Flora harus menerima kepergian tunangannya yang meninggal akibat ledakan kapal tersebut, setelah lima tahun kemudian ia menuju ke ibukota Boston untuk mencari pekerjaan ia bertemu dengan seorang pria yang membuat jantungnya hampir berhenti berdetak, pria yang akan menjadi atasannya sangat mirip dengan tunangannya yang telah meninggal itu.
Wallace Joseph adalah Ceo yang mengurus perusahaan besar keluarganya, karena merasa keanehan dirinya pun menyelidiki kasus ledakan yang di alami oleh tunangan Flora lima tahun yang lalu.
Usut demi usut kasus tersebut secara perlahan terungkap satu-persatu, sehingga membuat Wallace tidak bisa menerima kenyataan semua kejadian tersebut ada hubungan dengan seseorang yang dekat dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemukan Sonjaly
"Tidak pernah, aku juga tidak bertanya. karena aku tidak ingin terburu-buru untuk bertemu dengan orang tuanya. sehingga aku tidak pernah bertanya," jawab Flora.
"Apa kamu tidak tahu di mana tempat kerja Victor?"
"Dia hanya mengatakan jika dia adalah karyawan biasa di sebuah perusahaan,"
"Kenapa Wallace menyembunyikan keluarga dan perusahaannya, jika mencintai seseorang bukankah seharusnya berterus terang dan bukan merahasiakannya," batin Wallace.
"Bagaimana...kalau misalnya dia masih hidup?" tanya Wallace
"Namanya tercatat di nama korban penumpang, jadi mana mungkin dia masih hidup. lagi pula aku sudah relakan dia pergi. " jawab Flora.
"Flora, jalani hidupmu dengan baik, jangan pikirkan masa lalu lagi!" ucap Wallace.
"Aku sudah melakukannya selama ini, aku sudah berusaha. dan aku mampu melakukannya," kata Flora dengan senyum.
"Terus berjuang, dan aku yakin denganmu," kata Walace
"Iya."
"Tuan," suara panggilan Luiz yang berjalan ke arah mereka.
"Luiz, ada apa?" tanya Wallace.
"Ada yang ingin saya katakan," jawab Luiz dengan sopan.
"Saya permisi dulu!" ucap Flora dengan menunduk.
"Baiklah," jawab Wallace.
Sesaat kemudian Flora pergi melanjutkan kerjanya, di saat itu tinggallah Wallace dan Luiz.
"Luiz, ada apa?"
"Tuan, saya ada info mengenai Sonjaly."
"Katakan!"
"Sekarang dia bekerja di salah satu restoran Boston, dia di bagian dapur mencuci piring," jawab Luiz.
"Apakah kamu sudah tahu tempat tinggalnya?"
"Dia sewa kamar di apartemen, yang tidak jauh dengan lokasi tempat dia bekerja."
"Jangan sampai dia tahu kalau kita ikuti dia! aku ingin bertemu secara langsung dengannya," ujar Wallace yang melangkah pergi.
"Baik, Tuan," jawab Luiz yang ikuti langkah atasannya itu.
Malam hari.
Wallace dan Luiz menunggu kemunculan Sonjaly di dalam mobil. sesaat kemudian wanita itu pulang kerja dan berjalan kaki menuju ke tempat tinggalnya.
"Tuan, dia sudah pulang," kata Luiz yang melihat wanita itu sedang berjalan dengan cepat.
"Tahan dia!" perintah Wallace.
"Baik," jawab Luiz yang kemudian keluar dari mobilnya.
Luiz menghampiri Sonjaly dan menyapanya," Bibi."
"Siapa kamu?" tanya Sonjaly dengan cemas.
"Aku belum mengatakan apa-apa dia sudah ketakutan," batin Luiz.
"Atasan saya ingin bertemu denganmu," jawab Luiz dengan sopan.
"Atasanmu? mungkin kamu salah orang, aku juga tidak kenal denganmu," kata Sonjaly.
"Sonjaly...," suara panggilan Wallace yang keluar dari mobilnya.
Saat wanita itu memandang ke arah Wallace, dia membulatkan mata besarnya. cemas dan takut serta wajahnya memucat saat melihat pria itu.
"Bibi, apakah kamu mengenal bos kami?".tanya Luiz dengan sengaja.
"Siapa ka-kalian?" tanya Sonjaly dengan gugup.
"Aku adalah Wallace Joseph, dan seharusnya kamu mengenalku," jawab Wallace.
"Tidak, aku tidak mengenalmu. kamu salah orang," ucapnya yang merasa cemas dan ingin melangkah masuk.
Luiz menghalangnya dari depan, dan berkata," kenapa terburu-buru? bos kami hanya ingin bertanya sesuatu saja."
"Apa yang ingin kalian tanyakan?" tanya Sonjaly dengan menunduk.
"Kamu pernah menjadi pelayan rumah tangga di keluarga Joseph, dan yang ingin ku tanyakan adalah, saat itu kenapa papaku bisa meninggal dan karena apa alasannya?"
"Tuan meninggal karena serangan jantung, bukankah dokter sudah mengatakannya di saat itu," jawab Sonjaly dengan cemas.
"Aku bukan orang bodoh, papaku tidak ada riwayat jantung, dia sangat sehat. dan tidak mengkonsumsi sembarang obat. jadi, mana mungkin dia bisa meninggal karena serangan jantung," ujar Wallace.
"Katakan sejujurnya atau kalau tidak jangan berharap kamu bisa hidup dengan tenang," kecam Luiz.
"Aku juga mengetahui tempat kerjamu, kalau sekarang kamu masih memilih diam. maka besok aku akan menunggu di tempat kerjamu," ujar Wallace dengan ancaman.
Sonjaly semakin ketakutan melihat pria yang ada di depan matanya, ia semakin memucat dan juga gemetar di sekujur tubuhnya.
"Sonjaly, aku adalah orang yang tidak punya kesabaran, jadi jangan coba-coba menguji kesabaranku," kecam Wallace.
semoga cinta kalian kembali