NovelToon NovelToon
Metalmorfosis

Metalmorfosis

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: PiEl

Buat kalian yang bukan favorit di keluarga, semangat, ya.. Kalian hebat sudah berhasil menebalkan hati sampai detik ini.

🍁🍁🍁🍁🍁

Dibanding-bandingkankan dengan orang lain, itu sudah jadi hal umum.
tapi bagaimana jika kamu dibandingkan dengan adikmu sendiri?

Seperti halnya yang dialami oleh Zinnia Nashira.

Dia muak karna terus menerus menjadi pembanding dengan Navya, adiknya. Jadi ia melarikan diri dengan pemberontakan.

Sementara Ren, masih betah melajang bahkan saat umurnya sudah menginjak kepala tiga.

Namun pertemuannya dengan Zinnia mampu membuat hari-hari Ren lebih menyenangkan.

"kak Ren! Pacaran yuk, kak."

*****
Apakah Ren akan menetapkan pilihannya kepada Zinnia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PiEl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. Tidak Ada Raut Kekhawatiran Yang Terbaca.

“Gak masuk dulu?” Tanya Zinnia kepada Joham yang mengantarkannya. Mereka sudah berhenti dihalaman rumah Zinnia.

Joham menggelengkan kepalanya. Ia melirik ke arah mobil Arsa yang terparkir di carport.

“Gak deh. Kapan-kapan aja.” Tolak Joham. “Oke. Aku balik dulu, ya.. Awas aja kalau pakai acara kabur-kaburan lagi. Ogah aku jemput.” Ancam Joham kemudian.

Zinnia hanya terkekeh sambil mencibir kepada Joham. Pria itu, selalu mengancam begitu tapi tetap menjemput dan mengantarkan Zinnia pulang setiapkaliia kabur.

“Hati-hati, Joo!” Pekik Zinnia mengantarkan kepergian Joham. Dan Joham hanya mengangkat tangan kirinya saja sambil terus melajukan sepeda motornya menjauh dari kediaman Zinnia.

Zinnia berhenti di teras rumahnya. Menarik nafas dalam beberapa kali baru kemudian membuka pintu dan masuk dengan perlahan.

Gadis itu mengendap-endap dengan meminimalisir bunyi langkah kakinya. Walaupun terhalang tanaman hias dracaena namun ia masih bisa melihat punggung ibunya yang sedang membaca majalah sambil sesekali menyeruput teh hangat dari atas meja.

Rasanya Zinnia malas untuk menyapa ibunya. Ia malas akan menimbulkan pertengkaran kembali jika ia mengusik fokus ibunya.

Tapi dalam hati kecilnya, Zinnia masih ingin terlihat masih mempunyai sopan santun sebagai seorang anak. Jadi ia memutuskan untuk menyapa ibunya. Sekaligus sebagai ‘perminta maafan’ karna ia sudah kabur dari rumah dan tidak pulang seharian.

“Ma, aku pulang...” Lirih Zinnia menahan rasa was-was. Ia takut kalau ibunya akan semakin marah padanya.

“Darimana aja sih? Baru pulang sekarang?” Nada suara Arsa terdengar masih dalam batas normal walaupun sudah meninggi beberapa oktaf. Setidaknya normal bagi pendengaran Zinnia.

“Ehm, dari rumah temen, Ma.” Jawab Zinnia.

Dan selebihnya, hanya ada keheningan yang muncul di sekitar mereka selama beberapa saat. Membuat Zinnia jadi salah tingkah saja. Akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri Lida yang sedang memasak sesuatu di dapur.

“Mbak Lida masak apa? Aromanya bikin lambungku meronta-ronta.” Tanya Zinnia mendekati wanita berumur pertengahan 30 tahunan itu.

“Masak srundeng ikan asin, Non.” Jawab Lida.

“Wuihh. Udah masak belom? Laper ini.”

“Sabar ya Non. Serundengnya sih udah. Tapi nasinya belom. Sedikit lagi.”

