NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:11.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

"Mentari, istri bocah ku......aku sangat mencintaimu. Taukah kau seberapa besar cinta ku pada mu?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Memangnya seberapa besar pacar ku ini mencinta aku?" (Mentari)


"Tidak besar, kecil sekali!" (Arka Anggara Wijaya)


"Ngapain nanyak kalau gitu!" (Mentari)


"Mentari?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Em!" (Mentari)


"Cinta ku pada tak seluas samudera dan tidak sedalam lautan biru, tapi aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri, dan aku cemburu walau yang memandang mu seorang wanita. Aku ingin mengurung mu dalam sangkar cintaku. Agar tidak ada yang dapat menyentuh mu, kau Mentari ku dan hanya boleh menyinari ku saja. Biarlah aku menjadi budak cinta mu," (Arkana Anggara Wijaya)

"Pacar ish.....Tari gemuszzzz, oppa sarangheo," (Mentari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"Heh bocah berhenti!" gertak Arka yang duduk di sebelah Mentari.

Mentari terus fokus mengemudikan mobil milik Arka, kecepatan mobil itu sangat tinggi bahkan mungkin bagi Mentari ia bukan menginjak pedal gas. Melainkan pedal gas itu seperti di duduki sebab ia mengemudi dengan sesuka hatinya. Tanpa ada yang berani memotong laju kendaraannya.

"Saya katakan berhenti!" kata Arka dengan suara yang berat dan terdengar mengerikan.

Ciit.

Mentari mengerem dengan mendadak, bahkan Arka sampai terhuyung ke depan mengenai dasboard.

"Sial!" Arka turun dari mobil, ia memutar mobil dan membuka pintu kemudi, "Turun!" titah Arka.

"Tadi minta Tari yang nyetir? Sekarang di suruh turun.....dasar aneh," gerutu Mentari, kemudian ia turun dan Arka yang menggantikannya mengemudi.

Arka menatap Mentari dari kaca spion, Mentari duduk di jok bagian belakang dengan segala kekesalannya. Sedetik kemudian Arka mulai menjalankan mobilnya sambil memecah jalanan yang ramai dengan banyaknya kendaraan yang juga berlalu lalang.

Mentari melihat jam yang terpasang pada bagian depan mobil, "Kak, Tari telat....." kata Mentari dengan panik.

Arak tidak perduli, ia hanya fokus pada mobil yang ia kemudikan.

"Kak Arka, Tari ngomong loh....." kata Mentari dengan nada yang sedikit di naikan.

"Lalu?" Arka bertanya dengan santai, bahkan ia sama sekali tidak peduli pada Mentari

"Kak gimana sih......Kakak sendiri yang ingatin kalau Tari, kalau hari ini ujian apakah Kakak sudah lupa jangan-jangan Kakak udah pikun!" kesal Mentari dengan sejuta emosi bila berbicara dengan Arka.

Arka tidak perduli ya ada ia malah memperlambat kecepatan mobilnya, dan itu sungguh membuat Mentari semakin kesal berkali-kali lipat. Hingga Mentari mencondongkan tubuhnya ke depan dan berteriak di telinga Arka, ,"Kak Arka gue telat kalau jalan mobilnya kayak semut begini ngerti nggak sih!" kata Mentari

Arka menghentikan mobilnya di sisi jalanan lalu menatap Mentari ke belakang, "Kamu kalau ngomong sama saya bisa tidak pakai sopan santun, atau kamu tidak tahu sopan santun?Apa perlu saya beritahu sopan santun itu seperti apa? Apa kamu tahu bagaimana akhlak saat berhadapan dengan suami mu? Kamu tahu?" tanya Arka dengan wajah yang datar namu terkesan dingin.

"Tapi kan kita nikahnya paksa Kak," Mentari diam dan menjeda ucapannya sejenak, sambil menunggu Arka berbicara, namun karena Arka tetap diam akhirnya ia kembali memberanikan diri untuk berbicara, "Kita Nggak nikah karena sama-sama cinta kan? Ya udah deh....." Mentari mulai menunjukkan wajah melasnya, " Kak Tari pernah baca novel dan sekarang Tari punya ide, gimana kalau kita buat perjanjian ajak nikah kontrak, Kakak bebas deh mau pacaran sama siapa aja mau berhubungan dengan siapa aja, tapi Tari juga sama ya Kak......tetap bebas mau apa aja nggak dilarang," Mentari tersenyum lebar setelah mengutarakan ide brilian nya sambil menaik turunkan alis matanya. Seolah idenya akan sangat di terima Arka dengan mudah.

"Ya saya setuju," jawab Arka dengan suara beratnya.

