NovelToon NovelToon
I LOVE YOU TUAN DEVANO

I LOVE YOU TUAN DEVANO

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Badboy / Tamat
Popularitas:446.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti sihite

Devano Gerald Martinz putra satu-satunya seorang pengusaha kaya raya dari L.A

Namun kedua orang tuannya Devano memutuskan untuk tinggal di indonesia semenjak Devano berusia 16 tahun hingga sampai sekarang Devano berusia 27 tahun.

Tetapi dibalik itu, kedua orang tuanya Devano tidak menyadari bahwa putra satu-satunya itu adalah ketua gangster yang sangat menyeramkan dan ditakuti didalam dunia gelap mereka.

Di usia 27 tahun.. Apakah seorang Devano si ketua gangster yang sangat menakutkan itu memiliki seorang kekasih atau sebaliknya?".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Didalam kamar Devano sedang memeriksa data-data yang selalu Bian kirim melalui E-mail ya.

Tok.. Tok..

"Kak Vano ini Mikha.. Mikha bisa masuk enggak kak?" Tanya Mikha dari luar pintu kamarnya Devano.

"Masuk saja" Jawab Devano menghentikan aktivitasnya.

"Kak Vano sedang apa?" Duduk mikha diatas ranjangnya Devano.

"Lagi sibuk" Jawab Devano kembali fokus dengan laptop ya.

"Mmmmmm" Gumam Mikha. "Besok Mikha akan melamar kerja di perusahaan ya kak Vano" Beritahu Mikha.

"Kamu yakin bekerja disana?".

"Mikha yakin kak.. Kalau kak Vano sudah sembuh nanti, Mikha akan setiap hari melihat kak Vano" Jawab Mikha tersenyum.

"Kamu tidak akan pernah melihat ku disana".

"Kenapa kak?".

"Yang menggantikan ku disana asisten ku".

"Jadi kak Vano kemana?".

"Pekerjaan ku banyak dan bukan hanya disitu saja".

"Yah.." Lesu Mikha langsung.

"Apa kamu masih ingin bekerja disana?" Tanya Devano melihat wajah murungnya Mikha.

"Iyah kak" Angguk Mikha dengan malas.

"Terserah kamu saja".

"Tapi kak Vano masih tetap datang ke kantor kan setiap pagi?".

"Tidak.. Saya kesana hanya sekali sebulan".

"Apa? sekali sebulan?".

"Mmmmmm".

"OMG.. Yang benar saja" Gumam Mikha. "Jadi Mikha enggak bisa lihat kak Vano setiap pagi atau siang sebelum kak Vano pergi ke tempat yang lain?".

"Mmmmmm".

"Aakkhh.. Kak Vano enggak asik" Rengek Mikha.

"Sebaiknya kamu istirahat saja, bukankah kamu ingin melamar kerja besok?".

"Mmmmm" Angguk Mikha bangkit berdiri. "Kalau gitu Mikha keluar dulu kak" Dengan langkah malas Mikha keluar dari dalam kamarnya Devano.

"Hhhmmmsss" Dengus Devano kembali fokus dengan laptopnya.

DDDRRRTTT.. DDDRRRTTT..

"Ada apa Bian?" Tanya Devano mengangkat ponselnya.

"Tuan.. Saya dan Helena sudah mengetahui tempat persembunyian Rojer saat ini" Jawab Bian.

"Hheemmm" Seringai Devano langsung. "Untuk saat ini kalian hanya memantau Rojer saja dan apa saja yang dilakukan oleh Rojer dan bertemu dengan siapa dia setiap harinya " Perintah Devano.

"Terus.. Bagaimana dengan narkoba yang Rojer curi kemarin tuan?".

"Nanti.. Biar saya yang mengurusnya".

"Baik tuan" Angguk Bian.

Tutt..

Setelah sambung telepon itu terputus. "Aku yakin Rojer pasti sedang bekerja sama dengan seorang mafia" Gumam Devano. Kemudian Devano meletakkan Laptopnya kesamping, lalu menurunkan kedua kakinya. Dan dengan pelan Devano menekan kakinya.

"Aakkkhhh" Sakitnya. "Sial" Umpat Devano dengan kesal.

