NovelToon NovelToon
Haunted School

Haunted School

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Horor / Tamat
Popularitas:287.6k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Julia adalah seorang murid yang sangat pintar dan berprestasi di sekolah, karena semasa hidupnya Julia sering mengalami pelecehan seksual dan juga sering di bulli beberapa temanya Yaitu Olivia, Siska, Erin serta Dina, membuat Julia menjadi tertekan di tambah lagi Julia mengetahui dirinya hamil membuatnya semakin tertekan dan mengakhiri dirinya di kamar mandi sekolah.

Semenjak kematian Julia banyak siswa yang mati secara mengenaskan, arwah Julia menuntut balas di masa ia hidup kepada orang-orang yang pernah menyakiti dirinya.

Sampai kedatangan siswa baru yang bernama Dara yang mempunyai kemampuan khusus dapat melihat makhluk tak kasat mata mulai memecahkan misteri teror di sekolah itu.

Apakah Dara dapat menghentikan misteri kematian berantai yang ada di sekolah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa lalu Julia yang kelam

Juli 2022 sesudah kejadian di Vila Roy.

Beberapa hari telah berlalu Julia pun mulai belajar melupakan kejadian di Vila itu.

Hingga seminggu telah berlalu libur panjang telah usai Julia pun mulai kembali masuk ke sekolahnya. Di saat para murid sedang menunggu jam  pelajaran di mulai, Roy baru saja keluar kelas saat matanya menangkap sosok gadis yang duduk sendirian di salah satu bangku yang ada di koridor sekolah yang sedang membaca sebuah buku. Senyumnya terbit seraya menatap gadis yang berkacamata  itu dari kejauhan. Kakinya bergerak melangkah menghampiri gadis yang mengenakan seragam sekolah yang sama dengannya itu. 

“Hai, Julia. Boleh aku duduk di sini? ” Sapa Roy setelah berada di dekat gadis itu. Yang di sapa mendongak, Julia pun tersenyum pada Roy. 

“Hai, Roy. Boleh kok. Duduk aja,” sahut Julia seraya menggeser tubuhnya agar Roy bisa duduk di sampingnya. 

Roy pun segera mendaratkan tubuhnya tepat di samping Julia. Menatap perempuan berambut bergelombang sebahu tersebut. 

“Ada apa?” tanya Julia sembari memperbaiki letak kacamatanya dan menutup buku yang berada dalam genggamannya.

“Aku ingin meminta maaf karena telah meninggalkan kamu di vila waktu itu,” ucap Roy tidak enak. 

Ia terus memikirkan hal itu sepanjang harinya. Hatinya belum tenang jika belum menemui Julia serta meminta maaf langsung padanya. 

“Oh, itu. Lupakan saja.” 

“Kamu marah padaku?” Roy menatap dalam perempuan yang ada di sampingnya. Julia dengan cepat menggeleng seraya tertawa getir.

“Ah tidak. Aku tidak marah sama kamu, Roy. Lagi pula aku baik-baik saja kan?” 

“Iya, tapi tetap saja hal itu membuatku tidak enak. Maafkan aku,” ujarnya penuh sesal. 

Bahkan Roy memberanikan diri untuk menggenggam tangan Julia. Gadis itu menatap tangannya yang berada dalam genggaman Roy, melihat Julia yang merasa tidak nyaman membuat Roy segera melepaskan tangannya.

“Maaf, aku tidak sengaja. Aku sungguh-sungguh minta maaf karena kami telah meninggalkanmu, aku tidak berniat begitu.” 

“Iya, tidak apa-apa. Aku tahu kok, sebenarnya kamu adalah laki-laki yang baik,” ucap Julia seraya tersenyum manis.

 Hatinya tak bisa memungkiri bahwa pria yang ada di hadapannya ini mempunyai hati yang manis, sangat berbeda dengan pacar serta temannya yang lain. 

“Kamu berlebihan menilaiku. Aku tidak sebaik itu. Oh ya, lalu kamu pulang dengan siapa dari vila?” 

