NovelToon NovelToon
Lolipop

Lolipop

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel / Romansa / Cintapertama / Penyeberangan Dunia Lain / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: just.penelop3

Ava Nandita adalah seorang remaja yang kaya dan cerdas namun terisolasi. Dia pecinta lolipop dan selalu membawa permen kesayangannya itu kemanapun dia pergi.
Suatu hari, Ava menemukan toko kecil di ujung jalan dekat tempat kursusnya. Dia membeli 2 toples besar berisi banyak sekali lolipop unik yang baru pernah dia lihat. Selain unik, lolipop ini ajaib. Setiap kali dia memakannya, dia bisa langsung pindah tempat dan waktu.
Awalnya, Ava terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi padanya. Tetapi kesempatan ini dia gunakan untuk menggali pengetahuan tentang sejarah dan berpetualang menjelajah tempat-tempat eksotis.
Namun suatu hari, Ava menemukan seorang pria di abad ke-19 bernama Ethan yang membuatnya jatuh cinta. Ketika dia semakin terlibat dengan Ethan, hatinya terbelah antara cinta dan kewajiban untuk kembali ke waktunya sendiri.
Apakah Ava akan tetap bertahan di abad ke-19 atau kembali ke tempatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon just.penelop3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mereka pun Tahu

“Mah, Pah, seminggu ini Ava ijin ngga kursus ya.” Pintaku.

Seperti biasa pagi hari di jam sarapan, adalah waktu yang terbaik untuk berbicara dengan orang tuaku.

“Alasannya apa, sayang?” tanya Papa.

Aku menjelaskan kepada Mama dan Papa alasanku. Dan meminta ijin untuk hari ini sepulang sekolah menemui Elisa.

“Ini bukan akal-akalan kamu saja kan Ava untuk pergi ke sana?” tanya Mama.

Mama terlihat sangat mencurigaiku semenjak aku hilang kontak selama dua hari itu. Terlebih lagi setelah aku memberitahu kenyataan akan petualanganku. Bisa dibilang antara curiga dan khawatir.

“Bukanlah, Mah.” Jawabku.

“Ngga boleh pulang lewat dari jam 8.” Ujar Papa tanda memberi ijin.

“Siap, Pah.” Ujarku senang. “Terima kasih.”

“Papa belum dapat tukar uang untuk usaha kamu.” Ujar Papa.

“Ngga apa-apa, Pah. Ava ke sana untuk mencari referensi tugas sekolah saja.” Ujarku.

“Papa usahakan akhir pekan ini ya, sayang.” Ujar Papa.

“Ok, Pah.” Ujarku. “Kalau gitu, Ava berangkat sekolah dulu ya, Pah, Mah.”

“Ngga dihabisin makanannya?” tanya Mama.

“Ngga, Mah. Ava kenyang banget. Ava harus jemput Dea dulu baru ke sekolah jadi harus berangkat sekarang.”

Aku pun pamit dan berangkat sekolah.

“Pah, Mama khawatir.” Ujar Mama.

“Ngga apa-apa, Mah. kan Mama sudah ketemu dengan Elisa dan James juga. Mereka anak yang baik. Ava juga tidak mungkin macam-macam.” Ujar Papa mencoba untuk menenangkan Mama.

“Tapi, Pah. Kalau ada apa-apa sama Ava gimana?” tanya Mama. “Kalau Ava tidak bisa kembail lagi, bagaimana?”

“Mama coba positif saja. Papa sudah minta Renata untuk mencari ahli atau dokter untuk masalah ini. Mama tenang saja.” Ujar Papa.

“Papa cerita ke Renata tentang Ava?” tanya Mama.

“Tidak, Mah.” jawab Papa.

“Papa cari di mana?” tanya Mama.

“Papa minta cari dari luar negeri, Mah.” jawab Papa.

“Mama ngga mau ada apa-apa sama Ava.” Ujar Mama. “Mama mau Ava hidup normal, Pah.”

“Iya. Mama tenang aja. Lebih baik kita percaya dan dukung Ava. Papa yakin akan secepatnya dapat ahli yang bisa menolong kita. Mama tahu kan Renanta jago mencari data.” Ujar Papa.

“Iya, Pah. Beruntung Papa punya sekretaris kayak dia.” Ujar Mama.

_____

Sepulang sekolah, El yang bersikeras ingin mengantarku pulang ke rumah, membuatku menelepon pak Jono agar tidak menjemputku.

Aku tidak bisa menolak permintaan El. Karena dia ingin mencari referensi denganku dan bahkan dia ingin ikut aku untuk mendapatkan referensi dari temanku. Bingung harus menceritakan pada El tentang kejadian yang aku alami atau berbohong padanya saja.

Namun sesampai di rumah, aku membawa El ke ruang kerja Papa. Aku sudah meminta ijin sebelumnya untuk memakai ruangan dan meminta saran tentang apa yang harus aku sampaikan pada El. Papa memintaku untuk jujur jika aku mempercayai El dan memintanya untuk merahasiakannya.

Aku percaya padanya. Dan ya aku memilih untuk jujur dan menceritakan semua pada El.

Namun El tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasanku.

“Ava, aku harus jujur, cerita kamu terdengar sangat fantastik. Tapi menjelajah ruang dan watu? Itu seperti cerita fiksi belaka.” Ujar El.

