Putri Balqis yang biasa di panggil Balqis adalah gadis muda yang hidup sebatang kara.Gadis cantik dan lemah lembut yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya karena ia hidup di besarkan oleh seorang nenek yang menemukannya saat bayi. Hingga akhirnya ia hidup seorang diri setelah sang nenek meninggal.
Muhammad Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Baim adalah seorang pemuda yang memilih hidup di jalan daripada di rumah. Meninggalnya sang ibu dan merasa ayahnya lebih sayang pada sang kakak membuatnya menjadi pemuda pemberontak yang tidak mau di atur hingga ia memilih menjadi bagian dari geng motor.
Baim jatuh cinta pada Balqis yang telah menolongnya dari pengeroyokan yang menimpanya.
Bagaimana kehidupan keduanya selanjutnya setelah pertemuan hari itu?
Happy Reading!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUB 23 Pertama Kali
Balqis Untuk Baim (23)
"Kamu takut Bang Baim hanya mempermainkamu?"
"Ya."
"Aku rasa dia belum bisa move on dari masa lalunya." Balqis menyimpulkan.
"Qis,..."
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
"Kalau saja aku tahu dari awal. Aku akan langsung minta pisah sebelum buku nikah itu di buat, Rum. Lagipula hari itu tidak terjadi apa-apa padaku. Aku masih perawan. Kalaupun menikah dengan orang lain, tidak akan jadi masalah kan? " Dada Balqis tiba-tiba sesak. Ia berharap Baim akan menjadi sandarannya disaat kini ia tidak punya siapa-siapa.
Namun, kini ia jadi ragu. Terlalu banyak kejutan yang ia dapatkan.
"Tapi, berita hoax itu akan tetap berpengaruh pada masa depanmu, Qis."
Balqis diam. Benar juga. Pikirannya
"Hei, mau bagaimana pun kamulah pemenangnya. Kamu masa depannya. Aku lihat Bang Baim memang serius sama kamu loh." Pendapat Arumi.
" Om dan Tante apa kabar?" Balqis mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah, baik."
Mereka pun lanjut bercerita banyak hal. Termasuk keadaan kampung setelah kepergiannya dan Baim dari sana.
Satu jam lebih menelpon, hingga akhirnya mereka mengakhiri pembicaraan. Begitulah ketika dua sahabat itu berbicara, semua hal dibicarakan, semua hal diceritakan sampai mereka lupa akan waktu.
Panasnya telinga tidak mereka hiraukan karena baik Balqis maupun Arumi saling merindukan satu sama lain. Apalagi ini adalah kali pertamanya Arumi dan Balqis terpisahkan oleh jarak.
Gerppp
Baim memeluk Balqis yang sedang berdiri melihat ke kolam ikan.
" Maaf." Baim berbisik di telinga Balqis sebelum Balqis berteriak.
"Aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama kepadamu. Aku minta maaf soal sikapku kemarin. Tapi, tolong jangan pernah meragukanku sedikitpun." Baim mengeratkan pelukannya dan meletakkan dagunya di atas bahu Balqis.
Baim sebenarnya ada tidak jauh dari Balqis saat Balqis menelpon Arumi. Ia pun mendengar dengan jelas apa yang Balqis katakan kepada Arumi. Walaupun Baim tidak dapat mendengar jawaban dari Arumi.
"Aku bisa pastikan bahwa aku sudah tidak mempunyai perasaan lagi kepadanya. Dia hanya masa laluku. Kemarahan kepada Kak Ilham bukan karena aku masih mencintainya.
Namun, aku hanya kecewa karena Kak Ilham lebih memilih ayah dan perusahaan daripada aku adik kandungnya sendiri. Dia mengabaikan perasaanku hanya sebatas itu tidak lebih."
Balqis diam dia mencoba untuk mencerna setiap perkataan yang Baim katakan.
"Maaf sudah berpikiran buruk tentang Abang. Tapi, aku benar-benar merasa rendah diri sekarang, karena abang tidak pernah jujur dari awal."
" Aku bukan tidak ingin jujur. Tapi, aku berusaha untuk melupakan semuanya. Karena sebenarnya aku tak pernah ingin kembali pada kehidupanku bersama dengan ayah ataupun kak Ilham. Aku lebih nyaman berada di tempat di mana orang-orang tidak mengenal latar belakangku sebenarnya."
Balqis pun diam tidak berbicara lagi. Ia hanya menikmati kenyamanan yang diberikan oleh suaminya. Pelukan hangat ini sangat menenangkan.
lain Balqis lain pula Baim berdekatan seperti ini menghidupkan sesuatu yang ada di dalam dirinya. Ia mulai menciumi pipi Balqis.
Baim pun langsung membalikkan Balqis sehingga posisi keduanya sekarang saling berhadapan.
" Bang." Balqis malu ketika wajahnya hanya berjarak beberapa centi saja dari wajah suaminya.
