NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Panggung Berdarah dan Teror Niat Pedang

)​Kejutan yang melanda Puncak Awan Surgawi bagaikan gempa bumi tak kasat mata. Puncak Tahap 8 Pengumpulan Qi! Hanya dalam waktu satu bulan!

​Bahkan Tetua Penjaga Hukum yang telah hidup selama ratusan tahun merasa napasnya tersendat. Di dunia kultivasi, menembus tiga tahap kecil dalam satu bulan membutuhkan sumber daya setara harta karun klan kelas satu dan bakat tingkat surga.

​"Tidak mungkin... Ini pasti ilusi atau teknik iblis!" Han Lin berteriak dari pinggir arena, wajahnya memucat. "Bagaimana mungkin anjing cacat itu melampaui Tahap 6?!"

​Di tengah panggung yang retak, Wang Jian mencabut pedang biru esnya dari tanah. Hawa dingin yang menusuk tulang langsung menyebar, membekukan embun di udara menjadi kristal-kristal es tajam.

​"Kultivasi yang dipaksakan menggunakan pil terlarang tidak akan bisa menipu pedangku," desis Wang Jian, matanya memancarkan niat membunuh yang murni. Ia menolak percaya bahwa Lin Tian mencapai tahap ini dengan usahanya sendiri. "Tahap 8 atau bukan, hari ini kau akan mati di sini, Lin Tian!"

​Wussh!

​Wang Jian menghilang dari tempatnya. Di Puncak Tahap 9, kecepatannya seolah menyatu dengan angin dingin. Udara di sekitar Lin Tian tiba-tiba membeku, membentuk sangkar es setebal baja yang mencoba mengunci pergerakannya.

​Teknik Pedang Pembekuan Nadi (Tingkat Bumi Rendah)!

​Pedang panjang Wang Jian menusuk lurus ke arah dahi Lin Tian. Di ujung pedang itu, terdapat pusaran energi es yang cukup kuat untuk menghancurkan sebuah bukit kecil.

​Murid-murid di bawah panggung menahan napas. Ini adalah serangan mematikan, teknik tingkat bumi yang tidak seharusnya dikuasai oleh murid Pengumpulan Qi!

​Namun, mata Lin Tian tidak berkedip sedikit pun.

​"Kau terlalu lambat," gumam Lin Tian.

​Langkah Badai Astral.

​Tepat saat pedang es itu berjarak satu inci dari dahinya, tubuh Lin Tian memudar menjadi bayangan kabur. Sangkar es yang mengurungnya hancur berkeping-keping, tidak mampu menahan daya dorong dari langkah kaki yang telah ditempa oleh badai astral di dasar tebing.

​Wang Jian melebarkan matanya saat pedangnya hanya menembus ruang kosong. Naluri bertarungnya berteriak memperingatkan adanya bahaya fatal dari arah punggungnya.

​Tanpa sempat berbalik, Wang Jian melepaskan seluruh Qi di dantian-nya, membentuk perisai es absolut berbentuk teratai di belakang punggungnya.

​BAM!

​Sebuah tendangan keras mendarat tepat di perisai teratai es itu. Tendangan itu tidak mengandung Qi, melainkan murni kekuatan fisik Lin Tian yang telah disempurnakan oleh darah serigala tingkat tinggi dan esensi jantung bumi.

​Perisai es yang dibanggakan Wang Jian retak parah, dan tubuhnya terdorong ke depan belasan langkah sebelum ia berhasil menyeimbangkan diri. Darah menetes dari sudut bibir Wang Jian. Hanya dari satu benturan fisik, organ dalamnya terguncang.

​"Mustahil! Kekuatan fisik apa ini?!" batin Wang Jian panik.

​"Apakah hanya ini kemampuan anjing Sekte Dalam?" Lin Tian berdiri di tempat Wang Jian sebelumnya berada, tangan kanannya kini perlahan bergerak ke gagang belati Baja Hitam di pinggangnya. "Jika ya, maka duel ini sangat membosankan."

​Kemarahan yang membakar dada Wang Jian menghilangkan sisa kewarasannya. Harga dirinya sebagai jenius elit Sekte Dalam diinjak-injak oleh orang yang dulunya ia anggap sebagai sampah.

​"JANGAN SOMBONG, KEPARAT!"

​Wang Jian menggigit lidahnya sendiri, memuntahkan seteguk darah esensi ke bilah pedangnya. Pedang biru es itu bersinar dengan cahaya yang membutakan. Langit di atas Panggung Hidup dan Mati mendadak mendung, dan suhu turun secara drastis.

