa kita sudah ada di sini iya kan dad." Ucap mama Amanda.
"Iya sayang, kita tunggu saja kakak kamu." Ucap daddy Tomi.
"Sudah kamu diam biar mama yang susul Regan," ucap mama berjalan menaiki anak tangga, sementara Renata dan mbok sum saling memandang.
"Regan to-longh," lirih Alana kalang kabut menghadapi kebrutalan suaminya.
"Berhenti meminta pisah dan berhenti mengatakan jika kamu tidak ingin aku sentuh." Ucap Regan, kini posisi Regan sedang berada di atas Alana.
"Iyaaa, aku salah minta pisah sama kamu. Gak lagi-lagi janji," ucap Alana, ia frustasi karena Regan terus mengendus lehernya yang membuat Alana meremang.
"Reg-an," ucap mama terbelalak melihat posisi kedua anaknya.
Meskipun mereka masih memakai pakaian yang lengkap tanpa ada yang terbuka, namun kemeja yang Alana kenakan sangat berantakan bahkan beberapa kancing kemeja Alana terlepas.
"Ma-mama," lirih Alana dan Regan terkejut.
"Lain kali pintunya di tutup nak," ucap mama menutup pintu kamar putranya dengan mata tertutup.
"Assh, awas." Ucap Alana mendorong tubuh Regan hingga lelaki itu terbangun.
"Kenapa?" Tanya Regan.
"Ini semua gara-gara kamu!" Balas Alana kesal.
"Ck, tapi kamu suka kan." Goda Regan, lagi-lagi membuat wajah Alana merona.
"Berisik ya Regan," Sengit wanita itu merapikan pakaian nya dan berjalan keluar dari kamar.
.
.
.
.
.
N: Regan sopan kah begitu nak 😌
A: Sopan kok kan udah nikah 😅
N: Anj*r Thor😢
A: 😅😅😅