NovelToon NovelToon
INVESTIGASI TEMARAM SENJA

INVESTIGASI TEMARAM SENJA

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yunia

Seorang wanita muda sengaja menyembunyikannya identitasnya, ia bernama YULIANA ALANA, ia ingin menyelidiki kematian orang tuanya menurutnya tidak wajar, ia ingin mengambil perusahaan papanya yang diambil Pamannya setelah kematian orang tuanya, segala rintangan ia hadapi saat ingin mengambil kembali perubahan orang tuanya
Setelah ia menyelidiki ia menemukan bukti yang mengarah pada kemungkinan bahwa kematian orang tuanya adalah ulah dari keluarga besar sang ayah.
Semua anggota keluarga besar mengakui kesalahannya dan menerima konsekuensi.

YULIANA ALANA mengambil kembali kendali atas perusahaan dan mengembalikan kehormatan keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Setelah selesai menghubungi bosnya anak buah Wijaya pergi dari depan rumah Rendi.

Sementara itu Wisnu mengintai kembali dari jendela rumah Rendi, merasa sudah aman Wisnu pamit pulang.

"Bro aku pulang dulu," ujar Wisnu.

"Iya, hati hati di jalan," jawab Rendi.

"Oke," ujar Wisnu lalu ia pulang, sesampainya Wisnu di kontrakan ia segera menceritakan semuanya kepada Fani.

"Gawat, berarti Wijaya sudah tau kalau kamu korupsi di kantornya, kita dalam bahaya, Wijaya tidak akan melepaskan kita," kata Fani gusar.

"Jadi kita harus bagaimana?" tanya Wisnu.

"Kita harus pergi secepatnya," jawab Fani.

"Jadi bagaimana dengan rencana kita?" tanya Wisnu kembali.

"Rencana kita di tunda dulu untuk sementara, kita harus bersembunyi nanti setelah aman baru kita pikirkan lagi rencana kita kedepannya," ujar Fani.

"Kita pergi sekarang?" tanya Wisnu.

"Tidak, kita pergi besok pagi, kamu besok pergi ke kantor seperti biasa, lalu kamu cairkan uang untuk modal kita pergi, setelah itu baru kita pergi," kata Fani memberi saran.

"Iya juga ya," jawab Wisnu dengan nada senang.

Sementara itu saat ini Sesa menyuruh Alvin keruangan papanya karena papanya yang meminta, Dengan hati bertanya-tanya Alvin pergi keruangan kerja papanya.

"Ada apa papa memangilku?," tanya Alvin setelah sampai di ruangan papanya.

"Sejak kapan kamu tau ada kecurangan di kantor?" tanya Wijaya sambil memperhatikan wajah anaknya.

"Dua hari setelah Dea bekerja," jawab Alvin jujur.

"Siapa yang pertama tau kalau ada kecurangan di kantor?" tanya Wijaya lagi.

"Kakak Dea yang mengetahui lebih dulu karena kakak Dea yang memeriksa data keuangan di hari pertama ia bekerja setelah itu ia memberitahuku esoknya," jawab Alvin kembali. Wijaya kecewa mendengar jawaban anaknya, ia pikir Alvin yang mengetahui pertama ternyata Dea tadinya ia sempat bangga kalau Alvin yang mengetahui pertama, Wijaya jadi penasaran siapa sebenarnya Dea, lalu Wijaya bertanya.

"Kamu kenal dia dimana?" tanya Wijaya.

"Kebetulan aku bertemu dengan kakak Dea saat aku kabur kemarin dari situ aku berteman dengannya,'' jawab Alvin kembali.

"Ya sudah kamu keluar dari ruangan Papa, papa hanya bertanya itu saja," ujar Wijaya. lalu Alvin keluar dari ruangan papanya.

"Dasar Papa sialan aku diusir setelah tidak dibutuhkan lagi," gumam Alvin sambil keluar dari ruangan papanya.

Sedangkan Wijaya memikirkan siapa Dea, kelihatannya ia orang pintar, pikir Wijaya.

Esoknya Wisnu pagi sekali sudah masuk ke kantor, ia sengaja datang pagi sekali karena ingin mengurus penarikan uang perusahaan Grand Alana menjadi miliknya. Wisnu mengurus dengan cepat, setelah itu ia mencairkan uang dari bank, sedangkan Putra melihat Wisnu seperti mencurigakan ia segera melapor kepada Wijaya.

