NovelToon NovelToon
CINTA KANAYA

CINTA KANAYA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: ridwan jujun

"selamat pagi, yah, Bun." sapa Naya.
"pagi, sayang," balas lina Bunda naya.
" pagi,princess,"faizal ayah Naya, tersenyum ke arah putrinya.
"mau sarapan apa sayang."
"roti kacang, Bunda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 23

"Selamat pagi, Umi," sapa Naya saat memasuki area dapur. Di sana terlihat wanita paruh baya dengan gamis hitamnya serta jilbab yang menutupi dadanya sedang membuat suatu sarapan untuk keluarganya, meskipun anak-anaknya sudah tidak di rumah lagi karena memiliki keluarga masing-masing.

Hafizah tersenyum kearah menantunya yang sudah berdiri di samping kanannya. " Pagi, Nak. Bagaimana tidurnya? nyenyak."

Naya membalas senyuman Hafizah tak kalah lebar memperlihatkan giginya yang tersusun rapi. "Alhamdulillah, nyenyak, Umi."

"Alhamdulillah."Hafizah kembali mengerjakan pekerjaannya. "Semalam suamimu nelpon, tapi kamu sudah tidur, umi minta dia datang, dia nya gak mau, katanya kamu tidak ingin melihat mukanya, emangnya lagian punya masalah apa, Nak?"

Naya memasang wajah malasnya, dia juga tidak tahu mengapa kemarin tiba-tiba tidak suka melihat wajah suaminya itu, padahal wajah itu adalah bagian dari favoritnya.

"Naya juga gak tau, Umi. Bawaannya pengen muntah terus kalo liat muka mas Keenan." Ekspresi wajah Naya tiba-tiba berubah tidak enak dipandang saat mengingat bentuk wajah suaminya itu.

Sedangkan Umi Hafizah menatap menantunya dengan tatap bingung. "Padahal, suami kamu itu ganteng loh."

"Jangan bahas mas Keenan, Umi, Naya pengen muntah." Seketika Naya menutup mulutnya.

"Baiklah," ucap Umi Hafizah. Meskipun wanita paruh baya itu tidak memperpanjang masala ini, tapi diam-diam otaknya bekerja.

"Ada yang Naya bisa kerjakan, umi?" tanya Naya.

Umi Hafizah berpikir sebentar sebelum meminta Naya untuk mengupas bawang putih, dia hanya ingin mengetes apakah pikirannya benar atau salah, jika benar dia sangat bahagia, tapi kalo salah tidak jadi masalah untuknya.

"Nak, tolong kupas ini iya." Hafizah meletakkan beberapa butir bawang di hadapan Naya.

Awalnya Naya biasa-biasa aja, tapi pada saat dirinya sudah mengupas bawang tersebut, seketika isi perutnya memberontak ingin keluar, padahal dia belum makan apapun.

Naya menutup hidung sekaligus mulutnya berharap tidak muntah dan bau bawang tidak masuk lagi ke penciumannya, tapi naya lupa kali tangannya sudah dipenuhi bau bawang.

Naya berlari kearah kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya yang sedari tadi ingin keluar.

Huek ....

Huek ....

Huek ....

Berbeda dengan Naya yang sudah muntah-muntah didalam sana, Umi Hafizah malah tersenyum lebar, tidak salah lagi, dia juga pernah mengalami seperti itu saat mengandung Keenan.

"Kamu tidak apa-apa, Nak?" tanya Hafizah. Wanita paruh baya itu mengelus punggung menantunya dengan penuh kasih sayang.

Naya hanya mengangguk lemah untuk menjawab pertanyaan mertuanya.

"Umi panggil dokter iya?"

"Jangan, Umi." Naya menggelengkan kepalanya.

"Kalo gitu, umi telpon Keenan aja."

Lagi-lagi Naya menggeleng. "Naya hanya masuk angin, Umi."

"Iya sudah, kamu istirahat saja."

"Hmm."

Hafizah menuntun Menantunya untuk kembali ke kamarnya agar istirahat.

"Jangan banyak gerak, Nak. Kamu istirahat aja, umi akan membawakan sarapan mu ke sini." Hafizah menarik selimut sampai perut Naya.

