NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh

Diandra menatap xavier tak berkedip, tawa pria itu juga tak lagi terdengar.

"kamu mengenaliku?, apa maksudnya itu?"

"kamu tahu maksudku, diandra, pasti kamu tahu!"

"tidak..." geleng diandra cepat, "aku tidak tahu"

Diandra tergesa-gesa, ia ingin pergi meninggalkan xavier, diandra tak mau rahasianya terbongkar saat ini juga. Sejujurnya dia nggak siap sama sekali.

"liaan..." panggil diandra melambaikan tangannya.

Tiba-tiba tubuhnya meremang seketika, bisikan xavier di belakangnya membuatnya membeku.

"mau kemana, sayang?, kamu mau pergi meninggalkanku lagi begitu saja?"

Tubuh diandra menegang, sekujur tubuh rasanya kaku tak mampu bergerak.

"kan aku sudah bilang, aku mengingatmu diandra!"

Diandra benar-benar terpaku, menarik nafasnya saja membutuhkan usaha yang cukup kuat.

"kita pulang bareng!" ujar xavier memegang bahu diandra.

Diandra tersentak, seakan tersadarkan, ia menghembuskan nafasnya sedikit keras.

"kita tadi kemari barengkan?, kenapa pulangnya nggak bareng"

Diandra tak menjawab, ia juga tak berani membalikkan tubuhnya. Ada rasa ketakutan menjalari hatinya saat ini, benarkah xavier mengenalinya.

"mamaaa, lihat..!" tiba-tiba killian berlari ke arahnya, menunjukkan lukisan hasil karyanya.

"woooww keren..." puji xavier, pria itu yang menyambut lukisan dari tangan killian.

Diandra masih belum bisa bergerak rasanya, hanya matanya mengamati interaksi antara xavier dan killian yang begitu hangat.

"jagoannya om xavi, keren.!"

Killian tertawa puas, pujian xavier membuat bocah lima tahun itu berbunga-bunga.

Killian masih berceloteh, menceritakan keseruannya tadi, di dalam mobil tak henti suaranya bercerita.

Sementara diandra dan xavier terjebak dalam kecanggungan yang luar biasa, tak ada pembicaraan, diandra benar-benar masih syok.

"aku besok kemari lagi, kita perlu bicara, di" ujar xavier sesaat sebelum diandra turun, diandra tak menjawab hanya menghentikan gerakannya sebentar.

"jangan coba-coba menghindari aku"

Diandra hanya mengangguk cemas, matanya masih sempat menatap pria itu sekilas. Namun dengan cepat ia mengalihkan tatapannya lagi. Pria itu menatapnya penuh arti, dan tatapan itu, sungguh membuat jantung diandra hampir copot rasanya.

"dadah...om" killian melambaikan tangannya saat mobil xavier meninggalkan mereka, pria itu juga melambai, dengan senyum manisnya untuk killian.

Diandra langsung menghela tangan killian, begitu mobil pria itu hilang dari pandangan mereka.

Rasa takut yang sedari tadi mengganggunya, kini semakin mencekam hati. Diandra berjalan terburu-buru, killian yang berjalan di sisinya sampai setengah berlari mengikuti langkah mamanya.

Bocah itu menatap heran, melihat mamanya seperti dikejar sesuatu yang sangat menakutkan.

"lian, ambil beberapa mainan yang lian pengen bawa, mama kemas pakaian kita dulu!" perintahnya begitu menutup pintu rumahnya.

"kita mau kemana, ma?"

"liburan" sahut diandra singkat, meninggalkan putranya yang masih termangu menatapnya.

"buruan.. lian!"

Tak sampai satu jam, diandra mengemas pakaian mereka. Tangannya sedang sibuk memesan m*xim, diandra berniat pergi sementara waktu.

Jujur diandra tak siap, diandra tak akan mampu menjelaskan semuanya pada pria itu.

Bagaimana kalau keluarga pratama memaksanya harus melepaskan killian.

"tidak" geleng diandra kalut, "aku tak boleh kehilangan killian"

"mama.." panggilan killian di depan pintu kamarnya, menyadarkan diandra. Seketika ia berdiri, mengamati putranya yang membawa tas berisi mainan.

"ayo.." ajaknya mengulurkan tangan, dan disambut dengan lincah oleh killian.

<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>

Sepanjang jalan, perasaan xavier tak enak. Entah mengapa ia merasa akan kehilangan sesuatu.

Sejujurnya tadi dia hanya menebak, dan ternyata diandra tak berkelit. Wanita itu malah gugup dan semakin meyakinkan hati xavier kalau diandra adalah wanita itu.

