pilihan? kalau bukan aku, kenapa kamu menikah denganku, Cand..
Apa itu semua hanya karena peristiwa 8 Tahun lalu?! Aku bahkan SUDAH LUPA apa itu nyaman....
"kamu pikir apa?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cathrine lei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
aku masih fokus ke LCD komputerku. jam di Layar menunjukan Pukul 10 Malam. musik dari Hp ku menemani ku memburu jam ku.
samar samar terdengan perbincaraan dari Handy Talky. antara anak operasional berkomunikasi.
"MOD monitor! MOD monitor!" suara panggilan dari Handy talky.
"masuk" jawabku sambil menekan tombol sebelah kanan HT dengan Label bertuliskan MOD.
"Bu Elsa tolong Bu. ada tamu komplen di Spa."
suara balasan dari HT.
"Spa??"
"Iya bu, tamu nya mabuk."
"Copy saya kesana. iya Bu tercopy."
aku langsung menyimpan data di komputerku, mematikan nya. kemudian menelfon keamanan, "Pak, satu personil ikut saya ke atas ya. saya Tunggu di reception."
aku menutup kemudia mengambil tas, HT dan mematikan semua lampu. aku berjalan keluar, dan mengunci pintu. aku jalan bergegas naik ke lobby.
Security sudah menungguku di FO. "pak Jaelani, ini kunci akunting ya. ayo ikut sama ke Spa."
aku kemudian meletakkan Tas ku di meja reception bagian bawah. berjalan dengan pak Jaelani menuju Spa kami di lantai 1.
tingg...lift terbuka...
kami keluar dari lift kemudian berbelok ke arah kanan. ada pintu kaca menyambut kami, aku membuka pintu.
kami sudah di sambut oleh tamu WNA yang sedang mengamuk dan memukul meja Reception Spa kami.
aku langsung mendekati, "Excuse me? may i help you?"
WNA tersebut melihat ke arahku. "haa,Sooo your the manager...you need to know. your staff is totaly fu**ing Shit!!"
"sorry for it sir. but, let me know whats the matter it is?" aku menjawab perlahan.
"i already said. that i need extra...extra treatment. But they said no..no...they want my money but the dont want give me extra treatment."
aku menghela nafas,kemudian aku. menjawab, "did you seen it?" aku menunjuk papan bertuliskan Tata Tertib Spa.
"yeaaa..but i already paaidd!!"
"Security, please." pak Jaelani dan 2 security kemudian menggiring WNA untuk pergi meninggalkan area Spa.
"Bu Elsa makasih, saya tu takut banget."
aku melihat ke arah merry, "mba merr, dimana anak yang nge'treatment bule (sebutan WNA)?"
Merry menunjuk ke bawah, "puput, ayo keluar." puput pun keluar. aku kemudian membawa nya Turun ke lobby dan membawa nya masuk ke ruangan FO.
"sebetulnya apa yg terjadi?"
puput diam hanya menundukan kepala. "bicaralah, kamu jangan mempersulit posisi mu sendiri.."
puput mulai berani membuka suara, "saya mohon maaf bu..tadi mr. Volke minta saya melakukan layanan extra ke dia. dengan iming2 uang 3x lipat."
"so!!" mimik wajahku menjadi marah.
"saya bilang no mister, kalo emang mau harus bilang dulu karena antrinya banyak dan kami mau tutup. tapi dia bilang yasudah extra pijat 10 menit saja, Bu.." aku masih mendengar puput.
"tapi dia menggila karena sebelumnya minum banyak beer bu. kami juga tidak mungkin memijat jika mereka sedang minum alkohol."
"terus kamu lari,?"
puput mengangguk.."iya Bu, saya takut,.baju saya mau di robek."
"astaga!" aku menepuk dahiku.
"okey akan saya masukan laporan di report saya."
aku kemudian meneruskan pekerjaanku. menuliskan laporan apa saja yang terjadi. termasuk tindak kecerobohan yang baru saja.
*******
aku terbangun, rasanya lelah sekali. aku teringat baru memejamkan mata pukul 04.00 pagi. sekarang sudah jam 7 pagi.