Setelah itu Devano menyambar HT (Handy talky). "Anna" Panggil Devano. "Anna" Panggilnya lagi.

"Anna.. Anna.." Panggil Tuti membangunkan Anna.

"Ada apa bi?" Gurau Anna masih memejamkan kedua matanya.

"Bangun Anna.. Tuan muda memanggil mu" Jawab Tuti.

"Tuan muda?".

"Iyah".

"Anna" Ulangi Devano lagi.

"Tuan muda memanggil mu lagi Anna, buruan kesana".

Mendengar suara itu, Anna langsung duduk diatas ranjang, "Iya bi.." Gegas Anna keluar dari dalam kamar dengan rambut berantakan.

"Rambut kamu dirapikan dulu Anna" Ucap Tuti.

"Iya bi" Lari Anna.

Sesampainya Anna didepan pintu kamarnya Devano.

Tok.. Tok..

"Tuan ini saya".

"Masuk".

Ceklek..

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Anna menghampiri Devano.

"Haahhh.. Ternyata dia sudah tidur" Gumam Devano melihat rambut berantakan Anna yang belum sempat dia rapikan. "Rapikan dulu rambut mu" Ucap Devano.

"Astaga.. Aku lupa lagi" Gerutu Anna merapikan rambut panjangnya. "Maaf tuan, tadi saya buru-buru datang kemari".

"Mmmmmm" Gumam Devano melipat tangannya.

"Sudah tuan" Beritahu Anna.

"Saya ingin buang air kecil, tapi saya tidak mau menggunakan kursi roda".

"Jadi tuan?".

"Kamu harus memapah saya ke dalam kamar mandi".

"Baik tuan" Angguk Anna langsung menunduk disamping tangannya Devano. "Ayok tuan" Bantu Anna.

"Aakkkhhh" Sakit Devano duduk kembali.

"Pela-pelan tuan" Khawatir Anna. "Apa tidak sebaiknya tuan menggunakan kursi roda saja?".

"Tidak.. Saya harus berjalan" Tegas Devano sambil berusaha lagi.

"Hati-hati tuan" Bantu Anna memegang tangannya Devano.

Dengan sekuat tenaga Devano menahan rasa sakitnya.

"Astaga.. Tuan muda sangat kesakitan sekali" Iba Anna. "Ayok tuan.. Pelan-pelan saja".

Hingga 5 langkah Devano telah melangkahkan kakinya. "Saya capek" Ucap Devano memeluk Anna.

"Apa saya perlu ambil kursi roda tuan".

"Tidak perlu.. Biarkan seperti ini saja".

"Tapi jantung ku berdegup kencang tuan, aku takut tuan mengetahuinya" Batin Anna.

Setelah 3 menit kemudian, Devano kembali berdiri tegap. "Ayok" Jalannya dengan pelan.

"Iya tuan" Bantu Anna.

Sesampainya mereka di dalam kamar mandi, "Kamu tunggu diluar saja".

"Baik tuan".

Diluar pintu kamar mandi Anna menyentuh dadanya. "Ada apa dengan mu Anna? apa kamu menyukai tuan muda? tidak-tidak.. aku harap kamu tidak menyukai tuan muda Anna, ingat tempat kamu yang sebenarnya".

Beberapa menit kemudian Anna masuk kembali kedalam kamar mandi, "Sudah tuan?' Tanyanya.

"Mmmmmm" Gumam Devano.

"Mari tuan" Bantu Anna.

"Tunggu" Tahan Devano.

"Iya tuan".

"Saya mau cuci muka sebentar".

"Saya bantu tuan" Ambil Anna di pencuci mukanya Devano. Lalu Anna menuangkan ke telapak tangganya dan dengan pelan Anna menggosok wajahnya Devano. "Apa tuan tidak lelah berdiri?".

"Tidak" Jawab Devano berbohong sambil menahan tubuh dengan tangan kirinya.

"Tuan muda mau juga berbohong" Batin Anna melihat wajah kesakitan Devano. "Tuan menunduk sedikit" Kemudian Anna membasuh wajahnya Devano. "Sudah" Lap Anna dengan handuk kering.