​Teknik Terlarang Faksi Wang: Tebasan Gletser Penghancur Jiwa!

​Seekor naga es sepanjang sepuluh meter terbentuk dari ujung pedang Wang Jian, mengaum dan melesat ke arah Lin Tian dengan kekuatan yang setara dengan serangan awal kultivator Pembentukan Pondasi. Ini adalah kartu as Wang Jian, sebuah serangan yang mempertaruhkan separuh umurnya.

​Melihat naga es yang mengamuk itu, para tetua di paviliun serentak berdiri.

​"Wang Jian sudah gila! Serangan itu akan menghancurkan penghalang arena!"

​Namun, di tengah badai salju dan tekanan energi yang mengerikan itu, Lin Tian perlahan mencabut belatinya.

​"Waktunya menguji hasil dari Makam Kuno," bisiknya pelan.

​Lin Tian tidak mengaktifkan Qi atribut apinya. Sebaliknya, ia masuk ke dalam lautan kesadarannya dan menyentuh sebuah benih kecil berwarna perak yang melayang di sana.

​Benih Niat Pedang Kehancuran.

​Seketika, aura Lin Tian berubah total. Ia tidak lagi terasa seperti seorang manusia, melainkan sebilah pedang dewa kuno yang baru saja dihunus dari sarungnya. Rasa dingin yang dipancarkan Lin Tian bukan berasal dari es, melainkan dari niat membunuh yang sangat absolut dan kuno.

​Belati Baja Hitam biasa di tangannya mulai bergetar hebat, memancarkan cahaya perak yang menyilaukan.

​Bahkan pedang-pedang di pinggang para murid dan tetua yang menonton di tribun mulai bergetar keras di dalam sarungnya, seolah bersujud pada raja mereka.

​"Niat Pedang?! Mustahil! Dia masih di ranah Pengumpulan Qi!" Tetua Penjaga Hukum menjerit histeris, kehilangan seluruh wibawanya. Memadatkan Niat Pedang adalah domain para leluhur di ranah Inti Emas!

​Lin Tian mengayunkan belatinya ke depan dengan gerakan yang sangat sederhana. Tidak ada teknik, tidak ada gaya yang rumit. Hanya satu tebasan lurus ke depan.

​Sring!

​Sebuah garis perak setipis rambut melesat membelah ruang.

​Garis perak itu bertabrakan dengan naga es raksasa milik Wang Jian. Tidak ada ledakan. Tidak ada suara benturan yang merusak telinga.

​Naga es raksasa yang menakutkan itu, bersama dengan teknik terlarang Wang Jian, seketika terbelah menjadi dua bagian yang sangat rapi, lalu hancur menjadi debu salju tak berbahaya yang tertiup angin.

​Namun, garis perak itu tidak berhenti. Ia terus melesat melewati jarak dua puluh meter, menembus tubuh Wang Jian.

​Wang Jian berdiri kaku di tempatnya. Pedang biru es tingkat bumi di tangannya terpotong menjadi dua, ujungnya jatuh bergemerincing ke lantai pualam.

​Matanya melotot menatap Lin Tian, bibirnya bergetar mencoba mengatakan sesuatu. "K-kau..."

​CRATT!

​Sebuah garis darah halus muncul dari dahi Wang Jian, turun ke hidung, dada, hingga perutnya. Detik berikutnya, tubuh pemuda arogan itu terbelah dua secara simetris. Darah segar menyembur, mewarnai Panggung Pualam Putih menjadi merah pekat.

​Puncak Tahap 9 Pengumpulan Qi, mati hanya dengan satu tebasan belati biasa.

​Keheningan yang mematikan mencekik seluruh Puncak Awan Surgawi. Bahkan angin seolah berhenti berhembus. Ribuan murid dalam yang sebelumnya mencemooh kini gemetar hebat hingga beberapa dari mereka jatuh terduduk di tanah, kehilangan kekuatan di kaki mereka. Han Lin, sang utusan, telah pingsan dengan celana yang basah.

​Lin Tian mengibaskan belatinya dengan tenang, menghapus noda darah yang sebenarnya tidak ada, lalu menyarungkannya kembali. Sistem di kepalanya berdenting manis.

​[Ding!]

[Target tewas. Mengekstrak fondasi kultivasi dan sisa Esensi Air Murni...]

[Berhasil mendapatkan: 15 Tetes Qi Murni Absolut.]

​Ia mendongak, menatap langsung ke arah paviliun di mana para tetua sekte berdiri membeku. Mata hitamnya yang dalam dan dingin memancarkan pesan yang jelas.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!