Naya gadis cantik yang sedang menyelesaikan pendidikannya, di bangku kuliah. Dia tidak mengetahui jika kedua orang tuanya sudah menjodohkan dia dengan anak sahabatnya. Naya di jodohkan oleh seorang Dosen dari pasangan yang terkenal sangat kaya raya. Untuk kelanjutan ceritanya, yuk baca cerita selanjutnya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Sesampainya di kamar Naya, Lily masuk ke dalam dengan Malik.
Naya yang melihat itu, sangat terkejut.
" Loh dosen Lily, kenapa bisa sampai datang ke sini?". tanya Naya kebingungan.
" Hai Naya, aku bawakan buah-buahan. Oh iya bagaimana keadaan kamu?".
" Baik". ucap Naya dengan ketus.
" Maaf kamu pasti kesal dengan ucapan aku, waktu di dalam mobil tadi pagi ya?".
" Tidak apa-apa kok Lily. Naya tidak merasa kesal. Ya sudah ayo silahkan duduk di sana". Sambung Malik yang tiba-tiba berbicara sebelum Naya sempat menjawab ucapan Naya. Dan setelah itu, Malik mengajak Lily duduk di sofa kamar mereka, dan maid yang tadi ia suruh untuk mengantarkan minuman dan cemilan juga sudah tiba di kamar itu. Ardi dan Lily pun mengobrol seru mengenai kampus dan tentang persahabatan mereka.
Sedangkan Naya merasa sangat kesal dengan sikap suaminya dan Lily. Di waktu Naya yang masih sakit seperti ini saja, mereka masih sempat bercanda gurau. Karena Naya tidak ingin terbakar api cemburu. Ia memilih untuk memakai handset nya dan memutar musik dengan volume yang keras. Hingga ia tertidur dan tidak tahu apa yang dilakukan oleh suaminya dan dosen Lily. Naya sudah tidak peduli dengan mereka berdua. Karena merasakan badannya saja Naya sudah sangat pusing, apalagi jika memikirkan hal yang tidak-tidak.
Setelah kira-kira setengah jam Naya tertidur, ia pun terbangun. Naya kaget saat melihat sekelilingnya, ia tidak mendapati Lily dan suaminya di dalam kamar itu. Naya pun beranjak dari tempat tidur nya dan berjalan mencari keberadaan suaminya. Saat ini kondisi Naya sudah sangat membaik, ia sudah tidak merasakan pusing atau mual.
Saat ia keluar kamar, Naya mencoba mencari Malik di ruang tamu. Ia pun bergegas jalan menuju lift, ia tidak ingin jika Lily mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sesampainya di lantai bawah, Naya tidak mendapati suaminya di ruang tamu. Ia pun bertanya kepada salah satu maid yang kebetulan lewat.
" Bik, bik Rini tahu mas Malik dimana tidak?".
" Oh tuan Malik non, tadi bibik lihat ia sedang berada di taman dengan tamu yang tadi non".
" Maksud bibik, tamu perempuan yang tadi yang kesini membawakan parsel buah untuk saya?".
" Iya non".
" Keterlaluan mas Malik, ya sudah terimakasih ya bik untuk informasinya".
" Baik non, ya sudah bibik permisi ke belakang dulu non".
Naya pun segera berjalan dengan langkah yang cepat menuju taman di halaman belakang rumah.
Sesampainya di taman, benar saja. Malik dan Lily sedang mengobrol di gazebo Victorian sambil tertawa-tawa. Naya sangat kesal dengan Malik. Ia pun langsung menuju gazebo Victorian itu, rasanya Naya ingin menjambak rambut Lily dan melemparkan dia ke dalam kolam berenang.
Saat Naya sampai di dekat gazebo Victorian, ia berhenti dan mengambil nafas dalam-dalam.
" Huh, tenang Naya. Jika kamu ingin menang menghadapi pelakor seperti dosen Lily, maka kamu harus melawannya dengan kepala yang dingin. Tidak boleh kamu bersikap kasar kepadanya, bisa-bisa mas Malik malah membenci aku". Monolog Naya, sambil mengepalkan tangannya untuk menyalurkan kekesalannya kepada Lily dan Malik.
Ia pun segera berjalan dengan tenang menuju gazebo Victorian.
" Eh ternyata mas Malik di sini". ucap Naya dengan senyum.
" Eh, Naya. Kamu sudah bangun, bagaimana kondisi kamu Nay?". ucap Malik berdiri, sambil berjalan mendekati Naya. Sedangkan Lily hanya menatap ke arah Naya berdiri.
" Aku sudah membaik, aku juga sudah tidak lagi merasa pusing mas. Oh iya, hanya saja aku ingin kita pergi ke Restaurant Jepang. Aku ingin sekali makan sushi". ucap Naya manja.
" Ya sudah, nanti kita pergi".
" Tapi Malik, bukannya kita akan pergi makan malam bersama di Restaurant Itali?". sambung Lily yang langsung berdiri dan menatap Malik. Ia tidak mau kalah dengan Naya.