“Oke. Aku mandi dulu sambil nunggu nasinya mateng.” Ujar Zinnia yang beranjak meninggalkan dapur untuk kemudian naik dan masuk ke dalam kamarnya.

Zinnia merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur untuk mengusir lelahnya. Ia memandangi pemandangan yang paling di sukainya, yaitu lukisan di langit-langit kamarnya. Senyuman April Lavinge membuat rasa lelahnya seperti menghilang.

Namun Zinnia mengernyit tiba-tiba saat lukisan cantik milik April itu perlahan berubah menjadi wajah Ren yang juga sedang tersenyum padanya. Bukannya memalingkan wajahnya, Zinnia malah ikut tersenyum dengan bayangan sosok yang ada di kepalanya itu.

“Ahh,, jadi pengen cium. Hihihihihii” gumam Zinnia pada diri sendiri yang kemudian terkekeh lucu. Mentertawakan dirinya sendiri.

Zinnia segera menghapus bayangan Ren dari benaknya. Ia mengguyur kepalanya dengan air dingin yang menyegarkan.

Setelah mandi dan perpakaian, ia lalu turun untuk memenuhi janjinya kepada Lida. Bayangan kelezatan serundeng ikan asin khas Lida sudah memenuhi kepalanya.

Saat melewati ruang tamu, Zinnia sempat melirik ke arah ibunya yang masih duduk di tempatnya semula. Namun kali ini wanita itu nampak sedang menelfon seseorang.

“Ini nasinya udah mateng, Non.” Ujar Lida yang ternyata sudah menyiapkan sepiring nasi hangat beserta lauk serundeng ikan asin dan langsung menyerahkannya kepada Zinnia.

“Waah. Makasih banyak, Mbak.” Ujar Zinnia kegirangan dan langsung melahap makanannya.

Lida tersenyum senang. Ia bahagia karna hanya Zinnia saja yang menghargai masakannya dan selalu mengatakan kalau masakannya lezat. Sedangkan anggota keluarga yang lain, walaupun mereka tidak pernah menghina, tapi mereka juga tidak pernah memuji.

“Ibu mau makan?” Tanya Lida saat melihat Arsa yang baru saja duduk di meja makan.

Arsa hanya mengangguk saja dengan ponsel yang masih menempel di telinganya. Membahas sesuatu tentang putusan pengadilan yang menjadi tugasnya. Terdengar sangat serius.

Beberapa saat kemudian, Arsa sudah selesai menelfon dan mengalihkan tatapannya kepada Zinnia yang tengah asyik dengan serundeng ikan asin plus nasi putih hangat.

“Laper juga ternyata.” Sindir Arsa.

Zinnia bergeming. Ia memilih untuk mentulikan telinganya.

“Kamu ini kalau ngambek jangan kebiasaan kabur dari rumah, kenapa? Kebiasaan jelek kok di pelihara.” Arsa memulai ultimatumnya. Tidak peduli dengan Lida yang menghidangkan makanan untuknya.

“Iya, Ma.. Zinnia minta maaf udah buat Mama khawatir.” Ujar Zinnia.

Terdengar Arsa yang mendengus mendengar jawabannya. Namun Zinnia tetap menundukkan wajahnya. Tidak berani menatap ibunya.

Khawatir? Sebenarnya ia tidak begitu yakin kalau ibunya mengkhawatirkannya. Tidak ada raut kekhawatiran yang bisa ia baca baik dari raut wajah maupun dari nada bicara yang keluar dari mulut ibunya.

“Ma?” Panggil Zinnia lagi.

“Hem?”

“ZINNIA mau ikut ujian kesetaraan paket C, boleh?”

Arsa terdiam yang berarti ia setuju. Menumbuhkan sebintik senyuman di kedua sudut bibir Zinnia. Dalam suasana begini, Zinnia ingin membuka mulutnya dan bercerita tentang banyak hal. Seperti anak dan orangtua pada umumnya.

Namun Zinnia segera mengurungkan niatnya itu saat ponsel ibunya kembali berdering dan wanita itu segera mengangkatnya. Ia hanya bisa cemberut kecil untuk mengutarakan kekecewaannya.

