Bumi mengalami perubahan yang besar orang orang dengan kemampuan khusus bermunculan, mereka berlatih untuk menjadi yang terbaik.
Egi bangun dari tidurnya dan mengetahui ada sistem di benaknya dia hanya berniat minum untuk menghilangkan haus tapi sistem menghadiahinya kemampuan untuk memanipulasi air, dia menguirup udara untuk bernapas tapi kemudian dia mendapatkan kemampuan memanipulasi udara, Apakah menjadi kuat semudah itu?
Ikuti petualangan Egi yang ingin berdiri di puncak seni bela diri dan menjadi abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoga Permana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilangnya Martabat Pria
Di istana megah dengan penuh kabut seorang wanita menatap pria yang tengah berbaring di ranjang besar dengan penuh aroma
dan kejadian ini telah berlangsung selama satu hari, Alica menyegel kesadaran Egi untuk sementara dia gugup dan takut egi marah ketika di siuman karena aksi penculikan yang telah dilakukannya
Setelah melihat wajah egi yang tampan dia berdiri lalu mengekilingi ranjang besar itu dengan cemas dan bergumam
"Haruskah aku membangunkannya sekarang? tapi bagaimana jika dia meminta pulang? Apa yang harus aku lakukan? " Perasaan gugup ini sudah tidak dia rasakan semenjak menjadi Kaisar dan berlangsung lebih dari dua ribu tahun
Alice seperti anak kecil yang melakukan kesalahan, setelah pertimbangan selama satu hari akhirnya dia memutuskan dan memiliki ide apa yang akan di lakukan, dia tersenyum aneh dan mengetuk dahi egi bermaksud membangunkannya
Egi perlahan membuka matanya dan terlihat bingung untuk sementara karena dia melihat lingkungan yang asing, dia berusaha mengingat sesuatu
setelah mempertimbangkan pro dan kontra akhirnya dia mengingat kesadaran terakhirnya, dia akan lari dari alice lalu kesadarannya menghilang secara aneh, egi berpikir keras alasan sebenrnya
Tapi dia merasakan tatapan seseorang dari sebelah kirinya disanalah egi melihat alice yang sedang menatapnya
Egi hampir melompat dari tempat tidur karena kaget dia tidak pernah berpikir kesadarannya akan pulih dan alice adalah orang pertama yang dia lihat
Dia mengelus dadanya hampir saja dia mati lemas karena kaget, dia melihat kepada elice tanpa curiga kejadian aneh ini berhubungan dengannya " Apa yang terjadi kenapa aku pingsan?"
Alice sudah gugup sebelumnya dan mendengar pertanyaan egi dia semakin gugup " Kau tiba tiba pingsan karena kelelahan mungkin" sambil matanya melihat ke arah lain, sudah jelas dia tidak pandai dalam berbohong
Egi mengerutkan kening dan berpikir dalam lalu berbicara pelan " Tapi tidak mungkin aku pingsan karena lelah, aku adalah kultivator level akhir dari pemurnian tujuh warna kau tahu?"
Alice berusaha agar tidak di curigai dan menenangkan diri " apakah itu penting? sekarang yang patut kau syukuri kau sudah bangun" dia mengalihkan pembicaraan
Egi merasa masuk akal dan akan berpikir nanti mengenai alasan dia pingsan karena dia ingat masih ada yang perlu dia lakukan, dia akan menghabiskan waktunya selama tiga bulannya dengan tresa
Egi bangkit dari tempat tidur dan bermaksud keluar dari kamar itu, lalu dia melihat atmosfir yang mencengangkan di depan pintu
Penuh dengan kabut, dan egi merasakan ini bukan kabut biasa melainkan energi spiritual yang sudah memadat, Dimana ini?
Egi menatap alice dengan curiga sekarang, pasti kejadian aneh ini berhubungan dengannya, dan egi bukan orang bodoh, Egi mundur kebelakang dan merapikan bajunya " Apa yang sudah kau lakukan?"
Alice panik dan berusaha meyakinkan egi" Tidak, ini tidak seperti yang kau pikirkan, Aku belum menodai tubuhmu" kata alice sambil tergagap
mendengar pernyataan alice garis hitam muncul di dahi egi di hampir saja memuntahkan darah tua karena marah, apa yang kau maksud dengan belum?
apakah Alice berpikir akan menodai kesuciannya?
Egi yakin sekarang semua kejadian ini Alice lah yang melakukannya
Egi malangkah pergi tanpa memperhatikan alice, dia melihat di depan pintu istana yang luas penuh dengan aura, Dia sekarang ketakutan setengah mati karena dia tahu sekarang dia tidak berada di Bumi tidak mungkin bumi memiliki tempat dengan penuh aura seperti ini.
