Delima Maharani Pradipta, gadis cantik primadona sekolah selain wajahnya yang cantik dan tubuh bak model, sehingga siapapun terpesona juga dengan tingkahnya yang sangat gesrek, yang membuat semua orang ingin dekat dengan dia
Namun kemalangan menimpa nasibnya, dia harus dijodohkan dengan seorang casanova.
Akankah Delima bahagia dengan pernikahannya? Atau kah seorang casanova bertekuk lutut dihadapan Delima?
Ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saingan Baru
Kita tinggalkan babang Kenzo yang lagi ngenes memikirkan cara agar si cantik Delima tidak akan pernah meninggalkannya, dan juga memikirkan nasib si Ono nya kelak.
Ujian Semesteran berlangsung, dan itu artinya tinggal 5 hari lagi Delima akan menyandang status sebagai Nyonya Kenzo Mahendra. Delima geli membayangkan dirinya yang masih sangat muda itu dipanggil nyonya apalagi dipanggil ibuk ibuk. Oh....tidaakkkk.
Masa bodoh dengan pernikahan dan kehidupan yang akan dijalanin kelak setelah dia menjadi istri seorang casanova Kenzo Mahendra. Yang terpenting Delima masih bisa melakukan kegiatan apapun sesuka hatinya, tanpa ada yang melarang, dan tentunya sesuai dengan batasannya.
Untuk masalah gimana nantinya Delima bisa menolak Si Ono, Delima juga sudah punya rencana yang cukup matang. Bohong kalau Delima tidak gelisah, apalagi harus tinggal berdua dengan seorang player, kemungkinan kemungkinan terburuk pasti akan terjadi.
Tetapi tidak Delima kalau dia akan terlihat sedih. Yang khawatir malahan justru Satria, Satria sepupu Kenzo, Satria tau bagaimana Kenzo, dia tak akan pernah lepas dengan namanya perempuan, dia akan melakukan berbagai cara agar wanita yang ditunjukkan bertekuk lutut dihadapannya dan berakhir dengan kegiatan mencangkuk sawah.
Berulang kali Satria membujuk Delima untuk membatalkan pernikahan, tetapi hanya senyum manis yang diberikannya dan berkata "Elu tenang saja, gue gak bodoh, dengan mudahnya merelakan tubuh gue ke lelaki itu, walaupun dia sudah jadi suami gue"
Prinsip gue untuk Si Ken "Sembuh dulu baru maen"
Kata kata itu yang selalu dilontarkan Delima ketika sahabat sahabatnya merasa cemas memikirkan nasib Delima kelak.
Delima membuang nafas, menghirupnya lagi seperti gerakan orang pemanasan sebelum olahraga
"Lucu..." gumam Delima lirih.
Lamunan Delima tiba tiba berhenti ketika seorang guru memasuki ruang kelas Delima. Hari ini Delima mulai melaksanakan ujian tengah semester nya.
"Gila ganteng banget guru itu"
"Itu guru baru ya, masih muda, sudah punya istri apa belum"
Suara teman teman Delima, yang memuji guru yang baru masuk kelasnya itu. Sedangkan Delima sendiri hanya diam, males ikut ikutan temannya, gak jelas juga gak penting.
Surya Gunadi, guru baru mata pelajaran Sastra Indonesia, yang akan membuat muridnya nanti klepek klepek dengan sejuta pesona dan juga gombalannya.
"Kalian segera kerjakan soalnya, waktunya sekitar 90 menit, dimulai dari sekarang" kata Pak Surya
Teman teman Delima yang tadinya heboh mendadak langsung diam, mendengar guru baru itu berbicara
"Syukurin....sapa suruh berisik, gurunya juga biasa saja, kenapa pada heboh sih" ucap Delima pelan.
Pak Surya membagikan kertas ulangan kepada muridnya, dan tak lupa juga mengecek kartu peserta ujian murid tersebut. Sesampainya dipojok belakang, Pak Surya berhenti, ya berhentilah karena memberikan kertas ulangan dan mengecek kartu peserta ujian Delima.
Eh tetapi bukan itu, selain Pak Surya memberikan kertas dan mengecek, ternyata ada sesuatu yang menarik Pak Surya untuk terus berdiri di samping Delima.
"Kamu berdiri" tunjuk Pak Surya ke Delima
Delima pu berdiri. Dan Pak Surya melihat Delima dari atas ke bawah. Dan Delima yang diperhatikan itu langsung melotot melihat Pak Surya.