"Terimakasih, Umi." Naya tersenyum kearah Umi Hafizah, dia sangat bersyukur karena memiliki mertua yang sangat penyayang seperti umi Hafizah.

"Sama-sama, nak. Sekarang istirahat lah, umi keluar dulu, kalo butuh apa-apa panggil umi aja."

Naya mengangguk.

🍃🍃🍃

Arkan terkekeh kecil kearah Keenan yang sudah duduk didepannya.

"Ponselnya udah bagus?" tanya Keenan.

"Udah." Arkan mengambil ponsel yang ada di saku jasnya. "Ternyata kamu ini suami yang sangat bodoh."

Kening Keenan mengerut. "Maksudmu?"

"Istrimu diteror selama ini kamu gak tau. Apa kalo bukan bodoh?" ejek Arkan sambil menyodorkan ponsel kearah Keenan. "Liat sendiri."

Keenan meraih ponsel dari tangan Arkan, lalu mencari sesuatu yang membuat istrinya sangat marah.

Mata Keenan langsung membulat dengan sempurna saat melihat isi chat istirnya dengan nomor yang tidak di kenal.

Rahang pria itu mengeras saat melihat foto dirinya bersama sama Rifa saking berpelukan dengan berbagai gaya. Wajarlah kalo istrinya itu marah karena melihat foto full editan ini.

"Makanya, jangan pacaran berlebihan, lihat sekarang dampaknya, untung Baek tuh cewek ular tidak hamil, iya walaupun mustahil, mana mungkin kamu mau nyentuh cewek sebelum halal." Setelah mengatakan itu Arkan menyeruput kopinya.

"Lacak nomor ini."

"Cari orang lain, saya sibuk. Kamu tau sendiri kan."

"Nanti sore, hasilnya harus ada."

"Tidak di rumah, kantor, di luar, sama aja, buat kepala aku pecah.

"Jangan curhat denganku no komen aku."

Arkan melirik ponsel yang berdering di atas meja. "Entah apa lagi sekarang."

"Aku balik duluan, ingat lacak nomor itu, assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh."

Setelah menjawab salam Keenan, pria dengan pakaian kantornya itu mengangkat panggilan dari istri tercintanya.

Belum juga dia mengucapkan salam, suara cempreng milik istri imutnya itu sudah membuat telinga hampir rusak.

"HALO, MASSSSS ARKAN," teriak istrinya di sebrang sana melalui ponsel.

Arkan langsung menjauhnya benda pipi itu dari telinganya. "Astaghfirullah aladzim, untung sayang, kalo tidak, udah gw tenda ke sungai Amazon."

"Masss!"

"Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh, calon Umi, ada apa sayang? hmm." tanya Arkan dengan lembut agar istrinya ini tidak tersinggung, bisa berabe kalo istrinya ini ngambek.

"Hehehe, wa'alaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh, calon Abi, gak ada apa-apa, aku hanya kangen."

Arkan membuang nafasnya dengan sedikit kasar. Semenjak istrinya dinyatakan hamil, wanita itu tidak bisa lepas darinya, dia akan selalu menempel seperti cicak di dinding. Dan itu melatih kesabaran Arkan.

"Baiklah, aku pulang sekarang."

"Sambungan jangan di matiin."

"Iya."

🍃🍃🍃

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai dosen, pria itu berjalan kearah mesjid untuk menunaikan shalat zhuhur sebelum berangkat ke pesantren menemui istrinya.

Setelah beberapa menit kemudian, Keenan menjalankan mobil untuk ketempat tujuannya, tapi sebelum itu dia harus ke sebuah tempat untuk memastikan keaslian foto tersebut agar dia punya bukti yang harus diperlihatkan ke Naya.

Saat di perjalanan, Keenan menghentikan mobilnya saat melihat orang yang dia kenal sedang berada di pinggir jalan seperti sedang kebingungan.

"Rifa?" panggil Keenan pada wanita itu.

Bukannya dia masih memiliki perasaan atau gimana, tapi Keenan adalah orang yang tidak bisa melihat orang yang dia kenal sedang membutuhkan bantuan.

"M–mas Keenan?"

"Ngapain kamu disini?" tanya Keenan.

