NovelToon NovelToon
Gantungan Kunci Tua

Gantungan Kunci Tua

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Cintamanis / Romansa Fantasi / Romansa Fantasi-Non-Human / Misi time travel / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

19+ Bijak-bijaklah memilih bacaan.
Mungkin bisa saja anda salah paham.


Kisah ini menceritakan sebuah Goblin yang tampan terjebak dan dibebaskan oleh tetesan air mata seorang wanita yang cantik dari sebuah gantungan kunci tua.

Goblin tampan dan wanita cantik yang saling jatuh cinta dan menikah.
Tapi cinta mereka dan pernikahan mereka tidak bertahan lama, cuman bertahan 2 hari.

Setelah itu Goblin tampan menghilang di tengah ramainya orang yang sedang berkunjung di pusat permainan hiburan malam.

Hati wanita itu sangat hancur, seperti tidak menerima kenyataan jika ia harus berpisah untuk selamanya.

Beberapa hari setelah kejadian perginya suami wanita tersebut.
Muncullah 2 orang pria dari masa kecil dan berebut cinta yang di miliki wanita itu.

Siapakah pria yang akan berhasil merebut cinta dan menggantikan sosok suami yang wanita ini cintai?

Jika Anda penasaran Klik dan baca "Gantungan Kunci Tua".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan siapa?

Part 23

_______

“Pagi nona Syahri!” Sambut para pegawai toko sambil menunggu Syahri membuka pintu tokonya.

“Pagi juga karyawan aku yang cantik-cantik.” Sahut Syahri dengan wajah yang sembab dan mata seperti panda.

“Nona baik-baik saja?” Tanya salah satu pegawainya yang bernama Farida.

“Emang aku kenapa Farida.” Tanya Syahri yang sambil berjalan menuju kasir.

“Itu wajah nona!” Jawab Farida dengan gugup tidak berani melihat wajah Syahri.

“Ada apa dengan wajahku yang cantik dan tidak kalah saingan ini.” Seru Syahri sambil bergegas menuju ruang kaca dan bercermin.

“Bos kita itu sedikit terlalu pede ya.” Bisik karyawan yang bernama Tina.

“Haha! iya.” Sahut Farida kemudian mereka berdua tertawa.

Sedangkan Syahri sedang berdiri dan cermin dan memandang wajahnya dari dekat.

“Ini karena ulah William yang pergi entah kemana. Terus aku menangisi kepergian lelaki yang tidak bertanggung jawab itu.” Syahri melihat wajahnya sendiri dan mengomel sendiri.

“Aku harus bisa melupakannya, harus!” Gumam Syahri menyemangati diri sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara kebisingan dari dua karyawan Syahri dari depan.

“Kenapa di toko terdengar suara orang bilang ada cowok ganteng yang masuk.” Gumam Syahri yang masih bercermin kemudian melihat kebelakang.

“Coba aku lihat langsung. Ganteng mana William atau pemuda yang datang mengunjungi toko aku.” Gumam Syahri kemudian melangkahkan kakinya dan berjalan keluar dari ruang cermin ganti pakaian.

Tak!

Tak!

Tak!

Syahri melangkahkan kakinya berjalan menuju depan tokonya. Langkahnya terhenti kemudian berkata tanpa melihat.

“Ada apa? Kenapa kalian bising sekali sambil berkata ada cowok ganteng datang ke toko kita. Apa karena kalian masih jomblo.” Ucap Syahri kemudian menyingkap tirai penutup ruang ganti dan melangkahkan kakinya mendekati kedua karyawannya.

“Memang ganteng nona.” Gumam Farida sambil mendekati Syahri dan menyikut tangannya.

“Mana sih yang kalian sebut ganteng.” Tanya Syahri yang masih belum melihat pemuda tersebut.

“Itu nona dia di ujung sana sedang melihat jaket musim dingin edisi keluar terbaru milik kita.” Ucap Farida menunjuk ke sudut ruangan toko.

