Novel ini berkisahkan tentang pernikahan yang terjadi karena adanya perjodohan,
Namun pernikahan yang mulanya berjalan tanpa Cinta itu, dapat berubah. Dua insan yang mulanya tidak saling mengenal, kini saling tidak ingin meninggalkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANISA RANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HABIS MANIS SEPAH DIBUANG
"Kamu harus banyak istirahat sayang, sepulang dari sini.. tolong jangan melakukan pekerjaan apapun yaa.." (Ucap Izzan pada Zahra dan dianggukkan oleh Zahra)
"Kapan aku boleh pulang?" (Tanya Zahra sambil menatap Izzan)
"Sebentar lagi sayang, kita tunggu tante Lidya membawakan suplemen dan juga obat untukmu dulu" (Jawab Izzan dengan nada yang sangat lembut dan juga dengan tatapan yang sangat hangat)
Setelah beberapa menit menunggu, dokter Lidya pun kembali masuk kedalam ruang rawat Zahra untuk memberikan suplemen dan obat untuk Zahra. Lalu, Izzan dan Zahra serta yang lainnya pun pamit pada dokter Lidya
Dalam perjalanan pulang, Zahra tampak lebih diam dibandingkan dengan biasanya. Izzan yang merasa Zahra sangat aneh pun, memutuskan untuk bertanya
"Kamu kenapa.. heemm?" (Tanya Izzan pada Zahra sambil terus melajukan mobilnya)
"Tidak apa Zan, aku hanya merasa lemas saja" (Jawab Zahra sambil tersenyum pada Izzan)
Kini, hanya ada mereka berdua dalam mobil. Karena ayah Abidzar dan ummi Marwah satu mobil dengan papa Irfan, yang disopiri oleh Boy
"Mau makan dulu?" (Tanya Izzan)
"Boleh" (Jawab Zahra singkat)
"Baiklah.. ayo kita makan direstoran sepupu papa. Disana, ada menu favoritku dan kamu pasti menyukainya" (Ucap Izzan sambil menatap kearah jalan)
"Itupun kalau selera makanan kita sama" (Tukas Zahra yang membuat Izzan tergelak)
"Oiyaa, aku lupa kalau nona yang ada disampingku ini adalah pecinta pedas. Sementara aku, cabai 10 biji saja sudah bolak balik ketoilet" (Ucap Izzan sambil terkekeh)
"Sudahh sudahh, cepatlahh aku sudah ingin sekali menyicipi menu favoritmu itu" (Ucap Zahra)
"Baiklah nona" (Tukas Izzan sambil terkekeh geli)
"Ckk.." (Decak Zahra menatap kearah Izzan sekilas)
☘☘☘
Sesampainya direstoran milik pamannya, Izzan dan Zahra pun memilih meja nomor 30 sesuai dengan tanggal pertunangan mereka. Dan tak lama, datanglah pria paruh baya yang masih terlihat gagah ke arah Izzan juga Zahra
"Haii Zan, bagaimana kabarmu?" (Tanya Rio, yang taklain adalah paman Izzan sekaligus pemilik restoran yang Izzan datangi itu)
"Hai juga om, kabar Izzan baik om" (Jawab Izzan sambil menyalimi punggung tangan Rio, dan begitupun juga dengan Zahra)
"Ini mangsa barumu Zan?" (Tanya Rio yang membuat Izzan mendapat pelototan dari Zahra)
"Eehh engga om, ini tunangan Izzan hehe. Kenalin om, ini Zahra" (Jawab Izzan mengenalkan Zahra pada Rio, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal)
"Haii om, aku Zahra " (Sapa Zahra memperkenalkan diri)
"Iyaa nak.. nama om, Rio. Kamu bisa panggil Om rio, atau paman" (Jawab Rio sambil tersenyum pada Zahra)
"Ohh yaa maaf Zan, Zahra.. om ga bisa datang keacara pertunanganmu. Karena om baru saja pulang dari Italy, dan langsung kesini untuk mengaudit seluruh devisi. Biasa, ada masalah sedikit" (Ucap Rio pada Izzan dan juga Zahra)
"Iyaa ga apa om, yang penting doanya aja buat kita" (Ucap Izzan)
"Oyaa, kalian kenapa makan disini? bukannya ini acara pertunangan kalian?" (Tanya Rio yang terheran)
"Jadii, tadi Zahra itu pingsan om. Aku, papa dan calon mertuaku membawanya kerumah sakit papa. Katanya si kelelahan, jadi tidak perlu rawat inap. Dan sepulangnya dari rumah sakit, dia bilang dia lapar. Jadi yaaa, aku ajak kesini deh" (Jawab Izzan menjelaskan dan tampak Rio mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan mengerti)
"Ohh astaga.. Om lupa kalau kalian belum memesan makanan, baiklah.. tunggu yaa" (Ucap Rio yang baru sadar kalau dia sudah terlalu banyak bertanya dan mengobrol dengan Izzan juga Zahra tadi)
Prokk, prokk!
