NovelToon NovelToon
QUEEN MAFIA BERTAUBAT

QUEEN MAFIA BERTAUBAT

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Mafia / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:292.2k
Nilai: 5
Nama Author: alcanbery

"Jangan pernah Lo ikut campur dalam urusan gue!!" Alifa Zea Amanda~

"saya akan ikut campur. karena apa yang kamu lakukan itu salah!" ghibram Naufal Rizal~

Alifa, seorang mafia terjebak dalam pesantren demi memenuhi janjinya untuk nenek. ia selama disana tak tinggal diam. beberapa kali ia mencoba kabur, namun ada seorang Guz yang selalu menggagalkan rencananya.

seperti apa kisah lanjutan nya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alcanbery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. chapter dua puluh dua

Jangan lupa vote, vote, dan vote.

Komen, like dan bintang..

Jangan lupa taruh di daftar bacaan, agar kalian tidak ketinggalan dengan cerita berikutnya.

Follow IG bunny @quensha_sha

______________________

Happy reading...

Gus Rizal maju ke depan.

"Abah, saya, elang dan Gilang menjadi saksi pada saat pertengkaran itu terjadi." Ujar Gus Rizal.

"Gus Rizal kalo boleh saya tanya pada anda, apa yang anda lihat waktu itu? Bisa ceritakan pada kami semua?" Ujar Arnold.

Gus Rizal menceritakan semuanya yang ia lihat. Disusul oleh diva dan zhara. Para mama dari Siska dkk sangat geram. Kesaksian Gus Rizal, diva dan zhara membuntu semua jalan mama Siska dkk untuk membalas dendam.

'**alifa ini....!!!' batin geram mama Abel.

'sebenarnya, siapa Alifa itu? Hingga, mereka semua begitu membelanya?' batin mama Maya.

Maya menarik tangan mamanya. "Mama sakit." Lirih kesakitan Maya.

"Tenang yah nak." Ujar mama Maya sambil mengusap kepala Maya.

"Saya tidak mau tahu, gadis licik itu harus bertanggung jawab!" Ketus mama Abel.

"Nyonya, jaga ucapan anda. Adik saya bukan seorang gadis licik seperti yang anda bayangkan. Adik saya melakukan itu semua pasti anak anda yang salah!" Cibir Arnol yang sudah sangat marah. Ia tak terima jika adiknya harus dihina seperti itu.

"Memang itu faktanya kan. Kalo dia gadis baik-baik pasti dia akan berada disini sekarang. Mana dia, ha! Mana dia!" Ujar mama Siska.

Arnold terdiam. Ucapan mama Siska ada benarnya. Siska dkk merasa puas bisa membungkam Arnold, seorang pengacara hebat dan terkenal memecahkan kasus.

Arnold tersenyum sinis.

'jadi, ini niat kalian...' batin Arnold.

"Heh, jika adik saya berada disini lalu, apa yang mau kalian lakukan?" Tanya Arnold dengan senyuman seringai.

Perlahan-lahan Arnold menghampiri mama Siska dkk. "Menaruhnya di penjara? Merusak nama baiknya? Atau memeras nya???" Tanya Arnold.

Sakmat...

Mama Siska dkk mematung. Mereka tidak menyangka rencana yang mereka buat sudah terlebih dulu di ketahui oleh Arnold. Mana Siska dkk berusaha untuk setenang mungkin, agar tidak dicurigai oleh mereka.

"Jelaslah, dia harus tanggung jawab dengan putri kami!" Ketus mama Maya.

"Pak Kiai, anda adalah hakim. Sebagai hakim saya meminta keadilan pada anda pak." Ujar mama Maya.

"Abah, Alifa tidak mungkin melakukan itu tanpa alasan. Kalo tidak percaya kami bisa menjadi saksinya." Ujar Gus Rizal.

"Diam!!! Diam semua!!!" Teriakan Abah berhasil membuat suasana tadi gaduh menjadi tenang.

"Tuan Arnold, tolong hubungi Alifa lagi. Jika dia masih tidak datang juga, maaf kami akan putuskan bahwa Alifa lah yang bersalah." Ujar Abah.

Mama Siska dkk tersenyum puas. Akhirnya, kemenangan berada di pihak mereka. Siska dkk merasa sangat puas. Walaupun, badan mereka sangat sakit sekali.

'akhirnya... Sebentar lagi kemenangan berada di pihak kami.' batin mama Abel.

Arnold mencoba menghubungi Alifa, namun sayangnya hasilnya nihil. Disusul oleh Gus Rizal menelepon Alifa.

Drrtt... Drtt... Drtt.

Suara deringan panggilan masuk mengalihkan perhatian mereka semua. Ditengah-tengah keributan Alifa datang bersama elang. Semua mata tertuju pada Alifa. Apalagi pakaian yang dikenakan Alifa sangat mencolokkan mata para santriwati dan santriwan yang berada disana.

Alifa bersikap biasa saja. Ia berdiri ditengah keributan. Gus Rizal, Gilang, diva dan zhara merasa sangat senang Alifa bisa datang secepatnya.

Sedangkan, mama Siska dkk sangat murka. Apalagi dihadapan mereka itu adalah orang yang sangat terpandang.

"Sial!" Batin mama Siska dkk.

Prok... Prok... Prok...

Alifa bertepuk tangan tiga kali. Suara yang dihasilkan oleh tepukan tangan Alifa bergema di setiap sudut ruangan.

"I'm so happy." Ujar Alifa dengan senyuman seringai.

