NovelToon NovelToon
Dia Adalah Benihmu

Dia Adalah Benihmu

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:199.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Memperjuangkan nasib pernikahan yang semula
baik-baik saja hingga menutup usia nyatanya tak semudah mengatakan janji.

Perjuangan Bulan di usia pernikahan yang baru akan memasuki tahun kedua harus di terpa badai.


Nasib pernikahan yang semula sangat bahagia berubah seratus delapan puluh derajat saat kehadiran wanita yang tak lain adalah iparnya.

Menjadi perusah di tengah keluarga Bulan dan sang suami, kini semua berita buruk tertuju pada Bulan Ambarwati.

Tidur dengan pria lain dan hamil dari pria lain, itulah yang terlihat di mata Pramudya kala mendapati sang istri tengah berdua di kamar hotel.

Pramudya yang sangat mencintai Bulan, begitu juga sebaliknya.

Akankah pernikahan keduanya mampu melewati segala terpaan badai hingga mampu merajut cinta kembali? Mampukah Bulan membuktikan dirinya istrinyang setia dan mendapatkan pengakuan dari sang suami atas anak yang ia kandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memanfaatkan Status Istri

"Bulan mengingat sakit itu memang perlu untuk di jadikan pelajaran. Tapi cukup untuk pelajaran agar tidak terjerumus di lubang yang sama. Ibu sangat sangat tahu apa yang kamu rasakan. Bahkan ibu juga tidak bisa membayangkan yang jadi kamu menderita terusir dari rumah dalam keadaan hamil. Tapi, apa arti pernikahan di matamu itu sesederhana itu? Pernikahan yang seharusnya akan kita perjuangkan sampai titik darah penghabisan. Dari semua cerita kamu dan yang ibu lihat, Pram adalah pria yang patut kamu perjuangkan. Mungkin dari semua kesempurnaan Pram di matamu, inilah Tuhan tunjukkan kekurangan suami mu, Bulan. Ibu tidak akan memaksa, hanya saja Ibu akan mengeluarkan yang di dalam pandangan ibu. Bahkan satu pun kata tidak ada ibu katakan membela Pram, bukan? Hanya setiap orang memiliki kekurangan ada yang bahkan banyak sekali kekurangannya."

Terdiam, Bulan pun mulai berpikir apa yang di katakan Bu Rini sangat benar. Selama ini bahkan Bulan sering bertanya di mmana kurangnya sang suami? Sebab Pram benar-benar pria yang sempurna menurutnya. Penyayang, perhatian, bertanggung jawab, tampan, mapan, baik, semuanya ada di dalam diri pria tampan itu.

Dan Tuhan kasih tunjuk di mana kurangnya sang suami, satu kejadian yang membuat Pram goyah akan kepercayaannya pada Bulan. Dan semua itu tak luput dari rasa cinta yang begitu besar hingga membuatnya terbakar api cemburu. Bahkan banyak orang yang dalam keadaan cemburu tak bisa membedakan mana bebek dan mentok.

Yah seperti itulah kira-kira gambaran saat Pram memergoki keadaan sang istri yang tengah bersama pria lain hingga kemudian Bulan memberi tahu ia hamil.

"Ya sudah kamu istirahat saja. Biar ibu dan Lesti yang lanjutkan suir ayamnya yah?" ujar Bu Rini mengambil alih ayam yang entah sejak kapan Bulan pegang tanpa ia letakkan.

"Ayo mba saya antar ke kamar dulu." tutur Lesti mengajak Bulan.

Patuh Bulan pun ikut dengan Lesti menuju kamarnya. Dimana ia akan memikirkan semuanya untuk ke depan. Untuk dirinya, pernikahannya dan untuk anaknya kelak. Bulan tak ingin gegabah kali ini mengambil keputusan. Usai mengantar Bulan, Lesti segera ingin beranjak dari kamar itu, tiba-tiba saja pandangan  mata Bulan teralihkan padanya.

"Mba Lesti," panggil Bulan lirih.

Lesti pun menghentikan langkahnya. "Iya, Mba." jawabnya.

Diam, Bulan berpikir apa kata yang cocok untuk ia bicara dengan Lesti saat ini. "Jangan terburu-buru memutuskan menikah dengan Mas Fahmi. Sebaiknya cari tahu semuanya dulu." Ucapan Bulan seketika di tanggapi Lesti dengan tersenyum.

