NovelToon NovelToon
Layunya Bunga Desa

Layunya Bunga Desa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa / Cinta Terlarang / Cerai / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noor Hidayati

Mawardianah atau yang lebih sering di panggil Mawar adalah gadis remaja yang memiliki paras cantik jelita. Bahkan kecantikannya sudah terpancar sejak ia duduk di bangku sekolah. Mawar bukan hanya menjadi bintang di sekolahnya tapi ia juga menjadi bunga di desanya. Namun karena kecantikan itu pula masa depannya hancur setelah perceraian kedua orang tuanya.

Add FB : I'tsmenoor
follow IG : @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Keesokan harinya Mawar dan Fandi berangkat bersama ke sekolah.

Tidak mau ada yang mengetahui kebersamaan mereka, Fandi menurunkan Mawar beberapa meter dari gerbang sekolah.

"Sampai sini saja ya, Gak enak di lihat guru atau murid lain."

"Iya Pak gak papa." jawab Mawar tanpa rasa keberatan. Jujur dia sendiri pun tidak ingin kedekatan mereka menjadi bahan gunjingan teman-teman maupun guru lainnya, Apa lagi ada salah satu guru yang di kabarkan dekat dengan Fandi. "Ahh kenapa Aku selalu lupa untuk menanyakan itu." batin Mawar.

"Udah ya, Sampai jumpa di kelas." dengan mengedipkan mata, Fandi berlalu pergi dengan motornya.

Mawar yang masih memikirkan hubungan Pak Fandi dan Bu Hana tersentak mendengar suara motor yang melaju secepat kilat "Apakah tadi Pak Fandi mengedipkan mata padaku?" ucap Mawar yang tidak begitu yakin.

"Ahhh... Apa yang ku pikirkan." Mawar menepuk kepalanya sendiri dan berjalan menuju sekolahnya.

Sesampainya di kelas, Mawar langsung duduk dengan tenang tanpa ada lagi yang berani menganggunya. Memang sejak Mawar memasukan Indra ke penjara. Teman sekelasnya tidak berani lagi bersikap macam-macam denganya. Hanya saja di belakang sesekali gibahin Mawar yang selalu di istimewakan sekalipun sering telat bahkan tidak masuk berhari-hari.

Meskipun Pak Fandi sebagai wali kelas cukup terbilang adil di mata muridnya. Namun guru lain hingga kepala sekolah selalu memperlakukan Mawar berbeda dari murid lainnya. Terbukti tdak pernahnya Mawar mendapatkan sanksi seperti murid lain ketika terlambat maupun bolos sekolah. Hal itu juga yang menjadi salah satu penyebab Mawar tidak di senangi para siswi, Karena selain menyita perhatian para guru hingga kepala sekolah, Mawar juga menyita perhatian para siswa di sekolah tersebut.

"Selamat pagi anak-anak." sapa Fandi begitu memasuki ruangan.

"Selamat pagi Pak." saut murid secara serentak.

Selanjutnya Fandi memulai pelajarannya.

Tidak seperti hari-hari biasanya, Kali ini Fandi lebih sering memperhatikan Mawar yang tengah fokus mengerjakan tugasnya.

Padahal selama ini Fandi terbilang cuek kepada Mawar dan lebih bangga di idolakan banyak muridnya. Namun sejak mereka tinggal bersama, Fandi sering kali mencuri pandang, Menatapnya dengan lekat, Seolah meyakinkan hatinya jika cinta tidak memandang usia.

"Pak Fandi..."

Suara lembut seorang wanita tidak hanya membuat Fandi tersentak, Tapi para murid terutama Mawar pun ikut tersentak mendengar suara seorang wanita menyebut nama Fandi.

Mawar mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan melihat Bu Hana wanita berparas ayu yang di kabarkan dekat dengan Pak Fandi.

Mawar terus menatap Bu Hana yang mendekati Fandi dan membisikkan sesuatu padanya. Untuk pertama kalinya Mawar merasa ada sedikit rasa nyeri di sudut hatinya melihat kedekatan mereka.

"Anak-anak... Selesaikan tugas kalian, Bapak tinggal sebentar."

setelah mengatakan itu, Fandi keluar bersama Bu Hana. Membuat hati Mawar semakin tidak tenang memikirkan apa yang akan mereka lakukan.

"Pak Fandi dan Bu Hana makin dekat saja yah..." ucap seorang siswi yang duduk di bangku sebelah Mawar.

"Iya, Udah cocok banget mereka, Pak Fandi ganteng, Bu Hana cantik." saut siswi di sebelahnya.

"Aku ikhlas deh kalau Pak Fandi dan Bu Hana, Daripada sama muridnya bikin iri saja." timpal yang lainnya.

Mawar menghelai nafas dalam-dalam. Ntah kenapa mendengar itu hatinya sungguh merasa sesak. Seolah tidak terima jika itu benar-benar terjadi.

"Kenapa hatiku merasa seperti ini." batin Mawar mengelus-elus dadanya.

Jam istirahat Mawar kembali melihat Pak Fandi dan Bu Hana sedang berbincang di depan kantor. Mereka terlihat begitu asik berbincang hingga tak jarang Bu Hana tertawa lepas sembari memukul lengan Pak Fandi.

"Sebenarnya apa yang guru sok tampan itu katakan sehingga Bu Hana tertawa lepas begitu." batin Mawar yang semakin merasa kesal.

Bersambung...

1
Homsiah
ya elah
Homsiah
lah ngapa tuh si fandi diem bae
Homsiah
udahlah kawinin aja takut tendung beneran ntar
Homsiah
payah tuh maknya si raka
Homsiah
ya dibawa lah kalo kamu jentel
Homsiah
lagian nih bapak aneh ya bukannya dulu dia yng bawa lily ama mawar ngapa sehabis nikah malah di telantarin
Homsiah
owalah akhirnya terus ntar gmn tuh jgn sampe fandy ga tanggung jawab
Homsiah
waduh bahaya tuh.
Homsiah
terlalu dewasa ga sih ini si mawar perannya
Homsiah
mau komen apa ya ini kenapa pemeranya yng bener cuman fandi ama mawar doang ya yng lain mah aduh ga tau lah
Homsiah
lanjut lah
Homsiah
lah itu si raka anak 19 tahun ko begitu bgt ya
Homsiah
nyesel kan
Homsiah
ini nih akibat kamu terlalu pinter mawar
Homsiah
kan oon dia sebel jadinya aku ama mawar
Homsiah
yaelah dah dapet tempat aman malah masuk ke kandang buaya lagi
Homsiah
ga usah konyol deh mawar
Homsiah
kalo aku sih jujur masih penasaran siapa ya kira" yng merusak mawar
Homsiah
waduh bahaya tuh
Homsiah
lanjut lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!