" Bolehkah Aku minta hakku sekarang?," tanya Baim dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Dengan ragu Balqis pun mengangguk. Ia paham hak yang diminta oleh Baim itu apa. Ia pun sedikit banyaknya tahu bagaimana sikap seorang istri ketika seorang suami meminta haknya. Di mana dalam kondisi apapun sang istri harus memenuhi keinginan suaminya.
"Tapi, apa tidak apa-apa? ini kan masih siang Bang," tanya Balqis dengan polosnya.
"Tidak ada larangan untuk melakukan itu di siang hari," jelas Baim.
Tidak ingin rencananya gagal juga tidak ingin Balqis bertanya lagi, Baim langsung mengangkat tubuh Balqis dan membawanya ke kamar mereka selama tinggal di rumah neneknya.
Siang itupun untuk pertama kalinya keduanya melakukan aktivitas suami istri.
(Jangan minta di jelaskan step by step ya, author gak boleh ngintip soalnya. Itu privasi mereka. 🤭)
...******...
Adzan ashar berkumandang namun Balqis seolah enggan untuk beranjak dari tempat tidur seluruh badannya terasa remuk setelah pergulatan tadi.
Jangan tanya seperti apa kondisi tempat tidurnya ataupun kamarnya karena semuanya berantakan.
Baim sendiri sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan diri.
Balqis pun mau tidak mau membersihkan tubuhnya setelah Baim selesai lalu melaksanakan salat berjamaah.
"Apa masih sakit?"tanya Baim yang melihat Balqis sesekali meringis Saat berjalan
" Sedikit" jawab Balqis malu-malu.
"Ayo kita makan siang yang tertunda," ajak Baim sambil membawa makanan yang tadi ia pesan secara online.
Keduanya pun duduk di meja makan dan memulai makan makanan mereka.
"Apa Ini pertama kalinya untuk abang untuk melakukan itu?," tanya Balqis penasaran melihat dari sikap Baim tadi.
"Menurutmu?," Baim balik bertanya.
"Sepertinya baru pertama kali."
" Apa kamu heran?" tanya Baim dijawab anggukan oleh Balqis.
"Aku memang hidup di jalan, suka berkelahi juga menyentuh minuman haram. Tapi, aku bukan pemain wanita. Sebejat-bejatnya aku, Aku tidak akan pernah melakukan itu. Karena aku ingat ibuku juga seorang wanita.
Dia membesarkanku dengan kasih sayang dan aku tidak ingin merusak perempuan lain." jelas Baim panjang lebar.
Balqis pun tersenyum merasa salut dengan prinsip yang Baim pegang.
" Aku juga sebenarnya merasa terkejut dengan bagusnya suara Abang saat membacakan ayat suci Alquran ketika kita salat berjamaah. Sangat merdu dan tepat panjang pendeknya.
Belum lagi saat kita akan melakukan itu abang pun tidak lupa membacakan doa."
Mengikuti majelis taklim yang dihadiri oleh para ibu-ibu membuat ia sedikit banyak tahu tentang masalah rumah tangga karena pembahasan di majelis taklim biasanya seputar itu.
Baim tersenyum.
" Sebelum aku hidup di jalanan, ibuku mengajarkan banyak hal termasuk agama. Shalat, mengaji dan doa-doa. Aku pun mempelajarinya. Bahkan saat aku beranjak remaja ibu mendatangkan guru ngaji ke rumah. Khusus mengajariku. Tidak hanya tentang membaca Alquran guru ngaji tersebut pun memberikan aku pemahaman Islam tentang banyak hal.
Di mana beliau pernah mengatakan apapun aktivitasnya ada doanya di dalam Islam dan doa itulah yang akan menghantarkan kita kepada keberkahan."
Balqis tertegun ia melihat sisi lain dari suaminya.
" Kenapa tersenyum?"tanya Baim merasa heran melihat senyuman Balqis.
" Aku hanya merasa senang saja ternyata suamiku sedikitnya paham tentang agama."
...******...
" Apa benar Mas bertemu Ibra?," tanya seorang perempuan sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja.
Ia penasaran sekaligus terkejut mendapat informasi mengenai adik iparnya yang sudah pergi bertahun-tahun.
" Iya, dia tinggal di rumah nenek. Entah sejak kapan. Karena sebulan yang lalu aku kesana belum ada dia disana."
"Bagaimana reaksinya saat melihat Mas?,"
"Dia menghindariku. Bahkan mengusirku. Tapi, aku melihat dia sepertinya bahagia dengan kehidupannya. Apalagi ada seorang istri di sisinya."
"Dia sudah menikah?," perempuan yang tidak lain istri dari Ilham itu terkejut.
"Dia memperkenalkannya begitu."
"Lalu apa rencana Mas selanjutnya?,"
TBC
...----------------...
...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....
...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...
...Terima kasih atas dukungannya...
...🥰🥰...