"Halo Pak, sepertinya Wisnu baru saja mencairkan uang perusahaan," kata Putra mengadu.

"Sial! aku kalah cepat dengan Wisnu, apa dia sudah tau kalau aku sudah mengetahui kecurangannya sehingga dia mengambil uang dari perusahan," kata Wijaya dalam hati.

"Halo Pak, bapak masih di sana?" tanya Putra kerena Wijaya diam saja.

"Kamu coba cek, berapa yang dicairkan Wisnu!" kata Wijaya.

"Baik, Pak," jawab Putra. Lalu Wijaya mematikan sambungan teleponnya. Lalu ia menghubungi anak buahnya.

"Halo Bos," jawab Tomi dari sebrang sana.

"Kalian geledah rumah Wisnu!" kata Wijaya.

"Baik, Bos," jawab Tomi. Lalu Wijaya mematikan. teleponnya.

Sedangkan Wisnu buru buru pulang ke kontrakannya, sesampainya ia di kontrakan Fani sudah bersiap.

"Bagaimana kamu berhasil?" tanya Fani penasaran.

"Sip, kita tinggal berangkat," jawab Wisnu lalu mereka pergi.

Saat ini Putra masuk keruangan Wijaya memberitahu berapa uang kantor yang di ambil Wisnu. Wijaya sangat terkejut setelah mengetahui Wisnu mengambil uang begitu banyak dari kantornya.

"Sial! Wisnu tidak boleh lolos!" kata Wijaya. lalu ia menghubungi anak buahnya.

"Halo, Bos," jawab Tomi.

"Dimana kalian apa kalian sudah menemukan Wisnu?" tanya Wijaya.

"Kita kecolongan Bos, semalam saat kami membuntuti Wisnu, ia tau kami membuntutinya karena itu ia pergi kerumah temannya, ternyata ia semalam mengelabui kami pergi ketempat temannya sekang kami ada di kontrakan Wisnu ternyata ia sudah pergi dari kontrakannya," jawab Tomi.

"Kalian memang bodoh!" kata Wijaya lalu mematikan sambungan teleponnya.

"Bagaimana caranya kita menemukan Wisnu?" tanya Wijaya.

"Biar saya yang mengurus Pak," ujar Putra.

"Oke kalau begitu aku serahkan urusan Wisnu kepadamu," kata Wijaya.

"Baik, Pak," jawab Putra. Lalu putra keluar dari ruangan Wijaya. Sesampainya Putra di ruangannya ia menghubungi polisi dan dan anak buahnya agar semua alat transportasi udara maupun darat di periksa. Putra yakin kalau Wisnu saat ini dalam perjalanan keluar dari kota ini.

Saat ini Wisnu dan Fani baru turun dari taksi, mereka sudah sampai di bandara.

"Kok di bandara ini banyak polisi ya?" tanya Wisnu kepada Fani.

"Tidak tau, ayo cepat kita harus pergi tidak usah ngurusin polisi kita selamatkan diri kita saja," jawab Fani sambil berjalan mendahului Wisnu. Wisnu berlari mengejar Fani.

Wisnu dan Fani di hadang beberapa polisi.

"Mana kartu identitas kalian?" pinta polisi. Terpaksa Wisnu dan Fani memberikan kartu identitasnya, mereka tidak curiga kalau mereka saat ini yang di cari polisi karena semua orang ikut di periksa.

Salah satu polisi berbisik kepada temanya, temanya menganggukkan kepala.

"Kalian kami tahan," ucap Polisi kepada Wisnu dan Fani. Seketika Wisnu dan Fani paham mereka yang di cari Wisnu dan Fani pandang pandang lalu Wisnu lari sekencang mungkin sedangkan Fani syok melihat Wisnu begitu berani lari dari kejaran polisi.

"Berhenti!" kata Polisi, tapi Wisnu tidak memperdulikan Polisi, Polisi menembak ke atas memberi peringatan.

Doorrrr!

Doorrrr!

Tapi Wisnu tidak memperdulikannya terpaksa polisi menembak kaki Wisnu.

