Kisah Naya Ariska gadis muda dan cantik harus rela menjual tubuhnya kepada Pengusaha tampan dan terkenal sukses. Demi untuk membiayai ibunya yang Operasi karena penyakit kanker yang di derita ibunya.
Juna Ricard Permana. Pengusaha tampan dan terkenal sukses ini, lelaki pecinta one night stand. Baginya semua wanita sama. Hanya menginginkan uang dan kepuasan saja.
Tanpa di duga, ketika ia mengoyak kesucian gadis cantik yang rela menjual tubuhnya demi uang? membuat Juna merasakan getaran yang aneh yang tidak biasa.
Bagaimana kisah mereka? ikuti setiap episodenya ya.. hanya di Novel toon. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Ziah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 23 Minta Maaf
"Mau apa kamu datang kesini?!" tanya Juna dengan menatap tajam wanita yang ada di hadapannya.
"Juna..." wanita itu mendekati Juna ingin memeluknya. Tapi Juna langsung mundur, ia sama sekali tidak mau di peluk oleh wanita itu. Wanita yang sudah menyakitinya dan juga papanya, sampai membuat papanya meninggal. Wanita yang sudah membuatnya tidak akan mau mengenal cinta dan membuatnya menilai wanita itu semua sama dengan dirinya hanya gila uang dan uang.
"Juna, mama minta maaf sayang.." ucap wanita itu yang tak lain adalah mama Juna yang sudah lama meninggalkan nya. "Sayang, mama tahu mama banyak salah padamu dan papa kamu. Yang sudah meninggalkan kalian berdua. Dan mama menyesal sayang." mohon Mama Juna.
"Ck! gampang banget anda meminta maaf. Setelah apa yang anda lakukan kepada papa saya dan saya!" kesal Juna.
"Nak, mama tahu mama sudah menyakiti kamu dan juga papa. Mama sungguh menyesal, tolong Juna maafin mama." Ucap Mama, Juna lagi.
"Maaf?! Kenapa anda baru minta maaf sekarang, hah! Setelah bertahun-tahun anda baru datang kesini dan dengan mudahnya anda meminta maaf! Lebih baik anda pergi dari rumah saya!" ucap Juna dengan emosi.
"Nak, mama mohon." wanita itu mencoba mendekat lagi ke Juna
"Sebenarnya apa mau anda yang tiba-tiba datang kesini?!" tanya Juna datar. "Anda menginginkan uang? baiklah kalau itu yang anda mau, saya akan beri kamu uang berapa pun yang Anda mau, tapi setelah itu kamu pergi dan jangan lagi menemui saya!" Tukasnya.
"Mama tidak menginginkan uang nak, mama hanya mau kamu memaafkan mama dan bisa lagi tinggal bersama kamu." Juna berdecak.
"Hah! maaf anda tidak berlaku pada saya. Lebih baik anda pergi dan jangan balik kerumah saya lagi!" usir Juna.
"Tap_"
"Pergi!" teriak Juna yang langsung berjalan keluar rumah karena ia harus pergi ke kantor.
"Juna, tunggu nak..!" teriak mama Juna yang mengikuti Juna ke luar rumah. Pada saat di depan pintu mama dari Juna jatuh ke lantai.
Bruk
Juna yang mendengar itu, langsung menoleh ke belakang dan di lihatnya mamanya tergeletak di lantai.
"Mama..!" teriak Juna yang berlari menghampiri mamanya. "Mah bangun.." Juna berusaha membangunkan mamanya. Hei, anda jangan coba-coba membohongi saya, berpura-pura pingsan agar saya mau menerima anda kembali. Jangan harap! hei cepat bangun!" ucap Juna lagi yang sedikit belum mempercayai kalau wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik itu, pingsan.
Setelah 10 menit mamanya tidak sadar juga, apa lagi ia melihat wajah mamanya terlihat pucat dan seketika Juna langsung panik. Kemudian Juna teriak memanggil Security nya dan menyuruhnya membuka pintu mobil, sementara Juna mengangkat tubuh mamanya, lalu di masukkan kedalam mobil.
"Pak cepat buka pagar ya..!" perintah Juna pada Security nya.
"Baik, tuan." Gerbang pun terbuka, Juna lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Juna melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan Juna sampai di rumah sakit sekitar 20 menit. Para perawat langsung membawa wanita itu menuju ruangan IGD.
"Tuan.." panggil Felix yang baru saja datang.
"Kamu sudah datang?"
"Iya, tuan." saut Felix
"Felix, apa menurut kamu saya harus memaafkannya? Setelah apa yang sudah dia lakukan kepada papa dan saya?!" tanya Juna pada asistennya.
"Tuan, kalau menurut saya. Lebih baik tuan memafkannnya, sebesar apa pun kesalahannya dia tetaplah ibu kandung tuan. Beri dia kesempatan, untuk menebus kesalahannya." jawab Felix memberi saran.
Mendengar jawaban dari Felix, Juna langsung menghela nafasnya panjang. Ia sendiri bingung harus gimana. Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya Dokter yang memeriksa mamanya keluar juga. Juna pun berdiri langsung dan menanyakan apa yang terjadi pada mamanya.
"Dok, gimana keadaan mama, saya?" tanya Juna sembari menatap serius Dokter tersebut.
"Sebelumnya saya mau tanya terlebih dahulu. Sudah berapa lama pasien mengidap kanker rahim?" tanya sang Dokter.
"Apa Dok? kanker rahim?!" tanya Juna masih tidak percaya.
"Iya tuan. Apa tuan tidak mengetahui nya?" tanya sang Dokter.
"Ya tuhan mama..! Maaf Dok saya tidak mengetahui kalau mama saya memiliki penyakit kanker." jawab Juna terkejut. "Jadi Dok, gimana keadaan mama saya sekarang dan apa yang harus dilakukan?" tanya Juna lagi.
"Begini tuan, penyakitnya sudah lumayan parah." jawab Sang Dokter.
"Dok, apa bisa di sembuhkan? berapa pun biayanya akan saya bayar, asalkan mama saya bisa sembuh."
"Jalan satu-satunya, rahimnya harus di angkat." jelas Dokter.
"Lakukanlah Dok, jika itu yang terbaik dan mama saya bisa sembuh." tutur Juna.
Jujur Juna sebenarnya masih sangat kecewa dengan mamanya. Tapi, mendengar kondisi mamanya yang sakit kanker rahim. Ia menjadi tidak tega.
kayanya Naya hamil