Senyumnya mengembang indah, "akhirnya aku menemukanmu" gumamnya.

Bisikan killian tadi yang membuatnya yakin, kalau diandra adalah wanita yang selama ini ia cari.

Dan berarti killian benar-benar putranya, senyum xavier kembali mengembang indah.

"kamu membesarkannya dengan baik, di" gumamnya lirih, "bocah itu tumbuh menjadi pria baik"

Suasana hati xavier sangat baik, panggilan yang tiba-tiba dari geraldine pun diangkatnya dengan sukacita.

"ya hallo dine"

["hallo sayang, jangan lupa jemput aku jam 8 yah!"]

Kening xavier berkerut, ia berusaha mengingat sesuatu.

"ahhh" serunya tertahan, ia lupa kalau malam ini ada janji dengan wanita itu makan malam di restoran sweet night.

"ok" sahutnya ringan,

["xavi..."] terdengar suara geraldine memanggil penasaran.

["kamu sedang bahagia yah?"]

Xavier langsung tersenyum, namun ia tak menjawab, "sudah yah, aku sedang nyetir nih"

["oh, oke-oke. Hati-hati yah!"]

Xavier meletakkan ponselnya di kursi samping, sorot matanya menunjukkan dengan jelas isi hatinya yang sedang bahagia itu.

Bagaimana tak bahagia, 6 tahun pencariannya akan berakhir. Dia mencari wanita itu tanpa henti, hanya ingin mendengar alasan perempuan itu, mengapa meninggalkannya begitu saja.

Namun takdir berkata lain, tuhan memberinya bonus dari usahanya selama ini, seorang putra yang teramat tampan.

Dan tak dapat ia pungkiri, ia jatuh hati pada diandra. Padahal ia sempat berpikir akan menuntut diandra atas penyakit mental yang ia derita selam 6 tahun ini.

Selama 6 tahun ini, hanya kebencian yang ia tanam, ia bersumpah akan membawanya ke jalur hukum.

Namun takdir berbicara lain, xavier jatuh cinta.

"ahhhh" gumamnya lirih, " semoga besok diandra bisa menjelaskan dengan baik alasannya"

Tapi apapun alasan diandra, sepertinya sudah tak penting lagi bagi xavier. Yang terpenting saat ini, apakah diandra mau menerima perasaannya.

Apakah wanita itu juga memiliki perasaan yang sama dengannya, itu yang harus xavier tahu.

Xavier turun dari mobilnya dengan bersiul riang, supir rumah pratama yang menyambut lemparan kunci kontak darinya menatap tak percaya.

Hal yang sangat langka, melihat tuan mudanya itu berwajah sumringah seperti itu, biasanya xavier selalu terlihat dingin dan angkuh.

"mana oma, mang?"

"di dalam tuan!" sahut supir paruh baya itu, xavier mengangguk dan pergi tanpa pamit.

Di ruang keluarga omanya tersenyum, menatap cucunya yang kelihatan ceria itu.

"ada berita bagus sepertinya?" tanyanya begitu xavier menghempaskan tubuh besarnya itu di sofa.

Xavier tersenyum mengangguk, "oma nggak masalahkan punya cucu menantu hanya seorang chef?"

Omanya tertawa, "kamu yakin?"

"yakin, oma" angguknya mantap, "walau diandra belum mengakuinya, tapi tadi dia sama sekali tidak menyangkalnya"

Nyonya wina mengangguk paham, "lalu bagaimana dengan aldine?"

"aku akan bicara dengannya malam ini, oma. Aku akan jelaskan pada aldine kalau aku sudah punya seorang putra" ujarnya bersemangat, mata birunya terlihat indah berbinar.

Nyonya wina tersenyum lega, baginya hal terpenting adalah hidupnya xavier yang terjamin. Ia semain menua, sungguh tak tega rasanya kalau sampai tuhan menjemputnya, cucu satu-satunya itu masih belum menemukan 'rumah' nya sendiri.

Dan menurut mata tuanya, wanita itu, diandra sepertinya wanita baik-baik. Dan dia sangat yakin diandra pasti bisa menjadi rumah untuk xavier.

Apalagi di antara mereka telah ada seorang putra, nyonya wina tahu, diandra bukan perempuan materialistis.

Kalau diandra wanita seperti itu, tentu jauh-jauh hari perempuan itu akan datang dengan perut besarnya menuntut pertanggung jawaban.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut
Sri S
suka
Sri S
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!