“Oh! Kayak gitu kalian bilang ganteng.” Syahri yang masih belum melihat wajah asli dari pemuda tersebut. Karena pemuda itu sedang melihat sambil membelakangi Syahri dan Farida.

“Tapi memang beneran ganteng nona!” Seru Farida memberitahu.

“Sudah sana kamu kerja dan susun pajangan baru kita. Jika kamu ingin berkenalan biar saya bantu.” Ucap Syahri sambil berjalan menuju kasir kemudian ia duduk di kursi kasir kesayangannya.

Sementara pemuda tersebut masih tidak menunjukkan wajahnya. Pemuda itu masih asik memilih-milih baju. Sedangkan Syahri yang masih penasaran masih memantau terus gerak-gerik pemuda itu dari kasir.

“Apaan yang ganteng, yang aku lihat dari tadi cuman rambut dan belakang badannya saja.” Gumam Syahri kemudian ia menghidupkan komputernya.

Beberapa menit kemudian pemuda itu memalingkan wajahnya dan berjalan menuju kasir, dimana Syahri sedang duduk dan menunggu pelanggan membayar.

Tak!

Tak!

Syahri melirik ke arah suara langkah kaki tadi. Ia melihat sepatu kulit yang sangat indah, kemudian ia menaikkan tatapannya hingga ia melihat wajah pemuda itu dan tercengang.

“Pantes saja dua karyawan yang jomblo akut itu bersorak kegirangan. Ternyata benar! Pemuda ini lebih tampan dari William.” Gumam Syahri pelan sambil menatap tanpa mengedipkan matanya.

Ia terus menatap pemuda itu sampai pemuda itu mendekatinya dan meletakkan baju dan jaket yang sudah di pilihnya.

“Ada apa menatapku seperti itu.” Ucap pemuda itu sambil meletakkan pakaian dan berbicara sangat dekat dengan wajah Syahri.

“Tidak! Maaf kalau merasa anda kurang nyaman.” Sahut Syahri yang gugup sambil melipat baju pemuda yang hendak bayar.

Kemudian Syahri total berapa semua belanjaan pemuda tadi kemudian berkata.

“Ini belanjaan tuan, dan total semuanya sebesar 2,5jt rupiah.” Ucap Syahri memberi tahu.

“Terimakasih kalau begitu! Lain kali aku akan menagih sisa bayaran aku.” Ucap pemuda itu sambil melangkahkan kakinya dan membawa barang belanjaannya.

Syahri terkejut dan berkata. “He!”

“Woi! Bayar belanjaan kamu. Wajah saja yang ganteng tapi duit gak ada.” Teriak Syahri mengejar pemuda tersebut sampai keluar dari tokonya.

Kemudian pemuda tersebut sudah menaiki mobilnya dan melaju sambil berkata. “Terimakasih ya! Aku akan terus mengingat wajahmu dan meminta bayaran aku.”

“Nona! Nona! Apa dia kabur.” Tanya Tina dan Farida yang menyusul Syahri yang sedang berdiri didepan tokonya.

“Iya! Lain kali hati-hati jika ada wajah tampan yang masuk. Bisa saja sama seperti pemuda tadi. ” Syahri kesal sambil berjalan menghentak-hentakkan kakinya dan masuk ke dalam tokonya.

Kedua karyawan nya pun juga ikut masuk dengan wajah yang cemas mereka menghampiri Syahri.

“Nona, tidak akan memotong gaji kami bukan?” Tanya Farida dengan wajah yang cemas dan gugup.

“Menurut kalian berdua.” Jawab Syahri dengan wajah yang sangat kesal.

“Nona jangan ya! Kalau di potong nanti saya tidak bisa kumpulkan uang untuk kencan buta dan mempunyai tabungan buat menikah.” Sahut Tina dengan wajah yang memelas. Sedang Farida hanya menganggukan kepala dan memelas wajahnya.