Dia melihat kepada alice dengan penuh amarah egi merasa terhina dan kehilangan martabatnya, bagaimana mungkin dia tidak marah sebagai pria yang di culik oleh wanita?
jika penduduk bumi tahu mereka akan mati karena tertawa lemas
adakah yang lebih hina dari ini?
Alice melihat tatapan egi kepadanya penuh dengan permusuhan, dia takut dibenci egi tapi alice berusaha menjaga sikapnya dia datang di depan egi dan berkata tanpa malu
" Alasanku membawamu kesi karena aku ingin memulihkan ingatanmu, Sebenarnya kau adalah suamiku yang hilang ingatan"
Dia berbohong tanpa berkedip, jiak orang lain mungkin sedikit mempercayainya tapi apakah otak egi bodoh?
Egi hanya berharap memiliki kemampuan yang sama dengan alice untuk beberapa detik dan dia akan menampar wajah wanita tanpa tahu malu itu, tapi itu tidak mungkin, kekuatan egi bahkan bukan kentut di depan alice, dia hanya menahan amarahnya dan menelannya kembali keperutnya
Apa yang egi bisa lakukan? marah? lalu kepada siapa?
menahan amarahnya egi hampir membakar paru parunya, semakin dia melihat elice semkin kesal dia, Lalu egi berbicara dengan wajah dingin " Dimana kita?"
Alice merasa egi mempercayai kata katanya dia menjawab dengan gembira" Kamu sekarang ada di sekte cahaya,Bagian selatan di daratan Sanlong"
Mendengar jawaban Alice egi memikiki secerca harapan, tetnyata ini Daratan Sanlong, bukankah dia bermaksud kesini untuk bertemu ibunya?
untuk mengobati hatinya yang terluka egi meyakinkan alasan bahwa dia menumpang kepada alice dalam perjalanan ke Daratan Sanlong bukannya dia di culik, ini terlalu melukai harga dirinya
Wajah egi terlihat aga tenang, dan dia merasa harus tahu sedikit lebih banyak tentang dunia ini jadi dia bertanya pada Alice " Bisakah kau mengantarkanku ke perpustakaan, aku ingin membaca"
Alice merasa lebih gembira mendengar permintaan egi dia pikir egi telah menerima identitas barunya sebagai Suami Alice
Dia mengangguk ringan dam tersenyum kecil " Baik jika itu yang kamu inginkan"
Alice memimpin jalan, dan turun dari gunung.
dia hanya berharap menikmati waktunya bersama egi jadi dia bermaksud hanya berjalan dan tidak terbang
egi juga merasakan perbedaan dunia ini dengan bumi, Jika sebelumnua egi merasakan tinggal di bumi seperti ikan di dalam air, dia bisa melakukan apa yang dia inginkan
Tapi di Daratan Sanlong berbeda, Bahkan dia tidak bisa terbang, bukannya dia menjadi lemah tapi aturan dunia disini memang kuat.
Egi terdiam sepanjang jalan tanpa berbicara dengan alice, tapi Alice akan melihat wajah egi dari waktu ke waktu, dia merasa bahwa dunia tidak seindah pria didepannya
Alice tidak mengetahui apa perasaan ini, yang muncul dalam dirinya, apakah cinta pada pandangan pertama? dia tidak peduli karena alice hanya ingin memiliki egi di dalam hidupnya
dan alasan itu sudah cukup
Bulu kuduk egi berdiri seketika dia merasakan firasat yang buruk akan terjadi.
Di sepanjang jalan terjadi keributan besar di Sekte Cahaya, karena egi tidak memakai topeng para wanita menjadi gila seakan akan mereka bisa melompat kepada egi kapan saja , Egi mulai merasa tertekan memiliki wajah yang tampan, tapi apa lagi yang bisa dia lakukan?
Tapi sebelum beberapa langkah mendekat para wanita itu berkeringat dingin karena ada tatapan membunuh dari wanita di sebelah egi
Sebelumnya mereka menghiraukan wanita tersebut tapi ketika mata mereka tertuju pada alice, mereka hampir saja berlutut, karena wanita yang ada di sebelah pria tersebut adalah Pemimpin Sekte mereka
Setelah kejadian itu , gejolak besar muncul karena orang orang di sekte bergosip bahwa pemimpin sekte membawa pria tampan
Belum lagi karena Di Sekte Bulan di dominasi oleh wanita dan hanya sedikit ppria, jadi informasi tersebar semakin cepat, bahkan penjaga gerbang sekte tahu
Da mereka memiliki satu pertanyaan di benaknya, siapa pria tampan itu?