"Saya mau pulang, mas, tapi mobil saya mogok, jadi saya jalan kaki, padahal rumah saya masih jauh." Rifa memasang wajah sok polosnya sebaik mungkin, agar Keenan percaya. Dia tau pria ini mudah tertipu jika masalah semacam ini.

Tanpa pikir panjang Keenan menawarkan tumpangan untuk Rifa. "Masuk, saya antar, dari pada kamu jalan kaki."

Dengan senyum liciknya, Rifa masuk kedalam mobil, tapi ditahan Keenan saat wanita itu membuka pintu bagian depan.

"Kamu di belakang."

"Oh, iya." Dengan terpaksa Rifa membuka pintu bagian belakang.

"Sabar rif, agar rencana mu berhasil," batin Rifa.

Keenan pun menjalankan mobilnya. "Masih rumah yang sama?"

"Iya, mas," jawab Rifa selembut mungkin. "Mas Keenan bisa singgah bentar di supermarket gak? saya mau beli sesuatu."

"Oke, tapi jangan lama iya, soalnya saya buru-buru."

"Iya, mas." Tanpa Keenan ketahui, Rifa tersenyum licik. "Akhirnya kamu masuk perangkap ku, mas Keenan, malam ini kamu akan jadi milikku seutuhnya." batin Rifa.

Keenan menghentikan mobilnya di parkiran supermarket dan membiarkan Rifa untuk masuk membeli yang dia butuhkan.

Keenan melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 16:40 itu tandanya waktu sholat asar udah lewat.

"Ayo, mas," ucap Rifa yang sudah datang dengan kresek di tangannya.

"Ayo."

Keenan kembali menjalankan mobilnya, setelah beberapa menit mobil Keenan sudah sampai di depan rumah Rifa.

"Masuk dulu, mas?" tanya Rifa.

"Gak usah, saya buru-buru," tolak Keenan.

"Waktu solat asar hampir habis loh, mas Keenan lebih baik solat dulu, di rumah ada bibi kok," tawar Rifa sekali lagi.

Keenan melirik jam tangannya, benar waktu solat asar akan habis. "Baiklah, saya numpang solat sebentar."

Rifa sekali lagi tersenyum licik. "Berhasil."

Sementara Keenan menunaikan shalatnya, Rifa sibuk menyiapkan minuman untuk Keenan yang sudah di campur dengan obat.

Setelah merasa Keenan sudah menyelesaikan solatnya, Rifa segera keluar membawa jus buatannya.

Dan benar saja Keenan sudah berada di teras rumahnya untuk bersiap-siap untuk pergi.

"Mas Keenan, minum dulu, pasti mas Keenan haus kan." Rifa menyodorkan gelas yang berisi jus ke arah Keenan. "Sebagai tanda terimakasih aja, kok."

Tanpa memiliki perasaan curiga, Keenan meminum jus yang disodorkan padanya.

Belum cukup beberapa menit setelah meminum jus tersebut, Keenan sudah merasa pusing.

Sedangkan Rifa tersenyum licik.

TBC ....

1
bunda syifa
cobaan kiyai Ibrahim ada d anak nya, seorang kiyai punya dua putra gc ada yg bener
Muawanah
lanjut kak.....
Muawanah
ko sering ngulang y....???
Muawanah
🤣🤣🤣🤣Kenan dah bucin akut😁😁😁😁🤭
Muawanah
hedeeeh....cinta membuat orang bisa berbuat apapun....😁😁😁🤭
Muawanah
nyesek banget....
Muawanah
dah aku ksh vote nieh kak 😊
Muawanah
asli bcnya mewek kak....
masih bnyk teka teki ...🤔🤔🤔🤔
Muawanah
wuih nyesek g tuh Naya....😔
Muawanah
aku mampir nieh kak 😊
Abdul Razak Al Maliki
seru lanjut thor
Abdul Razak Al Maliki
loh kenapa? jangan2 sudah nikah Arkan ea
Noni hartati
nah itu baik boleh. tp kitanya jg harus melihat siapa yg boleh kita baiki
Noni hartati
Astagfirullah kena syndrom "kamu nenye"
Endang 💖
tambah lagi thor
ridwan jujun
udah up tuh ka
Endang 💖
kok blm up lg thor nungguin ne kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!