“Sudah sana pergi kembali bekerja, supaya kita bisa menutupi kerugian pagi ini.” Ucap Syahri sambil duduk dan menyandarkan badannya di kursi dan melipat kedua tangannya di dada.

“Nona serius memaafkan kami berdua?” Tanya serentak kedua karyawannya dengan senyum yang sangat lebar.

“Hem!” Sahut Syahri dengan menganggukan kepalanya.

“Terimakasih nona, nanti siang nona mau makan apa?” Tanya Farida berusaha menyogok.

“Iya bilang saja nona biar kami belikan dengan uang kami.” Sahut Tina yang ikut-ikutan.

“Aih! Terserah kalian saja, tidak perlu sungkan-sungkan. Nanti saya akan berikan daftar makanan dan minuman buat saya.” Jawab Syahri sambil tersenyum sedikit dan sedikit malu-malu.

“Baik nona! Kalau begitu kami kerja dulu.” Sahut serentak Farida dan Tina sambil menundukkan kepala dan berjalan kembali ke tugasnya masing-masing.

Waktu menunjukkan pukul 09:00 dari kejadian sial dan merugikan yang menimpa Syahri ketika baru membuka tokonya. Kini toko butik miliknya di padati pengunjung yang hendak membeli baju keluaran terbaru karena sebentar lagi akan libur panjang.

Sangking ramainya Syahri dan kedua anggotanya tidak sadar jika jam sudah menunjukkan pukul 12:30 siang. Ketika Syahri merasa perutnya sudah mulai berdemo dan memberontak. Ia menyuruh kedua karyawannya untuk beristirahat duluan, karena kedua karyawannya telah berjanji untuk membelikan ia makan siang dengan menu yang di berikan nya.

“Tina dan kamu Farida bisa beli makan siang dulu dan jangan lupa baca pesanan saya ya.” Ucap Syahri dengan senyum yang masih sulit di artikan, namun kedua pegawainya merasa tidak nyaman dengan senyuman itu.

“Baik bos kami yang paling cantik dan baik di seluruh kota ini.” Ucap mereka berdua dengan serentak.

Farida dan Tina pun berjalan keluar dari toko butik Syahri. hampir satu jam mereka keluar untuk membeli makan siang. Sedangkan toko sudah sepi pembeli. Dengan santai Syahri duduk di sofa tunggu sambil tersenyum sendiri, entah apa maksud dari senyuman yang di lontarkan Syahri.

Tiba-tiba Farida dan Tina pun kembali dengan beberapa macam bungkusan yang masing-masing mereka pegang. Dengan wajah lesu dan berjalan seperti tertunduk mereka masuk kedalam toko.

Mereka perlahan berjalan mendekati Syahri sambil memberi masing-masing bungkusan yang mereka pegang sambil berkata.

“Nona ternyata kejam!” Ucap Farida dengan nada yang lesu sambil memberi beberapa bungkus minuman.

“Iya! Kami belum gajian, tapi nona memesan begitu banyak makanan.” Sahut Tina sambil memberi bungkusan yang berisi banyak macam-macam makanan.

“Nanti akan saya kasih bonus kalian. Tenang saja!” Sahut Syahri dengan meyakinkan kedua karyawannya.

“Mari kita makan bersama.” Ajak Syahri menuju ruang istirahat di tokonya.

Syahri, Farida dan Tina pun berjalan berbarengan menuju ruang istirahat. Ada sekitar dua puluh menit mereka makan, Farida memberanikan diri bertanya ke Syahri.

“Sebelumnya saya mohon maaf nona! Satu hari ini saya tidak melihat tuan William? Kira-kira dia kemana.” Tanya Farida dengan gugup. Sedangkan Tina menyikut lengan Farida.

“Dia sudah pulang ke rumahnya dan kini tinggal kita bertiga saja yang berjaga di dalam toko.” Sahut Syahri yang berbohong dengan wajah yang terpaksa senyum.