"ah..sial. ak harus ke tempat make up."
aku langsung bangun menuju kamar mandi. menyalakn shower, air hangat membasahi tubuhku. aku membersihkan badanku, dan membiarkan air membasuh rambutku.
aku keluar kamar mandi menggunakan kimono handuk. mengambil Tunik dress berwarna merah muda dengan corak bunga kecil.
aku mengeringkan rambutku dan segera mengganti baju dengan Dress ku. aku memakai bedak dan lipGloss sebagai alas agar wajahku tidak pucat.
aku berkaca di cermin kamar mandi, "semoga dia mempunyai conseler untuk menutup mata pandaku."
aku membereskan Tas baju dan barang - barangku. mengambil HT dan keluar dari kamar 1025. aku menunggu lift hingga lift terbuka, aku melihat sekelilingku. sepi..
lift terbuka.
aku masuk ke dalam lift dan menekan huruf L. lift pun tertutup, mulai bergerak turun. lift pun berhenti di huruf L.
lift Pun terbuka.
aku berjalan keluar dari Lift. kemudian berbelok ke kanan, ke araj Lobby. aku menghampiri meja Reception, meletakan HT dan kunci kamar.
"Putri, kamu yang pagi?"
Putri melihat ke aku,"Ibu..iya saya pagi, ibu mau Check out?"
"iya put, ini kuncinya ya."
"sarapan dulu bu?"
"engga Put..makasih..saya tinggal ya?"
aku meninggalkan Reception menuju pintu Lobby. pintu terbuka. aku berjalan keluar, "Pagi Bu,?"
sapa salah satu security yang berjaga. "Pagi Pak.."
"pulang bu?"
"iya pak, permisi, saya tinggal dulu."
aku berjalan lagi keluar area hotel. aku mengambil hpku, membuka aplikasi ojek online. menekan Rute tujuanku, kemudian memesan.
akhirnya nyantol dan Drivernya ternyata di depanku.
"dengan Ibu Elsa?" sapa bapak ojek, "iya pak, pinjam Helm ya?"
Aku pun mengambil helm dan memakai. "permisi ya pak.." aku menaiki motor matic khas Ojek online.
kami pun berlalu meninggalkan kantorku.
********
"Candra, bini lo mana,? tinggal dia yang belum dandan." Jess terlihat kesal.
Candra hanya diam, dan sibuk dengan Hp nya. "Candra!" Jess meninggi..
"sabar aja kali, dia abis lembur makanya telat."
jess makin kesal, "hadeh..mendingan Elsa telat datang bulan daripada telat gini. gw mesti re'touch pengantin perempuan."
"gw juga mau kalo bisa gitu..."
jes kaget dan memandang ke Candra.
"ada yg salah?" tanya candra.
"tidak." jawab jess.
tok..tok...tok.
"naah!!" Jess berlari membuka pintu.
"Elsaa..ya ampun lo kemana sih? ini udah jam 8. lo tau jam 10 itu gereja mulai dan gw harus ready buat benerin make up Mila. sini cepet masuk." jess menarik ku masuk.
aku kemudian duduk di depan cermin rias portable jess. aku melihat Candra dari arah kaca. Candra tersenyum kepadaku.
aku membalas senyum Candra, Candra kemudian menunjukan tangan kanan nya. cincin...
aku melihat tangan kananku, ya cincin ini sudah aku pakai juga.
ini kali pertama aku kembali bertemu dengan keluarga Besar Candra. Rasanya begitu asing dan begitu penuh dengan kepalsuan.
"nih..muka lo udah bagus, gw make up cepet jadi nya. ga perlu gw pake banyak bahan udah bagus...
cuman bagian mata lo kaya nya gw butuh lebih nutupin deh." jes kemudian memoles kembali mataku.
"udah gw nurut jess. lo kan ahlinya."
jess menyelesaikan untuk mempermak wajah dan rambutku. aku membuka mataku.
ah Tuhan......aku....ini aku?
aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat. ini aku? "jess....ini aku?"
"menurut Lo??" jes membereskan peralatan make up nya.
"sekarang lo ganti baju, sama Rianty ya?"
Rianty bangkit berdiri, membawakan gaun yang aku coba tempo hari. rianty agak kesusahan karena perutnya.
jess pun keluar menuju pintu. "gw tunggu di lobby ya Hon?" Rianty mengantar dan mencium jess..
awh..Romantisnya mereka..
"Ganti dimana Ri?" tanyaku.