"Iya, Mba. Terimakasih yah. Kalau begitu Mba istirahat saja. Saya mau ke dapur lanjut kerjanya." ujar Lesti segera menutup pintu kamar Bulan.

Bulan tampak merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ini adalah hari pertama kalinya ia berbaring di siang hari selama pergi dari rumah. Sebab selama ini Bulan hanya menghabiskan waktu untuk bekerja terus. Rasanya sangat melelahkan kerja tanpa henti. Namun, semua Bulan lakukan demi sang anak yang akan segera lahir ke dunia.

Bahkan pikiran Bulan pada Lesti pun sudah mulai ringan sebab ia tengah menyampaikan keraguannya pada Lesti tentang Fahmi.

Sementara Lesti yang tiba di dapur mendatangi sang ibu. Bu Rini menoleh melihat sang anak yang berubah wajahnya.

"Ada apa, Lesti?" tanya Bu Rini penasaran.

Lesti menatap sang ibu dengan perasaan ragu ingin mengatakan. "Bu, tadi Mba Bulan bicara sesuatu sama Lesti." jawabnya dengan perasaan yang mendadak tak enak saat ini.

Kening Bu Rini mengernyit heran mendengar ucapan sang anak yang sepotong itu menurutnya. "Bicara apa? Apa Bulan masih tidak mau memaafkan suaminya?" tanya Bu Rini menduga yang tidak-tidak.

Sontak Lesti menggelengkan kepala. "Bukan tentang suaminya, Bu." jawab Lesti.

"Lalu?" tanya Bu Rini kembali.

"Tentang Mas Fahmi, Bu." jawab Lesti yang mendapat tatapan dalam dari sang ibu seketika.

"Fahmi? Apa Fahmi melakukan sesuatu dengan Bulan? Apa Lesti?" tanya Bu Rini tiba-tiba saja cemas.

"Ibu kok justru mikirnya kesana sih? Yah nggak mungkin lah, Bu. Mba Bulan cuman bilang jangan terburu-buru memutuskan menikah dengan Mas Fahmi. Cari tahu semuanya dulu, katanya begitu, Bu." ujar Lesti merasa dadanya seperti ada yang mengganjal kala mendengar ucapan Bulan tadi.

Bu Rini yang mendengar pun tampak mencerna beberapa saat hingga akhirnya ia pun mengganggukkan kepalanya pelan. "Yah itu yang ibu rasa selama ini, Les. Ibu itu tidak melarang kamu berpacaran dengannya juga. Tapi Ibu hanya ingin kalian saling mengenal lebih dalam sebab pernikahan itu bukan hanya setahun dua tahun. Tapi untuk selamanya. Tidak baik jika menikah dan memutuskan berpisah setelahnya. Lebih baik semuanya di matangkan dulu lalu jika sudah mantap baru menikah. Lagi pula kalian semua masih sama-sama muda. Akan sulit mengatasi masalah pernikahan dalam ego yang sama-sama masih labil."

Lesti tampak memahami setiap ucapan sang ibu. Hari ini Bu Rini bahkan seperti penceramah terkenal. Dalam sehari, ia sudah melakukan ceramah tiga kali pada orang berbeda. Pertama keluar Pram, kedua pada Bulan, dan ketiga pada anaknya sendiri.

Yah seperti itulah memang kehidupan. Bukan masalah sukses dan tidak, kaya dan miskin. Semua pelajaran hidup yang kita dapat dalam keberhasilan mencapai jalannya atau dalam kesakitan menghadapi masalah akan lebih baik kita bagikan setiap pertimbangannya pada orang yang membutuhkan.

"Iya, Bu. Lesti akan pikirkan semuanya. Semoga saja Mas Fahmi orang yang tepat yah, Bu? Lesti berat rasanya kalau harus memulai dari awal lagi dengan orang yang berbeda. Selama ini juga Mas Fahmi sudah baik banget sama kita. Apa lagi kemarin sampai mau bayarin biaya rumah sakit Lesti." Tak menjawab, Bu Rini hanya bisa tersenyum menganggukkan kepalanya.

