Zara gadis cantik yang merasakan patah hati karena cinta pertama dalam hidupnya telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Baba atau Ayah Zara meninggal dunia karena penyakit jantung.
Belum usai masa berkabungnya, kini gadis malang itu harus kembali merasakan patah hati untuk ke dua kalinya.
Serkan Sayisman, pria yang selama 3 tahun ini mengisi hari-harinya telah memutuskan hubungan mereka yang abu-abu karena kesenjangan sosial yang jauh.
Zara memilih pulang ke negara asal Ibunya dan memulai hidup baru disana berharap bisa dengan cepat melupakan Serkan.
Jantung Zara berdetak kencang kala menatap pria berwajah tampan dan manis yang berdiri di depannya.
Angga Adnan Prayoga,
pria misterius dengan sejuta pesona yang mampu menggeser posisi Serkan di hati Zara.
Namun, Zara harus berjuang keras saat Angga mengatakan;
"Apa kau siap mengetahui siapa diriku yang memiliki orientasi BERBEDA?"
Deg!!
Perjalanan cinta Zara Khayatian Al Rasyid mengejar cinta Angga Adnan Prayoga di mulai!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NalaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Complex Hearts
Aku ingin sekali menyerah dan pergi dari mu,
Tapi, aku sudah terjerat oleh cinta mu.
Dan aku belum tahu apa yang membuatmu,
Menjadi seperti ini?
Bolehkah aku berjuang sedikit lagi agar semua **jelas**?
Sejak percekcokan antara Angga dan Zara di kantor beberapa saat yang lalu. Angga benar-benar jadi sangat sulit di temui, malah Delon yang merupakan tangan kanan Angga di organisasi bawah tanahnya yang lebih sering berada di kantor. Sementara Angga tidak ada yang tahu keberadaannya.
Zara gadis cantik bermata indah itu, sering kali menanyakan keberadaan Angga ke Delon maupun El, namun dari keduanya mereka juga tidak tahu pasti dimana dan kemana perginya Angga.
Di salah satu club malam terbesar di ibukota,
Angga tengah asyik menikmati alunan musik yang di mainkan seorang DJ cantik dan di temani segelas red wine yang menggoda. Banyak para wanita yang datang ke pangkuan Angga namun, belum sampai mereka duduk di pangkuan Angga. Angga sudah mengusir mereka dengan jurus mulut sepedas cabe carolina reaper.
Angga hanya ingin menikmati waktunya sendiri dengan sekelumit masalah yang di hadapinya akhir-akhir ini.
"Excuse me, may i?" Tanya seorang pria tampan bertubuh atletis.
"Sure," jawab Angga singkat.
Pria tampan itu nampak memesan minuman dan duduk dengan tenang di samping Angga.
Angga juga cuek tidak memperhatikan pria itu, dan tidak menaruh kecurigaan apapun terhadap pria tsb.
Tiba-tiba...
Byur....
"Ooops sorry, sorry! I didn't mean it," ucap Pria tampan itu yang tak sengaja menumpahkan minumannya ke celana Angga.
"Cckkk... Okay, no problem!" Jawab Angga agak kesal.
"No no, this is my mistake. I'm gonna change your trouser," ucap pria itu memaksa.
Angga yang malas berdebat hanya mengangguk dan mengikuti kemana pria itu membawanya.
Angga sudah ada di dalam sebuah apartemen yang lokasinya bersebelahan dengan club malam tsb.
Angga menunggu pria itu mengambil celana yang entah di beli dimana?
Tak lama kemudian,
Pria itu menyerahkan paper bag dari brand ternama yang berisi celana panjang persis seperti miliknya.
Angga kemudian ke kamar mandi apartemen pria itu untuk mengganti celananya yang basah.
Saat Angga sedang berganti celana, pria itu tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi tempat Angga berganti celana dan langsung memeluk Angga dari belakang.
"Heiii, apa-apaan loe brengs*k!!!!" Umpat Angga berusaha melepaskan pelukan pria itu.
"Aku tahu kamu seperti ku, ayo kita bersenang-senang malam ini. Kamu akan aku puaskan hem?" Ucap pria yang ternyata bisa berbahasa Indonesia.
"Jangan mimpi kamu bisa tidur dengan ku,"
Angga langsung bangkit dan menghajar pria asing itu dengan brutal, entah karena trauma masa kecil dengan pelecehan membuat Angga tanpa ampun menghajar pria asing itu.
"Ampun, ampun !!! Tolong, jangan bunuh aku," ucap Pria asing itu.
"Braakkk!!!
Angga masih sempat membanting tubuh pria itu, dan tubuhnya membentur meja.
"Jangan cari masalah dengan ku brengs*k!" Umpat Angga seraya duduk di kursi di depan pria asing itu.
Aakkhh!!!
Pria asing asing mengerang kesakitan akibat berbagai macam pukulan dan tendangan Angga.
"Aku memang menyukai pria, tapi tidak sembarangan tidur dengan orang, cuiiihh!!!" Umpat Angga yang sambil meludah ke sisi kirinya.
Pria asing itu hanya meringis kesakitan tanpa bisa bereaksi apapun dengan Angga.
"Halo, loe dateng ke lokasi gue sekarang."
"......."
"Gue tunggu!"
"....." Tut.
