Lima tahun yang lalu, Eden Kennard Anderson menjalin hubungan dengan wanita berparas cantik yang bernama Arabella Anastasya Walker, putri dari Keluarga Walker yang merupakan salah satu keluarga kaya raya di Kota Boston - Massachusetts Amerika Serikat. Karena berbeda kasta membuat hubungan mereka di tentang keras oleh Keluarga Walker. Hingga pada akhirnya wanita itu memutuskan dirinya secara sepihak dan bertunangan dengan pria
lain yang dijodohkan dengan wanita itu.
Lima tahun kemudian, Arabella kembali dipertemukan dengan mantan kekasihnya Eden Kennard Anderson. Pria yang dahulu
di pandang rendah kini menjelma menjadi salah satu pria terkaya di Kota New York. Memiliki paras tampan dan dijuluki pria sejuta pesona. Jabatannya yang sebagai seorang CEO membuatnya begitu diinginkan kaum wanita, termasuk seorang model cantik yang kini telah menjadi kekasihnya, Catherine Wilson.
"Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa lepas dariku, Bella. Kau hanya milikku! Milikku!" - Eden -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranty Yoona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingatan Lima Tahun Yang Lalu (2)
Keesokan harinya, Tuan Aldrick benar-benar menuruti keinginan Eden. Pria paruh baya yang memiliki nama besar itu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Eden di salah satu Restauran terdekat.
Eden mengamati Restauran mewah itu, apa pria tua itu akan sesak napas jika menemuinya di rumahnya? pikirnya.
Sebelum masuk ke dalam VIP Room, Eden menarik napas panjang, lalu memasuki ruangan tersebut. Di dalam sana sudah ada Jhon yang berdiri di sisi seorang pria tua, mungkin itu yang bernama Tuan Aldrick yang tidak lain adalah kakeknya.
"Eden? Cucuku?" Tuan Aldrick sontak beranjak berdiri begitu melihat sosok pria yang memiliki wajah perpaduan antara putrinya Irina dan menantunya Danny.
"Silahkan duduk saja." Namun tidak ada keramahan yang ditunjukan oleh Eden kepada kakeknya itu.
Tuan Aldrick kembali duduk, ia tidak tersinggung dengan sikap Eden yang serupa dengan putrinya. Mata sendunya memperhatikan lekat pria yang baru saja membenamkan tubuhnya di kursi tepat di hadapannya.
"Maaf..." Satu kata yang keluar dari bibir Kakek Aldrick membuat Eden menatap kakeknya itu.
"Untuk apa minta maaf?" tanya Eden masih dengan nada dingin.
"Maaf untuk semua yang sudah terjadi. Untuk ibumu yang merupakan putriku. Aku benar-benar bersalah padanya." Kakek Aldrick tertunduk dalam, terlihat jelas penyesalan di raut wajahnya yang dipenuhi oleh guratan kasar.
"Minta maaflah pada ibuku di makamnya. Bukan aku yang berhak memberimu maaf. Kau tidak bersalah padaku tetapi pada putrimu."
Benar. Dan perkataan Eden membuat rasa bersalah Kakek Aldrick semakin berkembang. Ia ingin sekali meminta maaf pada putrinya tetapi saat itu ia gagal membujuk putrinya agar memaafkan kesalahannya.
"Kau benar. Hanya saja ibumu tidak ingin memaafkanku," sahutnya lirih.
"Apa maksudmu?" Eden menatap Kakek Aldrick penuh tanda tanya.
"Sebelumnya aku sudah bertemu dengan Irina. Aku sudah minta maaf padanya atas perbuatanku yang menentang hubungannya dengan Danny, tetapi Irina terlalu marah dan kecewa kepadaku karena aku begitu keterlaluan menghina suaminya. Aku memang bukan ayah yang baik, aku menentang hubungan mereka hanya karena Danny tidak sepadan dengan Keluarga Anderson. Aku mengusir putriku yang lebih memilih Danny, aku menarik semua fasilitas yang selama ini digunakan Irina selama menjadi putriku." Ada jeda selama beberapa saat ketika Kakek Aldrick menceritakan kisah masa lalu dirinya dengan putrinya.
