Aku Ellvany Andisti, seorang murid SMA biasa yang sayangnya harus kehilangan nyawanya saat mengikuti lomba renang di sekolah ku. Aku pikir, setelah kejadian itu aku akan langsung pergi ke surga. Tapi aku salah, aku sadar, saat aku membuka mata, aku telah terlahir kembali sebagai seorang bayi. Bukan terlahir sebagai bayi manusia, aku terlahir sebagai seekor bayi serigala berbulu putih, seputih salju.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
BRUAK...BUGH...SRAS...
Kali ini Vany ikut menyerang dengan kecepatan kilat, membuat pertarungan itu terlihat lebih seru.
Para penonton tidak bisa diam, mereka bersorak dengan semangat, mendukung jagoan masing-masing, begitu juga dengan Luke yang terlihat semangat menyorakkan nama Vany. Sama sekali tidak terlihat seperti bangsawan pada umumnya.
"VANY! KALAHKAN BETA SOMBONG ITU!!" teriak Luke dengan penuh semangat.
Mendengar namanya diserukan, Vany pun memasang senyuman miring andalannya.
BRUAK...
Hanya butuh sekali tendangan untuk Qilla kembali merasakan tubuhnya terhempas dan menghantam dinding arena.
"Aku tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi. Kau ingin menyerah atau aku lumpuhkan sekarang." Tatapan datar Vany mampu membuat tubuh Qilla bergetar, tapi tidak dengan harga dirinya.
"Aku tidak akan menyerah."
"Baiklah kalau begitu."
Vany terpaksa harus mengeluarkan sedikit kekuatannya dan melumpuhkan seluruh tubuh Qilla. Dan ya, Qilla lumpuh total karena kekuatan Vany.
Para penonton terkejut, termasuk sang wakil kepala sekolah yang sejak tadi menonton di kursi khususnya.
"A_APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!" teriak Qilla emosi.
"Ini adalah teknik melumpuhkan yang aku pelajari dari guruku. Bisa untuk melumpuhkan semua makhluk dengan efektif. Dan, ini adalah cara ku membunuh macan tutul putih yang inti kekuatan kau akui sebagai milikmu beberapa saat lalu." Oh, tentu Vany harus berbohong kali ini, ia tak mungkin mengeluarkan alatnya jika tidak ingin dianggap sebagai ancaman untuk bangsa werewolf.
Penjelasan Vany itu seharusnya cukup untuk membuat semua orang percaya.
Kedua bola mata Qilla melotot. "A_apa?"
"S*ALAN KAU!! AKU TIDAK INGIN LUMPUH!! CEPAT LEPASKAN KEKUATAN MU DARIKU!!" teriak Qilla marah sekaligus panik, ia tidak ingin lumpuh sungguh.
Vany memasang wajah bersalahnya, membuat Qilla ketakutan. "Maaf putri, tapi kekuatan nya tidak bisa saya ambil kembali. Kelumpuhan ini kekal," ucapnya sedih.
"APA?!" wajah Qilla mulai pias, ia panik, sangat panik.
"Tidak-tidak, aku tidak ingin lumpuh seumur hidup! mateku pasti akan mencampakkan ku dan aku...aku akan mati."
Vany cukup terhibur dengan wajah panik yang Qilla tunjukkan, rasanya ia ingin benar-benar menjadikan gadis itu lumpuh untuk selamanya.
Beberapa orang mulai berbisik, membicarakan soal kelumpuhan Qilla yang pasti akan berdampak besar untuk Beta cantik tersebut.
Melihat keadaan yang mulai tak terkendali, wakil kepala Academy pun buka suara. "Ellvany Andisti, kamu yakin tidak bisa mengembalikan putri Exillan seperti semula?" Suara bariton membungkam mulut para penggosip itu. Mereka harus menghormati pemimpin, oke?
Vany memasang senyuman tipis, "Saya bisa."
Qilla menatap Vany nyalang, ia merasa jika Vany baru saja mempermainkan. "JIKA KAU BISA, KENAPA TIDAK SEGERA MELAKUKANNYA?!"
Vany tidak menghiraukan ucapan Qilla. Ia malah menatap ke atas, tempat dimana wakil kepala Academy berada. "Saya akan mengembalikan putri Exillan seperti semula hanya dengan satu syarat."
"Syarat apa itu? Katakan," ucap wakil kepala Academy itu dengan suara dinginnya.
"Saya ingin putri Exillan mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada saya," Vany berucap dengan nada lembut, namun penuh penekanan didalamnya.
"APA?! AKU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA, AKU TIDAK AKAN SUDI MEMINTA MAAF KEPADA OMEHA RENDAHAN INI!!" ucap Qilla lantang.