“Aku menghubungi Mia dan Toni. Mereka berdua menjemputku.” 

Roy mengangguk beberapa kali, hatinya lega jika Julia baik-baik saja dan mau memaafkannya. 

“Aku lega mendengarnya. Sekali lagi aku minta maaf,”

“Iya, sudah aku maafkan. Minta maaf terus, lebaran masih lama Roy,” Keduanya tertawa bersama. 

Tanpa Roy dan Julia sadari sepasang mata sedang menatap keduanya dengan amarah dan kebencian. 

“Astaga Via, lihat mereka berdua! Berani sekali Julia mendekati Roy.” Ujar Siska sembari menggelengkan kepalanya.

“Wah, ngelunjak itu anak! Harus di kasih pelajaran biar kapok!” sahut Erin mengompori. 

“Benar yang di katakan Erin. Julia harus di kasih pelajaran. Kalau enggak, bisa-bisa dia ngerebut Roy dari kamu. Lihat saja mereka berdua ketawa mesra gitu,” Imbuh Siska dengan geram. 

Via mengepalkan kedua tangannya, menatap nyalang pada Julia yang sedang tertawa bersama kekasihnya di koridor sekolah. 

“Kalian berdua benar, kita harus memberikan gadis genit itu pelajaran,” ujarnya seraya menggertakkan gigi. 

Ketiganya berencana akan memberikan pelajaran ketika jam pelajaran sekolah selesai. 

***

Bel berbunyi berkali-kali pertanda pelajaran selesai, para siswa di sekolah itu berhamburan keluar kelas. Mia menghampiri Julia yang sedang sibuk mengemasi barang-barangnya ke dalam tas. 

“Ayo kita pulang bareng,” ajak Mia pada sahabatnya itu.

“Duluan aja, Mia. Aku mau ke toilet dulu. Kebelet pipis.” 

“Ya udah, aku duluan ya. Jangan lama-lama, ntar di culik hantu!” kata Mia seraya tertawa. 

“Mana ada hantu siang bolong begini,” Sahut gadis itu seraya berdiri.

sementara Mia sahabatnya sudah melenggang pergi keluar kelas sedangkan Julia yang sudah kebelet segera berlari ke toilet perempuan. Ia segera menunaikan hajatnya. Setelah selesai gadis itu langsung keluar dan alangkah terkejutnya ketika Via bersama kedua sahabatnya sudah menghadangnya. 

“Via, Siska, Erin. Ada apa?” tanya gadis itu seraya menatap takut pada ketiganya. 

“Ada hubungan apa kamu sama Roy?” tanya Via dengan wajah marah. 

“Roy? Aku dan Roy tidak punya hubungan apa-apa,” Jawab Julia jujur. 

“Halah! Jangan sok polos deh kamu! Kamu mau ngerebut Roy dari aku kan?” Tuding Via seraya mendorong tubuh Julia ke tembok.

 Julia meringis, merasakan sakit di punggungnya akibat membentur tembok dengan keras. 

“Kamu salah paham, Via. Aku tidak punya niat untuk merebut Roy dari kamu.”

“Sudahlah Via. Langsung eksekusi aja gadis nggak tahu diri ini! Dia pasti nggak akan ngaku! Mana ada maling yang ngaku.” Kata Erin. 

“Benar kata Erin langsung kasih pelajaran aja biar kapok!” celetuk Siska.

Via mengangguk, ia pun segera menarik tangan gadis berkacamata itu. 

“Jangan Via. Kamu mau bawa aku kemana?” gadis itu memberontak. 

Tapi tenaga Julia kalah jauh dari ketiga gadis yang kini menyeretnya dengan paksa. 

“Kita kunci aja di sini, biar kapok!” kata Via di balas dengan anggukan oleh kedua temannya. Julia mendelik, ia menggelengkan kepalanya dengan kuat. 

“Nggak. Jangan Via, aku nggak mau!” teriaknya histeris. 