Dan mendengar kisah ibunya dengan ayahnya, Eden hanya bisa menyembunyikan senyum kecutnya. Kisah cinta kedua orang tuanya begitu serupa dengan kisah cintanya dengan Bella yang di tentang oleh Keluarga Walker. Hanya saja yang membedakan adalah ibunya memilih tetap bersama ayahnya, sedangkan Bella memilih keluarganya.
"Aku benar-benar minta maaf padamu dan pada ibumu, bahkan kepada ayahmu," sambungnya dan Eden diam mendengarkan kalimat demi kalimat yang dikatakan oleh pria tua itu. "Beberapa tahun ketika Irina meninggalkanku, aku berusaha mencari tau keberadaan mereka, bukan hal yang sulit untukku karena dengan cepat aku berhasil menemukan mereka, aku begitu miris melihat kehidupan mereka. Sehingga aku mengutus seseorang agar menawarkan pekerjaan pada Danny, setelah Danny bekerja di salah satu perusahaan kenalanku, kehidupan mereka berubah sehingga kalian bisa hidup dengan layak dan berkecukupan. Tetapi aku tidak pernah menduga jika Danny kecelakaan dan...." Kakek Aldrick tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Rasa sesak menghimpit dadanya. Ia menyaksikan sendiri bagaimana putrinya itu meraung-raung menangisi kematian suaminya. Saat itu ia ingin mendatangi Irina untuk memberikan kekuatan pada putrinya dan ia pun ingin memeluk cucunya yang tidak tahu akan keberadaan dirinya. Akan tetapi lagi-lagi egonya tidak ingin ia melakukan hal itu, sehingga seperti sebelumnya ia hanya bisa melihat mereka dari kejauhan.
"Aku marah, sangat marah. Tetapi aku tetap menyayangi putriku, aku tidak lepas memantau kehidupannya. Dia terlihat begitu bahagia, rasanya tidak adil jika aku mengganggu kehidupan kalian. Sehingga selama ini aku hanya bisa membantu kalian diam-diam pasca Danny meninggalkan kalian. Tetapi entah dari mana dia mengetahuinya, Irina sangat marah dan mendatangiku jika aku tidak perlu ikut campur dengan kehidupannya. Dia sudah membuang jauh nama Anderson dan tidak memiliki keluarga selain putranya Eden. Itu yang dia ucapkan padaku." Dengan sekuat tenaga Kakek Aldrick menahan air matanya. "Ibumu mengancam akan membawamu pergi jauh dan akan lepas dari pengawasanku, karena itu semenjak ibumu mengetahui tindakanku, aku tidak lagi memperlihatkan bantuanku pada keluarga kecilnya. Ibumu memilih menjual rumah peninggalan Danny dari pada menerima bantuan dariku. Dia membawamu pergi jauh dan benar-benar hilang dari pengawasanku dan orang-orangku. Karena itu aku baru menemukan kalian disaat ibumu terkena penyakit yang mematikan, aku berusaha mencarikan dokter terbaik untuknya tetapi sayangnya penyakit Irina tidak bisa disembuhkan lagi, sehingga putriku yang malang itu harus menghembuskan napas terakhir."
Pada akhirnya Kakek Aldrick tidak bisa membendung air matanya. Ia membiarkan air matanya meluruh. Dan Eden sungguh menyayangkan sikap ibunya. Kenapa selama ini ibunya tidak pernah mengatakan apapun padanya. Jika saja ia mengetahui jika ibunya berasal dari Keluarga Anderson, mungkin ibunya tidak akan menderita melawan penyakitnya, ibunya akan mendapatkan perawatan terbaik dari Kakek Aldrick. Tetapi kenapa? Kenapa ibunya mempertahankan kekeraskepalaannya sehingga harus pergi selama-lamanya meninggalkan dirinya seorang diri.
"Eden, Kakek... benar-benar minta maaf padamu." Suara lirih kakek Aldrick kembali mendapatkan perhatian dari Eden yang sempat tertunduk dalam. "Selama ini Kakek selalu mendatangi makam ibu dan ayahmu berharap mereka memberikan maaf padaku, berharap aku bisa hidup dengan tenang setelah ini. Aku hanya ingin menebus semuanya melalui dirimu, cucuku..."
