NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: PENYERBUAN NERAKA ES DAN SANG SIPIR ABADI

​Hawa dingin di sini bukan sekadar suhu; itu adalah Hukum Es Kematian yang bisa membekukan jiwa bahkan sebelum menyentuh kulit. Setiap prajurit Klan Bayangan mengenakan jubah perak khusus untuk menahan erosi energi tersebut. Di barisan paling depan, Ye Xuan berjalan dengan langkah mantap. Setiap jejak kakinya di atas salju meninggalkan uap ungu yang membara.

​[Ding! Memasuki Area Terlarang: Penjara Sembilan Kesengsaraan.]

[Peringatan: Formasi 'Sembilan Kesengsaraan' aktif. Setiap 10 menit, kilat es akan turun dari langit. Inang disarankan untuk tetap bergerak!]

[Deteksi Target Utama: Su Qingxue (Ibu Inang) berada di lantai paling bawah, di bawah tekanan 10.000 ton es abadi.]

​"Sekarang!" teriak Grandmaster Yin.

​WUUUUUSSSHH!

​Ratusan anggota Klan Bayangan menghilang ke dalam tanah, menyusup melalui celah-celah energi yang telah diidentifikasi oleh Xiao Xiao. Sementara itu, Ye Xuan memilih jalan yang paling brutal: pintu depan.

​"Siapa di sana?!" teriak seorang penjaga dari atas tembok benteng. Belum sempat ia menarik busur panahnya, sebuah tebasan cahaya ungu telah membelah gerbang raksasa seberat ratusan ton itu menjadi dua.

​BOOOOOMM!

​Ye Xuan melangkah masuk ke dalam aula utama penjara. Lantainya terbuat dari kristal transparan, di mana di bawahnya terlihat ribuan tahanan yang membeku dalam posisi memohon.

​"Berhenti di sana, bocah lancang!"

​Sesosok pria tua dengan punggung bungkuk dan jubah abu-abu kusam muncul dari balik pilar es. Ia memegang sebuah lentera tua yang apinya berwarna hijau pucat. Dialah Sipir Abadi, Gu He, seorang monster tua yang telah menjaga penjara ini selama lima ratus tahun.

​[Ding! Analisis Target: Gu He.]

[Tingkat Kultivasi: Spirit Severing Tahap Puncak (Setengah Langkah menuju Spirit Transformation)!]

[Peringatan: Lentera di tangannya adalah 'Lentera Penarik Jiwa'. Jangan menatap apinya secara langsung atau jiwa Inang akan tersedot keluar!]

​"Banyak jenius yang datang ke sini untuk menjadi pahlawan," suara Gu He serak dan dingin. "Tapi akhirnya, mereka semua hanya menjadi hiasan di bawah lantai kristal ini. Kau... kau punya bau yang menarik. Bau Kekacauan yang sudah lama tidak kurasakan."

​"Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan dongengmu, Pak Tua," Ye Xuan mengangkat Pedang Penghancur Surga. Aura ungunya meledak, menghancurkan pilar-pilar es di sekitarnya. "Minggir, atau lentera itu akan menjadi obor pemakamanmu."

​Gu He terkekeh, lalu mengangkat lenteranya. Api hijau itu tiba-tiba membesar, menciptakan ribuan rantai hantu yang keluar dari dalam lentera tersebut. "Sembilan Kesengsaraan: Rantai Jiwa Terbelenggu!"

​Rantai-rantai itu bergerak seperti ular, meliuk-liuk di udara dengan kecepatan yang melampaui penglihatan. Ye Xuan mengayunkan pedangnya, namun anehnya, pedangnya menembus rantai-rantai itu seolah-olah mereka adalah asap.

​SRAK!

​Satu rantai berhasil melilit lengan kiri Ye Xuan. Seketika, ia merasakan sebagian jiwanya ditarik paksa. Pandangannya mulai kabur, dan kekuatan di kakinya melemah.

​[Peringatan! Integritas Jiwa Inang Menurun! 95%... 90%...]

​"Sial! Serangan jiwa murni!" desis Ye Xuan.

​"Tuan Muda, gunakan Niat Pedang Kekacauan untuk menyelimuti jiwa Anda, bukan hanya bilah pedang!" Qing'er berteriak dari dalam pedang.

​Ye Xuan memejamkan mata. Bukannya melawan tarikan rantai itu, ia justru menarik energi Kekacauan ke dalam otaknya. Jantungnya berdenyut kencang, dan sebuah perisai ungu gelap menyelimuti kesadarannya.

​"Kau ingin jiwaku?" Ye Xuan membuka matanya yang kini bersinar terang. "Ambil saja kalau kau mampu menahan beban ribuan tahun Kekacauan!"

​Ye Xuan justru menarik rantai itu dengan tangannya, menyeret Gu He yang terkejut ke arahnya. Dengan kecepatan kilat, Ye Xuan menghantamkan hulu pedangnya ke arah lentera hijau tersebut.

​PRANGGG!

​Lentera itu pecah. Ribuan jiwa yang terperangkap di dalamnya berhamburan keluar, menciptakan badai roh yang memenuhi aula. Gu He berteriak histeris saat roh-roh yang pernah ia siksa mulai menyerang balik tubuh tuanya.

​"TIDAK! JANGAN! AKU ADALAH TUAN KALIAN!" raung Gu He.

​Ye Xuan tidak memberinya kesempatan. Ia melompat di tengah kekacauan roh tersebut.

​"Tebasan Keenam: Penghancur Reinkarnasi!"

​Bilah pedang hitam itu menebas leher Gu He, bukan hanya memotong fisiknya, tapi juga menghancurkan sisa jiwanya hingga tak bersisa. Sang Sipir Abadi jatuh, hancur menjadi debu es yang dingin.

​[Ding! Musuh Kuat Terkalahkan!]

[Mendapatkan: Inti Jiwa Hijau (Dapat memulihkan energi mental Inang secara instan).]

​Tanpa membuang waktu, Ye Xuan berlari menuju lift energi yang menuju ke lantai dasar. Di bawah sana, ia melihat sebuah ruangan yang dipenuhi dengan formasi segel emas yang rumit. Di tengah-tengah formasi itu, seorang wanita cantik dengan rambut putih (akibat erosi energi es) duduk terikat oleh rantai naga.

​"Ibu..." suara Ye Xuan bergetar.

​Wanita itu perlahan mendongak. Meskipun wajahnya pucat dan lemah, matanya yang penuh kasih sayang menatap Ye Xuan dengan rasa tidak percaya. "Xuan'er...? Benarkah itu kau? Kau seharusnya tidak datang ke sini, Nak... ini adalah jebakan..."

​Tiba-tiba, suara tepuk tangan pelan terdengar dari bayangan di belakang ibunya.

​Sesosok pria dengan mahkota matahari dan jubah putih suci melangkah keluar. Auranya begitu besar hingga seolah-olah seluruh penjara ini tunduk padanya. Inilah dia, musuh utama yang sebenarnya: Su Changfeng, Pemimpin Klan Su.

​"Selamat, keponakanku tersayang," Su Changfeng tersenyum tenang. "Kau baru saja melewati ujian terakhir untuk menjadi persembahan terbaik bagi kebangkitan Leluhur kami."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!