NovelToon NovelToon
Reach A True Eternity

Reach A True Eternity

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Persahabatan / Roh Supernatural / Harem / Fantasi Timur
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Multiverse

Kisah ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Yong Heng, kedua orang tuanya berharap jika anaknya memiliki umur yang panjang sebab itulah alasannya namanya disebut Yong Heng atau Abadi.

Di umur yang masih muda, kedua orang tua Yong Heng meninggal dunia disebabkan oleh wabah penyakit yang menyerang desa.

Dia selamat berkat sebuah cincin mewah berwarna hitam yang ditemuinya saat di pegunungan, ternyata di dalam cincin tersebut terdapat sisa roh dari seorang Wanita yang mengaku sebagai Sang Surga Tertinggi.

Wanita tersebut menelusuri takdirnya dan menemukan sesuatu yang mengejutkannya yaitu takdir yang tidak dikendalikan Dao, dia kemudian menyatakan ketertarikannya untuk membuat Yong Heng menjadi muridnya.

Yong Heng yang dimasa terpuruknya setuju untuk menjadi murid dari Sang Surga Tertinggi, kini dia bertujuan dalam mendaki Jalan Kultivasi untuk menjadi seorang Abadi yang tidak akan pernah mati!

Saksikanlah perjalanan Yong Heng menjadi seorang Abadi! Meskipun badai menerjang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Multiverse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Latih Tanding

Merasakan angin sejuk mengenai wajahnya, seketika pada saat itu juga Yong Heng membuka kedua matanya, dia menatap Yan Yueyin yang menatap wajahnya juga, mata mereka saling bertemu dan bertatapan dalam jangka beberapa waktu hingga akhirnya mereka tersadar.

Buk!

"Duh!"

"Aduh!"

Karena terkejut Yong Heng langsung bangun, namun berkat hal itu kepala mereka saling berbenturan dan merasa sakit di kening masing-masing.

"Maafkan aku Yin'er, apa kau tidak apa-apa? Apa kau terluka?" Yong Heng dengan khawatir bertanya mengenai kondisi Yan Yueyin, dia sama sekali tidak mengkhawatirkan dirinya sendiri.

"Haha, tidak apa-apa Yong Heng Gege. Aku hanya merasa sakit saja akibat benturan tadi, aku tidak terluka sama sekali." Ucap Yan Yueyin sambil mengelus keningnya yang terasa sakit.

Dia tertawa kecil menghadapi adegan ini, setelah berhenti tertawa akhirnya dia menyadari bahwa tubuhnya terasa sangat segar dan kuat bagaikan dia mengganti tubuh yang baru dan lebih kuat, mencoba beberapa pukulan ringan di udara kosong.

Woosh! Woosh!

Dampak yang disebabkan adalah menciptakan sebuah dorongan angin yang cukup kuat, dengan kekuatan yang dia punya saat ini apabila orang biasa terkena dampak anginnya saja maka itu sudah berakibat buruk baginya, kemungkinan tulang akan bergeser dari yang seharusnya.

"Ini... Aku merasa tubuhku 10 kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, lalu dengan kekuatan ini menurut kesimpulanku aku bisa melawan 5 orang di Ranah yang sama denganku saat ini yang artinya aku 5 kali lebih kuat dari Praktisi dengan basis kultivasi yang sama." Dia bergumam sembari mengepalkan tangannya yang dapat terlihat beberapa syaraf di kulitnya.

"Yong Heng Gege, bagaimana kalau kita mencoba berlatih tanding bersama?" Kata Yan Yueyin sambil mengeluarkan panah yang pernah dia gunakan semasa dalam tes keterampilan bertarung.

Yong Heng membalasnya dengan anggukan kepala menandakan bahwa dia setuju mengenai usulan Yan Yueyin, selanjutnya mereka berpindah tempat ke lokasi yang lebih luas, lalu membuat jarak yang cukup jauh karena Yan Yueyin adalah seorang pemanah yang menyerang dari jarak jauh.

Sementara Yan Yueyin mengenakan panah sebagai senjatanya, berbanding terbalik dengan Yong Heng yang menggunakan tubuhnya sebagai senjatanya, sebab keuntungan dalam teknik kultivasinya adalah memiliki manfaat seperti mengolah Teknik Pemurnian Tubuh.