Akan tetapi teriakannya tak berpengaruh pada ketiga gadis yang hatinya di penuhi oleh kebencian. Ketiganya terus menyeret Julia masuk ke dalam toilet dan segera menguncinya mengabaikan teriakan demi teriakan gadis malang itu. 

“Aku mohon buka pintunya!” teriak Julia sembari menggedor pintu toilet. 

Via yang mendengar teriakan Julia tertawa puas bersama dengan kedua temannya sampai akhirnya mereka pun meninggalkan Julia di toilet sekolah tanpa perasaan kasihan.

Julia hanya bisa menangis, tangannya terasa sakit karena terus menggedor pintu toilet. Suaranya hampir habis karena berteriak tanpa henti tubuhnya luruh ke lantai yang dingin, bersandar pada pintu toilet yang tertutup. Ia hanya bisa menangisi nasibnya yang malang. 

“Kenapa mereka begitu jahat padaku? Apa salahku sebenarnya?” rintihnya dengan suara pilu.

 Julia memeluk lututnya yang bergetar, wajahnya penuh dengan air mata. Saat dirinya hampir putus asa, Julia mendengar suara langkah kaki dari kejauhan membuat dirinya berharap ada seseorang yang dapat menolongnya semangatnya untuk keluar kembali lagi. Ia segera berdiri dan mengusap air matanya. Gadis itu kembali menggedor pintu toilet dengan keras. 

“Tolong! Apa ada orang di luar? Tolong saya! Saya terkunci di dalam sini,” teriaknya dengan sisa-sisa suara yang di miliki. 

“Siapa di dalam?” teriak seorang pria dari luar. 

“Pak, tolong saya pak. Saya Julia, tolong keluarkan saya dari sini Pak.” 

Tak lama pintu toilet itu terbuka, membuat Julia tersenyum lega. Ia mengucap syukur karena bisa terselamatkan. 

“Terima kasih, Pak. Terima kasih,” ujar gadis itu dengan suara hampir habis. 

Ternyata yang menyelamatkan itu ialah mang Ujang sang penjaga sekolah. 

“Kenapa bisa terkunci di dalam sih neng?” tanya mang Ujang seraya memperhatikan tubuh Julia yang basah oleh keringat. Rambut Julia sedikit basah, buliran keringat turun membasahi pelipis hingga turun ke leher gadis itu. Bahkan seragam yang bewarna putih itu tampak basah dan menampakkan dal*man Julia yang berwarna hitam. 

Mata Mang Ujang tak lepas dari dada Julia yang naik turun karena kelelahan, membuat jiwa kelelakian pria itu terbangun. Ia meneguk salivanya berkali-kali, Julia yang merasa risih akan tatapan penjaga sekolah itu pun mencoba untuk pergi.

“Panjang ceritanya, Pak. Saya mau pulang. Terima kasih sudah menyelamatkan saya,” ujarnya seraya melangkah

Akan tapi mang Ujang tidak membiarkan Julia pergi begitu saja. 

“Eh, nggak bisa gitu dong. Di dunia ini nggak ada yang gratis!” ucap pria itu tanpa mengalihkan pandangannya pada kemolekan tubuh gadis yang ada di hadapannya. 

“Maaf, Pak. Uang jajan saya sudah habis, saya sudah tidak punya uang.” 

“Siapa juga yang minta uang?” ucap pria itu dengan senyum mesum penuh nafsu.

 Julia mengernyitkan keningnya, bingung dengan maksud pria itu. Belum sempat Julia bertanya, pria itu dengan cepat menarik tangan Julia ke dalam toilet. Mendorong tubuh gadis itu ke tembok toilet dengan keras. 

“Aww ” pekik Julia.

 Ia kembali merasakan punggungnya yang sakit membentur tembok. 

