IG : Isthiizty
Disarankan untuk membaca novel PERNIKAHAN RAHASIA SEPASANG ANAK SMA dan SHE'S MINE terlebih dahulu.
Apapun yang sudah di takdirkan menjadi milikmu, tidak akan meleset sedikitpun meski semua orang menghalanginya.
Begitupula jika memang tidak di takdirkan untuk menjadi milikmu, mau seluruh makhluk di dunia ini mendukungmu, sampai kapanpun tak akan pernah menjadi milikmu.
Jadi jangan pernah menyalahkan keadaan. Karena jika dia memang ditakdirkan untukmu, pasti akan ada jalan untuk kalian bersatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kadar Kepekaan
Dengan langkah ringan, Mike berjalan mendekat ke arah Deo yang baru saja selesai berjemur di bawah sinar matahari pagi.
"Deo, bayi ganteng. Papa Mike di sini!" seru Mike dengan riang. "Mbak biar aku aja yang gendong," pinta Mike sembari mengambil Deo dari gendongan sang baby sitter.
Mike sudah tak begitu kaku lagi saat menggendong bayi mungil itu, karena beberapa hari ini dia memang sering menyempatkan diri mampir ke kediaman Darmawangsa hanya demi bertemu Deo. Bahkan Mike belajar dengan gencar bagimana cara menggendong bayi tampan itu agar bisa menimang-nimang tanpa menyakitinya.
"Ganteng banget sih kamu. Sebelas Dua belas kayak Papa Mike," puji Mike sembari menciumi pipi gembul Deo.
"Enak aja kayak elo. Jelas-jelas wajahnya sama persis kayak gue, bapaknya. Bahkan tingkat kemiripannya pun terdeteksi mencapai sembilan puluh sembilan koma sembilan persen," sahut Ello yang baru saja datang. Sepertinya pria yang hampir menginjak usia dua puluh tahun itu tak terima kalau anak kesayangannya di sebut memiliki kemiripan dengan pria lain.
"Sewot amat sih Papi Ello. Gitu aja marah-marah. Dasar bocah," sindir Mike dengan pandangan tak lepas dari baby boy yang berada di gendongannya.
"Ya jelas sewot lah. Orang gue yang bikin. Jadi anak gue harus mirip gue, gak boleh di mirip-miripin sama elo," sahut Ello dengan nada ketusnya.
"Udah Pi, jangan marah-marah. Nanti cepet tua," tegur Ayura yang ternyata mengikuti sang suami untuk melihat keadaan putra semata wayang mereka.
"Mike ngeselin Mi. Masa katanya anak kita mirip dia." Ello mengadu, bahkan wajahnya kini terlihat cemberut seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya.
Ayura hanya bisa mengelengkan kepalanya saat melihat tingkah kekanakan suaminya. Ternyata walaupun sudah memiliki anak, Ello belum bisa sepenuhnya bersikap dewasa.
"Kak Mike kapan kenalin pacarnya ke Ayura?" tanya Ayura dan seketika itu juga Mike mengalihkan pandangannya ke arah ibu dari bayi yang tengah berada di gendongannya.
"Pacar?"
"Iya. Kata kak Ello, kak Mike udah punya pacar," jawab Ayura dengan antusias.
"Ngaco, gue gak punya pacar. Mau aja di bohongin sama Ello," sahut Mike cepat. Sejak kapan dia punya pacar? Tahu jika dirinya sedang jatuh cinta saja baru semalam. Bagaimana bisa Ello justru sudah mendeklarasikan jika dirinya sudah memiliki kekasih.
"Kak..." Ayura mengalihkan pandangannya ke arah suaminya untuk meminta penjelasan. Pasalnya semalam Ello bercerita jika dia mengantar Mike yang terluka akibat di pukul oleh mantan kekasih pacarnya. Dan bukankah itu artinya Mike sudah memiliki kekasih?
Bahkan saat di meja makan tadi Ayura sempat bingung dengan alibi suami dan sahabatnya. Kenapa Ello dan Mike terkesan menutupi alasan Mike di bawa ke rumah sakit? Tapi pada akhirnya Ayura hanya memilih diam karena dia yakin pasti ada alasan kuat yang membuat Mike dan suaminya berbohong pada Papa Arya.
Ello terlihat salah tingkah saat mendapat tatapan intimidasi dari istrinya. Semalam dia memang sedikit berbohong pada istrinya itu. Ello sengaja tak menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit saat mengantar Mike.
Ada alasan tersendiri yang membuat Ello tak menceritakan secara detail kejadian di rumah sakit. Dan alasan itu tentu saja karena dia tak mau terlihat bodoh di hadapan istrinya.