Sehingga apa yang berharga baginya adalah tubuhnya sebagai seorang Praktisi, jadi dia harus selalu menjaga tubuhnya dari kotoran-kotoran yang dapat menghambat peredaran energi spiritual atau dia akan mengalami pembalikkan energi spiritual di satu tempat karena tertutupi oleh kotoran.

Yong Heng mengambil napas panjang, kemudian menyalurkan energi spiritual yang ada di Laut Spiritual menuju telapak kakinya.

Dia mengingat beberapa ajaran dari Xiao Hua untuk bisa mengendalikan energi spiritual meski pada saat itu dia sama sekali tidak bisa mengendalikan energi spiritual, dia hanya mempelajarinya secara teori jadi dia tidak terlalu yakin dengan keterampilannya saat ini.

"Satu... Dua... Tiga... Mulai!"

Woooshh! Woosh! Woossh!

Tap! Tap!

Tepat saat latih tanding dimulai, dengan keahliannya Yan Yueyin mengambil anak panah lalu menyerang Yong Heng dengan cepat menembakkan tiga anak panah, sementara itu Yong Heng yang baru pertama kali menggunakan energi spiritual untuk gerakan kaki menjadi tidak seimbang.

Kekuatan Spiritual yang dia salurkan terlalu banyak hingga mengakibatkan dia terpental hingga berlari dalam posisi yang miring, dia mencoba beberapa kali menyalurkan energi spiritual secara bertahap hingga akhirnya dia bisa tenang dan dalam kondisi seimbang tubuhnya.

Yong Heng menoleh ke atas dan menatap sebuah anak panah di langit, namun seketika anak panah tersebut meledak dan menghasilkan beberapa bongkah kristal es dan terbang ke arah Yong Heng.

Ctak! Ctak! Ctak!

Beberapa kristal es tertancap di tanah, karena kecepatan Yong Heng terlalu cepat sehingga dia dapat dengan mudah menghindari kristal es tersebut.

Namun yang menanti dia selanjutnya adalah anak panah yang melesat dengan cepat mengarah padanya, dengan kondisi kritis seperti itu dia dengan panik menyalurkan energi spiritualnya di tangannya untuk menahan serangan tersebut.

Ctak!

Krak!

Walaupun Yong Heng berhasil menahan anak panah tersebut dengan tangannya, tapi yang selanjutnya terjadi adalah anak panah itu membekukan tangannya dengan cepat dan menyebar ke otot-ototnya yang membuatnya merasa kaku dan kesakitan.

"Cih, ototku dibekukan!"

Dia membuang anak panah tersebut dan melanjutkan larinya, jaraknya dengan Yan Yueyin sekitar 70 meter jauhnya.

Yan Yueyin mengambil anak panah lagi dan menembaknya dengan kecepatan tinggi.

Yong Heng yang melihat serangan tersebut sekilas mengetahui bahwa anak panah itu hanyalah pengalihan saja, karena di anak panah tersebut tidak terdapat simbol spiritual tipe es yang sebelumnya Yan Yueyin gunakan.

Bukan menghindari ke samping, namun Yong Heng menundukkan kepalanya dan dapat melihat dua anak panah berlaju ke sebelah kanan dan kiri. Jika Yong Heng memilih salah satu tempat hindaran kanan dan kiri maka dia akan terkena serangan tersebut, untungnya dengan ketenangan yang luar biasa dia dapat berpikir jernih.

Dia segera berlari secara lurus agar lebih cepat sampainya, dia sekarang sudah membuat jarak yang sebelumnya adalah 70 meter menjadi 50 meter berkat keterampilannya.

Melihat anak panah berjumlah sangat banyak dia terkejut, dengan panik dia seketika berlari dalam pola zig zag mencoba untuk menghindari semua panah tersebut, selama perjalanan tersebut dia mendapati beberapa serangan yang mengenai pipi, tangan, kaki dan yang lainnya hingga merobek kulitnya.

Kecepatan berlarinya kini sudah melambat sebab diakibatkan oleh es yang membekukan ototnya sehingga sulit untuk bergerak, cukup sulit baginya yang baru saja menjadi seorang Praktisi untuk membagi beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Dia harus menyalurkan energi spiritual ke dalam kakinya, sementara yang lainnya menyalurkan energi spiritual ke lokasi di mana ototnya membeku bertujuan untuk mencairkan es tersebut agar tidak mengganggu pergerakannya lagi.

Setelah berjarak dalam 25 meter sebuah insiden terjadi, satu anak panah melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi, mungkin menyamai kecepatan suara sehingga Yong Heng sama sekali tidak menyadarinya.