Melihat Arsa yang tidak menghabiskan makanannya dan malah pergi dari ruang makan, membuat Lida mendekat kepada Zinnia. Sudah lama mereka tidak mengobrolkan hal apapun. Karna di rumah ini, hanya Lida yang sefrekuensi dengan Zinnia. Lida mampu menempatkan diri sebagai ‘kakak’ untuk Zinnia di saat-saat tertentu.

“Gimana kerjaannya, Non? Lancar?” Tanya Lida membuka obrolan sambil membereskan piring bekas makan Arsa.

“Lancar, Mbak.”

“Ikut seneng deh dengernya. Tapi emangnya gak capek apa kerja di sana, Non? Panas-panasan lagi.”

“Capek sih, Mbak. Tapi seru. Apalagi di kantor deket aku jualan, ada cowok ganteng yang baik banget sama aku. Hehehehe.” Zinnia sudah menyelesaikan piring kedua makanannya. Ia menyodorkan piring itu kepada Lida.

“Cieeee. Rupanya ada yang bikin semangat kerja. Pantesan di bilang seru. Hehehehe.” Lida ikut berseloroh.

“Tapi emang dia baik banget sama aku, Mbak.”

“Jadi, ada peluang jadi pacar dong, Non?”

Zinnia terdiam. Ia menaikkan bola matanya sambil mengerutkan keningnya.

Peluang? Ia bahkan tidak berfikir sampai kesana. Ia hanya senang mendapat perlakuan baik dari Ren. Membayangkan wajah Ren, Zinnia jadi kembali tersenyum.

“Wahhh. Kayaknya ada yang lagi naksir sama seseorang, nih.” Seloroh Lida lagi. Ia bisa melihat raut wajah bahagia yang terpancar dari senyuman Zinnia.

Apakah ia sedang menyukai Ren? Entahlah. Zinnia tidak terlalu yakin soal itu. Karna ia termasuk tipe perempuan yang gampang jatuh cinta saat di perlakukan baik oleh pria. Tapi untungnya itu tidak berlaku untuk Joham. Sehingga ia bisa menjaga persahabatan mereka sampai detik ini.

1
Rahmaniar
suka banget cerita nya....banyak makna kehidupan dapat di ambil dari ceritanya
Rosy Putri
aku suka novel semua cerita nya lucu nya ada.. bhagia pasti.. yg penting menghibur..
Rosy Putri
jin jin...
Rosy Putri
si jin ada ada aja... 🤣🤣
Rosy Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Y_이14
lucu banget ya Tuhan
Fina Fitriani
bagus... cerita nya,,selalu dan selalu menguras air mata dan berakhir happy ending.... aku suka.. lanjut ah.....
Titha
keren
Fitri Ani
Luar biasa
Jamilah Hidirmanto
aq tambah semangat bacanya
Jamilah Hidirmanto
/CoolGuy//Tongue//Chuckle/
Jamilah Hidirmanto
/Drool//Sleep//Joyful//Doubt//Scowl/
Ummu Faliha
Luar biasa
Zieya🖤
aku curiga sana si Burhan ..
Zieya🖤
Zinnia makhluk paling ajaib
😂😂😂😂
Zieya🖤
yang lagi cemburu
😂😂😂😂
Zieya🖤
kasian si Gerry😂😂😂😂
Dwi ratna
kk urutan novel klrga prianggoro si yg mn dlu ini, aq bca prima trz ksni?
Pucuk Labu🍁: 1.Semesta Rai.
2. My Handsome Rich Husband.
3. Metalmorfosis.
4. One Night Stand With My Ceacy Boss. (ini lanjutannya Metalmorfosis)
total 1 replies
Dwi ratna
enk bgd y jd org kya, mau apa tinggal bli tinggal tunjuk jg gk mikirin bsok ada uang gk y bt mkn....😔
Dwi ratna
nyesek deh, aq pernh dposisi itu jin
Dwi ratna: BanGeD pokoke
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!