NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Beberapa jam sebelum penculikan Clark.

"Kak, siapa dia?" Clark tak bisa menahan rasa penasaran saat membuka pintu mobil dan melihat sosok pria tampan di balik kemudi. Memang dia tampan, tapi tetap Kak Dante-ku yang paling tampan, kan?!

"Dia Jackson. Pria yang kukatakan akan membantuku menyelamatkanmu," ucap Chlara hati-hati.

"Ooh... jadi dia calon kakak iparku? Kelihatannya dia baik sekali, benar-benar cocok untuk Kakak," pikir Clark. Di kehidupan sebelumnya, ia memang mendengar kabar bahwa kakaknya dekat dengan Jackson yang seorang pemuda yang sangat baik, berkebalikan dengan ayahnya yang dikenal kejam dan sering bergonta-ganti pasangan.

Mendengar itu, dalam hati Clark berdoa semoga pria tua itu segera mendapat balasan, agar tak ada lagi wanita yang menjadi korbannya.

Mobil pun melaju membelah kota. Jackson menyetir di depan, sementara Chlara dan Clark duduk di kursi belakang. Semua demi orang yang kucinta, batin Jackson yang sudah begitu menyayangi Chlara.

Mereka berhenti di sebuah kafe bernama GOOD Cafe.

"Kalian mau pesan apa? Biar aku yang ambilkan. Kalian duduk saja di sana," pinta Jackson sambil menunjuk meja yang agak jauh. Chlara dan Clark menurut.

Begitu duduk, Chlara langsung bertanya, "Katakan padaku dengan jujur! Apa kau benar-benar serius? Kau tidak hanya bicara agar aku tidak khawatir, kan?"

Clark menghela napas panjang. 'Ya Tuhan, bagaimana caranya meyakinkan Kakak?'

"Kak, apa yang kukatakan itu benar. Aku sungguh mencintai suamiku. Kau harus percaya padaku. Lagipula Kak Dante sangat baik padaku... dia bahkan sangat memanjakanku."

"Benar begitu?"

Clark mengangguk mantap.

"Baiklah... aku percaya. Tapi jika dia sampai menyakitimu sedikit saja, kau harus segera memberitahuku. Aku takkan diam saja."

"Iya, Kak."

'Padahal justru aku ingin dia menyakitiku di atas ranjang... tapi sayang suamiku terlalu penakut,' batinnya dalam hati.

Tak lama Jackson kembali membawa nampan berisi makanan dan minuman. "Ini minuman kesukaanmu, dan ini kue favoritmu," ucapnya lembut sambil meletakkannya tepat di depan Chlara. Hati Chlara terasa tersentuh.

Clark pun ikut bahagia melihat kakaknya menemukan orang yang tulus menyayanginya, meski sedikit merasa canggung menjadi orang ketiga di antara mereka.

Waktu berlalu hingga sore menjelang.

"Kalian tak perlu mengantarku pulang. Aku bisa sendiri."

"Tapi..."

"Tak ada tapi-tapian. Jarak dari sini ke sana cukup jauh lho," ucap Clark sambil melirik Jackson.

"Kau serius?"

"Iya. Ayo pulang. Sampai jumpa lagi!" Clark mendorong pelan kakaknya masuk ke mobil.

"Hati-hati. Nanti Kakak datang menemuimu lagi."

"Baiklah. Lain kali aku akan mengenalkan Kak Dante pada Kakak."

Mereka pun berpisah. Bagi Clark, ini adalah pertemuan pertamanya dengan kakaknya sejak ia meninggal enam tahun lalu di kehidupan sebelumnya.

Clark berjalan menyeberang jalan menuju sebuah mobil yang terparkir diam. Ia tahu orang di dalamnya pasti mengawasinya. Ia mengetuk kaca mobil cukup keras hingga pengemudinya terkejut.

"Ada apa, Nyonya?" tanya pria itu sopan.

"Kenapa kau mengikutiku?"

"Saya tidak..."

"Jangan berbohong! Kau suruhan Kak Dante, kan?"

"Bagaimana Nyonya bisa tahu?"

"Tuh kan, benar dugaanku. Buka pintunya."

Clark segera masuk dan duduk di sebelah pria bernama Yohan itu. "Antarkan aku pulang sekarang."

"Baik, Nyonya."