Seperti mendapat bintang jatuh dari langit dengan bertabur emas, Mentari langsung sumber ringan dengan segala kebahagiaan karena idenya diterima oleh Arka, "Kalau gitu mulai sekarang kita nggak boleh urusin urusan masing-masing ya dil.....dil....." tari mengulurkan tangannya seolah itu adalah kesepakatan mereka berdua.

Arka mengangkat sebelah alisnya dan menerima uluran tangan Mentari, "Setelah ini kau pergi sekolah sendiri, setelah ini juga kau cari uang saku sendiri ingat perjanjian kita tadi urus urusan masing-masing dan kau tidak boleh meminta kepada kedua orang tua mu karena aku tidak mau disebut suami yang tidak bertanggung jawab, jadi kalau sudah siap?" tanya Arka lagi dengan pasti sambil menatap mata Mentari dengan serius.

Mentari melongo dan mendadak bodoh bingung bagaimana bisa memenuhi kebutuhan nya sendiri. Ia pun tidak mau putus sekolah apalagi kalau sampai tidak kuliah, "Tapi Kak tugas suami kan menafkahi istrinya," bukan Mentari namanya jika tidak bisa menang dari siapa-siapa dan bukan Mentari namanya bila tidak punya 1000 alasan untuk memenangkan dirinya.

"Kau benar sekali tugas suami menafkahi istrinya," Arka ikut membenarkan apa yang dikatakan oleh Mentari ia sama sekali tidak membantah.

"Nah....nah....nah kan kan????? Apa yang tadi Tari bilang beneran, jadi uang jajan Tari dari Kakak dong, SPP Terus Tari juga kan mau kuliah Kak."

"Karena kau sudah tahu apa tugas suami....Apa kau tahu tugas istri itu apa?"

"Ish.....Tadi kita udah perjanjian lho Kak kalau Tati nggak akan ganggu Kakak dan kakak juga enggak boleh ganggu Tari kita nggak ikut campur urusan masing-masing dari kita kan," Mentari kembali mengingatkan perjanjian mereka berdua.

"Iya. Ya benar sekali kau tidak pernah salah, kalau ada kewajiban suami yang harus menafkahi istrinya maka harus ada kewajiban istri yang melayani suaminya," tegas Arka.

"Kakak jangan gitu dong," hari ini sepertinya Mentari kehabisan akal ia benar-benar bingung alasan apalagi yang diutarakan pada Arka, hingga bisa membuat dirinya dan Arka tidak saling mencampuri urusan satu sama lainnya. Tapi mau bagaimana lagi Mentari masih terlalu kecil dan iya tidak bisa mencari biaya sekolahnya sendiri.

Arka tidak berbicara lagi, Ia hanya menatap Mentari menantikan apa yang akan bocah ingusan itu katakan.

"Kakak nggak kasihan apa sama Tari? Tari udah nolongin kakak loh, masa iya sekarang Tari terancam putus sekolah ah," Tari menunjukkan wajah melas nya, sambil berdecak seolah ia memang korban kezaliman Arka.

"Pikirkan baik-baik, kalau kau bisa menghormati ku! kau tetap sekolah dan kuliah, tapu kalau tidak terserah kau saja saya tidak akan ikut campur bahkan tidak akan membiayai mu."

"Ya udah deh nanti aja ya kita bahas ini, Tari harus sampai di sekolah......" Mentari menangkup kedua tangannya, berharap Arka segera mengemudikan mobil yang ia tumpangi, "Kak, Tari ujian.....biar Tari cepat-cepat lulus...."

Arka diam dan ia menatap kedepan, tangannya mulai menyalakan mobil dan kembali mengemudikannya.

"Kak jangan langsung ke sekolah dong, Tari belum pakai seragam," Tari mengingatkan Arka jika kini ia tengah memakai piama.

Arka masih dalam mode diamnya hingga Mentari menganggap Arka tidak mendengarkan dirinya.

"KAKAK!" teriak Mentari.

Arka sekilas melihat kebelakang, mata elangnya seakan menunjukan kemarahan. Sedetik kemudian ia kembali fokus pada jalanan.

"Kak, Tari belum...."

"Turun!" Arka menghentikan laju kendaraannya.

Mentari panik dan wajahnya ketakutan, bukan takut pada Arka melainkan takut tidak ikut ujian hingga ia harus membuat Arka mau mengantarkannya tepat waktu, "Kak Arka....jangan turunin Tari di sini dong, sekolah kan masih jauh...."

"Turun!"

"Kak, Tari mohon....."

"Turun saya bilang!"

"Kak...."