"Bikin report orang aja," gumam Angga yang lalu pergi meninggalkan pria asing tsb.
Angga berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di basemen apartemen pria asing tsb. Tiba-tiba,
"Loe apain bule itu?"
Angga menoleh,
"Gue aja sparing," jawab Angga singkat.
Delon yang baru saja datang memutar bola matanya jengah mendengar jawaban Angga.
"T*i loe, bikin gue repot ngurusi orang bonyok!" Gerutu Delon yang lalu meninggalkan Angga.
"Mau marah? Hahahahah, nggak gue gaji loe!" Gumam Angga tersenyum tipis dan lalu langsung meninggalkan basemen apartemen tsb.
Keesokan harinya,
Seperti biasanya Zara gadis cantik bermata indah itu bekerja dengan Bu Rani. Raut wajahnya fresh dan cantik tak membosankan siapapun yang melihat, termasuk Angga.
Angga melihat Zara menata berkas-berkas dari kejauhan. Rambut Zara di biarkan tergerai, ikal dan tebal berwarna kecoklatan semakin membuat gadis cantik itu mempesona.
Hati pria bermulut pedas itu, sebenarnya goyah kala melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah itu. Ingin dia berlari dan memeluk Zara, tapi bayangan Zara berciuman dengan Serkan seolah membayangi dirinya yang begitu marah bahkan tega menghina Zara dengan parah di depan umum.
"Hoeeiii..!!!!" El yang baru datang mengangetkan Angga yang sedang bengong melihat Zara dari luar ruangan Zara.
"Anj*ng !!!!" Umpat Angga.
"Waah, nggak bener! Gue pemilik perusahaan ini di bilang guguk dong!!!! Waahhh!!!" Ucap El sambil geleng-geleng.
"Haaaiiisshh!!! Apaan, dah sana masuk ruangan!" Jawab Angga sambil mendorong El.
Bukannya pergi, El malah menahan tangan Angga yang ada di dadanya.
Deg!!!!
Deg!!
Jantung Angga bisa di pastikan sedang berdebar kencang seperti orang lari maraton.
"Apaan lagi kamu El?" Batin Angga berusaha menyembunyikan wajah salah tingkahnya dari El.
"Heii, muka loe merah? Loe sakit?" Tanya El yang menyadari perubahan wajah Angga.
El menempelkan tangannya ke kening Angga untuk mengecek kondisi Angga.
"Anget, nih loe? Belum makan? Atau otak loe gesrek?" Tanya El lagi.
"Nggak, nggak apa. Dah sana loe!!!" Usir Angga.
El berjalan ke arah ruangan Zara dan memanggil Zara.
"Ra, kamu siapin tuh obat sama makanan buat Wadirut Angga yang sedang sakit, saya masuk ruangan dulu," ucap El yang membuat Zara terkejut.
Mimpi apa dia semalam bisa sedekat ini dengan pria yang masih ada di hatinya itu.
"Mari, Wadirut. Saya siapkan keperluan Bapak," ucap Zara memecah keheningan di antara mereka berdua.
Angga langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa menjawab perkataan Zara.
Zara hanya mengelus dada dan pergi ke pantry untuk menyiapkan obat dan makanan untuk Angga.
15 menit kemudian,
Zara meletakkan obat pereda demam dan semangkuk soto ayam untuk Angga.
Angga hanya melihat setiap gerakan yang di lakukan oleh Zara, tanpa mau bicara.
"Silahkan, Pak. Semoga lekas sehat," ucap Zara yang akan hendak pergi dari ruangan Angga.
"Tunggu!!"
Zara menghentikan langkah kakinya.
"Ya, Pak? Ada yang bapak butuhkan?" Tanya Zara lagi.
"Temani saya makan," ucap Angga menundukkan kepalanya.
Zara tersenyum tipis melihat tindakan Angga yang terlihat malu-malu. Zara kemudian duduk diam di depan meja kerja Angga, sedangkan Angga terlihat mengaduk-aduk mangkoknya.
Zara yang tak sabar langsung mengambil mangkok dan langsung menyuapi Angga. Angga terlihat kaget dan akan protes,
"Makanannya akan ikut pusing kalau di aduk-aduk begitu," ucap Zara.
"Eeh..eemn baiklah," jawab Angga gugup.
"Saya hanya berbuat baik karena bapak juga sering baik kepada saya dulu. Saya akan terus berbuat baik kepada Bapak selama masih ada cinta di hati saya untuk Bapak. Namun, bila nanti saya sudah lelah mengejar Bapak, saya akan berhenti dengan sendirinya. Jadi, jangan sungkan bila ingin menghina atau mencaci saya, lanjutkan kesenangan Bapak dan saya lanjutkan mengejar cinta Bapak," ujar Zara dengan raut wajah biasa saja.
Deg!!!
"Zara...!" Batin Angga yang kaget mendengar ungkapan hati Zara yang terdengar optimis namun terselip ungkapan keputusasaan.
Angga menatap wajah cantik itu dengan tatapan bersalah karena akhir-akhir ini dirinya sangat marah dan sering mengatai Zara dengan kasar.
"Apa yang harus aku lakukan kepada mu, Zara?"
Tbc,
.malu sm hijab mu..tdk tau adab..
😃😃😃