"Cukup, aku paham apa yang ingin kau katakan selanjutnya!" sentak Eden memotong perkataan Kakek Aldrick.
Melihat Eden yang menyela tidak sopan membuat Jhon yang sejak tadi berdiri tenang hendak bersuara, akan tetapi tuan besarnya itu menahan dirinya.
"Kenapa kau ingin aku ikut denganmu?" tanya Eden kemudian menelisik ke dalam raut wajah Kakek Aldrick yang nampak dipenuhi rasa sesal dan kesedihan.
"Aku... aku kesepian. Aku sudah kehilangan putriku Irina dan aku ingin menjadikan putra dari Irina untuk menjadi pewaris Anderson. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi selain dirimu. Aku memberikan hak yang seharusnya kepadamu yang tidak bisa kuberikan kepada Irina." Kakek Aldrick memang berniat memberikan segalanya kepada cucunya itu.
Eden menelisik wajah Kakek Aldrick, tidak ada kebohongan yang ia lihat dari pancaran mata pria tua itu. Apa mungkin ia harus menerimanya? Menerima haknya? Jika memang demikian, ia tidak memiliki pilihan lain selain menerima yang sudah seharusnya menjadi haknya.
"Perusahaan sedang tidak baik-baik saja. Ada pengkhianat yang ingin menjatuhkan perusahaan dan mengambil alih kepemimpinan. Mereka ingin menggeser posisi Irina yang sudah tiada. Mereka tidak tau jika Irina memiliki seorang putra. Karena itu kumohon, pulanglah ketempat yang seharusnya, aku memang gagal membujuk Irina agar kembali tetapi aku berharap kali ini kau tidak akan menolak yang menjadi haknya. Aku lebih rela jika kekayaan Keluarga Anderson jatuh ke tanganmu dari pada harus jatuh ke tangan mereka yang sudah berkhianat."
Mendengar keseriusan Kakek Aldrick membuat Eden mulai menimbang-nimbang keinginan kakeknya itu. Ia yang lebih berhak, lalu kenapa mereka ingin merampas hak yang seharusnya menjadi milik ibunya serta dirinya.
"Baiklah, aku akan ikut bersamamu, aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik ibuku!" Sorot mata Eden memancarkan kobaran api yang selama ini terpendam di dalam dirinya. Ia akan membalas satu persatu orang-orang yang pernah menghina ibu serta dirinya.
Apa yang dikatakan oleh Eden membuat senyum di bibir Kakek Aldrick mengembang.
"Tapi aku minta satu hal padamu, aku tidak ingin kau mencari tau tentang masa laluku, aku tidak ingin kau ataupun orang-orangmu mencari tau kehidupanku sebelumnya," ujarnya penuh penekanan dan ujung matanya itu melirik ke arah Jhon. Ia tahu jika Jhon dan kakeknya bisa mencari tahu informasi apapun mengenai kehidupannya. Tidak. Ia tidak ingin ada yang mencampuri kehidupannya.
"Baiklah, tidak masalah. Asalkan kau bersedia tinggal bersamaku dan menjadi pewaris Anderson." Kakek Aldrick menyetujui permintaan cucu semata wayangnya. Meskipun ia sendiri penasaran kenapa Eden melarang dirinya untuk mengorek informasi masa lalu cucunya itu. Tetapi baginya Eden menerima dirinya saja sudah cukup untuknya. "Dan satu hal lagi, panggil diriku kakek."
Eden mengangguk, menyanggupi keinginan Kakek Aldrick yang meminta dirinya untuk memanggil kakek. Meskipun ia tidak begitu dekat dengan kakeknya, Eden harus mulai terbiasa dengan kehidupan barunya dan meninggalkan Boston untuk menetap di New York.
To be continue
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...
cpt ditamatin aj thor. hehehee
jangan suka nabung bab napa
ayuuk ndang up thor,, cerita seru lho
apalagi cogannya waahh
maaf y thor....
ada apakah?..