Jatuh cinta memanglah hal yang membahagiakan. Tapi, jika jatuh cinta tanpa dicintai, apakah masih dikatakan hal yang membahagiakan?
Itulah yang dirasakan oleh seorang wanita yang bernama Mita Yuriko. Jatuh cinta kepada seorang dokter bedah nan tampan yang banyak disukai oleh wanita cantik, merupakan tantangan bagi dirinya.
Ia terus menunjukan rasa sukanya kepada pria itu, namun pria tersebut tak pernah menanggapinya. Sampai pada akhirnya sebuah insiden yang seharusnya tak terjadi kepada mereka berdua, membuat keduanya menjadi terikat. Dan membuat mereka menyandang sebagai suami istri yang dirahasiakan dari orang-orang sekitar.
Apakah Mita masih memperjuangkan rasa cintanya itu? Apakah ia memilih menyerah saat mengetahui jika pria itu masih belum menyukainya?
——————
Info dulu. Cerita ini kelanjutan dari 'Perjuangan Cinta Si Gadis Desa' jadi, jika kalian penasaran awalan cerita mereka bisa baca dulu karya Author yang itu✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wndanaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 0023. Sangat Dekat
🍄🍄🍄
-
-
-
Mita menarik tangan Fadli sampai ke halaman samping rumah sakit, disana cukup gelap area sekitarnya. Namun masih ada beberapa lampu kecil disana, membuat beberapa bagian nampak terang.
Mita sejenak menghembuskan nafasnya sejenak, setelah menyeret Fadli dari jangkauan orang-orang. Entah mengapa Mita merasakan lelah, padahal jaraknya tidaklah terlalu jauh dan membutuhkan waktu lima menit saja.
“Ada urusan apa dokter Fadli? Apa yang ingin anda katakan?” tanya Mita, namun tak menatap pria itu. Malu rasanya jika mengingat ia yang selalu berusaha menghindari pria itu.
Fadli tak langsung menjawab, membuat wanita itu menjadi bertanya-tanya.
“Kenapa diam saja dokter? Jika tak jadi, saya akan kembali, karena saya sudah lelah ingin cepat istirahat.” Ucap Mita yang ingin melangkah namun dengan cepat Fadli mencekal pergelagan tangan Mita.
“Kenapa tergesa-gesa sekali dokter Mita? Saya bahkan belum mengatakan sesuatu. Seolah anda tak ingin berlama-lama dengan saya?”
Ucapan itu langsung menohok Mita, yang mana membuat wanita itu langsung bungkam dan makin menundukkan kepalanya.
Fadli terus menatap puncuk kepala Mita, karena wanita itu menundukkan kepala jadi ia tak bisa menatap mata wanita itu.
“Mm-memang, apa yang ingin anda katakan, do-dokter?” gagap Mita.
“Jika anda sedang berbicara, tataplah mata lawan bicara anda dokter, Mita.”
Mita diam saja tak menjawab. Namun tiba-tiba saja Mita merasakan sebuah tangan menyentuh dagunya, lalu sedikit mendorong dagu itu keatas. Sehingga ia dapat melihat Fadli yang kala itu sedang menatapnya.
Jika Mita yang dulu sangat senang jika ditatap seperti itu oleh Fadli, maka kebalikannya sekarang. Wanita itu nampak gugup bukan main sekarang.
“Apa anda pernah berbuat salah kepada saya?”
Suara itu begitu lirih, membuat jantung Mita berdegup tanpa disuruh.
“Apa? Saya? Tidak pernah tuh!” ucap Mita dengan kalimat yang terbata-bata.
“Lantas mengapa anda mencoba menghindari saya?” tanyanya lagi.
“Dokter Fadli jangan memfitnah saya ya! Saya tidak pernah menghindari dokter. Buat apa saya menghindari anda?” Mita pun mengalihkan lirikan matanya kesamping, Mita benar-benar tak bisa menatap mata tajam itu. Seolah ingin menguliti dirinya habis-habisan.
