NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:479.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Rangga tercengang melihat dompet tebal berisi uang kertas berwarna merah memenuhi dompet Shaila. Pemuda itu lebih terkejut lagi saat gadis di depannya menunjukkan saldo rekening yang berisi sembilan digit angka berjejer.

Shaila selama ini selalu mengumpulkan uangnya jika mendapatkan uang jajan dari sang ayah atau paman serta bibinya. Tak jarang pula nenek dan kakek dari ayahnya memberi uang jajan yang tidak sedikit jumlahnya. Uang itu dia kumpulkan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar sampai sekarang.

Walaupun uang jajan dari orang tuanya distop, dia masih mendapat dari sang paman dan bibi, bahkan sang ayah juga masih sering memberi tanpa sepengetahuan sang ibu. Belum lagi uang yang ditransfer oleh sang suami selama ini. Semua itu membuat rekeningnya semakin gendut.

"Lo makan sepuasnya, kalau perlu aku bayar sekalian kafe ini," ucap Shaila kemudian setelah tidak ada sahutan dari kakak tingkatnya itu.

Rangga yang tenar hanya modal wajah dan kepiawaiannya dalam memainkan bola basket tentu saja terkejut mengetahui siapa sebenarnya gadis di depannya itu.

"Oh, iya lupa. Gue ada janji sama suami mau fitting baju. Ini uangnya buat bayar pesanan kita. Sudah lunas, 'kan?" ucap Shaila seraya meletakkan lima lembar uang merah di dekat piring Rangga.

Sebenarnya Shaila tidak bermaksud sombong hanya saja dia tidak suka jika ada yang merendahkannya. Saat ini moodnya sedang tidak baik, jadi mudah tersulut.

Ternyata Shaka sudah menunggu di depan kafe itu. Dia tadi mengikuti motor yang membonceng sang istri. Laki-laki itu merasa cemburu sehingga mengikuti istri kecilnya itu.

Arshaka terkejut sekaligus bangga pada sang istri saat melihat bagaimana istri kecilnya itu marah karena dianggap tidak sanggup membayar pesanan mereka berdua. Diam-diam dia keluar dari kafe itu, menunggu sang istri keluar. Sesuai dugaannya, gadis itu keluar dengan tenang tanpa menoleh kanan kiri.

"Ternyata saya tidak salah pilih istri. Dia memang wanita yang selama ini saya cari," gumam Shaka dengan senyum mengembang.

Arshaka turun dari mobil lalu mendekati sang istri yang mencari taksi.

"Shaila!" panggil Shaka sembari berjalan cepat mendekati sang istri.

Gadis itu memutar badannya untuk melihat siapa yang telah memanggil. Dari suara dia mengenal jika itu suara sang suami, tetapi dia ingin memastikan dulu.

"Hai," sahut Shaila salah tingkah, seperti orang yang ketangkap basah mencuri.

"Ayo pulang bareng!" ajak Shaka seraya menggenggam tangan sang istri kemudian menuntunnya ke mobil.

"Habis makan?" tanya Arshaka begitu mereka duduk di mobil dan memakai seatbelt.

Shaila mengangguk tanpa suara, pandangan matanya tertuju pada jalanan di sampingnya melalui kaca jendela. Setelah itu tak ada percakapan di antara keduanya karena Shaka tidak ingin memperburuk mood sang istri.

Di hari berikutnya, Shaila datang ke kampus lebih dulu dibanding dengan kedua sahabatnya. Dia sengaja ingin mengulang kembali materi yang didapat dengan membaca lagi buku catatannya.

"Shai, sudah lama?" tanya Rosa yang baru saja datang bersama Adiba.

"Hmm," jawab Shaila dengan pandangan mata tertuju pada buku.

"Shai, kata Kak Rangga lo sudah punya suami. Betulkah?" tanya Adiba mengkonfirmasi.

Shaila tidak menjawab, dia masih menekuri buku di tangannya. Sebelah tangannya diangkat sebagai tanda dia tidak ingin diganggu. Mereka berdua yang sudah lama mengenal Shaila pun mengerti tanda itu.

"Lo hutang penjelasan sama kita berdua! Setelah ujian lo harus cerita semua ke kami!" bisik Rosa di telinga Shaila.