"Gigi" Ucap Devano membuka mulutnya.

"Haahhh?" Kejut Anna.

"Buruan".

"I-iya tuan" Angguk Anna mengambil sikat giginya Devano lalu memberinya pasta odol.

"Ini tuan" Berinya.

"Gosok".

"Mmmmm.. Aakkkhhhh" Ucap Anna memasukkan sikat gigi itu kedalam mulutnya Devano, kemudian menggosoknya dengan bersih.

Setelah itu, "Ada lagi tuan?" Tanya Anna melap mulutnya Devano.

"Tidak" Jawab Devano.

"Kalau gitu kita keluar saja tuan" Ucap Anna meletakkan handuk kotor itu kedalam kain kotor. "Ayok tuan" Papah Anna dari sampingnya Devano.

Namun Devano merasakan kakinya tidak bisa digerakkan. "Kaki saya" Ucap Devano.

"Apa kaki tuan tidak bisa digerakkan?".

"Mmmmmm" Gumam Devano.

"Jalan satu-satunya" Gumam Anna memeluk Devano dari depan meskipun dengan tubuh sekecil itu. "Maaf tuan.. Tapi ini jalan satu-satunya yang saya tau" Ujar Anna.

"Mmmmmm" Devano membalas pelukan Anna.

"OMG" Kejut Anna merona.

"Ayok jalan".

"I-iya tuan" Dengan langkah mundur Anna melangkahkan kakinya agar Devano bisa melangkahkan kakinya dengan pelan.

Setibanya mereka di depan ranjang, Anna segera melepaskan pelukannya.

Namun Devano pun yang tidak bisa menahan tubuhnya, membuat dirinya dan juga Anna langsung terjatuh ke atas ranjang.

"Aaakkhhhh" Kejut Anna dengan wajah merona lagi yang sedang berada dibawah tubuhnya Devano.

Dan seketika Anna mengingat kondisinya Devano, "Tuan" Khawatir Anna mengeser tubuh Devano.

Tetapi Devano malah menahan tubuh mungil ya Anna dan memeluk Anna dengan tangan kirinya.

"Astaga.. Apa tuan muda sedang berpikir mesum?" Batin Anna dengan pucat. "Tu-tuan" Panggil Anna.

"Sebentar saja" Gumam Devano.

"Sa-saya takut tuan".

Mendengar itu.. Devano langsung melihat wajahnya Anna yang terlihat sedikit pucat, "Apa yang kamu takutkan?" Tanya Devano.

"Sa-saya..

"Saya apa?" Potong Devano.

1
christina paya wan
Jln crita yg mendatar.boring membacanya
halimah abdul hayes
Ejaan diperbetulkan uang cash bukan uang kes
halimah abdul hayes
Bagus…sebal wanita seperti mawar
Efrianti Sihite: Terimakasih sudah singgah 🥰
total 1 replies
halimah abdul hayes
Kenapa banyak benar wanita yang tidak malu mengejar laki
halimah abdul hayes
Sebal sama bundanya tuan muda
halimah abdul hayes
Menyampah dengan karakter mikha
Kasiani Winanti
Luar biasa
Kasiani Winanti
iya toor knpa ana meninggal siih🥺🥺🥺
Kasiani Winanti
Lumayan
Kasiani Winanti
Luar biasa
Diandra Kirana
seru juga ceritanya
imam zulkifli
kenapa di kalungnya ga dipasang GPS
imam zulkifli
kenapa ga ada yg ngasih kabar vano ya kalo ana masih hidup
imam zulkifli
ga sabar menunggu semoga saja vano setia pada ana
imam zulkifli
syukur lah anak belom meninggal
Anisa Nisa
trimah kasih juga Thor,telah menulis novel yang mengandung bawang😭Thor tdk adakah season kedua 😁
Anisa Nisa
wow Thor kamu hebat,padahal mataku udah sembab Krn menangis kirain Anna meninggal betulang 😁
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah mbak🤗
total 1 replies
Anisa Nisa
Thor kok meninggal sih Thor😭😭
Anisa Nisa
jadi ikut nangis😭 karna Anna
Anisa Nisa
Thor apa endingnya Anna akan mati😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!