"disini aja ya, gw kalo di kamar mandi takut kepleset." Jawab Rianty sambil mengelus perutnya.
aku melihat Rianty, apa aku iri dengan nya?? tanyaku pada hati ku sendiri.
"tapi ada Candra disini..." jawabku spontan.
"So..? lo kan bini nya kali Els..udah cepetan keburu mulai gerejanya."
aku menurut saja, ak melepas Dress Tunik ku. Rianty membantu memegang Gaunku. Tapi...nampaknya ini menyulitkan Rianty.
Candra berdiri dan menhampiri kami. Candra menggantikan Rianty memegang Dress.
Candra melipat kedua kakinya, bertumpu pada lutut nya di lantai. membantu memegang tanganku, aku masuk ke dalam gaun ku..
Candra menaikan Gaun ku hingga berhenti persis di depanku. kami sempat saling melihat dan canggung.
"Elsa, gw beberes dulu ya. soalnya ni kamar temen nya Mila." aku menjawab, "baiklah Rianty."
Candra melanjutkan dengan menaikan resletin di belakang gaunku. Candra mendekatkan wajah nya ke teligaku..
kemudian berbisik, "kamu Cantik Elsa...."
pipi ku sempat memerah. saat suasana canggung Rianty berkata. "ayo kita Turun.. keburu telat."
"okeii" kami keluar dari kamar Hotel..
*****
kami bertiga, bertemu dengan Jasson di lobby. "Cand, lo pake mobil sendiri? apa mau barengan?"
"gw sih terserah Elsa, kalo menurut gw mendingan bawa mobil sendiri."
aku sedang berfikir, lebih baik bagaimana? "udah, lo sama Elsa aja. bini lo cantik begini, sayang kali kalo jalan sendiri." ucap jasson.
"Baiklah, ayo Candra daripada terlambat." aku beranjak ke pintu keluar lobby. Candra menyusulku di belakang.
aku melihat beberapa mobil mewah dan amat mewah terparkir. tapi...mana mobil sedan hitam Candra. aku celingukan mencari.
"cari apaan?" Candra mengajakku berjalan ke mobil persis parkir di hadapanku. 'Bentley Continental gt'
aku melongo, tak percaya. ini mobil bahkan aku cuman lihat di iklan majalah sponsor kantor. sekarang aku naik ini?? ini??
"ayo cepet jangan kaya orang kampung." Candra sudah berdiri samping pintu kemudi.
"iya, gw dateng.." aku masih takjub, tapi aku mencoba tidak menunjukan nya. nanti Candra besar kepala lagi..
aku masuk dan duduk samping pengemudi. "sungguh mobil egois. engga bisa muat banyak ini?" aku bertanya dengan polos.
Candra mendekatkan wajahnya lagi ke telinga sebelah kanan ku. "kalo mau muat banyak, pake Bis tingkat aja sana." kemudian Candra mengecup pindak ku.."aa..iiya..Cand.."
Candra kembali ke tempat duduk. rupanya ia memasang seatbelt ku. "maaf aku lupa pake seatbelt."
"iya..penyakit mu, makanya pakai saja mobil yang sudah aku beli."
"engga Cand, aku masih nyaman jalan kaki sama naik angkot. apalagi sekarang ada ojek online. lebih praktis."
"bilang aja males." aku malas membahas lagi, aku terdiam. dan mobil pun melaju, meninggalkan area Hotel.
*********
aku turun dari mobil Candra. banyak mobil sejenis yang parkir di gereja ini. aha! aku mengerti!
mereka ternyata Club Mobil mewah. pantas saja, kumpulan anak borjuis. nampaknya aku salah tempat datang kesini.
"ayo sini, kamu harus bergandengan denganku." Candra telah siap dengan Tangan kanan nya, membentuk setengah lencang tangan.
"iya sayang.." aku masuk ke sela tangan Candra. dan mulai berjalan. "huhfh! ayo jalan." aku merasa langkahku berat.
"kalau kamu nervous, ingat kalo ada aku semua akan baik - baik saja." ucap Candra.
entah kenapa kalimat itu seperti sihir. aku langsung memiliki keberanian dan mantab aku berjalan maju.
di luar sudah tampak barisan keluarga yang akan mengiringi pengantin masuk. ada pula 3 dara dari keluarga Candra.