Doorrrr!

Aaauuu!

Jerit Wisnu setelah kena tembak, tapi ia terus berlari dari kejaran polisi, Wisnu melihat lima polisi yang sudah dekat mengejarnya Lalu ia mengeluarkan pistolnya dan menembak polisi, dua polisi tertembak akibat mereka tidak menyangka kalau Wisnu membawa senjata, tiga polisi membawa dua temanya yang kena tembak, akhirnya Wisnu bisa lolos dari kejaran polisi.

Sedangkan Fani sudah dibawa ke kantor polisi, saat ini Polisi menghubungi Putra.

"Halo, Pak, apa mereka sudah diketemukan?" tanya Putra setelah menerima telepon dari Polisi.

"Kami sudah menahan salah satu dari mereka yang bernama Fani Nabila, sedangkan Wisnu lolos saat ini Wisnu masih dalam pencarian kami," jawab Polisi.

"Ya sudah kalau Wisnu sudah di ketemukan bapak hubungi saya!" ujar Putra.

"Baik, Pak," jawab polisi. Telepon terputus. Lalu Putra menghubungi Wijaya.

"Halo, bagaimana apa Wisnu sudah di ketemukan?" tanya Wijaya.

"Belum Pak, saat ini polisi masih mengejar Wisnu, tapi Fani sudah tertangkap saat ini ia di kantor polisi," jawab Putra.

"Apa Fani bekerja sama dengan Wisnu?" tanya Wijaya penasaran.

"Iya, Pak, mereka bekerja sama selama ini, Fani adalah kekasih Wisnu," jawab Putra. Wijaya terkejut mendengar kabar itu.

"Ya sudah, kamu urus semuanya," ujar Wijaya. Lalu mematikan sambungan teleponnya.

"Sial! Selama ini aku di tipu Fani, mereka bekerja sama ingin menguras hartaku, kenapa selama ini aku tidak menyadarinya," gumam Wijaya merasa geram.

1
Mister Y
aku mmpir kk, keren crtny
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jgn gugup Putra, semangat 👏👏
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
Putra awas tumpah2 air liur mu.. wkwk
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ: haha bisa aja cepet siapin baskom buat nadahnya 😂
total 1 replies
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
buang pikiran jelek mu Wijaya gak mungkin Alvin tidak menyayangi mu , mang y dirimu, Wijaya yg tidak meyayangi ibu angkatmu yg membesarkan mu😤
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
kamu termasuk salahnsatu laki2 terbodoh didunia Wijaya yg mau ajai kibulin oleh wanita, pakai ngamuk lg buang2 barang nikmatilah buah yg km tanam sendiri Wijaya
🔵Ney Maniez
gangguin ih nihh sepupu🤭🤭
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
akibat bermain api tuh km Wijaya, akhir'y km sendiri yg kena api y😏
nikmatilah api yg km nyalakan ke Fani, bs merembet kemana mana
𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
Wajar lah khawatir takut terjadi apa-apa dengan anak nya ya
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
wijaya gila bener ya...
Ney ѕ⍣⃝✰
trmksh atas crtny,,,
sngt menghibur🙏🤗
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Balas kematian ortu mu. Queen 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Queen seorang wanita yg sangat kuat 💪👍👍
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
ternyata saingan mu banyak y Putra 🤭
❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
bodoh km Wijaya jaman dah moderen, sekarang bisa tes asnsk siapa itu sebenarya yg Fani kandung, dr pd penasaran bikin hati gk tenang 😏
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ: emang bodoh tuh si Wijaya wkwk
total 2 replies
Ida Kitty
Amiin.. semoga samawa y putra.. Queen.. 🙏🤗

Ending yg bahagia.. 👍👍☺️
semangat terus berkarya k Yun.. ✊🤗
Ida Kitty
Bner2 istri idaman kmu Sela.. 🤗
Ida Kitty
tenang Queen, anggap j itu pemanasan hubungan kalian.. 😂
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
Nah untung cuma ditembak dikaki saja am Queen...
🥀⃟ʙʟᴀᴄᴋʀᴏsᴇ
haish.. fani mainnya grasak grusuk iyalah ketauan
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Karena sambutan telah terputus, maka mari kita langsung saja menikmati acaranya 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!