NovelToon NovelToon
IMAGINATION

IMAGINATION

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Cinta Beda Dunia / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: yana syahputriy

Setelah terjebak di dalam novel "B&A," Putri menemukan bahwa dimensi ini lebih kompleks daripada yang dibayangkan. Ada kekuatan misterius yang mengancam stabilitas dunia di dalam novel, dan Alena, tubuh yang ditempati oleh Putri, memiliki peran kunci dalam menghentikan bencana tersebut.

Saat Putri berusaha memahami dinamika hubungan di dalam novel, ia menemukan bahwa karakter yang dulu ia anggap konyol, ternyata memiliki alasan mendalam di balik tindakannya. Sementara itu, percintaan yang terlibat semakin rumit dengan terungkapnya rahasia yang tidak terduga.

Di tengah konflik yang meruncing, Putri menyadari bahwa keputusannya untuk kembali ke dunianya sendiri dapat berdampak besar pada nasib karakter-karakter dalam novel. Sehingga, Putri dihadapkan pada dilema antara harus memilih melanjutkan hidupnya atau mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dunia dalam novel tersebut.

NB : NO PLAGIAT🚫

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yana syahputriy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

...Jangan lupa Like dan Komen jika kalian suka dengan ceritanya💖✨...

...*****...

"Waah menakjubkan!!". Antusias Dika sambil melihat makanan yang disiapkan Alena.

"Tteokbokki di pagi hari, uwwu". Mata Aldi berbinar-binar.

"Sejak kapan kamu bisa masak?". Bisik Bagas pada Alena.

"Husst! Kamu lupa siapa aku?". Tanya Putri dengan tatapan mengintrogasi.

"Oh". Bagas teringat lalu segera menutup mulutnya rapat-rapat.

"Sudah-sudah, ayo makan!".

Seru Putri lalu mereka pun memulai sarapan.

*****

"Kenyang.."

Ucap Rian sambil mengusap-usap perutnya. Ia merasa kenyang setelah menikmati hidangan lezat yang baru saja dikonsumsinya.

Usai sarapan mereka pun membantu Alena mengangkut piring-piring kotor itu ke dapur.

"Rumah sebesar ini bisa-bisanya tidak menyewa pembantu". Keluh Rendi setelah kembali dari dapur.

"Keluarga kami tidak memperkerjakan orang asing". -Bagas.

Dika, dengan antusiasnya langsung menyela; "Kalau begitu pekerjaan aku saja! aku bisa menyapu, mencuci piring, dan semua pekerjaan rumah!".

Aldi yang merupakan tetangga sebelah rumah Dika, hampir saja tersedak minumnya. Ia teringat saat dimana Dika mencuci piring dan membuat eksperimen di dapur.

Sabun sunlight yang baru saja dibuka oleh ibunya dihabiskan dalam satu waktu, karna ia menganggap satu buah sunlight untuk sekali pakai. Belum lagi kekacauan yang ia buat karna memecahkan alat makan membuat ibunya marah hingga teriakannya terdengar sampai rumah Aldi.

"Kenapa Al?". Tanya Rian curiga.

"Tidak ada". Balas Aldi sambil menahan tawa melihat tatapan memohon Dika.

Begitulah waktu terus berjalan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menonton anime halal yang direkomendasikan Rendi.

Satu jam berlalu dan mereka sangat menikmati tontonannya sesekali membuat lelucon dari adegan-adegan yang mereka anggap lucu.

Hingga Alena yang tengah bersandar dibahu Bagas terpikir akan sesuatu.

*Jika dipikir-pikir, kenapa panggungnya belum mulai ya?*.

Batin Putri. Ia ingat bahwa panggung selanjutnya adalah episode terakhir. Putri bertanya bukan karna ia tak sabar akan tetapi ia hanya sedikit heran karna jarak antar episode sangat tidak beraturan.

Putri kembali mengingat novel yang ia baca waktu lalu, entah ini hanya kebetulan saja atau apa, tapi yang Putri ingat dipojok lembaran kertas dari novel tersebut tertulis 'Published : at ... oclock' namun anehnya pemberitahuan itu hanya sampai beberapa episode saja dan tidak tertulis pada bagian tengah sampai akhir.

"Kayaknya ada yg gk beres.."

Putri lalu teringat akan perkataan Altarel.

"Gue cabut dulu, kalo lo butuh sesuatu lo bisa sebut nama gue tiga kali sambil merem".

*Gue harus temuin Altarel*

Batin Putri. Ia yakin Altarel adalah satu-satunya orang yang bisa menjawab kebingungannya saat ini.