Hari ketegangan kali ini kian cepat berganti menjadi malam. Ada yang berbeda dengan sosok Pram hari ini. Pria itu tampak jauh lebih semangat dari biasanya. Ia bahkan bekerja dengan tenang satu hari ini. Melihat wajah sang istri begitu menjadi mood booster untuknya bekerja. Semangat yang hilang beberapa waktu lalu kini telah kembali.

Yah, Pram yakin hubungannya dengan Bulan akan segera membaik, bahkan ia bertekad untuk mengusahakan apa pun demi membawa Bulan kembali ke rumahnya. Termasuk dengan langkah pertama malam ini.

Saat seluruh penghuni rumah tampak duduk di kursi meja makan untuk makan malam, Pram justru melewati mereka begitu saja. Tak ada sapaan yang ia berikan pada Ibu, oma dan opanya. Jangan tanyakan Hawa dimana. Sampai malam ini pun ia belum juga menunjukkan batang hidungnya. Padahal ini adalah malam terakhir ia berada di indonesia.

"Pram, mau kemana?" tanya Usi yang melihat sang anak sudah rapi kembali usai pulang kantor dan mandi.

Langkah Pram pun terhenti. "Mau bertemu Bulan, Bu." jawabnya seadanya tanpa menjelaskan niatnya pergi.

Tentu mendengar ucapan Pram, tak ada yang bisa melarang lagi kali ini. "Yasudah hati-hati. Apa tidak makan malam dulu?" tanya Usi mengingatkan.

Pram pun dengan cepat menggeleng.

"Tidak, nanti saja." Segera melangkah menuju mobil Pram melajukan kendaraan roda empat itu menuju rumah tempat sang istri tinggal selama ini.

Meski yakin Bulan tak akan mau bertemu dengannya, Pram tetap datang malam ini.

Singkat cerita, akhirnya Pram sudah berada di hadapan wanita yang ingin sekali ia peluk kembali. Namun, demi kenyamanan sang istri urung ia lakukan.

"Kita keluar makan yah?" tanya Pram saat melihat Bulan yang diam saja usai membuka pintu, Bahkan tak menyuruh masuk atau sekedar duduk di teras rumah.

"Saya sudah makan. Pergilah sendiri kalau mau makan." ujar Bulan berniat mengusir sang suami.

Pram tak gentar ia masih tetap mengembangkan senyumnya. "Bulan, Mas masih suami kamu. Nggak boleh biarkan suami makan sendiri kalau bisa menemani." ujar Pram yang mulai menggunakan kunci pernikahan untuk memaksa Bulan.

1
Surati
bagus
Suparmin N
Luar biasa
Dwi Agustin
GK ada otak suka adek sendiru
Widi Widurai
kl dah kaya gini baru sadar kan. yauda riisiko. dikasih tau ga bsa, yauda kejadian aja dlu baru jd plajaran
Widi Widurai
salah sendiri. dah diingetin ngotot. lagipun dari gelagatnya dah jelas kok diterabas.
abu😻acii
ayo bulan tante online mendukung mu😂
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Novi Yantisuherman
Si Hawa kudu di RUKIYAH nih
ajiu jiu
cpt banget tamat Thor ???
Ani Safitri
rasain Lo lesti
Ani Safitri
dah Pram lenyapin aja 2"a..g guna
Juni Cutma
semangat author 💪💪💪
semoga Lesti dapat ganjaran dari perbuatannya itu...😡
Komala Dewi
bagus
Juni Cutma
buka mata dan hati mu les,jangan salah kan orang lain atas apa yang kamu alami...
sudah di beri peringatan tapi kamu GK mau dengar😡😡
Widi Widurai: lah iya freak memang si lesti. yang bodoh dia tp nyalahin orang. dah tau cowonya gelagatnya aneh
total 1 replies
Juni Cutma
semoga ada yang nolongin Lesti dari pria bejat seperti Fahmi 😡😡😡
ajiu jiu
lanjut Thor ......
Erna Riyanto
Pram harusnya...bukan fahmi
Mae.
Gilak
masak an dia suka ma adek kandung sendiri otak nya tergeser banyak mungkin
Kus Tiah
makanya percya sama istri pram
Kus Tiah
mampir thor
Woeng Sabar Segalane
please jangan pisahkan lg😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!