Jamuan makan malam sudah selesai di hidangkan oleh Aisyah, Paman dan Bibi nya pun sudah ada disana dan hanya menunggu sang tamu.
Hingga tak berselang lama, datanglah tamu yang sudah mereka tunggu sejak tadi.
Namun siapa sangka, disanalah mulai petaka untuk Aisyah.
Aisyah harus menelan pil pahit bahwa dia akan di nikahkan oleh sang Paman dengah Pria tersebut.
Tak ada penolakan ataupun pertanyaan bersedia ataupun tidak untuk Aisyah.
Bagaimana Aisyah menghadapi nya? Apalagi Aisyah tidak tau bahwa dia di jadikan penebus hutang oleh sang Paman? Dan dia juga akan di jadikan ladang balas dendam oleh pria tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Aisyah dan Karin 2
Aisyah dan Karin benar-benar tidak pergi kemana-mana, bukan hanya mereka saja yang tinggal di dalam Rumah. Hampir semua warga disana berdiam diri karena hujan semakin deras sampai malam larut.
Tepat jam 3 dini hari, Aisyah dan Karin sudah bangun. Keduanya sudah beranjak dari kamar dan berlalu ke arah dapur.
Kali ini Karin akan membantu Aisyah membuat redvelvet, karena Bu Doko yang menambah pesannya menjadi 100 box.
"Aish, kamu bikin adonan saja dan aku yang masukan ke dalam oven"
"Oke, sekalian boleh gak bikinin susu dan ambilin roti?"
Karin menggelengkan kepala melihat Aisyah yang selalu sungkan dan tak mau merepotkan dirinya.
Tanpa banyak bicara, Karin langsung saja mendekati kompor dan membuatkan susu untuk Aisyah.
"Nih, mau makan sekalian? Kasihan baby pasti kelaparan"
Karin terkekeh melihat reaksi Aisyah yang terlihat merajuk karena ejekan dari nya.
Keduanya bahu membahu saling membantu agar semua nya cepat selesai dan Aisyah bisa istirahat kembali setelah subuh nanti.
Setelah melakukan kewajibannya, Aisyah dan Karin kembali mengerjakan sisa yang belum di masukan ke dalam box.
Untung saja Rumah Bu Doko dekat dan mereka akan mengantarkan jalan kaki, sekalian Aisyah jalan-jalan pagi.
🐼
Tepat jan 7 pagi, Aisyah dan Karin sudah kembali dengan saling menenteng bubur yang telah mereka beli di depan tadi.
"Aish, aku mandi dulu ya"
Karin melenggang pergi setelah menghabiskan bubur yang dia pesan tadi.
Sedangkan Aisyah masih meniknati bubur yang pasti nya dengan porsi jumbo.
Setelah selesai, Aisyah pun lanjut membereskan dan setelah nya langsung membersihkan diri.
Pagi ini, Aisyah dan Karin akan pergi membeli kendaraan roda dua untuk mempermudah pekerjaan dan bepergian mereka.
Namun,
Ting.
'Pergi dari sana, anak buah Tuan muda sudah mengendus kalian berada disana. Pergilah ke luar Negeri'
Deg.
Jantung Karin berdegub dengan kencang, dia kemudian mencari Aisyah yang ternyata sudah siap dengan kostum andalannya.
"Aish"
"Ayo beresi semua keperluan kamu dan berkas penting lainnya"
"Jangan banyak tanya, ayo lakukan saja"
Aish menghela nafas, dia sudah menebak apa yang terjadi dan dia dengan patuh mengemasi barangnya.
Tidak banyak yang dia bawa, hanya keperluan sang baby dan juga beberapa berkas penting lainnya.
*
Karin datang dengan di menggunakan mobil travel yang akan mengantarkan mereka ke Bandara.
Dia berpamitan pada Bu Rt dan yang lainnya dengan alasan bahwa saudara jauh Aish sedang berduka.
Tak lupa juga dia memberikan kunci Rumah nya pada sang pemilik dengan segera.
'Semoga ini pelarian yang terakhir bagi kita ya, Nak'
Aisyah menatap keluar jendela mobil, beberapa kali terdengar helaan nafas yang cukup kasar.
Karin membiarkan saja, dia juga sebenarnya sudah sangat nyaman tinggal disana, namun apa daya semua nya tidak sikon.
Beberapa saat kemudian, Aisyah dan Karin pergi dengan jalur udara.
Entah kemana kepergian mereka saat ini, bahkan keduanya sepakat membuang kartu masing-masing agar tak terlacak dan tak terdeteksi oleh siapapun.
Mereka berurusan dengan orang hebat kali ini dan mungkin saja semua akan cepat terbongkar jika mereka ceroboh sedikit saja.
'*Kali ini aku benar-benar pergi dari semuanya, aku harap semua kenangan dan kesakitan yang menimpa ku hilang dengan seiring nya waktu'
'Selamat tinggal Bunda, Rama dan Bibi Ambar! Semoga kelak kita bisa bertemu lagi dengan status ku yang sudah kuat*'
Aisyah menatap keluar jendela pesawat dengan pandangan nanar dan penuh air mata.
Dia menyeka dan langsung menghela nafas agar baik-baik saja.
.
.
.
.
.
jangan2 yg kasih informasi waktu mau kabur keluar Negri itu si Akmal🤔
pokoknya Jangan biarin Rama ketemu sama Aisyah dulu thorr