"Lihat di sebelah sana ada toko seragam sekolah, kalau masih ke rumah dulu kau akan ketinggalan ujian," jelas Arka.

Mentari membuka mata, dan melihat arah yang di tunjukan oleh Arka, "O..... hehehehe....." Mentari malah menampakan dua barisan gigi rapinya.

"Turun! Jangan cengengesan aja!"

"Iya."

1
Tamirah
Semua Suami tuh sama, kalau disuruh puasa mesti moodnya gak karu karuan.....mana tahan...🤭🤭🤭
Tamirah
Salut sama anda Thor yg bisa membuat teka teki silang dan sulit ditebak,itu yg membikin readers penasaran, dengan siapa Rembulan menikah' masak bukan dengan Radit wong dia yg jebol gawang Ulan.
Tamirah
Niat hati inginkan menyerahkan Suaminya pd kakak nya,tapi Tari mulai jatuh cinta sama Suaminya.Mulai terasa betapa tersayat hatinya kalau suami pergi dgn kakak nya , walau tiap harinya mereka selalu bersama ke kantor tapi hari itu Tari merasa terluka.Tari kamu terlalu polos dan dimanfaatkan oleh kakakmu biar tidak hamil.
Tamirah
Tiba saatnya kehidupan Rembulan dikuak,apa kabarnya Radit ,belummm ada benang merah diantara mereka.
Tamirah
Tari ini terlalu polos bangettt gampang dikadali maklum Suami terlalu matang untuk istri bocil nya.
Paling tidak sekarang suami yg kayak es beku sdh mencair.
Tamirah
Arga bucin para.Sekedar penasaran saja., Gimana kabarnya Rembulan sama Radit kok belummm disenggol.
Tadinya cerita awal dimulai dari Arka dan Rembulan lalu masuklah sosok Mentari, dikupas Thor tentang mereka.
Tamirah
Kalau sdh tahu nikmat nya hubungan intim yg halal wes gak kenal waktu 10 ronde masih kurang. Untung itu organ ciptaan Allah kalau buatan manusia ya sdh sdh rusak .Nikmat mana yang engkau dusta kan.
Tamirah
Kalau aku ya Happy Ending.Diacak kayak apa pun Semua readers minta nya diakhiri dgn kebahagian.Biasanya dimulai dgn istri hamil melahirkan itulah puncak kebahagiaan keluarga kecilnya lalu END.
Tamirah
Dah mulai jatuh cinta,witing tresno jalaran seko kulino, lanjut Thor..
Tamirah
Kalau Arka dan Ulan sering bersama tentu bahaya, Karena ada setan diantara mereka.Namanya laki laki lama lama tergoda wesss angelllll.
Tamirah
Duh memang Tari gak ada rasa sama Suami, justru dia mau menyerahkan Suaminya pada Ulan.Justru yg ketar ketir ibunya. . cerita nya kayak benang mbulet yg sulit diluruskan.
Tamirah
Thor Novel anda tidak terlalu vulgar.Kalau novel gak ada romantis romantisnya cerita jadi hambar ,kayak sayur kurang garam . Cerita novel ini bagus membuat readers penasaran , semua pembaca berharap happy ending Thor.
Tamirah
Berburuk sangka aja kalau Tari sdh hamidun, bercocok tanam aja belummm dilakoni, emang teman teman nya pada resek .
Tamirah
Taktik licik sdh disiapkan untuk kembali pada Arka. Tari yg terlalu polos gak menyadari entah apa yg akan dilakukan kakaknya.
Tamirah
Kapan Suami gigit kamu Tari, masak gk merasa kalau disentuh ama suami , tidur nya kayak kerbau sampai gak berasa.
Tamirah
Emang cocok lagunya chryse.Tiada kata paling indah.....Kisah kasih disekolah ......,!
Tamirah
Memang seru ceritanya , anak remaja yg masih polos.Pria matang kok dilawan......wes angelllll .
Tamirah
Kenapa Rembulan akan nagih rasa sayang Tari lebih besar dgn rasa benci Tari.Suatu saat kata itu akan jadi senjata Ulan untuk merebut Arka.
Tamirah
Rembulan coba bunuh diri karena dia lihat Arka ciuman sama Tari di balkon.Dia shock sdh gak ada harapan untuk kembali pada Arka.
Tamirah
Aku dulu nikah masih sekolah kelas,3 SMA 2 bulan lagi mau ujian . Biasa paksaan orng tua gk bisa di ganggu gugat. Aku buat kesepakatan gak ada malam pertama sebelum lulus ujian. Tapi pernikahan kami berakhir bahagia hingga sekarang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!