hey iblis tampan jadilah kekasih ku, maka akan aku jaga kau di dunia ini.
Aku mencintaimu tanpa syarat, walaupun kau seorang iblis itu tidak mengubah apapun. cinta ku tulus.
"dia gadis yang aneh bersama dengannya sebentar mungkin tidak apa-apa
ini adalah kisah seorang gadis yang memungut iblis dan jatuh cinta pada iblis itu, namun apakah kisah mereka akan berakhir bahagia dengan perbedaan ras dan alam yang membentang di antara mereka?
*ini hanya cerita fiksi jadi tolong jangan dihubungkan dengan dunia nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alula. zhr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana yang gagal
"Alma bisa tolong bantu saya untuk mengcopy ini?" Seorang wanita paruh baya meletakkan setumpuk kertas dimeja kerja Alma
"Baik bu, tapi saya akan menyelesaikan ini dulu sebentar" Alma tersenyum ramah pada perempuan didepannya, setelah perempuan itu pergi dia kembali fokus pada layar komputernya, namun tak berselang lama fokusnya kembali terganggu
"Alma kamu pasti sibuk, biar aku saja yang melakukannya" Cindy datang mengambil tumpukan kertas itu dan dia tersenyum sangat manis kepada Alma
"Ah y-ya jika itu tidak membebanimu." Alma tampak canggung, wajahnya menunjukkan keheranan, pasalnya tidak pernah sebelumnya dia mendapatkan perlakuan seperti ini dari Cindy, jangankan membantunya dan berbicara ramah seperti ini, biasanya dengan melihat kehadiran Alma saja sudah membuat Cindy memalingkan wajah
"Tidak, tidak aku senang bisa membantu mu." Dengan begitu Cindy pergi meninggalkan Alma yang masih menampilkan raut wajah tidak percaya.
Bruk..
Dengan kasar Cindy membanting tumpukan kertas yang dibawanya, senyumnya hilang digantikan dengan wajah datar yang dihiasi sorot mata tajam penuh kebencian.
Dia bergerak mengangkat tangannya hingga menyentuh bibir, kemudian tanpa sadar dia menggigiti kuku-kuku jarinya. Tampak panik dan bergumam "Bagaimana caranya agar dia merasakan apa yang aku rasakan? Ah tidak aku harus membuat dia lebih menderita, ayo berpikir Cindy"
Dia diam hanyut dalam pemikirannya, mencoba menyusun rencana untuk mencapai tujuannya, tapi dia buntu rasa benci telah menguasai hati dan jiwanya, sekarang yang terlintas di kepalanya hanya satu, yaitu bagaimana cara agar Alma lenyap dari pandangannya, ah tidak Alma harus lenyap dari Dunia ini.
Cindy mengangkat wajahnya yang tertunduk, kemudian dia tersenyum dengan sebuah senyum yang sangat mengerikan. " Aku pasti akan menyingkirkan mu" Dia bergumam
"Ah.. Akhirnya jam makan siang datang juga" Alma merenggangkan tubuhnya, dia merasa lelah dan juga lapar, melihat ke sembarang arah dia mencari keberadaan Hana
"Jika kau mencari Hana, dia tidak ada tadi pak Zayn memanggil dia" Cindy datang menepuk bahu Alma dan lagi-lagi bertindak so akrab
"Oh ya" Merasa risih Alma menyingkirkan tangan Cindy dari bahunya
"Bagaimana jika makan siang dengan ku? Aku dengar restoran yang baru buka di sebrang sangat terkenal, ayo ke sana dengan ku Alma" Cindy mengatupkan kedua tangannya didepan dengan ekspresi wajah memohon
"Maaf Cindy, aku pikir aku akan makan di kafetaria saja, terimakasih atas tawarannya" Alma berdiri hendak pergi, tapi Cindy menahannya
"Jangan seperti itu Alma, Aku mohon kali ini saja" Tanpa menunggu persetujuan Alma, Cindy menarik Alma secara paksa, malas berdebat Alma pasrah mengikuti Cindy, namun pikirannya merasa sedikit curiga dengan tindakan Cindy yang tiba-tiba mendekati dia.
Mereka keluar berdiri di samping jalan, menunggu lampu lalulintas berubah warna.
"𝘈𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪? 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘬𝘢𝘱 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢! " Cindy diam membatin wajahnya tampak kalut, tapi kemudian dia tersenyum
Tanpa pikir panjang dia mendorong Alma ke jalan, bersamaan dengan itu sebuah mobil melaju dengan kencang dan menghantam tubuh Alma.
Sementara ditempat lain.
Prang...
Sebuah gelas jatuh dari tangan pemiliknya, tampak syok Lucifer diam mematung " Ah terlalu panas, sial aku harus membuatnya lagi kan!" Dia mendesah lalu mengacak rambutnya frustasi
Kembali ke tempat Alma
"ALMA!!" Cindy berteriak kencang, dengan wajah yang dia buat sekhawatir mungkin, tapi didalam hati dia tersenyum puas, melihat tubuh Alma yang terhempas jauh sampai ke sisi sebrang jalan.
Dengan cepat Cindy menghampiri Alma, tapi alangkah terkejutnya dia mendapati Alma yang tidak terluka sedikitpun, tubuh Alma bersih tidak ada memar apalagi darah yang mengalir dari tubuhnya. hanya ada sedikit luka gores pada telapak tangannya.
Alma mendongak menatap tajam ke arah Cindy
"Apa maksudnya ini Cindy" Alma menggeram
"A-alma a-aku" Mendapati apa yang dia lihat tidak sesuai dengan ekspetasinya, sontak wajah Cindy menjadi pucat pasi dia ketakutan, merasa sesuatu yang buruk akan menimpanya Cindy lari dengan terburu-buru
"Cindy!" Alma hendak lari mengejar Cindy, namun niatnya harus terhalang karena banyak orang yang datang berkerumun, dan menghujami dia dengan berbagai macam pertanyaan.
Sementara itu di atas gedung pencakar langit, seorang pria menampilkan wajah datar, merasa tidak puas dengan pemandangan yang dia lihat.
"Tidak berguna, ternyata dia adalah manusia berakal pendek yang telah dibutakan oleh dendam, dia terlalu terburu-buru, dengan cara ini tentu saja dia akan gagal. Lucifer pasti sudah memasang pelindung untuk gadis itu."
Merasa kesal karena salah memilih boneka sosok itu hendak terbang, tapi sebelum itu dia membuka ponselnya mencari sesuatu di sana. matanya berkilat tajam menatap layar tipis pada genggamannya, Kemudian terdengar suara dari ponselnya. " Terbang 500 meter ke depan kemudian belok kanan" hmph... sosok itu terbang dia Malphas tersenyum puas, seakan dia sudah melupakan kejadian tadi.
#PenaAutoon
bagiku ini rasanya nyesek🤧🤧
baru nyadar ya...
tapi itu juga hanya kemungkinan 😅