Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustrasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin itu untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul ‘My Kepet pet’. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.
“Keren nih game, bisa dapet duit beberan nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi.”
Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot!!
“What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?” Mila melongo melihat kegagalannya.
“Aaaa .... ini sungguh tidak adil!!” teriak Mila.
Bagaimanakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Abel dan Elvan tengah berada di dalam mobil sedan milik Elvan. Kali ini Abel tidak dapat berkata-kata lagi, dia memikirkan apa yang hendak ia katakan pertama kali kepada idolanya itu. Kesalahannya membuat citra dirinya menjadi buruk diawal pertemuan.
Mobil mewah itu kini telah terparkir di halaman rumah Mila. Mereka berdua masuk kedalam rumah dengan leluasa. "Brengsek!" Deon memberi salam selamat datang dengan tinjuannya untuk Abel.
Abel terpental cukup jauh, ia tidak menyangka kekuatan pukulan Deon akan menyebabkannya memuntahkan cairan merah. "Tuan, jika Anda membunuhnya sekarang, maka nyawa Nona Mila tidak dapat diselamatkan." Elvan mengingatkan Tuannya itu.
"Duduk!" Perintahnya kepada Abel. Abel berjalan dengan memegangi rahangnya yang dirasa seperti akan lepas. Ia duduk di atas sofa tunggal, berhadapan dengan Deon.
"Dengar! Aku mau kamu bertanggung jawab atas perbuatanmu. Cosmo telah menculik Mila karena keegoisanmu!"
"Menculik? tapi, bukankah Mila masih ada di sana?" Abel menunjuk ke arah kamar Mila.
Terlihat Mila tengah duduk diam dengan kacamata VR yang masih melekat setia di kepalanya. Deon mengangkat tangannya hendak memukul Abel lagi, tetapi niat itu diurungkan oleh Elvan.
"Itu hanya sebuah kotak kosong tanpa jiwa! Mila yang sesungguhnya ada disana!" Deon menunjuk ke arah layar besar yang menampilkan keberadaan Mila.
Mila tampak sedang tertidur didalam sebuah tabung kaca besar. Setiap menit yang tubuh Mila semakin memudar, dia seperti di hisap perlahan untuk pindah dimensi. Elvan menjelaskan apa yang akan terjadi jika Abel tidak melakukan tugasnya.
"Kamu harus memancing Cosmo agar keluar dari tempat persembunyiannya." Deon memberi perintah.
"Tapi gimana caranya?" Abel mengerutkan kening.
"Berpura-puralah sedang panik sebab tidak menemukan Mila di dalam duniamu itu, lalu minta dia untuk mengembalikan Mila dengan iming-iming seekor Panda sebagai gantinya." Deon menopang dagunya dengan kedua tangan yang bertumpu pada lututnya.
"Lalu, dimana aku akan bertemu dengannya?" tanya Abel lagi.
"Di dalam hutan tempat kamu bertemu dengan Karmila pertama kali."
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab untuk mengembalikan Mila. Aku juga punya satu permintaan. " Deon mengulurkan tangannya tanda setuju, tetapi ia menarik kembali tangannya mendengar kata-kata terakhir Abel.
Deon menaikkan satu alisnya menunggu kata-kata Abel berikutnya. " Tinggalkan Karmila setelah dia selamat." Abel berucap lambat.
Deon tertawa keras, ia menarik kerah baju Abel dan mendekatkan wajahnya. "Bajingan tak tahu diri! Mila celaka karena keegoisanmu!"
"Setidaknya berikan dia kesempatan untuk memilih." Abel percaya diri.
"Huh! baiklah!"
"Elvan, kirim dia ke lokasi," perintah Deon.
"Baik Tuan."
Elvan menggenggam tangan Abel, dalam sekejap mereka telah berpindah tempat. Abel terperangah dengan perpindahan dirinya. Dia memang pernah melihat perpindahan Elvan tetapi tidak pernah merasakan.
"Bisa nggak kamu ajarin aku caranya teleportasi?"
Elvan memandang rendah kepada Abel, "Butuh seribu tahun agar kaummu memiliki kemampuan seperti kami."
Elvan memberikan sebuah laptop untuk Abel dan sebuah benda kecil seperti bolpoin. "Gunakan benda ini hanya jika kamu dalam keadaan terdesak."
"Memangnya ini apa?" Abel menekan tombol kecil yang ada pada bolpoin itu sehingga keluar laser yang memotong pepohonan disana.
"Wow, senjata super nih."
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk menggunakannya hanya di saat kamu dalam kesulitan?"
"Maaf, namanya juga kang kepo. Tapi, makasih ya senjatanya." Abel menyengir kuda.
"Lakukan tugasmu dengan benar. Satu lagi, jangan keluar batas. Area ini sudah dipasang perangkap untuk menangkap Cosmo."
"Siyap!"
...******...
Kira-kira bisa nggak ya si Abel mancing Cosmo kemari hanya dengan iming-iming seekor panda? ikutin terus lanjutannya ya 😍
...#######...
Hai ... hai ... kepoin novel temen aku yuk, ceritanya menarik loh.👍
Napen : Mphoon
Judul : Gairah duda perjaka
Blurb :
Kejadian tragis yang dialami Brian beberapa tahun lalu yang menyebabkan ia kehilangan istri, membuat pria itu menjadi bersikap lebih dingin pada setiap wanita.
Bagi Brian tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisi mendiang istri dihatinya.
Hingga akhirnya Brian bertemu dengan Hana, gadis desa yang cantik dan mandiri.
Apakah Hana akhirnya dapat meluluhkan hati Brian?
Mari ikuti kisahnya..