Anak panah itu berhenti tepat beberapa cm di depan lehernya, Yong Heng yang menyadari hal itu meneguk ludah dengan kasar dan akhirnya memilih untuk menyerah.

"Yin'er, aku menyerah. Tak kusangka kau sangat kuat bahkan dengan kekuatanku yang 5 kali lebih kuat dari Praktisi dengan basis kultivasi yang sama denganku, padahal baru tiga hari kau memasuki Ranah ini dan mempunyai kekuatan di atas 5 orang..." Dia berkata dengan nada lemas dan merasa sangat kecil di hadapan bakat sejati dengan konstitusi bawaan yang sangat mengerikan.

Yan Yueyin yang mendengarkan pernyataan menyerah dari Yong Heng seketika menurunkan panahnya dan menyimpannya ke dalam tas kulit di pinggangnya, dia kemudian menghampiri Yong Heng dan berkata dengan sifat merendah. "Tidak, tidak, Yong Heng Gege jelas lebih mengerikan dalam bakat dibanding denganku. Aku hanya beruntung mendapatkan kekuatan ini, tidak sebanding dengan usaha yang Yong Heng Gege curahkan."42

"Hahaha..." Yong Heng tertawa kecil mendengar perkataan Yan Yueyin, namun sebaliknya dengan hatinya yang mengeluh akan perkataan Yan Yueyin. 'Yin'er... Kurasa kau harus lebih baik dalam mengatur omonganmu, kalau tidak maka kau akan memprovokasi banyak orang yang berusaha keras dalam kultivasi!'

Mereka berdua kemudian kembali ke pohon sebelumnya, sesampainya di sana Yong Heng merasa canggung dengan tatapan Lian Jing padanya, dia menatap dirinya degan tatapan yang datar.

"Haha, maafkan aku Lian Jing. Sepertinya kita bisa mencobanya lain kali, maafkan aku ya karena melupakanmu." Ucapnya sambil memegang erat Lian Jing dalam pelukannya, lalu mengelus-elus bulu Lian Jing yang membuatnya merasa nyaman dan melupakan masalah sebelumnya.

Setelah berbaikan dengan Lian Jing, Yong Heng dan Yan Yueyin segera mengambil keranjang makanan dan yang lainnya, mengambil tikar dan memastikan bahwa tidak ada yang kotor di bawah pohon tersebut, setelah memastikannya mereka berdua kembali ke kediaman Yong Heng.

"Umm..." Yan Yueyin meregangkan tubuhnya, "Sepertinya aku masih memiliki banyak tugas ya Yong Heng Gege, lebih baik kita cepat-cepat membersihkan tempat ini! Aku merasa tidak nyaman ketika melihat ruangan yang berantakan."

Yong Heng menghela napas panjang dan berkata dengan nada tidak nyaman, "Maaf ya Yin'er, aku membuatmu membersihkan kekacauan yang kubuat."

Yan Yueyin menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia tidak keberatan dan berkata dengan semangat, "Baiklah, kita harus cepat-cepat membersihkan ruangan ini dan selanjutnya Yong Heng Gege akan pergi ke Aula Informasi untuk melaporkan kondisimu saat ini."

"Benar, aku harus secepatnya melaporkan kenaikan ku menjadi seorang Praktisi kepada Aula Informasi." Dia berkata sambil tersenyum karena merasa semakin sibuk ke depannya, lalu bergumam, "Walaupun Senior Yan pasti sudah tahu mengenai aku yang menjadi seorang Praktisi, dari apa yang disampaikan Guru Hua jika ada beberapa orang yang menjaga diriku yang sedang berkultivasi di dalam kediaman..."

1
Asiyah Asiyah
hr prtm bljr merampok
Blue
mc nya masih manusia biasa tpi ga pantes percaya diri nya ketinggian
Pena Multiverse: Memang seperti itu awalannya, kalau langsung pintar dan tidak naif jadi tidak ada perkembangan sifat karakternya. Nanti setelah melakukan perjalanan, kemungkinan mengalami perubahan yabg lebih baik.
total 1 replies
Blue
Kadang terlalu percaya diri bikin geli
Razali Azli
mcnya terlalu percaya diri. harapnya perjalanan mc di awal berjalan mulus
Buang Sengketa
lumayan
anggita
👌👌👏👏..,,
anggita
hadiah 🌹 utk author. moga novelnya sukses.
anggita
gambar ilustrasi tokohnya 👌sip.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!