“Apa yang Bapak la-“ Belum sempat gadis itu melayangkan protes, bibirnya segera di bungkam oleh bibir hitam tebal berbau asap roko milik mang Ujang

Gadis itu mendelik, ia mencoba meronta-ronta untuk melepaskan dekapan dan cumbuan kasar dari pria itu. Tapi tenaganya yang lemah tidak akan seimbang dengan tenaga seorang pria dewasa. Julia terus-menerus memberontak, air matanya terus menetes membasahi wajah. Sementara tangan pria itu sudah menjelajahi seluruh tubuhnya dengan brutal. Ia menggigit lidah Mang Ujang yang terus bergerilya di dalam mulutnya. 

Pria itu mengaduh dengan keras, ia merasakan sakit yang luar biasa pada lidahnya. Tampak pria itu menjauh dan menutup mulutnya, lidah pria itu berdarah! Julia mundur ke belakang dengan takut. 

“Dasar gadis sialan! Beraninya kamu melukai aku!” teriak pria itu dengan geram. 

“Tolong Pak, lepaskan saya. Saya ingin pulang.” Rintih gadis itu dengan tersedu. 

“Enak aja pulang! Asal kamu tahu, penolakan kamu itu semakin membuat saya bernafsu!” ujarnya dengan tertawa jahat. 

Pria itu kembali mendekati Julia yang terpojok di sudut kamar mandi. Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus gadis itu. Julia merasakan panas serta perih yang merambat di wajahnya. Sudut bibirnya berdarah, Julia memegangi wajahnya. Kepalanya terasa pening dan berdenyut. 

“Saya tidak akan melepaskan kamu sebelum saya puas!” teriak pria itu seraya menarik pakaian yang di kenakan oleh Julia. Melihat tubuh Julia yang polos, membuat pria itu semakin bernafsu. Mang Ujang segera melepaskan celana panjang yang di kenakannya dan segera melancarkan aksi bejatnya pada Julia. Menyetubuhi gadis itu dengan brutal, tak mempedulikan rintihan kesakitan yang keluar dari bibir mungil Julia.

 Gadis itu hanya menangis penuh pilu di bawah tubuh tambun sang penjaga sekolah. Toilet itu menjadi saksi bisu atas kemalangan Julia siang itu. 

1
Fatimah Ziyadatul Khair
karena dara gak cerita jadi teman2ny a hampir celaka. harusnya dia minta mia sama. roy waspada sama pak ardi
Fatimah Ziyadatul Khair
kejam sekali pak ardi
Fatimah Ziyadatul Khair
Luar biasa
Bukan Orng biasa
banyak typonya
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
Dara Kek menyebal kan, massa gitu aja gak tau kalau itu arwah 👊🏻😤
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
astaghfirullah 😢
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
kasihan julia
_yuniarti.sherli_
Thor tanda baca plis, ngos ngos aku bacanya, bagus ceritanya..tapi kurang titik komanya aja sih
👑Meylani Putri Putti
terima kasih KK 🥰
Abi Zar
kog membingungkan ya...kan Erin apa Erlin yang benar dan juga kainnya kog mirip kain seragam,bukannya Erin pake baju tidur??
Abi Zar
kak namanya kog sering keliru nyebutnya,jadi bingung kak, tapi bagus kog ceritanya .semangat kak
Lele Srimahrita Lela
aiiis td ngg mo koment,tp greget ma dara kgak guna puny klebihn dan terkesan bego ap gmnx, ,
Bukan Orng biasa
lah kok melihat jasad roy, bukanya yang meninggal kevin
Alfiyahpna_
🦋🦋🦋🦋
Wandi Fajar Ekoprasetyo
ko jd bingung nih gw bacanya.....mamah dan ibu nya tuh yg mana ....?
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
tryta ardi tp knp mlh mrka2 yg dbunuh dl y
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ya Tuhan malang skali kamu Ton..
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lha po ng akhrt ada temu kangen..
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sama..tp pmbca mlh lebih kritis dan inget tokoh2 e lha yg kalimat tkrh lagi yg ngucap ayahe mlh nyebut maafkan mamq dtmbh akhre mlh erin
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
apakah hr ini petunjuk dr mimpi dara kevin gantung diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!