Mobil melaju sangat hati-hati. Jika sampai ada satu helai rambut saja yang jatuh dari tubuh Clark, nasib Yohan pasti tamat. Namun belum sampai setengah jalan, Clark meminta berhenti mendadak hingga membuat mobil hampir menabrak kendaraan lain.

"Nyonya? Ada apa?"

"Turunkan aku di sini!"

"Apa? Jangan bercanda, Nyonya. Tuan pasti akan menghukum saya."

Clark menoleh, memasang wajah memelas yang sangat menggemaskan. "Kakak... bisakah aku minta tolong sebentar?" Ia mengedipkan mata manja. Yohan hampir terpukau, namun segera sadar dan menggeleng.

"Tolonglah... tidak sulit kok. Cuma sebentar saja..."

"Apa itu?"

Clark mendekat dan berbisik sesuatu di telinganya.

"Tidak mungkin! Tuan pasti akan membunuh saya!"

"Kakak... tolonglah. Kalau berhasil, aku akan meminta Kak Dante memberimu hadiah besar. Kalau tidak mau... aku akan berlari ke tengah jalan sekarang juga. Pilih saja!" ancamnya.

Yohan terpojok. Entah dituruti atau tidak, nyawanya terancam. Akhirnya ia menuruti permintaan licik sang istri tuan besarnya.

Dante tiba di sebuah rumah kosong yang sudah lama tak berpenghuni namun tetap terawat. Tanpa buang waktu, ia mendobrak pintu dan masuk dengan amarah yang siap meledak. Di luar, Yohan segera memerintahkan pasukan untuk mundur, merasa tugasnya sudah selesai.

"Istriku?" Dante terbelalak tak percaya saat melihat sosok yang ia cari. Clark berdiri di tengah ruangan mengenakan kemeja putih kebesaran yang terbuka sebagian, memperlihatkan kulit putih dan paha mulusnya dengan begitu menggoda.

"Kakak... kenapa lama sekali? Aku sudah menunggu dari tadi," cemberutnya manja sambil berjalan mendekat.

Clark menarik kerah kemeja Dante, lalu mencium bibirnya dengan liar. Dante sempat mundur sedikit, namun Clark menahan tengkuknya agar tak menjauh, memperdalam ciuman itu. Lama-kelamaan Dante mulai mengambil alih, merangkul pinggang ramping itu hingga tubuh mereka saling menekan erat.

Tanpa membuang waktu, Clark membuka mantel dan kancing kemeja suaminya, namun tangan kecilnya tiba-tiba ditahan Dante. Pria itu mundur sedikit, membuat mata Clark berkaca-kaca.

"Apakah Kakak akan pergi lagi? Padahal aku sudah begini... apakah Kakak tidak kasihan?" isaknya pelan.

Meski ragu, Dante akhirnya mengangguk. Keinginannya sudah tak bisa lagi dibendung.

"Kakak... sentuh aku. Isilah aku dengan milikmu..." bisiknya menggoda.

Segalanya pun terjadi. Rasa hangat, sentuhan yang saling menjelajah, dan desahan halus memenuhi ruangan itu.

1
Ari Peny
masya Allah 👍👍👍
Ari Peny
bagus dante hrs tegas
Ari Peny
mencurigakan
Ari Peny
pasti berniat berkianat atau pemberontakan
Ari Peny
semangaaat
Siti Maemunah
benarkah si Clark bukan perempuan
Ari Peny
berdua hrs kuat
Ari Peny
lanjuuut
Muft Smoker
km slah cara Andrew ,, menghadapi bocah tantrum macam dante dg menggoda istri ny ,, sama aj km mau di usap2 malaikat maut 😂😂😂😂
Muft Smoker
kak brrti Clark bnran cowo????
😱😱😱😱
Ari Peny
lanjuuut
Ari Peny
waaah apa pamannya hanya ingin tau benar2 cinta gk
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
kasihan si dokter ,, di tendang ma Clark ,, moga gx lupa ingatan 😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,


sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Peny
moga salah orang 😭😭😭
Muft Smoker
ayooo segera cari dante jgn sampe Dy di culik gombel wewe
Muft Smoker
kak ni si Clark bnran cowo???
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
Ari Peny
jgn2 dante d jebak
Muft Smoker
akhirnya 😂😂😂
Ari Peny
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!