Ya, Ello mengakui jika dirinya bodoh karena langsung menggiring Mike ke rumah sakit tanpa tahu dengan detail keluhan sahabatnya itu. Hingga akhirnya terjadi hal yang sangat memalukan saat mengetahui ternyata sahabatnya itu sangat sehat karena keluhan Mike ternyata membuat Dokter Tirta menyimpulkan jika sahabatnya itu sedang jatuh cinta.
Ckk, ternyata benar. Jatuh cinta membuat orang menjadi bodoh. Tapi jatuh cinta Mike kali ini bukan hanya membuat pria itu saja yang menjadi bodoh, melainkan juga kedua sahabatnya Ello dan juga Alex.
"Ehh, ternyata udah jam delapan." Ello berkata sembari menatap jam di pergelangan tangannya. "Ayo Mike kita berangkat ke kampus. Setengah jam lagi kan kita ada kelas," ujar Ello sembari memberi kode pada sahabatnya itu agar segera pergi dari situasi penuh ancaman dari istrinya. Namun sayang, sepertinya Mike tak menyadari kode dari sahabatnya itu.
"Masa sih? Bukannya kita ada kelasnya agak siangan ya?" Mike balik bertanya. Bahkan dia menampakan wajah bingung. Pasalnya sebelum datang ke sini, Mike sudah melihat jadwal terlebih dahulu hingga dia bisa memastikan jika hari ini mereka tak ada kelas pagi.
"Iya Mike, sekarang ada kelas pagi."
"Tapi tadi gue udah liat jadwal ngab. Dan gue yakin kalau kita baru ada kelas jam sepuluh," sahut Mike keukeh jika dia tak salah melihat jadwal. Dan hal itu tentu saja membuat Ello kesal, karena ternyata kadar kepekaan Mike makin hari makin berkurang, bahkan mungkin sebentar lagi lenyap.
"Kita ada kelas sekarang," ucap Ello dengan tegas. "Mi, kamu susuin Deo dulu. Dia kayaknya udah haus. Lagian aku sama Mike udah mau berangkat ke kampus," pinta Ello pada istrinya.
"Tapi ngab, kita gak ada...."
"Udah jangan protes. Kasih Deo ke Ayura. Apa elo yang mau nyusuin anak gue?" Ello berkata sembari menatap tajam ke arah Mike, hingga mau tak mau Mike memberikan Deo pada Ayura.
Ello mengecup sekilas kening istrinya. Tak lupa dia juga mengecup kedua pipi putra semata wayangnya. "Kita berangkat dulu Mi," ujar Ello sembari menarik paksa sahabatnya. Dia benar-benar kesal bagaimana bisa Mike tak bisa membaca situasi mengerikan ini.
"Ngab, kita kan gak ada kelas pagi," ujar Mike yang semakin di buat bingung dengan tingkah Ello yang kini tengah menyeret tubuhnya keluar dari kediaman Darmawangsa.
"Gue tahu." Ello melepas tangan Mike begitu mereka berdua tiba di depan mobil Mike yang terparkir di halaman depan.
"Trus kenapa lo bilang ada kelas pagi?"
Ello berdecak kesal. "Ckk, gue tahu lo bego, tapi jangan bego-bego banget napa."
"Gue bego?" tanya Mike sembari menunjuk dirinya sendiri. Bahkan kini kedua matanya membulat sempurna karena tak percaya kalau sahabat baiknya bisa mengatainya bego.
"Iya lo bego. Udah tau tadi bini gue mau introgasi tentang kejadian semalam, tapi lo malah santai banget. Emang lo mau Ayura tau kebodohan lo semalam yang pergi ke rumah sakit karena gak tau kalau lagi jatuh cinta?"
Mike menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tentu saja dia tak mau hal itu sampai terjadi. Mau di sembunyikan di mana mukannya yang tampan dan manis ini.
"Mangkanya kalau di kasih kode itu konek. Dasar lola." Ello yang sudah puas marah-marah langsung masuk ke dalam mobil Mike. Rencananya dia akan mengajak Mike ke perusahaannya terlebih dahulu sebelum pergi ke kampus.
.
.
.
Heii bestie.. Apa kabar?
Hehe, udah lama kita saling sapa. Apalagi Isty udah kangen banget nih baca komentar lucu kalian. So, tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya bestie😊😊
Btw, maaf ya baru up lagi setelah sekian purnama. Karena memang ada satu lain hal yang buat Isty harus libur nulis dulu.