Putri lalu melirik ke arah Bagas, sambil berfikir alasan apa yang akan ia buat agar Bagas memberinya izin untuk keluar tanpa curiga sedikitpun.

Cling💡

Aha! sebuah ilusi lampu tiba-tiba muncul.

"Mm.. Gas".

Panggil Putri lalu Bagas menoleh ke arahnya sembari tersenyum lembut.

"Aku keluar sebentar ya".

Bagas mengernyitkan dahi.

"Aku lupa kalo ada janji sama temen-temen".

"Kemana??".

Putri lalu pura-pura melirik ponselnya.

"Eh! Evline udah sampai, aku berangkat dulu ya".

Putri bangkit lalu hendak berjalan keluar, namun sebelum itu ia berbalik dan..

Muach!

Mengecup sebelah pipi Bagas dan segera berjalan keluar menghiraukan sorakan ricuh dari para temannya Bagas.

Setelah berhasil keluar dari pekarangan rumah, Putri pun melambaikan tangan pada taksi yang kebetulan sekali akan melintas dihadapannya.

"Kemana mbak?".

Sapa supir taksi itu usai Putri masuk ke dalam.

"Ke cafe xxxx".

"Oke".

Taksi itu pun mulai melaju dengan kecepatan sedang hingga tak lama Putri pun sampai ke tempat yang ia tuju.

Putri diam memandang pintu masuk cafe itu sebentar lalu meneguhkan hatinya dan mulai melangkah masuk.

Ia lalu berjalan menuju salah satu bangku kosong yang tersedia disana lalu memesan dua buah jus alpukat kesukannya. Entahlah Altarel suka apa tidak Putri tak memikirkan itu karna disini niatnya bukan untuk menikmati hidangan melainkan mencari informasi.

Putri pun mulai menutup matanya sambil menyebut nama Altarel tiga kali sesuai dengan yang di intruksikan.

Kemudian, dengan perlahan Putri membuka matanya.....

"Aaaaaa!!". Putri menjerit karna syok dengan kemunculan Altarel yang tiba-tiba itu didepan wajahnya.

Ia pun mendorong wajah Altarel kebelakang disertai raut kesal.

"Lo bisa gk sih sedikit normal!". Kesal Putri.

Altarel terkekeh.

"Ada apa lo manggil gue? kangen ya?".

"Jangan GR deh".

"Terus apa?".

"Gue mau minta penjelasan dari lo, karna gue yakin lo pasti tau jawabannya".

"Tentang apa? Pasti Bagas kan?".

"Hmm bukan, ini tentang panggung".

Altarel memasang wajah serius.

"Gue ngerasa ada yang aneh sama panggung belakangan ini".

"Aneh kenapa?".

"Gue gk tau tapi yang pasti gue ngerasa ada yang gk beres. Pas awal gue masuk kesini, panggung berjalan sangat cepat dan teratur tapi lama kelamaan kok kayak berantakan ya, apa ini cuma firasat gue aja?".

Putri menatap penuh tanya pada Altarel, namun laki-laki itu masih diam dengan tatapan tenang.

Melihat tak ada tanda-tanda Altarel akan membuka suara, Putri kembali melanjutkan.

"Juga, lo inget gk sama novel yang lo kasih ke gue?".

"Inget". Respon Altarel.

"Nah! gue pernah liat tulisan jam published dipojok kanan tuh novel tapi anehnya tulisan itu cuma sampe bab-bab awal. Apa itu cuma salah penulisan ya? tapi entah kenapa gue ngerasa itu ada hubungannya sama panggung".

Altarel menghela nafas panjang, dari sorot matanya Putri dapat melihat ada kepasrahan disana.

"Lo bener, tulisan itu memang ada kaitannya dengan panggung". Jawab Altarel.

"Tuh kan! lanjutin Rel cepet". Pinta Putri tak sabar.

"Bentar gue minum dulu".

Sela Altarel sambil meneguk pelan jus alpukat yang dipesankan Putri.

"Cepetan Reeell". Putri dengan mimik yang serius.

"Keknya gue laper, pesen makanan dulu gk sih?".

"Altreeeeel!".

Putri tau ini hanyalah akal-akan Altarel saja untuk menunda waktu.

"Hehe iyaya gue jelasin".

Putri mendengus.

Lalu Altarel Pun mulai menjelaskan dengan rinci dari awal hingga perubahan panggung itu terjadi.

...*****...

Sorry ya bestie2 semua, aku telat update, lagi nyusun proposal huhu doain lancar😭✨

1
𝐴𝑙𝑦𝑎𝑎𝑤
good
Khenasheisa: mirip k-drama alurnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!