Terdengar suara kekehan dari mulut Fadli, tentu itu dapat didengar oleh Mita yang kala itu sangat dekat dengan wajah pria itu.
“Anda tak pandai berbohong dokter Mita.”
'Sial! Aku ketahuan!' batin Mita menjerit. Ingin sekali Mita pergi dari pria itu sejauh-jauhnya.
“Saya tidak pernah berbohong dokter, berbohong itu dosa.”
“Anda masih menyangkal ternyata.” Fadli melepaskan tangannya dari dagu Mita. “Lantas mengapa anda lari ketika saya memanggil anda kemarin?” tanyanya sambil menyelipkan kedua tangannya disaku.
“Emmm... itu...” Mita sulit untuk menjabawnya, sebab apa yang dikatakan pria itu memang benar jika ia sedang menghindari pria itu. Bahkan berpura-pura menulikan pendengarannya.
“Saya sedang kebelet ingin ke toilet dokter, Ya! Itu sebabnya saya berlari kencang kemarin...” ucap Mita beralasan.
“Pfftt! Alasan yang sangat konyol dokter,” Fadli kembali terkekeh. “Bukankah anda kemarin langsung masuk kedalam mobil anda? Saya bahkan melihatnya sendiri.” Ucap Fadli tanpa ragu-ragu.
'Mampus sudah akuuuuu... nih cowok nyeremin banget sih!' gerutu Mita dalam hati, tanpa sadar menatap kesal pria yang ada didepannya.
“Hem? Kenapa dokter Mita?” tanya Fadli.
“Hah! Iya! Iya! Saya memang menghindari anda. Saya mengakuinya!” jelas Mita sudah tak tahan lagi.
Mendengar itu, diam-diam Fadli tersenyum sangat tipis. Tipis sampai tak terlihat sama sekali.
“Baguslah jika anda mengaku. Mengapa tak seperti ini sejak tadi? Kenapa anda menutup-nutupinya? Apa alasannya anda menghindari saya dokter Mita?”
“E-emm itu....” Mita memainkan jari-jarinya seperti anak kecil, karena sangking gugupnya.
“Sudahlah dokter Fadli! Saya sudah kecapean! Saya pengen pulang! Kalau begitu saya Permisi dulu!” teriak Mita yang langsung berlari tanpa menjawab pertanyaan Fadli. Hal itu membuat Fadli melongo ditepatnya.
Fadli pun langsung mengikuti jejak Mita, dan saat ia kembali ke parkiran. Ia melihat jika mobil Mita sudah melaju meninggalkan area rumah sakit itu.
Fadli sampai menepuk kening karena tak habis pikir.
“Dokter Mita... dokter Mita... ternyata anda memiliki sifat kekanakan juga ya? Bukankah baru kali ini aku melihat sifatnya yang seperti itu?” gumam Fadli malah berfikir.
Padahal biasanya Mita selalu menunjukan ekspresi yang berbeda-beda kepada pria itu, saat Mita mencoba Pdkt-an dengannya. Namun sifat Fadli saja yang membuat pria itu tak menyadarinya. Acuh dengan keadaan sekitar, menyebarkan pesona keramahannya sampai membuat orang terbawa perasaan. Salah satunya adalah Mita. Entah siapa lagi yang dibuat baper olehnya. Yang pasti Fadli tak pernah menyadarinya.
“Sudahlah, lebih baik aku juga pulang sekarang.” Ucapnya yang kemudian berjalan menuju mobilnya berada, dan lagi-lagi pria itu tak menyadari jika setiap berjalan ia selalu bersenandung ria tak seperti dirinya yang biasanya.
-
-
-
🍄🍄🍄
Jangan lupa VOTE author biar tambah semangat ❤️
untung aja lo selamat dri rayuan si dikta bejat filda
yg lain juga dilanjut donk 😆😆😆
semangat author 💪💪💪