"Kamu, masukkan baju kamu"
"Iya pak saya permisi ke toilet sebentar"
Kebiasaan Delima suka mengeluarkan bajunya. Pak Surya terus memperhatikan Delima sampai tak terlihat.
"Cantik..tapi bandel" ucap Pak Surya dengan tersenyum, dan duduk dikursi Delima sambil melihat kartu peserta ujian milik Delima
"Delima Maharani Pradipta, nama yang cantik secantik orangnya" gumam Pak Surya
"Pradipta??? Bukankah ini nama salah satu keluarga orang terkaya dan terpandang di kota ini? kalau benar berarti Delima adalah putri tunggal Jovan Pradipta" pikir Pak Surya lagi.
"Menarik...sangat cantik"
Delima masuk ke ruang kelas setelah merapikan bajunya dan tak lupa merapikan rambutnya.
Uh kenapa aku akhir akhir ini sangat centik sekali, batin Delima
Delima kaget ketika melihat guru baru itu duduk di bangku Delima dan membolak balikkan kertas yang ada di mejanya.
"Bapak ngapain disini?" tanya Delima
Bukannya langsung menjawab, Pak Surya malahan memandang Delima, bukan melihat seragam Delima yang sudah rapi tetapi memandang wajah Delima yang sangat cantik tanpa polesan make up tebal.
"Pak, hello" ucap Delima dengan mengibas ngibaskan tangannya
"Yang sopan Delima" bentak Pak Surya
"Bapak nih yang gak sopan, beraninya duduk di kursi saya, atau bapak ingin mengerjakan ujian hari ini dan menggantikan saya? saya siap kok pak kalau menggantikan bapak jadi pengawas kelas"
Sontak semua teman Delima tertawa, karena mendengar ucapan Delima yang sangat berani tetapi juga tidak masuk akal.
"Diam kalian" bentak Pak Surya dan langsung berdiri dari kursi Delima.
"Loh pak, kok pergi, gak jadi tukeran posisi?" tanya Delima dengan agak keras karena Pak Surya sudah kembali ke depan kelas.
"Kamu....." tangan pak Surya sambil menunjuk Delima.
Melihat Pak Surya yang sedang emosi, akhirnya Delima duduk dan mengerjakan soal yang didepannya itu.
"Lumayanlah dapat hiburam dipagi pagi gini" gumam Delima dengan menampilkan senyum manisnya.
Pak Surya yang sudah kembali ke depan kelas itu hanya geleng geleng kepala, melihat tingkah laku muridnya yang sangat absurd itu.
Tanpa sadar Pak Surya menatap wajah cantik Delima, pak Surya kagum dengan kecantikan Delima dan juga tingkah Delima yang tidak dibuat buat. Apalagi sikapnya yang tidak tertarik sedikitpun terhadap dirinya, sedangkan para siswi di kelas ini sedang memuji ketampanannya.
Awas Bang Ke nzo, saingannya nambah lagi.
Di kantor Kenzo, setelah menyelesaikan segala berkas yang harus ditanda tangani, pikiran Kenzo traveling kemana mana, Kenzo mengingat ciuman manis nya bersama Delima. Tanpa sadar Kenzo juga membayangkan adegan yang hot bersama Delima. Dasar Kenzo tukang mesum ya. Lagian mana mau juga Delima nerima si Ono kalau kelakuan babang Kenzo masih suka maen ma jalang.
"Dimas....keruangan gue sekarang"
Tanpa menunggu lama Dimas masuk ke ruangan Kenzo, Dimas tau maksud Kenzo memanggil dirinya. Dengan percaya diri Dimas menyerahkan laptop yang sudah berisi rekaman kegiatan Delima pagi ini di sekolahan.
Entah dari mana dan bagaimana caranya Dimas bisa memperoleh semua rekaman kegiatan Delima pagi ini diselokah, yang pastinya Kenzo tidak perduli.
Kenzo melihat dengan seksama, melihat bagaimana guru baru itu menatap calon istrinya. Lagi lagi Kenzo mengepalkan tangannga, Kenzo cemburu tetapi tidak akan dia perlihatkan ke sahabatnya.
"Brengsek....berani menatap milikku akan kucongkel matamu"
Milikmu???Waduh babang Kenzo sudah ngaku ngaku ya....siap siap bucin bang.
Sementara Dimas yang melihat langsung ekspresi Kenzo menjadi tertawa "Dasar bucin" luluh juga hati elu dengan anak SMA. Memang beda tuh anak dengan yang lainnya cantik, smart, bandel dan juga centil.
"Dim...kita ke sekolahan Delima sekarang"
"Whattt!"