" Oh, jadi mas sama dosen Lily akan makan malam bersama di Restaurant Itali? Oke, jika begitu. Aku akan pergi sendiri, eh tidak sendiri. Silahkan saja kalau mas mau pergi sama nenek sihir ini". Ucap Naya kesal, hingga membuat ia menjadi emosional.
Saat Naya akan pergi, Malik memegang lengan Naya. Sedangkan Lily juga memegang lengan Malik, yang tak ingin di tinggalkan oleh Malik.
" Lepasin mas, aku mau pergi". Ucap Naya, dengan berusaha melepaskan tangan Malik dari lengannya.
" Nay, tolong dong. Jangan kayak anak kecil begini. Aku yang akan menemani kamu makan sushi". ucap Malik.
" Malik, kamu ini bagaimana sih. Tadi kamu sudah janji lho sama aku, kalau kamu akan pergi makan malam dengan ku. Lagian sudah lama kita tidak makan malam bersama, sekali ini saja Malik". Sambung Lily yang tidak mau kalah dengan Naya. Kali ini Lily tidak akan melepaskan Malik begitu saja.
Di sini Malik menjadi sangat bingung, di sisi lain dia sangat ingin menemani Naya istri yang sudah mulai ia cintai. Sedangkan di sisi lain, Malik juga ingin makan malam dengan sahabat karibnya sejak kecil.
" Ya sudah, begini saja. Mas Malik lebih memilih aku istri kamu atau dia, sahabat kamu. Oh ya, satu lagi. Ingat ya mas Malik, aku tidak bersikap kekanak-kanakan. Perempuan mana yang akan terima, saat ia sedang sakit. Dan suaminya malah mau makan malam dengan wanita lain". ucap Naya kesal, dan menunjuk wajah Lily.
" Enak saja, aku bukan wanita lain untuk Malik. Aku adalah sahabat kecil Malik. Wajar kalau kami akan makan bersama , setelah beberapa tahun kami baru bisa bertemu kembali". ucap Lily membalas menunjuk Naya.
Malik semakin pusing di buat oleh mereka berdua. Akhirnya, tanpa sepatah kata pun. Malik menarik tangan mereka dan membawa mereka berdua untuk masuk ke dalam mobil.
" Mas Malik, kita mau kemana sih. Kenapa kamu menarik-narik tangan ku?". ucap Naya kebingungan dengan sikap Malik.
" Iya, Malik kita mau kemana?". sambung Lily.
Samapi di garasi mobil, Malik meminta Naya dan Lily untuk masuk ke dalam mobil miliknya.
Naya dan Lily pun menurut, tetapi mereka malah berebut tempat duduk di dalam mobil. Naya dan Lily sama-sama ingin duduk di depan, dekat dengan Malik.
Mereka berdua saling tarik-menarik merebutkan kursi depan mobil.
" Awas, aku ini istri mas Malik. Jadi aku yang seharusnya berada di dekat dia". ucap Naya kesal.
" Tapi aku juga sahabatnya, aku juga berhak duduk di dekat Malik. Seharusnya kamu mengalah dengan ku, karena tidak setiap waktu aku bisa dekat dengan Malik. Sedangkan kamu, kapan pun pasti bisa dekat dengan Malik". ucap Lily.
Mereka masih terus berdebat, dengan Malik yang bingung dengan tingkah mereka. Sampai-sampai memijat pelipisnya yang tidak terasa pusing.
" Sudah-sudah lah. Tolong kalian berhenti berebut, aku muak melihat ini. Jika kalian masih berdebat, aku tidak akan mengajak kalian untuk pergi. Dan kamu Naya, meski pun kamu adalah istriku. Kamu tidak boleh bersikap seperti ini kepada tamu kita. Kamu juga Lily, kamu memang sahabatku tetapi tidak seharusnya kamu juga bersikap seperti ini kepada Naya. Kamu kan lebih dewasa dari Naya, jadi mengertilah dengan Naya yang masih labil dengan emosionalnya".
" Hah, aku labil. Kalian itu yang labil". Ucap Naya ketus dan langsung membuka pintu belakang, dan masuk ke dalam mobil, serta menutup pintu mobil secara keras. Ia akhirnya memilih mengalah dari Lily, ia kecewa dengan sikap Malik. Seharusnya Malik menyuruh Lily untuk pulang dan mengajaknya pergi ke tempat yang diinginkan oleh Naya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Jd males lht Malik..
Dosen killer tp..ma calon pelakor aj gk bs tegas walaupun sahabat yaa tahu jaga jarak laaaa
jgn lemah dan kalah ma calon pelakor!!
Smg lncr usaha cake nya..
Hari yg cerah,Kak Astrii...🥰
Ada bunga indah tuk k2k dr Aq
So Semangat trus,Kak!!☺️💪
Aq mampir nih...
Semangat trusss!!!