Tepukan tangan Rio untuk memanggil salah satu pelayan,
"Bawakan makanan kesukaan Izzan, Sertakan Dessertnya dan juga jangan lupa minuman favorit restoran kita" (Titah Rio pada pelayan itu)
"Baik tuan, permisi" (Jawab pelayan itu mengiyakan, dan berlalu pergi dari hadapan Bosnya)
"Oyaa, maafkan perkataan om tadi ya. Om hanya kaget saja, karena selama ini Izzan tidak pernah seserius ini dengan wanita. Terakhir dengan Naya, itu saja dia tinggalkan" (Ucap Rio meminta maaf pada Izzan dan Zahra, yang tanpa sadar malah membuat Izzan mendapati pelototan maut lagi dari Zahra)
"aahh.. iyaa ga apa kok om. oyaa, Kalau boleh Zahra tau, apa dulu Izzan sering mengajak Naya makan disini om?" (Tanya Zahra pada Rio sambil tersenyum kecut)
"Tentu nak, dia sangat mencintai Naya. Bahkan yang om tau, mereka sudah 1 tahun bersama. Tapi entah kenapa waktu itu om melihat Naya yang menangis dihalte bis, dan ketika om tanyakan ada apa.. dia hanya menjawab seadanya saja, kalau dia sudah putus dengan Izzan" (Jawab Rio jujur)
"Habis manis sepah dibuang? heemm, itu tidak akan terjadi padaku. Aku pasti akan membuatnya bertekuk lutut padaku, dan sangat mencintaiku" gumam Zahra dalam hati
"Haduhhh, jangan sampai karena ini Zahra salah faham" gumam Izzan dalam hati sambil menundukkan kepalanya, dan sesekali melirik Zahra
Dan tidak lama, datanglah pelayan dengan membawa makanan dan minuman. Aroma dan juga penampilan makanan yang menjadi favorit Izzan, tampak sangat menggugah selera Zahra
"Heemm, wanginyaa…" (Ucap Zahra sambil mencium aroma makanan itu)
"Ayo makanlah, ini kesukaan Izzan. Rawon dan nasi krawu" (Ucap Rio sambil menunjuk pada makanan yang disebutkannya tadi)
"Aku baru tau kalau kamu suka makanan tradisional seperti ini" (Ucap Zahra pada Izzan)
"Memang dia menyukai makanan tradisional nak, hanya saja itu makanan dari restoran om ini" (Sahut Rio pada Zahra)
"Heemm begitu ya om" (Ucap Zahra yang dibalas anggukkan oleh Rio)
"Yasudahh kita makan dulu sayang, om. Nanti kita harus balik cepat, tidak enak kan kalau para tamu kita tinggal kesini" (Ucap Izzan pada Rio dan Zahra)
"Iyaa, iyaa. Ayo dinikmati makanannya" (Ucap Rio)
Dan mereka bertiga menikmati makanannya masing-masing, Zahra makan dengan sangat lahapnya membuat Izzan sangat gemas melihatnya. Dan Izzan pun melipat kerudung Zahra kedalam, sehingga membuat pipi chubbynya semakin menyembul
"Isshh Izzan.." (Gerutu Zahra pada Izzan yang menurutnya sangat jahil)
"Biarlah seperti itu, terlihat sangat menggemaskan" (Ucap Izzan sambil tersenyum jahil pada Zahra)
Sementara Rio yang melihatnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala beberapa kali
Setelah selesai dengan makannya, Izzan dan Zahra pamit pada Rio dan hendak menuju kearah kasir. Namun dengan cepat Rio halangi,
"Kamu ini! kenapa selalu saja nekat membayar makananmu. Ini restoran pamanmu bodoh, cepat pergilah tidak usah dibayar" (Ucap Rio pada Izzan)
"Tapi om-" (Sahut Izzan yang dengan cepat perkataannya dipotong oleh Rio)
"Tidak ada tapi-tapian" (Ucap Rio)
"Baiklah, terimakasih om... aku pamit dulu, oyaaa dihari pertunanganku ini tidak masalah om tidak datang. Tapi dipernikahanku nanti, om harus datang yaa" (Ucap Izzan yang dibalas tepukan dari Rio dipunggung Izzan)
"Pastii, pasti om akan datang bersama keluarga om juga" (Ucap Rio yang membuat Izzan dan Zahra tersenyum bahagia)
Dan Izzan juga Zahra menyalami punggung tangan Rio, lalu mereka pulang ke kediaman ayah Abidzar untuk melanjutkan pesta pertunangan mereka berdua