"Mendengar jawaban dari putri Exillan, saya rasa dia memang sudah tidak ingin menggerakkan tubuhnya lagi." Jawaban Vany yang kelewat santai itu membuat Qilla tersentak kaget, wajah cantiknya kembali pucat.
"Tidak tidak, aku akan melakukannya. Aku akan meminta maaf dan mengakui kesalahan ku, tolong kembalikan tubuhku seperti sebelumnya." Qilla menggeleng heboh, gadis itu panik seketika.
Vany hanya diam, menunggu apa yang akan Qilla lakukan setelah nya.
Beta itu paham dengan keterdiaman Vany, ia pun segera mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
"Aku salah, aku tidak pernah mendapatkan inti kekuatan itu, maafkan aku."
Mengangguk pelan, Vany menjentikkan jarinya dan saat itu pula, Qilla dapat kembali menggerakkan tubuhnya.
"A_aku sudah sembuh, aku tidak lumpuh lagi!!" ucap gadis itu senang.
"Bersujud!"
"Apa?!" Apakah Qilla salah dengar? Apakah seluruh orang yang ada disana salah mendengar ucapan Vany?
Tidak mungkin Vany yang asal usul nya tidak diketahui dengan jelas berani menyuruh putri Exillan untuk bersujud. Hahaha, jangan bercanda.
"Aku menyuruhmu berlutut, apakah kau tidak dengar?" ucapnya dengan wajah dan tatapan dingin yang menusuk.
"LANCANG! BERANI SEKALI KA_"
"Lakukan atau ku buat kau kembali lumpuh seperti tadi?"
'Aura bocah ini benar-benar tidak biasa, sebenarnya siapa dia? Aku harus menanyakan ini dengan pria tua itu.'
Qilla mengepalkan tangan kuat, ia bersumpah akan menjadikan Vany musuhnya dan ia pasti akan membuat omega itu mati di tangan nya suatu hari nanti.
****Bruk****...
Dengan berat hati, Qilla berlutut di hadapan Vany, menurunkan sedikit ego dan harga dirinya.
Semua orang nampak terdiam, para penggosip handal itu tak bisa berkata-kata lagi melihat apa yang tengah terjadi di bawah sana.
Seorang putri dari kerajaan Exillan yang sangat sombong dan angkuh, bersujud dihadapan seorang omega? Berita pasti akan menjadi gosip panas keesokan harinya.
•
•
•
Misi hari ini di tunda karena kejadian Vany dan Qilla, dan besok baru akan di lanjutkan.
Semua calon murid kembali ke kamar kelompok masing-masing, mengistirahatkan diri dari kejadian mengejutkan yang terjadi beberapa saat lalu.
"Wah, Vany, kamu sangat hebat. Kamu adalah idolaku sekarang." Aelly tak henti-hentinya memuji Vany sejak mereka kembali ke kamar.
Luke pun tak jauh beda, laki-laki berstatus alpha itu terus saja bercerita bagaimana para penonton yang shock dengan kejadian itu. Ia juga beberapa kali meniru raut wajah pucat dan panik Qilla yang menurutnya sangat lucu.
"Sudahlah, kalian ini berlebihan."
"Hei! Kami tidak berlebihan. Kamu benar-benar hebat tau!" seru Aelly bersemangat.
"Benar!!"
"AAAA!!"
Ketiga penghuni kamar itu terkejut ketika seseorang tiba-tiba datang menggunakan teleportasi.
"Pu_putri Derlina?" Oh astaga, walaupun ini bukan pertama kalinya Aelly melihat Derlina secara langsung, tapi ia tetap saja merasa gugup. Kenapa tidak? Derlina juga ada salah satu omega yang menjadi idola Aelly tau!
"Hai." Derlina tersenyum cerah menyapa teman-teman sang adik.
"Putri Derlina, sedang apa anda kemari?" ucap Vany dengan bahasa formal yang membuat Derlina geram.
"Hei! Aku ini kakak mu. Kenapa harus berbicara seformal itu? Kita sedang berada di ruangan tertutup sekarang, tidak ada yang melihat." Derlina mendelik kesal.
Vany menatap malas sang kakak, lalu melirik Aelly yang tentu shock. Gadis itu saja sampai tak bisa berkedip karena sangking shocknya, hingga akhirnya Luke menepuk bahu Aelly dan menyadarkan nya.
"Va_vany, a_adikmu?" Itulah pertanyaan yang pertamakali terlontar dari bibir Aelly setelah tersadar.
Derlina mengangguk.
"Ja_jadi Vany itu putri bungsu keluarga Morsue?" Entah kenapa tiba-tiba kedua kaki Aelly melemas dan...
Bruk
Gadis itu jatuh pingsan.