“Kalau tidak ada tuan William, toko ini sunyi ya nona.” Sahut Tina keceplosan.

Sejenak Syahri terdiam dan berfikir.

Mereka saja merasa kehilangan dan sunyi tanpa sosok William! Apa lagi aku yang sering bersamanya.

Kemudian Farida dan Tina saling sikut-sikutan dan berbisik.

“Kamu lihat kan bos kita jadi sedih!” Bisik Farida.

“Kamu tuh yang duluan.” Balas Tina.

“Sudah jangan seperti itu, mulai sekarang kita harus terbiasa dan semangat.” Sahut Syahri yang melempar senyuman padahal hatinya masih terasa perih.

****

“Kami permisi pulang duluan ya nona.” Farida dan Tina pamit pulang sambil melambaikan tangannya dan berjalan menuju pintu keluar toko.

“Huft!” Syahri menghela nafas kemudian berkata. “Akhirnya aku menutup toko sendirian.” Sambil beranjak dari tempat duduk dan melangkahkan kakinya menekan tombol lampu toko dan mematikannya.

Ketika ia mematikan lampu toko kemudian ia berjalan dan melihat ada sesosok bayangan yang sedang berdiri di depan pintu toko. Namun tidak begitu jelas itu wajah siapa karena semua lampu sudah di matikan nya. Tapi bayangan itu seperti bayangan seorang laki-laki.

Bersambung..

1
Love You
Secerah hatiku aka🥰🥰🥰
sari. trg: Baik kak...🤗
total 1 replies
Love You
Jujur aku penasaran ingin membaca ini. Ketika ada note 19+. Dari kemarin aku pernah sempet ingin membuat Novel yang ++ namun aku hapus kembali aka😄😄😄
Love You
Jujur aku penasaran ingin membaca ini. Ketika ada note 19+. Dari kemarin aku pernah sempet ingin membuat Novel yang ++ namun aku kembali aka😄😄😄
sari. trg: Kenapa buat aja Kakak..
yang ++ itu lebih greget dia..🤭🤭😅
total 1 replies
Ijah
👍🏻👍🏻👍🏻
Ijah
jam 10 malam transaksi sewa menyewa?
Ijah
Singkat, tp alur nya bagusjg jelas
cerita yg menarik Thor 👍🏻
sari. trg: Makasih kak.
total 1 replies
Nafisah Nayla
imajinasiku, para tokoh & latarnya adl pria" britania dg rambut pirang kecoklatan, bukan wajah eropa..
Author SUPERSTAR: Hi, mampir yuk di Aku (Bukan) Wanita Murahan...
total 2 replies
Yuni Sulistiarsih
lanjut...💪💪💪💕....tetap semangat..
Jendeuki💚
please
D'missBeauty
boom like semoga sukses dan tetap semangat untuk novel kk yang sangat bagus 👌
Yuni Sulistiarsih
syahri yang sudah cinta kepada William..
sari. trg: Ia. kak. 😁
total 1 replies
D'missBeauty
mari saling dukung kk
aku list favorit dan juga rate bintang 5
sari. trg: Baik kak.
total 1 replies
Fa Rel
bgus novelmu thor
sari. trg: Terimakasih kak.
total 1 replies
Fa Rel
glen kyak han lucu 🙄😂😂
Fa Rel
mimi yg dlu jahat kn
sari. trg: Ia, kak. 😊
total 1 replies
Yuni Sulistiarsih
like and favorit...💕
Yuni Sulistiarsih
semangat thor....💪💕
Yuni Sulistiarsih
cerita nya bagus..aku suka aku suka...💕
sari. trg: Terimakasih kak. 🤗🤗
total 1 replies
nay
mampir dulu kaakk, semoga makin rame ceritanya 😋
salam dari "get married with monster"
sari. trg: Ok kak.
total 1 replies
kidung mesra
nyicil baca ya tor... like n pavt nya juga sudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!