Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.
Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri
Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Sementara hotel tempat Kanaya didandani iya merasa sangat gugup, iya didandani layaknya seorang putri, wajahnya sangat senang dan bahagia.
Elfaro yang melihat hal itu iya sangat bahagia ternyata orang yang iya sayang bahagia dengan pilihannya. Iya segera menghampiri Kanaya.
" Wah kamu cantik sekali Kay " ucap Elfaro
" Terima kasih Ka.. " jawabnya sambil tersenyum
" Andai yang jadi pengantin laki-laki nya itu aku " jawab Elfaro
" Hus ka, ga boleh begitu.. aku doakan semoga Kaka cepat dapat istri " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Mana bisa aku dapat pengganti mu, jelas-jelas dihatiku hanya ada kamu " batin Elfaro
" Hari ini Ka Elfaro benar-benar tampan " Kanaya memuji sang Kaka
" Percuma tampan jika tidak bisa dapatkan hatimu " batin Elfaro
" Apa kamu yakin mau menikah dengan Defano, apa bisa dia bahagiakan kamu " ucapnya Elfaro
" Kaka tenang saja ya... " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Aku hanya ingin menikmati sisa hidupku dengan orang yang aku sukai dari dulu " batin Kanaya
Tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri Kanaya dan Elfaro yang tengah asik ngobrol
" Pagi Kanaya " ucap Dokter Reza
" Pagi Dokter Reza yang ganteng.. " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Cantik sekali kamu, aku jadi menyukaimu " ucapnya sambil tertawa
" Mau apa kamu kesini " ucapnya Elfaro menatap Reza dengan tatapan tajam
" Santai Bro,, aku mau memberikan selamat pada Kanaya dan juga mau memberikan suntikan vitamin agar dia tidak kecapean " ucap dokter Reza
" Terima kasih Dokter ganteng " ucapnya Kanaya sambil tersenyum
" Kamu membuatku gugup saja " ucap sang dokter
" Sudah jangan kecentilan Reza cepat kamu lakukan tugasmu " ucap Elfaro kesal
" Santai Bro " ucap Dokter Reza
" Kalian ini katanya bersahabat tapi masih saja kaya bocah " ucapnya Kanaya sambil tersenyum
" Jangan salah Kay, Kakakmu ini tingkahnya memang suka menjengkelkan tapi dia baik sekali " ucap Dokter Reza
" Sialan di hina dulu baru di puji " jawab Elfaro kesal
" Aku suntik dulu ya kay " ucap Sang dokter langsung menghampiri Kanaya dan segera menyuntikan vitamin itu
" Terima kasih dok " ucapnya
" Kanaya bisa setegar ini dan dia seperti yang tidak terjadi sesuatu, aku kagum sekali padamya " batin Dokter Reza
" Sudah... " ucap Dokter Reza sambil tersenyum
" Jika sudah cepat pergi dari sini " ucap Elfaro
" Iya aku akan pergi ko, kamu jangan khawatir " ucap Dokter Reza
Tok... Tok... Tok...
" Masuk " ucap mereka
Ceklek,,
" Sayang keluarga Defano sudah datang " ucap Sang ibu
" Apa, bagaimana ini " ucap Kanaya panik
" Kamu jangan gugup lebih baik kita segera pergi kebawah " ucap sang Ibu
" Biar aku tuntun langkah Kanaya bu " ucap Elfaro dengan wajah sedihnya
" Kamu yakin Nak " tanya sang ibu
" Iya bu " ucap Elfaro
" Yasudah kalau begitu yu " ucap sang ibu
Merekapun segera memasuki gedung dimana akan dijadikan tempat sakral dimana Kanaya dan Defano menikah
Semua mata memandangi kecantikan Kanaya tidak terkecuali Defano, iya juga melihat Kanaya tanpa berkedip
" Dia sungguh cantik berbeda tidak seperti biasanya " batin Defano
Kanaya duduk dikursi yang sudah disediakan, iya duduk bersama dengan keluarganya, sementara sang pembawa acara membuka acara dan serangkaian acara.
Kini tiba lah yang ditunggu yaitu acara ijab Qabul, Kanaya dituntun Sang Kaka menuju kursi yang sudah disediakan, iya duduk disamping Defano. Dia benar-benar gugup dengan acara ini.
" Aku harus mengikhlaskan kamu Kanaya, meski hati ini terluka " batin Elfaro
" Akhirnya yang aku tunggu-tunggu tiba, terima kasih Tuhan telah memberikan aku kesempatan untuk bersama dengan orang yang aku sayang meskipun aku tidak tahu apa akan kuat atau tidak " batin Kanaya
" Sarah, maafkan aku.. kuharap kamu mengerti jika waktunya tiba aku akan menikahimu kelak " ucap Defano dalam hatinya
Sang penghulu dan Pa Gery duduk berdampingan, suasana seketika menjadi hening seakan hanyut dengan sakralnya ijab qobul yang akan Defano katakan.
" Apakah kalian siap " tanya sang penghulu
" Siap Pa " ucap Kanaya dan Defano
" Baik, Silahkan Pa Geri jabat tangan Nak Defano " ucap sang penghulu
" Baik Pa " jawab Pa Gery dengan wajah tegangnya
" Bismillahirrahmanirrahim, Pa Geri nanti saya bisikan bapak bicara pakai ini agar suaranya terdengar, dan ketika Pa Geri sudah bilang dibayar Tunai baru Nak Defano ucapkan ijab Qabulnya ya " ucap Pa penghulu
" Baik Pa "
menyesal memang belakangan...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
apa el bkn kk kndung kay ?