Hanya Rosa yang berani memaksa seorang Shaila. Seorang gadis tomboi yang terkenal dingin pada semua cowok. Dulu saja Rosa mengira temannya itu lesbong karena saking dinginnya pada cowok, ternyata setelah kenal dekat mereka lengket seperti amplop dengan perangko.

Enam puluh menit kemudian ujian selesai. Hari ini merupakan hari terakhir ujian dan hanya ada satu mata kuliah yang diujikan. Jadi, ketiganya langsung menuju kafe 'Rasha'.

Sesampainya di kafe, Shaila menyapa sepupunya sejenak lalu memilih tempat yang privat dan tidak terganggu dengan yang lain. Adiba dan Rosa mengikuti dari belakang, hingga sampailah mereka di sebuah bilik yang terletak di sudut kamar.

Setelah memesan makanan dan minuman, Rosa kembali menodong Shaila agar segera bercerita. Adiba sendiri memiilih diam dari pada membuat keributan. Hal ini dikarenakan, mereka sudah terbiasa dengan itu, cukup satu orang yang mewakili suara hati teman-temannya.

"Sebentar, mendadak gue pengen pipis. Tunggu sebentar! Habis ini gue cerita semuanya ke kalian," ucap Shaila seraya berdiri dan langsung melesat hilang dari pandangan mata Adiba dan Rosa.

Shaila berjalan terburu-buru karena teman-temannya sudah lama menunggu. Toilet di kafe itu sedang dalam perbaikan, jadi hanya satu yang bisa digunakan sehingga para pengunjung harus antri jika hendak memakainya.

Tanpa sengaja Shaila menabrak seseorang karena jalan terburu-buru sambil membetulkan lengan kemejanya.

"Maaf, saya tidak se ... Kak Ardian?" kata Shaila spontan dan terkejut saat melihat wajah orang yang baru saja ditabraknya.

"Ah hai, Shai! Ternyata dunia ini sempit ya Shai?"

Orang yang ditabrak oleh Shaila ternyata kakak tingkatnya di kampus. Walaupun tidak setampan Rangga, Ardian juga idola kampus sehingga mudah dikenali. Ardian ikut tim basket bersama Rangga, juga ikut ekstrakulikuler musik.

"Maaf Kak, tadi nggak sengaja. Shaila sedang buru-buru. sudah ditunggu sama teman-teman," ucap Shaila tidak tenang karena waktu yang ditentukan hampir habis.

"Kamu sama siapa ke sini? Kalian sengaja ya datang ke sini, mau lihat gue manggung? Hayoo jujur!"

"Memang kamu kerja di sini? Biasa Kak, sama duo temanku. Adiba dan Rosalina," tanya Shaila kaget.

Mulai mengalirlah cerita dari sang teman di hadapannya juga seraya berjalan menuju kantin. Ardian yang terpaksa mencari uang jajan karena keuangan orang tuanya yang terpuruk. Berbeda dengan Rangga yang lebih mampu dibanding dirinya.

"Waah, kalau begitu lo naik ke panggung sekarang juga! Gue pengen dengar suara lo juga tahu," ujar Adiba, tanpa malu-malu lagi setelah Ardian mengakhiri ceritanya.

Ardian terpaksa kembali ke panggung karena dia juga butuh uang saat ini untuk biaya menyusun skripsi. Setelah minum segelas air putih hangat, laki-laki yang pernah memiliki rasa untuk Shaila itu kembali ke atas panggung dan mulai menyanyikan lagu request Shaila dan teman-temannya.

Mereka sengaja mengusir Ardian agar tidak menganggu. Sepeninggal kakak tingkat, Shaila mulai bercerita tentang dia tahu pad kedua temannya tanpa ada yang ditutupi.

"Astaga, pak dosen muda itu sampai segitunya ingin memiliki lo. Btw, kalian setelah menikah sudah pernah anu belum?" ujar Adiba penasaran sehingga bertanya pada sahabatnya itu.

"Pertanyaan lo, Diba! Tapi gue juga penasaran. Bagaimana dosen galak itu memperlakukan lo, Shai?" tanya Rosa tak mau kalah.

*

*

*

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!