Aku mengerti keraguan El. Dan hanya melihatnya dengan wajah yang datar. Membuat El berhenti tertawa dan menyadari bahwa aku tidak sedang bercanda.

“Kamu serius, Ava?” tanya El.

Aku menganggukkan kepalaku.

“Aku percaya padamu, El. Jadi aku ceritakan ini.” Ujarku.

“Tapi ini tidak masuk akal, Ava.” Ujar El sambil menatapku dengan heran.

“Aku tahu.” Ujarku.

“Aku tidak bisa percaya.” Ujar El.

“Untuk membuktikannya, aku harus membawa kamu langsung ke sana dan kamu akan percaya pada akhirnya.” Ujarku.

“Pergi sekarang?” tanya El.

“Ya, aku sudah bilang aku akan ke rumah temanku untuk mendapatkan referensi. Dan kamulah yang bersikeras ingin ikut.” Jawabku.

“Bisakah kamu menungguku?” tanya El.

“Maksudnya gimana, El?” tanyaku heran.

“Aku akan kembali ke rumah untuk mengganti bajuku dan kembali lagi kemari. Beri aku waktu satu jam atau satu setengah jam.” Ujar El. “Dengan waktu itu, akan aku pergunakan juga untuk memikirkan matang-matang tentang hal ini.”

“Ok, El.” Jawabku. “Aku beri waktu hingga jam 5. Jika kamu tidak kunjung datang, aku akan pergi sendiri.”

“Ok. Aku akan mengirim pesan pada kamu juga Ava jika aku berubah pikiran.” Ujar El.

“Aku mengerti ini sulit untuk dipahami dalam sekejab.” Ujarku.

El pun kembali ke rumahnya.

Memang tidaklah mudah menerima sebuah kenyataan. Di dunia ini terkadang banyak hal yang kita tidak pernah ketahui. Dan saat kita mengetahuinya, kitalah yang memilih untuk mempercayainya atau tidak.

Aku berharap El bisa dapat menerima dan kembali lagi ke mari.

Satu lagi yang harus aku lakukan seperti saran dari Papa. Memberitahu bi Wina!

Aku pun memanggil bi Wina ke ruang kerja Papa dan menceritakan semuanya. Berbeda halnya dengan semua orang yang telah aku ceritakan pengalamanku. Bi Wina sangat percaya padaku dan merasa antusias.

“Non Ava hebat bisa seperti itu, non.” Ujar bi Wina.

“Bibi percaya sama Ava?” tanyaku yang heran karena segampang itu bi Wina percaya.

“Bibi sudah tahu non dari kecil. Bibi bisa tahu pas non Ava sedang serius atau becanda.” Jawab bi Wina.

“Non harus banyak bersyukur sudah diberi anugerah ini. Dan bi Wina minta non Ava tetap hati-hati. Jangan cerita ke sembarang orang juga non. Saat non Ava di tempat lain juga, jangan terlalu percaya sama orang lain.” Saran bi Wina. “Bibi sempat curiga saat bibi lihat baju teman non Ava. Non Ava ngga kemana-mana tapi kok bisa ada baju temannya non. Dan bibi tahu non lagi ngga ada teman saat itu di sekolah. Bibi juga curiga kenapa non Ava sering banget tidur siang lama sampai ngga mau bibi ganggu.”

Aku terkekeh mendengar penjelasan bi Wina.

“Bi Win jadi detektif cocok nih.” Ujarku meledek.

“Ah, non. Bisa saja.” Ujar bi Wina.

“Jangan bilang siapa-siapa ya, bi.” Pintaku.

“Tenang saja, non. Rahasia non aman ditangan bibi.” Ujar bi Wina.

Jam 16.20, El sudah kembali ke rumahku. Aku tersenyum melihatnya saat masuk ke ruang kerja Papa.

“Ava, aku telah memutuskan. Aku percaya sama kamu! Aku akan ikut untuk ke rumah temanmu.” Ujar El dengan tegas.

“El, terima kasih sudah percaya sama aku.” Ujarku girang. “Dan ini luar biasa. Yakin deh, kamu ngga akan menyesal. Sepertinya kita akan menjadi tim penjelajah waktu. Tapi tolong rahasiakan ini, El”

“Aku akan merahasiakannya.” Ujar El

Aku memberikan lolipop dan kotak kepada El. Aku jelaskan caranya pada El. Dan dengan semangat penuh, perjalanan kami pun dimulai.

1
Wina I'mi
terus berkarya thor,novel mu bagus sekali😘
Aerik_chan
Selamat atas pernikahannya....akhir yang bahagia.....ditunggu karya author selanjutnya...
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Nicky
asiiik jadian nih
Fenti
setangkai bunga buat Viona dari Viona😊
Fenti
hay Viona?😁.
Fenti
ikut dong, kebetulan nih aku bosan dirumah ava🤭
Elisabeth Ratna Susanti
mantap banget 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Setia R
wah lolipop nya sakti, mau dong di ajak ....😃😃😃😃
Setia R
satu iklan untuk mu
Aerik_chan
semangat kak
Silvi Aulia
mau dong punya lolipop kaya gitu 😍
Fenti
seru ceritanya 👍

bunga 🌹 untuk si lolipop😁
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Aerik_chan
Semangat kak
Setia R
satu iklan untukmu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!