"Masak itu istrinya Candra???" tanya Namira.
"buset!! tu orang operasi potong lemak dimana??" alita masih tidak percaya.
"fir..fir..syafira lo..lo.." namira terbata - bata. Syafira masih terdiam melongo. "engga mungkin itu..itu gaun Jasson yang sama badan gw aja ga cukup." Syafira terpana.
aku pun menghampiri mereka, "ada apa? kaget?" aku menjawab dan berlalu meninggalkan mereka.
"lo kenapa sama 3 dara itu?" tanya Candra kepadaku.
"mereka pernah bilang kalo istri lo itu segede kulkas, badannya kaya babik."
kami pun mulai berbaris dengan pasangan kami. "Tapi lo ga begitu Els,"
"gausah Lupa Candra. gw kan ayam babon."
Candra pun terdiam dan kami mulai berjalan masuk ke dalam.
*******
acara gereja pun selesai, di lanjutkan dengan melepas balon dan merpati di luar. aku nampak terbawa suasana, aku membiarkan tangan Candra merenggut pinggang dan memelukku.
tapi dengan apa yang di lakukannya. entah mengapa, aku merasakan ia mulai serius kepada ku.
eits!! Elsa jangan lupa dia mengusirmu lebih dulu. dia cuman mau kamu jadi istri di atas kertas surat nikah dan di atas ranjang jika dia butuh.
"Yuk Sayang, kita ikut convoi." Candra menggandengku masuk mobil.
kami mengikuti acara berputar di sekitar jakarta. tapi kami kembali lagi ke Hotel tempat kami dandan.
"ini siap lagi jam 6?" aku bertanya ke Candra di dalam kamar yang di sewa Jasson untuk malam ini.
"iya..kamu mau istirhat dulu silakan." Candra keluar kamar sepertinya menelfon seseorang.
'apa itu Cristin?? masih ada ya dia di antara kami..bener kan kamu ke baper an Els, kena kan.. udh ah bobo aja' aku meletakan kepala ku dengan posisi berbaring menyamping. aku merasa ngantuk sekali. entah sejak kapan aku merasa waktu tidur ku kurang.
Candra masuk ke dalam setelah menelfon Pak Toni. Candra melihatku tertidur dan mendengkur. "perempuan ini.." Candra mendekatiku.
"Elsa, beri aku waktu. waktu untuk yakin.
yakin atas apa yang akan aku pilih. yakin bahwa kamu memang menjadi pilihan Tuhan untukku. beri aku waktu dan kesempatan untuk membuktikan dan belajar menerima kamu secara utuh di hidupku." Candra membelai kepalaku, pipiku.
"maafkan aku Elsa, Tapi hidup ku hancur sejak kamu pergi.
aku terlalu kasar dan gegabah saat itu. semuanya seperti di luar kendaliku. tak seharus nya aku berlaku se kasar itu.
aku pun cukup kaget dengan Reaksimu."
------
aku terbanggun, merasa hari sudah agak gelap. "yah..telat gw." aku melihat Candra tidur dengan posisi duduk dan bersandar di meja samping tempat tidur.
tangan Candra menggenggam erat telapak tanganku. rasanya begitu hangat.. begitu aku rindukan...
tapi juga begitu sakit...sampai aku tak mau mengingat semuanya....
tak lama Candra juga terbangun. "Elsa..udah bangun?"
"iya Can..kayanya telat retouch deh, udah jam 5 kurang. aku benerin make up seadanya aja ya. kamu tunggu dulu."
aku berlari ke kamar mandi. mengambil kertas minyak, dan menempelkan ke wajahku. aku merapikan rambutku, masih rapi, hanya saja..aku butuh bedak ku.
aku berlari keluar dan mengambil bedak, kemudian memakai nya dan membereskan make up ku. Candra berdiri dan memakai Jas Hitam miliknya. saat aku memakai sendal Heels ku.
Candra memeluk ku dari belakang. memutar wajahku, tangan nya merengkuh leherku. membimbing bibirku untuk kembali melepaskan rasa dalam lubuk hati kami.
lembut bibirnya, aroma hembusan nafas Candra. ini gila, aku...aku..
tidak bosan membacanya dan sentiasa penasaran kisah selanjutnya...🥰❤️