Semua yang melihat senyuman Alifa bergidik ngeri. Bagi Arnold, ini sudah biasa. Sudah sering Arnold melihat seringai licik dari Alifa buat.

"Nak Alifa... Silahkan..." Ujar Abah mempersilahkan Alifa maju ke depan untuk bersaksi.

Alifa melipatkan kedua tangannya. "Heh, untuk apa? Bukankah semuanya sudah bersaksi?"

"Mbak Alifa, kami mohon... Kesaksian mbak sangat penting." Ujar diva.

"Big no. Apa kalian yakin akan percaya dengan ucapan saya?" Tanya Alifa datar.

"Ataukah kalian akan menambah atau menyindir saya. Ohhh tidak... Atau kah kalian akan mencibir saya dengan sebutan iblis?" Tanya Alifa.

Tuk... Tuk... Tuk...

Alifa mendekati kearah Siska dkk dan mama Siska dkk. Aura dingin Alifa membuat mereka bergidik ngeri.

"Ap... Apa yang mau kamu lakukan?" Tanya mama Abel.

"Tidak ada. Apa anda takut?" Sindir Alifa.

Glek...

'auranya sangat menyeramkan.' batin mama Maya.

"Manda, apa yang kamu lakukan?" Tanya Gus Rizal.

"Suuuuttthhh..." Alifa menaruh jari telunjuk nya di bibirnya.

"Bibik, apa kabar? Udah lama yah tidak bertemu."

"Owh ya bibik, kali ini permainan apa lagi yang kamu buat untuk saya?"

"Ap---apa maksud mu?" Tanya mama Abel gugup.

"Saya kesini untuk meminta keadilan. Kamu harus tanggung jawab!" Geram mama Maya.

"Tanggung jawab??? Mau berapa banyak uang??? Satu juta, satu miliar atau 1 triliun?" Ujar Alifa.

"Owh ya, mereka (menujukkan kearah Gus Rizal dkk) sudah menjelaskannya pada kalian, tapi kalian masih tidak percaya kenapa?" Tanya Alifa polos.

"Nak Alifa, tolong katakan sejelas pada kami." Ujar Abah.

Alifa mendekati kearah diva. "Berikan gelang mu pada ku." Pintah Alifa.

Diva memberikan gelang nya pada Alifa. Sebuah hologram terpampang jelas dihadapan mereka. Semua keburukan Siska dkk terbongkar dihadapan mereka. Setelah film itu selesai, Siska dkk terbuai lemas.

Alifa memberikan gelang itu kembali pada diva. Alifa beranjak pergi dari tempat persidangan. Elang yang merasa cemas pada Alifa, mengikuti Alifa.

"Pengadilan ini menyatakan bahwa Alifa tidak bersalah! Kalian akan kami skors selama satu tahun Disni!" Ujar Abah mengakhiri persidangan.

Gus Rizal, Gilang, diva dan zhara merasa lega.

"Syukurlah mbak Alifa ngak bersalah." Ujar diva.

"Alhamdulillah Gus Rizal." Ujar Gilang ikut senang.

***

Flashback on

Waktu itu Alifa memberikan sekotak hadiah untuk diva.

"Apa ini mbak?" Tanya diva.

"Buka saja." Jawab singkat Alifa.

Diva membuka kotak hadiah itu. Alangkah terkejutnya ia melihat sebuah gelang mewah didalam nya.

"Ini.... Ini..."

"Untuk Lo." Ujar Alifa.

"Tapi, ini sangat mahal mbak. Saya tidak bisa menerima nya."

"Lo pantas. Ini hanya hadiah kecil-kecilan dari gue. Tolong ambil yah."

"Tapi, mbak..."

"Tidak ada penolakan.

Flashback off.

***

"Huh, gue lega Lo ngak bersalah Alifa." Ujar Arnold.

"Thanks udah mempersingkat waktu." Ujar Alifa.

"Bisa Lo ucapin lagi?"

"Kenapa?"

"Langka tahu ngak Lo ngucapin makasih." Kekeh Arnold langsung mendapatkan pelototan mata Alifa.

"Ngak ngak. Gue bercanda." Ujar Arnold.

"Owh ya elang, gue titip adik gue." Ujarnya

"Siap bang elang." Ujar elang

1
gabriela
hanna deh bukan maya?🤦🏻‍♀️
🇮🇩👉Dodi#(/$
ko d singapura sih bukannya d london
Bombom😚
ap alifa memiliki altar ego??🙄
Arvin Reza
lanjut thor
Estherr Estherr
lanjut kk
no name 💜
jujur thor aku agak bingung sama alur nya tapi tetap ku baca kok 😁
no name 💜
duh alifa gaada sopan santunnya sama yg lebih tua😄
no name 💜
alifa keras kepala 😌
no name 💜
tiap bab aku kasih jempol 😂
no name 💜
cantik 😍
Rukiyah Rukiyah
nex thour
Sanny Pierislisapaly
lnjt
Kholif Assiddiq
lanjut
Fahmi Cute
ditunggu up selanjutnya
Rukiyah Rukiyah
di tunggu up nya thour.
Rukiyah Rukiyah
iiiiiiih comel nye
Liliana Naibaho
lanjut dong thorr,penasaran sama lanjutannya nih
Fahmi Cute
suka ceritanya, ditunggu up selanjutnya
Rukiyah Rukiyah
up thor
Rukiyah Rukiyah
OMG 😮uwuuuuw bnget dah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!